Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Musibah untuk Muhasabah

Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
28 Juni 2025
di Tazkiyatun Nufus
Musibah untuk Muhasabah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Apakah Allah menciptakan keburukan?
  • Baca doa ini agar musibahmu diganti dengan yang lebih baik
  • Berkah dalam setiap musibah

Peristiwa yang terjadi di alam semesta ini datang silih berganti, seperti siang dan malam, panas dan hujan. Ada yang membuat hati berbunga-bunga, dan ada pula yang membuat mata berkaca berlinang air mata

Ketika kita diberi nikmat, hati terasa lapang, senyum pun mudah merekah. Kita merasa hidup sedang berpihak, dan dunia serasa indah. Namun, ketika musibah datang mengetuk, banyak di antara kita yang terdiam dalam duka, bahkan bertanya, “Mengapa ini terjadi padaku?”

Padahal kedua peristiwa atau kejadian tersebut merupakan sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَٰهُ بِقَدَرٍ

“Sesungguhnya segala sesuatu kami ciptakan dengan takdir.” (QS. Al-Qamar: 49)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآَخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“(Iman itu adalah) Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.” (HR. Muslim)

Apakah Allah menciptakan keburukan?

Allah memang menciptakan keburukan sebagaimana Dia menciptakan kebaikan, tetapi Dia tidak menyukai dan tidak memerintahkan kepada keburukan. Keburukan ada sebagai ujian. Memang menurut pandangan manusia itu buruk; tetapi di balik penciptaan tersebut, ada banyak hikmah kebaikan yang mungkin belum diketahui oleh manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Begitu pula musibah yang terjadi di alam semesta ini adalah takdir dari Allah Ta’ala. Dengan adanya musibah ini, banyak sekali hikmah kebaikan yang akan dipetik oleh umat manusia.

Musibah bukanlah azab bagi orang yang beriman, melainkan ujian. Melalui ujian itu, Allah ingin membersihkan hati, menghapus dosa, dan meninggikan derajat hamba-Nya. Betapa sering manusia lalai saat diberi nikmat, namun menjadi sadar dan kembali saat tertimpa musibah. Itulah kasih sayang Allah yang tersembunyi di balik rasa sedih yang menimpa.

Baca doa ini agar musibahmu diganti dengan yang lebih baik

Ummu Salamah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا. إِلاَّ أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah, lalu ia mengucapkan, ‘INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN. ALLOHUMMA’JURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA’ (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik)’, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.”

Ketika Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut doa sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan kepadaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

Ganti yang lebih baik tidak mesti sifatnya dalam hal fisik. Bisa jadi ganti tersebut berupa bertambahnya kesabaran dan keimanan.

Berkah dalam setiap musibah

Ketika seseorang sabar saat mendapatkan musibah, maka selain dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah Ta’ala, ia juga akan mendapatkan surga yang telah dijanjikan sebagai buah atas kesabaranya.

Dalam hadis qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

ما لِعَبدِي المُؤمن عِندِي جَزَاء إِذَا قَبَضتُ صَفِيَّه مِنْ أَهلِ الدُّنيَا ثُمَّ احْتَسَبَه إِلاَّ الجنَّة

“Tidak ada balasan (yang pantas) dari-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, apabila Aku mewafatkan orang yang dicintainya dari penghuni dunia, kemudian dia rida dengan musibah tersebut, melainkan (balasan) surga.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى

“Sesungguhnya jika seorang hamba telah ditentukan/ditakdirkan kepadanya suatu tingkatan (di surga, pent.), namun dia belum bisa meraihnya dengan sebab seluruh amalnya, maka Allah akan timpakan kepadanya musibah berkaitan dengan dirinya, hartanya, atau pada anaknya, kemudian Allah jadikan dia bisa bersabar atas musibah tersebut. Sehingga dengan sebab tersebut, Allah sampaikan dia pada tingkatan (di surga, pent.) yang telah Allah tetapkan untuknya.” (HR. Abu Dawud no. 2686, dengan sanad yang sahih)

Saat musibah datang, janganlah buru-buru berburuk sangka. Mungkin itu adalah jalan Allah untuk menyelamatkan kita dari sesuatu yang lebih buruk. Atau cara-Nya mengingatkan kita yang terlalu lama lalai. Sebagaimana hujan deras bisa menyuburkan tanah yang gersang, begitu pula musibah bisa menyuburkan jiwa yang mulai kering dari iman.

Musibah sejatinya adalah panggilan dari Allah, agar kita berhenti sejenak dari kesibukan dunia, menundukkan diri, dan bertanya, “Sudah sejauh apa aku dari Allah?” Ia adalah alarm jiwa agar kita lebih peka untuk kembali kepada-Nya.

Ketika musibah mengetuk pintu, bukalah dengan sabar. Sambutlah dengan iman. Karena bisa jadi, itu adalah cara Allah menunjukkan, “… bahwa Dia masih peduli padamu, masih menyayangimu, dan memintamu untuk kembali mendekat kepada-Nya.”

Baca juga: Di Balik Musibah yang Menimpa

***

Penulis: Arif Muhammad N.

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd

Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd

- S1 Jurusan Kewarganegaraan dan Hukum UNY - Ketua Hijrah Dakwah (@hijrahdakwah.id) - Pernah belajar di: PPTQ Harun Syafi’i, Markas Riwayah Ibnu Qudamah, Markas Takallam Duri - Pernah mengambil sanad Azan ke asatidz Markas Ibnu Syubah Boyolali

Artikel Terkait

Perbedaan Makna Tobat dan Istigfar

oleh Glenshah Fauzi
13 Juli 2026
0

Dalam banyak ayat, Allah ﷻ mengabarkan bahwa seorang hamba dapat diampuni dosa-dosanya dengan sebab tobat dan istigfar. Setelah menjelaskan ancaman...

Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
5 Juli 2026
0

Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang...

Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
31 Mei 2026
0

Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta'ala. Seorang muslim...

Artikel Selanjutnya
Al-Mutakabbir

Mengenal Nama Allah "Al-Mutakabbir"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah