Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Muslimah, Jadilah Mulia dengan Tinggal di Rumahnya

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
13 Mei 2017
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Wahai Muslimah, Allah Telah Memuliakanmu
  • Kemuliaan Muslimah Diraih di Dalam Rumah
  • Tanggung Jawab Besar di Dalam Rumah
  • Penjelasan atas Larangan Berhias (Tabarruj)

[lwptoc]

Wahai Muslimah, Allah Telah Memuliakanmu

Wahai saudariku muslimah, sungguh Allah Ta’ala telah mengkhususkan ayat ini untuk kalian:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan hendaklah kalian tetap berada di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu” (Al Ahzab: 33).

Marilah kita mencoba mengambil pelajaran dari perintah Allah dalam ayat di atas.

Kemuliaan Muslimah Diraih di Dalam Rumah

Ayat di atas bisa dibaca dengan dua bacaan :

  1. Yang pertama dibaca  (وَقَرْنَ) (Wa qarna), berasal dari kata (القَرَار). Maknanya adalah tinggal dan menetap di dalam rumah dan tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan yang mendesak.
  2. Dibaca (وَقِرْنَ) (Wa qirna), berasal dari kata (ألوَقَار) yang artinya kewibawaan dan kemuliaan.

Kedua makna di atas saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Wanita yang tinggal di rumahnya maka akan memiliki kewibawaan dan kemuliaan. Apabila mereka sering keluar rumah dan tidak berada di rumahnya maka dirinya akan jauh dari kewibaan dan akan berganti dengan kondisi yang sebaliknya.

Tanggung Jawab Besar di Dalam Rumah

Allah berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kalian tetap berada di dalam rumah-rumah kalian.”

Dinisbatkan ‘‘rumah-rumah kalian” kepada wanita, padahal secara umum para wanita tinggal di rumah milik suaminya, ini menunjukkan bahwa ada kekhususn wanita dengan rumah, yaitu dengan tinggal di rumah, menjaganya, dan tanggung jawab yang besar terhadap rumah yang dia tempati. Oleh karena itu, dinisbatkan rumah itu kepada wanita. Dengan demikian para wanita tertuntut untuk tetap tinggal di dalamnya dan tidak keluar rumah kecuali jika memang ada kebutuhan yang mengharuskan untuk keluar rumah.

Penjelasan atas Larangan Berhias (Tabarruj)

Selanjutnya Allah berfrman,

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu.”

Jika wanita keluar rumah untuk suatu keperluan maka dia wajib berpegang teguh dengan aturan dan adab syariat Islam. Termasuk perbuatan tabarruj yang terlarang adalah membuka aurat, menampakkan keindahan dan perhiasan, memakai parfum, berdandan, dan menimbulkan fitnah serta menggoda pandangan laki-laki. Ini semua merupakan perbuatan jahiliyah orang-orang terdahulu yang apabila wanita melakukannya maka akan jatuh dan rendah harga dirinya. Wal’iyadzubillah.

Rujukan : Mau’idhotun Nisaa’ karya Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin al’ Abbad al Badr hafidzahumallah.

Penyusun : dr. Adika Mianoki
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin3
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Ekonomi Umat yang Berdaya: Visi Islam untuk Kaum Muslimin yang Kuat dan Mandiri

oleh Muhammad Insan Fathin
22 September 2026
0

Terdapat sebuah pemahaman keliru yang menyebar dan terkadang menjadi hal yang diperdebatkan di tengah umat, juga disalahpahami. Orang yang saleh...

Seni Memaafkan: Investasi Terbaik untuk Ketenangan Jiwa

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
20 September 2026
1

Dalam kehidupan sosial yang dinamis, konflik adalah sunnatullah dan suatu keniscayaan. Namun, kemampuan untuk memberi maaf bukan sekadar tindakan sosial,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 4): Agar Tidak Menjadi Pemimpin Otoriter

oleh Glenshah Fauzi
11 September 2026
0

Bagian emas dari wasiat Thahir Paragraf yang mengalir di bawah ini adalah bagian paling istimewa menurut penulis. Kekuasaan cenderung menghadirkan...

Artikel Selanjutnya
bergembira menyambut ramadhan

Muslim Harus Bergembira Menyambut Ramadhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah