Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an (1)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
4 April 2017
di Al-Qur'an
Alquran

Alquran

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Mengenal istilah Tafsir
  • Kewajiban Seorang Muslim dalam Menafsirkan Al-Qur`an Al-Karim
  • Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an
  • Sumber rujukan dalam menafsirkan Al-Qur`an adalah sebagai  berikut:
    • Rujukan Pertama: Kalamullah
    • Diantara Contoh Penafsiran Ayat Al-Qur`an dengan Ayat Al-Qur`an Lainnya, yaitu:
      • Firman Allah Ta’ala
      • Firman Allah Ta’ala
      • Firman Allah Ta’ala,
  • Anda sedang membaca: “Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an”, baca lebih lanjut dari artikel berseri ini:

Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:

Mengenal istilah Tafsir

Tafsir, secara bahasa bermakna menyingkap sesuatu yang tertutup. Adapun secara istilah adalah penjelasan makna Al-Qur`an Al-Karim.[1]

Kewajiban Seorang Muslim dalam Menafsirkan Al-Qur`an Al-Karim

Kewajiban seorang muslim dalam menafsirkan Al-Qur`an Al-Karim adalah memposisikan dirinya sebagai penyampai maksud Allah Ta’ala, ia bersaksi atas maksud Allah Ta’ala dalam firman-Nya, sehingga ia mengagungkan persaksian dirinya tersebut. Iapun wajib takut akan terjatuh kedalam kesalahan berupa mengatakan tentang Allah Ta’ala tanpa ilmu, sehingga iapun terjatuh kedalam perkara yang diharamkan oleh Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala mengharamkan sikap berbicara tentang Allah Ta’ala tanpa ilmu dalam firmannya berikut.

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Katakanlah: ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui’” (QS. Al-A’raf: 33).

Allah Ta’ala mengancam orang yang berbicara tentang-Nya dengan berdusta:

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ

“Dan pada hari Kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri” (QS. Az-Zumar: 60).

Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an

Untuk bisa terhindar dari kesalahan dalam menafsirkan Al-Qur`an, maka para ulama telah merumuskan sumber rujukan dalam menafsirkan Al-Qur`an. Syaikh Muhammad Shalih Al-’Utsaimin menjelaskan hal ini dalam kitabnya Ushulun fit Tafsir.

Sumber rujukan dalam menafsirkan Al-Qur`an adalah sebagai  berikut:

Rujukan Pertama: Kalamullah

Ayat Al-Qur`an ditafsirkan dengan ayat Al-Qur`an yang lainnya, firman Allah Ta’ala ditafsirkan dengan firman Allah Ta’ala yang lainnya, karena Allah Ta’ala lah yang berfirman dengannya, sehingga Allah Ta’ala lah pula yang paling tahu tentang makna firman-Nya sendiri.

Diantara Contoh Penafsiran Ayat Al-Qur`an dengan Ayat Al-Qur`an Lainnya, yaitu:

  1. Firman Allah Ta’ala

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS.Yunus: 62), makna wali Allah dalam firman Allah Ta’ala di atas, ditafsirkan dengan ayat yang selanjutnya:

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa” (QS.Yunus: 63).

  1. Firman Allah Ta’ala

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ

“Tahukah kamu apakah Ath-Thariq itu?” (QS.At-Thariq: 2),

makna “Ath-Thariq” dalam firman Allah Ta’ala di atas ditafsirkan dengan ayat yang selanjutnya,

النَّجْمُ الثَّاقِبُ

“(yaitu) bintang yang cahayanya menembus” (QS.At-Thariq: 2).

  1. Firman Allah Ta’ala,

وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا

“Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya” (QS.An-Nazi’at: 30), makna “dihamparkan-Nya” dalam firman Allah Ta’ala di atas, ditafsirkan dengan dua ayat yang selanjutnya:

أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا

“Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya”

وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا

“Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh” (QS.An-Nazi`at : 31-32).

[Bersambung]

Sumber Rujukan:

[1]. Ushulun fit Tafsir, Syaikh Al-Utsaimin, hal. 23.

Anda sedang membaca: “Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an”, baca lebih lanjut dari artikel berseri ini:

  1. Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an (1)
  2. Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an (2)
  3. Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an (3)
  4. Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an (4)
  5. Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an (5)

***

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 4): Balasan atas Buruknya Perilaku Orang Kafir Kepada Kaum Muslimin di Dunia

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
2 Oktober 2026
1

Pada tafsir sebelumnya, kita telah membaca bagaimana balasan kebaikan yang Allah janjikan bagi jiwa-jiwa yang taat, serta berbuat kebaikan untuk...

Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 3): Berlombalah, Raih Kenikmatan Surga Allah

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
26 September 2026
0

Pada bagian kedua tadabbur surah ini, kita telah membaca bagaimana akhir kisah dari orang-orang yang durhaka, durhaka kepada Allah dengan...

Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 2): Akhir Kisah Para Fujjar, Orang-orang Durhaka

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
21 September 2026
0

Pada tulisan kedua dari surah Al-Mutaffifin ini, Allah berbicara kepada kita tentang bagaimana akhir hidup para pendosa, orang-orang yang mendurhakai...

Artikel Selanjutnya
tafsir alquran

Sumber Rujukan dalam Menafsirkan Al-Qur`an (2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 4   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah