Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Mengenal Hari Kiamat dan Tanda-Tanda Kiamat

Gazzeta Raka Putra Setyawan oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
31 Agustus 2025
di Akidah
Hari kiamat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Apa itu hari kiamat?
  • Nama-nama hari kiamat
    • As-Saa’ah (hari kiamat)
    • Yaumul Ba’ts (hari kebangkitan)
    • Yaumud Diin (hari pembalasan)
    • Yaumul Hasrah (hari penyesalan)
    • Ad-Daarul Aakhirah (negeri akhirat)
    • Yaumut Tanaad (hari saling memanggil)
    • Daarul Qaraar (negeri yang kekal)
    • Yaumul Fashl (hari keputusan)
    • Yaumul Jam’ (hari berkumpul)
    • Yaumul Hisaab (hari perhitungan)
    • Yaumul Wa’iid (hari yang diancamkan)
    • Yaumul Khuluud (hari kekekalan)
    • Yaumul Khuruuj (hari keluar dari kubur)
    • Al-Waaqi’ah (hari yang akan terjadi)
    • Al-Haaqqah (hari yang pasti terjadi)
    • Ath-Thaammatul Kubraa (malapetaka yang besar) (malapetaka yang besar)
    • Ash-Shaakhkhah (suara yang memekakkan)
    • Al-Aazifah (hari yang telah dekat)
    • Al-Qaari’ah (hari yang menggentarkan hati)
  • Makna ‘Asyraathu As-Saa’ah
  • Makna As-Saa’ah
    • As-Saa’atush Shughraa (kiamat kecil)
    • As-Saa’atul Wusthaa (kiamat sedang)
    • As-Saa’atul Kubraa’ (kiamat besar)
  • Pembagian tanda kiamat
    • Tanda-tanda kecil
    • Tanda-tanda besar

Apa itu hari kiamat?

Hari kiamat atau hari akhir merupakan hari berakhirnya kehidupan yang ada di dunia, dan merupakan awal dari kehidupan di akhirat untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatan ketika hidup di dunia. Dan disebut hari akhir karena tidak ada lagi hari setelahnya. Pada hari itu, Allah ‘Azza wa Jalla akan membangkitkan semua makhluk untuk dihisab dan diberi balasan. Yang mendapatkan balasan surga, maka ia akan kekal di surga. Sebaliknya, yang mendapatkan azab neraka, maka ia akan kekal pula di neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Demikianlah diberi pelajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhirat.” [1]

Nama-nama hari kiamat

Hari kiamat merupakan sebuah kejadian yang begitu agung dan dahsyat. Allah menyebutkan banyak sekali nama-nama lain dari hari kiamat di dalam Al-Qur’an. Ini menunjukkan betapa agungnya hari kiamat. Di antara nama-nama tersebut adalah:

As-Saa’ah (hari kiamat)

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّ السَّاعَةَ لَاٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَا

“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya…” [2]

Yaumul Ba’ts (hari kebangkitan)

Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ اِلٰى يَوْمِ الْبَعْثِۖ

“… Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit…” [3]

Yaumud Diin (hari pembalasan)

Allah Ta’ala berfirman,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

“Yang menguasai hari pembalasan.” [4]

Yaumul Hasrah (hari penyesalan)

Allah Ta’ala berfirman,

وَاَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ

“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan…” [5]

Ad-Daarul Aakhirah (negeri akhirat)

Allah Ta’ala berfirman,

وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

“Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” [6]

Yaumut Tanaad (hari saling memanggil)

Allah Ta’ala berfirman,

اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِۙ

“… Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari saling memanggil.” [7]

Daarul Qaraar (negeri yang kekal)

Allah Ta’ala berfirman,

وَّاِنَّ الْاٰخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

“… Dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” [8]

Yaumul Fashl (hari keputusan)

Allah Ta’ala berfirman,

هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِه تُكَذِّبُوْنَ

“Inilah hari Keputusan yang kamu selalu mendustakannya.” [9]

Yaumul Jam’ (hari berkumpul)

Allah Ta’ala berfirman,

وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيْهِ

“… Serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya…” [10]

Yaumul Hisaab (hari perhitungan)

Allah Ta’ala berfirman,

هٰذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ

“Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.” [11]

Yaumul Wa’iid (hari yang diancamkan)

Allah Ta’ala berfirman,

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِۗ ذٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيْدِ

“Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan.” [12]

Yaumul Khuluud (hari kekekalan)

Allah Ta’ala berfirman,

ادْخُلُوْهَا بِسَلٰمٍ ذٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُوْدِ

“Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.” [13]

Yaumul Khuruuj (hari keluar dari kubur)

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَ يَسْمَعُوْنَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ۗذٰلِكَ يَوْمُ الْخُرُوْجِ

“Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari keluar (dari kubur).” [14]

Al-Waaqi’ah (hari yang akan terjadi)

Allah Ta’ala berfirman,

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ

“Apabila terjadi hari kiamat.” [15]

Al-Haaqqah (hari yang pasti terjadi)

Allah Ta’ala berfirman,

مَا الْحَاۤقَّةُ ۚ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحَاۤقَّةُ ۗ  كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَعَادٌ ۢبِالْقَارِعَةِ

“Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?” [16]

Ath-Thaammatul Kubraa (malapetaka yang besar) (malapetaka yang besar)

Allah Ta’ala berfirman,

فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰى

“Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.” [17]

Ash-Shaakhkhah (suara yang memekakkan)

Allah Ta’ala berfirman,

فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ

“Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua).” [18]

Al-Aazifah (hari yang telah dekat)

Allah Ta’ala berfirman,

اَزِفَتِ الْاٰزِفَةُ ۚ

“Telah dekat terjadinya hari kiamat.” [19]

Al-Qaari’ah (hari yang menggentarkan hati)

Allah Ta’ala berfirman,

اَلْقَارِعَةُ مَا الْقَارِعَةُ  وَمَا اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ

“Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?” [20]

Baca juga: Hubungan Shalat Seseorang dengan Keadaannya di Hari Kiamat

Makna ‘Asyraathu As-Saa’ah

(الشَّرَطُ) dengan huruf ra yang berharakat, maknanya adalah tanda, bentuk jamaknya (أَشْرَاطٌ). Makna (السَّاعَةُ) menurut bahasa, ia adalah salah satu bagian (waktu) siang atau malam, bentuk jamaknya adalah (سَـاعَاتٌ) dan (سَـاعٌ). Siang dan malam seluruhnya adalah 24 jam.

Makna (اَلسَّاعَةُ) menurut istilah syara’ adalah waktu di mana kiamat itu terjadi. Dinamakan demikian karena cepatnya hitungan (waktu) di dalamnya, atau karena (kiamat) itu mengagetkan manusia hanya dalam satu waktu. Maka, semua makhluk mati dengan satu kali tiupan (sangkakala).

Sehingga makna Asyraatus Saa’ah adalah tanda-tanda kiamat yang mendahuluinya dan menunjukkan kedekatannya. Ada juga yang mengatakan bahwa tanda kiamat adalah segala hal yang diingkari oleh manusia berupa gejala-gejalanya yang kecil sebelum kiamat terjadi. Dan ada yang berpendapat: yang dimaksud dengan Asyraatus Saa’ah adalah sebab-sebab (atau pertanda) yang lebih kecil dibandingkan peristiwa besarnya (yaitu kiamat itu sendiri) dan (dibanding) tegaknya kiamat itu..

Makna As-Saa’ah

As-Saa’atush Shughraa (kiamat kecil)

Ia adalah kematian manusia. Barangsiapa meninggal dunia, maka telah terjadi kiamat padanya karena ia telah memasuki alam akhirat.

As-Saa’atul Wusthaa (kiamat sedang)

Ia adalah meninggalnya manusia dan suatu generasi. Hal ini diperkuat dengan sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata,

كَانَ اْلأَعْرَابُ إِذَا قَدِمُوا عَلَـى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، سَأَلُوهُ عَنِ السَّاعَةِ: مَتَى السَّاعَةُ؟ فَنَظَرَ إِلَى أَحْدَثِ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ، فَقَالَ: إِنْ يَعِشْ هَذَا لَمْ يُدْرِكْهُ الْهَرَمُ؛ قَامَتْ عَلَيْكُمْ سَاعَتُكُمْ

“Jika orang-orang badui datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka bertanya tentang kiamat, ‘Kapan terjadinya kiamat?’ Lalu beliau menatap orang yang paling muda di antara mereka, beliau berkata, ‘Jika anak ini hidup dan masa tua tidak datang kepadanya, maka telah terjadi kiamat kepada kalian.’” [21]

Artinya, kematian mereka. Maksudnya adalah kiamatnya orang-orang yang diajak bicara oleh beliau.

As-Saa’atul Kubraa’ (kiamat besar)

Ia adalah kebangkitan manusia dari kubur mereka untuk dikumpulkan dan diberikan balasan. Jika kata as-saa’ah diungkapkan secara mutlak dalam Al-Qur’an, maka yang dimaksud adalah kiamat kubra (besar). Allah Ta’ala berfirman,

يَسْـَٔلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِۗ

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit…” [22]

Maksudnya adalah (bertanya) tentang hari kiamat.

Pembagian tanda kiamat

Tanda-tanda kiamat terbagi menjadi dua bagian

Tanda-tanda kecil

Yaitu tanda-tanda yang mendahului kiamat dalam kurun waktu yang lama dan merupakan sesuatu yang dianggap biasa. Seperti hilangnya ilmu, menyebarnya kebodohan, meminum khamr, saling berlomba membuat dan meninggikan bangunan, dan lainnya. Terkadang sebagiannya nampak bersamaan dengan tanda-tanda besar kiamat, atau setelahnya.

Tanda-tanda besar

Yaitu peristiwa-peristiwa besar yang terjadi menjelang kiamat dan merupakan sesuatu yang tidak biasa terjadi. Seperti keluarnya Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihissallam, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, dan terbitnya matahari dari barat.

Sebagian ulama membagi tanda-tanda kiamat berdasarkan kemunculan-nya menjadi tiga bagian :

  1. Telah muncul dan berakhir.
  2. Telah muncul dan senantiasa muncul bahkan bertambah banyak.
  3. Belum muncul sampai sekarang.

Dua bagian yang pertama merupakan tanda-tanda kecil, adapun bagian ketiga, maka bergabung di dalamnya tanda-tanda besar dan sebagian tanda-tanda kecil.

Baca juga: Sungai Eufrat dan Tanda-Tanda Hari Kiamat

***

Penulis: Gazzeta Raka Putra Setyawan

Artikel Muslim.or.id

 

Referensi:

Kitab Asyraathu As-Saa’ah, karya Syekh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

 

Catatan kaki:

[1] QS. At-Thalaq: 2

[2] QS. Al-Mu’min: 59

[3] QS. Ar-Ruum: 56

[4] QS. Al-Faatihah: 4

[5] QS. Maryam: 39

[6] QS. Al-‘Ankabuut: 64

[7] QS. Ghaafir: 32

[8] QS. Ghaafir: 39

[9] QS. Ash-Shaaffaat: 21

[10] QS. Asy-Syuuraa: 7

[11] QS. Shaad: 53

[12] QS. Qaaf: 20

[13] QS. Qaaf: 34

[14] QS. Qaaf: 42

[15] QS. Al-Waaqi’ah: 1

[16] QS. Al-Haaqqah: 1-3

[17] QS. An-Naazi’aat: 34

[18] QS. ‘Abasa: 33

[19] QS. An-Najm: 57

[20] QS. Al-Qaari’ah: 1-3

[21] Muttafaqun ‘alaihi

[22] QS. Al-Ahzaab: 63

ShareTweetPin
Gazzeta Raka Putra Setyawan

Gazzeta Raka Putra Setyawan

- Mahasiswa STDI Imam Syafi'i Jember (2023-sekarang) - Alumnus Ma'had Aly Al Furqon Magelang - Alumnus I'dad Lughowy STDI Imam Syafi'i Jember - Alumnus Safwa University (Online)

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
2

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
Bersihkan Hatimu dengan Tauhid

Segera Bersihkan Hatimu dengan Tauhid dan Keikhlasan (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah