Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tsalatsatul Ushul (16) : Khauf dan Raja’

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
17 Mei 2016
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Khauf (Takut) adalah Ibadah

Dalil ibadah Khauf (takut) adalah firman Allah Ta’ala:

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar orang yang beriman” (QS. Ali Imran: 175).

Kesimpulan Dalil

Ayat ini merupakan dalil bahwa di antara jenis khauf (takut) ada yang tergolong ibadah. Ibadah tersebut tidak boleh ditujukan kepada selain Allah. Barangsiapa yang takut kepada selain Allah dengan jenis takut ibadah tersebut, maka ia telah menyembah selain-Nya, karena telah mempersembahkan ibadah takut kepada selain-Nya[1. Untuk mengetahui kapan sebuah rasa takut dikatakan ibadah, silahkan simak pada artikel tersendiri, in sya Allah].

Penjelasan Dalil

Ada dua alasan pendalilan dalam ayat tersebut untuk menunjukkan bahwa di antara jenis Khauf (takut) ada yang tergolong ibadah, yaitu:

  1. Dalam petikan firman Allah فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ, Allah Ta’ala memerintahkan para hamba untuk takut kepada-Nya dan melarang mereka dari takut kepada wali-wali setan (makhluk).  Hal ini menunjukkan bahwa takut adalah ibadah, karena Allah Ta’ala memerintahkannya dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali Allah mencintainya. Setiap perkara yang dicintai Allah, maka perkara itu adalah ibadah.
  1. Sedangkan dalam firman Allah إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ, Allah Ta’ala menjadikan takut sebagai syarat keimanan. Tentu tidaklah suatu perkara dijadikan syarat syahnya keimanan seseorang melainkan perkara tersebut adalah ibadah. Jika seorang hamba takut kepada selain Allah dengan jenis takut ini, maka ia bukanlah orang yang beriman, karena ia telah memalingkan peribadatan takut kepada selain Allah.

Raja` (Harap) adalah Ibadah

Dalil Raja’ (harapan) adalah firman Allah Ta’ala,

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Untuk itu, barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan dengan apapun dalam beribadah kepada Robbnya” (QS. Al-Kahfi: 110).

Kesimpulan Dalil

Ayat tersebut merupakan dalil bahwa di antara jenis Raja’ (harapan) ada yang tergolong ibadah[2. Untuk mengetahui kapan sebuah rasa harap dikatakan ibadah, silahkan simak pada artikel tersendiri, in sya Allah]. Dengan demikian, ibadah mengharap tersebut tidak boleh ditujukan kepada selain Allah. Barangsiapa yang mengharap kepada selain Allah dengan jenis harapan yang tergolong ibadah tersebut, maka telah menyembah selain-Nya, karena telah mempersembahkan ibadah harap kepada selain-Nya.

Penjelasan Dalil

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala memuji orang yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya. Hal ini menunjukkan bahwa harapan tersebut termasuk ibadah, karena Allah memujinya. Setiap perkara yang dipuji oleh Allah pastilah perkara itu merupakan ibadah. Dalam ayat itu pula, Allah melarang seorang hamba mempersekutukan-Nya dalam semua bentuk peribadatan kepada-Nya, termasuk dalam masalah ibadah mengharap.

***

Penulis: Ustadz Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

___

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Waahid” dan “Al-Ahad”

oleh Muhammad Insan Fathin
22 Oktober 2026
0

Di antara hakikat paling agung yang menjadi poros ketenteraman jiwa manusia adalah kesadaran bahwa alam semesta beserta seluruh isinya tunduk...

Jika Allah Tidak Membutuhkan Ibadah Kita, Mengapa Kita Diperintahkan Beribadah?

oleh Mochammad Wibisono
19 Oktober 2026
0

Azan sudah terdengar, tetapi tubuh masih enggan beranjak. Pekerjaan terasa belum selesai, badan lelah, atau hati sedang penuh masalah. Kita...

Kesyirikan yang Mengancam Akal

oleh Glenshah Fauzi
14 Oktober 2026
0

Besarnya gelombang informasi membawa berbagai macam pemikiran ke kehidupan kita. Ada yang membersihkan dan memperbaiki, tetapi ada juga yang mengotori...

Artikel Selanjutnya

Bersin Lebih Dari Tiga Kali, Didoakan Kesembuhan, Shahihkah?

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah