Sa’id Abu Ukkasyah – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
  • Artikel ini membahas tafsiran الْأُخْرَىٰ dalam firman Allah Ta'ala: وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ "dan Manaah yang ketiga (terakhir) lagi hina (sebagai anak perempuan Allah)"

    36 0
  • Dan kandungan ayat ini mencakup kedua tafsiran tersebut, sehingga mencakup larangan terhadap dua tabarruk yang syirik ini, yaitu ngalap berkah (tabarruk bil ahjaar) kepada batu-batu yang dikeramatkan dan ngalap berkah (tabarruk bil qubuur) kepada kuburan yang dikeramatkan.

    58 0
  • Ketidak-berdayaan sesembahan-sesembahan mereka, al-laata, al-uzza, dan manaah ini semakin nampak apabila kita renungi ayat kesatu sampai kedelapan belas dari surat An-Najm yang berisikan tentang keagungan Allah Ta'ala dan kekuasaan-Nya

    49 0
  • Kandungan umum beberapa ayat ini adalah penetapan tauhid di hati kaum mukminin, sekaligus bantahan terhadap kesyirikan kaum musyrikin. Allah membantah kaum musyrikin penyembah berhala dan patung

    54 0
  • Agama ini terjaga dan tidak mungkin Alquran dan As-Sunnah dirubah, dikurangi, ditambah, diganti ataupun diselewengkan tanpa ada ulama yang bangkit meluruskannya atau menjelaskan kebatilannya

    59 0
  • Allah menjaga Alquran dari penambahan perkara batil yang bukan bagian darinya, atau pengurangan sesuatu yang merupakan bagian darinya, baik berupa hukum, batasan maupun kewajiban-kewajiban yang terdapat di dalamnya

    61 0
  • Zakat adalah syari'at Allah yang mengandung tarbiyyah berupa penyucian jiwa, sekaligus tarbiyyah akhlak berupa dermawan, peka terhadap penderitaan saudara seiman sehingga dapat membantu saudara seiman yang membutuhkan harta

    72 0
  • Syaikh Abdur Rahman As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa di antara perintah Allah yang teragung adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam peribadahan. Tauhid mengandung kemaslahatan bagi hati, melapangkan hati, didapatkannya cahaya dan bersihnya hati dari kotoran (yang mengotorinya)

    71 0
  • Ibnu Taimiyah menjelaskan, "Suatu amal jika mengandung maslahat dan mafsadat (kerusakan/bahaya) sekaligus, (ketahuilah bahwa) Sang Pembuat syari'at (Allah) adalah Maha Bijaksana. Jika maslahatnya lebih besar mafsadatnya, maka Allah syari'atkan hal itu. Namun jika mafsadatnya lebih besar dari maslahatnya, maka Allah tidak mensyari'atkannya, bahkan melarangnya"

    70 0
  • Setiap perkara yang Allah perintahkan, pastilah mengandung kebaikan, manfaat, keuntungan dan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya, dan setiap perkara yang Allah larang, pastilah mengandung keburukan, kerusakkan, dan bahaya

    92 0