Tabligh Akbar & Bedah Buku “Membongkar Koleksi Dusta Idahram” (Jawaban Terhadap Buku Karya Syaikh Idahram) Pemateri: Ustadz Firanda Andirja, MA (Mahasiswa S3 Aqidah Universitas Islam Madinah, Da’i di Saudi Arabia, Pengisi Tetap di Radio Rodja) Waktu dan Tempat: Ahad, 15 Juli 2012 Pukul 09.00 – 12:00WIB Bertempat Di Masjid Astra,Baca lebih lanjut…
Kata Kunci “Wahabi”
Wajah Islam di Indonesia
*Sebuah Catatan Untuk Para Cendekiawan Islam sebagai sebuah agama tidak mungkin dipisahkan dari realita hidup bermasyarakat. Mengapa demikian? Tentu saja jelas alasannya; karena Islam itu sendiri hadir di atas muka bumi ini semenjak dulu kala. Dan Islam itulah yang mempersatukan umat manusia sebelum mereka berselisih dan menyempal ke dalam berbagaiBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (14): Larangan Melakukan Safar Khusus untuk Ziarah Kubur
Sebagaimana pernah disinggung sebelumnya, penganut tarekat sufi semacam Novel Alaydrus dalilnya takkan lepas dari dua hal: hadits dha’if atau (terkadang) hadits palsu namun lafazhnya sesuai kemauan mereka, atau hadits shahih yang maknanya dipelintir ke sana ke mari. Jadi, dalam bab ini saya hanya akan menjelaskan validitas (keabsahan) dalil-dalil yang disebutkanBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (13): Benarkah Kuburan Merupakan Tempat Terkabulnya Do’a?
Benarkah pemakaman kaum shalihin adalah tempat terkabulnya doa? Agaknya saudara kita yang satu ini benar-benar Quburi[1]. Dengan cara berdalil yang aneh bin ajaib, dia menyimpulkan bahwa kuburan merupakan tempat terkabulnya doa. Mana dalilnya? Dalilnya ialah bahwa dalam doa masuk pemakaman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: أَسْأَلُ اللهَ الْعَافِيَةَ لَنَاBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (12): Bolehkah Ziarah Kubur untuk Mencari Berkah?
Masalah kedua: Seputar Ziarah Kubur Ziarah kubur bagi wanita Novel mengatakan: “Sebagaimana kaum pria, para wanita juga diizinkan untuk berziarah, selama tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama. Bahkan mereka dianjurkan untuk menziarahi kubur para Nabi dan ulama untuk mendapatkan keberkahan mereka” [1]. Saya katakan: Mana dalilnya yang menyebutkan bahwaBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (11): Benarkah Rasulullah Tidak Khawatir Umatnya Berbuat Syirik?
Bahagian Kedua Dalam bagian ini, kami tidak akan membahas seluruh syubhat yang ada di buku Mana Dalilnya 1, sebab hal itu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga di samping menjadikan buku ini tebal dan membosankan. Akan tetapi kami hanya menjawab syubhat-syubhat yang kami nilai paling berbahaya dan menyesatkan. Sekali lagiBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (10): Terapi Intensif bagi Pelaku Bid’ah
Sebagai pelengkap, rasanya kurang pas kalau kita bicara panjang lebar tentang bid’ah namun tidak memberikan solusi bagi mereka yang telah lama ‘mengidap’ penyakit yang satu ini. Karenanya, kami berusaha untuk menawarkan beberapa terapi yang diharapkan mampu membantu ‘kesembuhan’ mereka. Terapi pertama: Kenali penyakitnya terlebih dahulu Seperti layaknya penyakit, sebelum seorangBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (9): Meluruskan Pemahaman Tentang Bid’ah
Sebagai pelengkap, berikut ini kami nukilkan beberapa masalah penting yang harus kita perhatikan mengenai hakikat bid’ah yang sering kali tersamarkan bagi kebanyakan orang.[1] 1. Bid’ah kadang memiliki dalil yang bersifat umum. Ketika sesuatu dihukumi sebagai bid’ah, bukan berarti hal itu harus seratus persen di luar Islam dan tidak ada dalilnyaBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (8): Pembagian Bid’ah yang Tepat
Setelah memahami kekeliruan mereka yang membagi bid’ah persis dengan pembagian hukum syar’i (wajib, mandub, mubah, makruh dan haram). Ada baiknya kalau di sini kami jelaskan klasifikasi bid’ah yang benar, yang tidak bertentangan dengan sabda Nabi: “wa kullu bid’atin dholalah”. Yaitu dengan meninjau dari segi hubungannya dengan syari’at, atau dari kadarBaca lebih lanjut…
Ini Dalilnya (7): Beda Bid’ah dan Mashalih Mursalah
Saudaraku seiman, yang akan kita bahas kali ini sangatlah penting, yaitu persamaan dan perbedaan antara bid’ah dan mashalih mursalah. Dalam buku Mana Dalilnya 1, si penulis tak bisa membedakan antara bid’ah dan mashalih mursalah, akibatnya ia menggolongkan hal-hal yang merupakan mashalih mursalah ke dalam bid’ah[1]). Seperti ketika menjelaskan bid’ah wajib,Baca lebih lanjut…


