Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Mengapa Terjadi Perpecahan Setelah Datangnya Ilmu?

Ahmad Anshori, Lc oleh Ahmad Anshori, Lc
11 April 2015
di Akhlak dan Nasihat
mengapa terjadi perpecahan
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala befirman,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” (QS. Ali Imron: 105)

Keterangan, Ilmu, hidayah, sudah suatu hal yang maklum,  bahwa hal-hal tersebut adalah sebab tercapainya persatuan. Namun mengapa dalam konteks ayat di atas, Allah Ta’ala menyebutkan bahwa kaum-kaum sebelum umat ini, berselisih  setelah datangnya ilmu dan keterangan kepada mereka?

Jawabannya, terang Imam Al Ajurri rahimahullah, dalam kitab Asy-Syari’ah, adalah  karena hasad dan perilaku atau sikap melampui batas. Beliau menyatakan,

إن الذي حملهم على الفرقة عن الجماعة، والميل إلى الباطل الذي نهوا عنه؛ إنما هو البغي والحسد، بعد أن قد علموا ما لم يعلم غيرهم، فحملهم شدة البغي والحسد إلى أن صاروا قرقا؛ فهلكوا، فحذرنا مولانا الكريم أن نكون مثلهم، فنهلك كما هلكوا.

“Yang menyebabkan mereka berpecah belah, dari persatuan, dan condong kepada kebatilan yang mereka telah dilarang untuk mengikutnya, dikarenakan oleh sikap melampui batas dan hasad. Setelah mereka mengetahui ilmu, yang belum diketahui oleh orang selain mereka.

Maka yang menyebabkan perpecahan di kalangan mereka adalah sikap melampui batas dan rasa hasad. Hingga mereka berpecah belah yang menjadi sebab kehancuran mereka. Oleh karenanya, Allah yang Maha Mulia, memperingatkan kita agar tidak menjadi seperti mereka. Sehingga kita binasa sebagaimana kebinasaan yang menimpa mereka” (Asy-Syari’ah, hal: 17).

Dalam ayat lain, Allah berfirman,

وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚ

“Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan.” (QS. As-Syuro: 14)

Di sini Tuhan kita mengingatkan, bahwa orang-orang sebelum kita itu diberi ilmu. Lalu mereka hasad antara satu dengan yang lainnya. Sampai menyebabkan mereka berpecah belah. Hingga binasa karena perpecahan. (lihat: Asy-Syari’ah hal: 18).

Memang terbukti dalam kehidupan ini, kita temui perpecahan yang terjadi di kalangan orang-orang berilmu, disebabkan karena rasa dengki dan sikap berlebihan atau melanggar aturan Allah. Hasad karena saudaranya lebih matang ilmunya.  Hasad karena saudaranya lebih banyak mad’unya. Hasad karena saudaranya menjadi saingannya dalam berdakwah di suatu daerah. Sehingga mereka saling menjatuhkan satu sama lain. Dari sini terjadilah perpecahan.

Tidak ada yang salah dari ilmu. Manusialah yang salah. Kalau bukan karena rasa hasad, tentu ilmu yang mereka bawa akan mempersatukan mereka dan umat. Namun demikianlah manusia..

إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

“Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan  jahil.” (QS. Al-Ahzab: 72).

Ibnu Abbas menjelaskan,

قال ابن عباس : ظلوما لنفسه جهولا بأمر الله وما احتمل من الأمانة

“Dzolim terhadap dirinya sendiri, jahil terhadap perintah Allah dan amanah yang dipikulkan kepada mereka” (Tafsir Al Baghowi, 4/491).

Ternyata sedemikian bahayanya sifat hasad. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari sifat yang tercela ini.

***

Referensi:
  • Tafsir Al-Baghowi / Ma’alim at Tanzil. Terbitan: Dar Thoibah, cetakan ke 8, th 1428 H.
  • Asy-Syari’ah, karya Imam Abu Bakr Muhammad bin Husen Al Ajurri. Tahqiq: ‘Ishom Musa Hadi. Terbitan: Dar As Sidiq. Cetakan ke 3, th 1434 H
  • Faidah kajian Syaikh Abdurrazaq bin Abdulmuhsin Al ‘Abbad, kajian kitab Asy-Syari’ah milik Imam Al Ajurri, di masjid Nabawi.

—

Kota Nabi, pagi hari 22 Jumadal Akhir 1436H.
Disusun oleh: Ahmad Anshori
Artikel : Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Ahmad Anshori, Lc

Ahmad Anshori, Lc

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 5): Tips Berinteraksi dan Memilih Pertemanan

oleh Glenshah Fauzi
28 September 2026
0

Beberapa larangan dalam memilih pertemanan Ingatlah bahwa agama kita sangat memperhatikan sirkel pertemanan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan wasiat, اَلْمَرْءُ...

Ekonomi Umat yang Berdaya: Visi Islam untuk Kaum Muslimin yang Kuat dan Mandiri

oleh Muhammad Insan Fathin
22 September 2026
0

Terdapat sebuah pemahaman keliru yang menyebar dan terkadang menjadi hal yang diperdebatkan di tengah umat, juga disalahpahami. Orang yang saleh...

Seni Memaafkan: Investasi Terbaik untuk Ketenangan Jiwa

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
20 September 2026
1

Dalam kehidupan sosial yang dinamis, konflik adalah sunnatullah dan suatu keniscayaan. Namun, kemampuan untuk memberi maaf bukan sekadar tindakan sosial,...

Artikel Selanjutnya
menghayati shalat

Pentingnya Menghayati Ucapan Dan Gerakan Shalat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah