Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Besarnya Kasih Sayang Allah (Bag. 7): Kasih Sayang Allah Lebih Besar Daripada Kasih Sayang Seorang Ibu

Gazzeta Raka Putra Setyawan oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
2 Mei 2025
di Akidah
Besarnya Kasih Sayang Allah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Kasih sayang ibu: Cinta paling tulus di dunia
  • Kasih sayang Allah: Tidak terbatas dan sempurna
  • Bukti kasih sayang Allah
    • Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya
    • Allah memberi rezeki tanpa henti
    • Allah mengampuni semua dosa
    • Allah memberikan hidayah dan petunjuk
    • Rasa tenang dalam ibadah dan mengingat Allah
  • Jangan pernah ragu dengan kasih sayang Allah

Kasih sayang ibu: Cinta paling tulus di dunia

Kasih sayang ibu adalah salah satu bentuk cinta paling tulus yang ada di dunia ini. Seorang ibu merawat, melindungi, dan mencintai anaknya tanpa syarat, bahkan sebelum anak itu lahir. Seorang ibu rela berkorban demi anaknya, baik secara fisik maupun emosional. Sejak mengandung, melahirkan, hingga membesarkan, ibu selalu mengutamakan kebahagiaan dan keselamatan anaknya. Bahkan, ketika anak melakukan kesalahan, ibu tetap mencintai dan mendoakannya.

Bayangkan seorang ibu yang menggendong bayinya dengan penuh cinta. Ia rela begadang sepanjang malam, menahan lelah dan letih demi memastikan anaknya tidur dengan nyaman. Jika sang anak menangis, ia segera menenangkannya. Jika sang anak lapar, ia mendahulukan makannya. Begitu besar kasih sayang seorang ibu, tetapi tahukah kita bahwa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya jauh lebih besar daripada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya?

Allah mencintai kita bahkan sebelum kita mengenal-Nya. Dia memberi kita kehidupan, udara untuk bernapas, makanan untuk bertahan hidup, dan perlindungan dalam setiap langkah. Bahkan saat kita berbuat dosa dan menjauh dari-Nya, Allah tetap membuka pintu kasih sayang-Nya, menunggu kita kembali dengan penuh ampunan.

Kasih sayang Allah: Tidak terbatas dan sempurna

Meskipun kasih sayang ibu begitu tulus dan penuh pengorbanan, kasih sayang Allah Azza wa Jalla melampaui batasan yang bisa kita bayangkan. Allah tidak hanya mencintai hamba-Nya tanpa syarat, tetapi juga memberikan rahmat yang luas, pengampunan yang tak terbatas, dan petunjuk bagi kehidupan. Allah Azza wa Jalla berfirman,

قَالَ عَذَابِىۤ اُصِيبُ بِه مَن اَشَاءُ​  وَرَحمَتِى وَسِعَت كُلَّ شَىءٍ

“(Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu …” [1]

Terdapat sebuah hadis yang menunjukkan bahwa kasih sayang Allah lebih besar daripada kasih sayang seorang ibu. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menyampaikan,

ﻗﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﺒﻲ، ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﻲ ﻗﺪ ﺗﺤﻠﺐ ﺛﺪﻳﻬﺎ ﺗﺴﻘﻲ، ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﺕ ﺻﺒﻴﺎً ﻓﻲ ﺍﻟﺴﺒﻲ ﺃﺧﺬﺗﻪ، ﻓﺄﻟﺼﻘﺘﻪ ﺑﺒﻄﻨﻬﺎ ﻭﺃﺭﺿﻌﺘﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : (ﺃﺗﺮﻭﻥ ﻫﺬﻩ ﻃﺎﺭﺣﺔ ﻭﻟﺪﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ). ﻗﻠﻨﺎ: ﻻ، ﻭﻫﻲ ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻻ ﺗﻄﺮﺣﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: (ﻟﻠﻪ ﺃﺭﺣﻢ ﺑﻌﺒﺎﺩﻩ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺑﻮﻟﺪﻫﺎ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan rombongan tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan itu, ada seorang ibu yang sedang mencari-cari bayinya. Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluknya erat-erat ke tubuhnya dan menyusuinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami, “Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”

Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” [2]

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada kasih sayang ibu kepada anaknya. Oleh karena itu, kita harus selalu berharap kepada-Nya, tidak berputus asa dari rahmat-Nya, dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.

Bukti kasih sayang Allah

Kasih sayang Allah Azza wa Jalla begitu luas dan tidak terbatas. Ia mencakup seluruh makhluk-Nya, tanpa memandang status, perbuatan, atau kedudukan mereka. Setiap hembusan napas, setiap rezeki yang kita peroleh, dan setiap kesempatan untuk memperbaiki diri adalah bukti nyata dari kasih sayang-Nya. Di  antara bukti kasih sayang Allah antara lain,

Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِىۡ عَنِّىۡ فَاِنِّىۡ قَرِيۡبٌ اُجِيۡبُ دَعۡوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلۡيَسۡتَجِيۡبُوۡا لِىۡ وَلۡيُؤۡمِنُوۡا بِىۡ لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُوۡنَ‏

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” [3]

Allah memberi rezeki tanpa henti

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا​ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡنٍ‏

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” [4]

Allah mengampuni semua dosa

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ​  اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا​  اِنَّه هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ‏

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [5]

Allah memberikan hidayah dan petunjuk

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

اَللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا يُخۡرِجُهُمۡ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوۡرِ​

“Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman).” [6]

Rasa tenang dalam ibadah dan mengingat Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ​  اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ ‏

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” [7]

Jangan pernah ragu dengan kasih sayang Allah

Kasih sayang ibu adalah cinta yang luar biasa, tetapi kasih sayang Allah jauh lebih besar dan tidak terbatas. Allah selalu memberi, mengampuni, dan mencintai hamba-Nya, bahkan ketika mereka berdosa.

Maka, jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Tidak peduli seberapa jauh kita tersesat, selalu ada jalan untuk kembali kepada-Nya.

Saat hati terasa hancur, ingatlah: Allah mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini.

Semoga kita semua selalu mendapatkan rahmat dan kasih sayang-Nya. Aamiin.

[Bersambung]

Kembali ke bagian 6 Lanjut ke bagian 8

***

Ditulis di Jember, 2 Ramadan 1446/2 Maret 2025

Penulis: Gazzeta Raka Putra Setyawan

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1] QS. Al-A’raf: 156

[2] HR. Bukhari dan Muslim

[3] QS. Al-Baqarah: 186

[4] QS. Hud: 6

[5] QS. Az-Zumar: 53

[6] QS. Al-Baqarah: 257

[7] QS. Ar-Ra’d: 28

ShareTweetPin
Gazzeta Raka Putra Setyawan

Gazzeta Raka Putra Setyawan

- Mahasiswa STDI Imam Syafi'i Jember (2023-sekarang) - Alumnus Ma'had Aly Al Furqon Magelang - Alumnus I'dad Lughowy STDI Imam Syafi'i Jember - Alumnus Safwa University (Online)

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya
Al-'Adl

Mengenal Nama Allah "Al-'Adl"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah