Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Keutamaan Dzikir Harian (1)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
30 Maret 2017
di Doa dan Zikir
keutamaan dzikir

keutamaan dzikir

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Apakah Dzikir Itu?
  • Hikmah, Faedah, dan Makna yang Agung dibalik Dzikir Harian
  • Anda sedang membaca: ” Keutamaan Dzikir Harian”, baca lebih lanjut dari artikel berseri ini:

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:

Apakah Dzikir Itu?

Dzikrullah merupakan aktifitas ibadah seorang muslim, ibadah ini dilakukan dengan mengucapkan lafal dzikir yang mengandung pujian kepada-Nya, pensucian-Nya, pengagungan-Nya, pentauhidan-Nya, dan ungkapan syukur kepada-Nya. Salah satu perkara yang sangat dibutuhkan oleh seorang muslim dalam kehidupannya adalah dzikir terkait dengan aktifitasnya dalam sehari semalam. Aktifitas harian seorang muslim, baik terkait dengan berdiri, duduk, diam, bergerak, masuk, keluar dan aktifitas lainnya, semuanya dilakukan dalam rangka ketaatan kepada Allah sehingga ia menjadi sosok hamba yang terhitung senantiasa berdzikr dengan memohon pertolongan kepada-Nya saja dan bertawakal kepada-Nya semata.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim dalam kitab Shahih nya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdzikir pada setiap keadaan.

Dari Aisyah berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdzikrullah pada setiap keadaannya” (HR. Muslim: 373), maksudnya bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan dzikrullah dalam setiap keadaannya baik malam maupun siang, pagi maupun sore, saat safar maupun muqim, berdiri maupun duduk, dan dalam seluruh keadaannya.
Setiap beliau akan melakukan suatu amalan, baik berupa bangun ataupun tidur, keluar atau masuk, naik kendaraan maupun turun darinya serta amalan lainnya, maka beliau awali semua itu dengan dzikrullah atau berdoa kepada-Nya semata. Barangsiapa yang memperhatikan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia akan mendapatkan dzikir pagi dan sore, dzikir tidur dan bangun darinya, dzikir shalat dan sesudahnya, dzikir makan dan minum, dzikir menaiki kendaraan dan safar, dzikir saat sedih, dzikir saat seorang muslim melihat sesuatu yang disukai atau tidak disukainya, dan dzikir-dzikir yang terkait dengan berbagai keadaan seorang muslim dalam sehari semalamnya.

Hikmah, Faedah, dan Makna yang Agung dibalik Dzikir Harian

Di dalam keanekaragaman dzikir yang sesuai dengan berbagai keadaan seorang muslim, terdapat beberapa hikmah, faedah, dan makna yang agung, di antaranya adalah:

  • Menguatkan tauhid di hati seorang muslim dan rasa benci kepada segala bentuk kesyirikan,
  • Menguatkan hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya,
  • Menguatkan keimanan seorang hamba kepada Allah,
  • Pengakuan terhadap nikmat-Nya yang terus-menerus didapatkan oleh seorang hamba,
  • Ungkapan rasa syukur kepada-Nya,
  • Sebagai bentuk tawakkal, bersandarnya hati, dan menyerahkan urusan kebaikan kepada-Nya semata,
  • Serta berlindung kepada-Nya saja dari segala godaan setan dan dari seluruh keburukan,
  • Menguatkan ketundukan ‘ubudiyyah kepada-Nya semata,
  • Mengakui Kemahaesaan Allah dalam Rububiyyah-Nya.
  • Mengandung harapan dan tujuan yang mulia, kebaikan, manfaat, keberkahan dan faedah-faedah agung lainnya yang tidak bisa diungkapkan semuanya dengan lisan manusia.

Dengan demikian, seseorang yang memiliki perhatian besar terhadap dzikir dan do’a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menerapkannya dalam kesehariannya, berarti ia mengakui berulangkali bahwa hanya Allah Ta’ala-lah yang menghidupkan dan mematikan makhluk, memberi makan, dan minum kepada mereka, menjadikan mereka kaya dan miskin, memberi pakaian kepada mereka, menganugerahkan hidayah kepada sebagian mereka dan menyesatkan sebagian yang lain, serta iapun berulangkali mengakui bahwa hanya Allah-lah yang berhak diibadahi dengan kecintaan, harapan, takut, ketundukan, perendahan diri, pengagungan, serta ibadah-ibadah lainnya, baik ibadah lahiriyah maupun batiniyah.

[Bersambung]

Anda sedang membaca: ” Keutamaan Dzikir Harian”, baca lebih lanjut dari artikel berseri ini:

  1. Keutamaan Dzikir Harian (1)
  2. Keutamaan Dzikir Harian (2)

***

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Kapan Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” dan Kapan Cukup “Bismillah” Saja?

oleh Muhammad Bimo Prasetyo
3 November 2026
0

Masalah yang ditanyakan merupakan masalah yang diperselisihkan di kalangan para ulama. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa yang paling sempurna dalam...

Panduan Lengkap Zikir

oleh Firdian Ikhwansyah
11 Agustus 2026
0

Zikir merupakan salah satu ibadah agung yang menjadi kunci ketenangan hati dan kekuatan iman seorang muslim. Berzikir merupakan suatu amalam...

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Artikel Selanjutnya
dzikir pagi sore

Keutamaan Dzikir Pagi dan Sore

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 1   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah