Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Menyikapi Pemimpin Bengis Seperti Al Hajjaj

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
26 Agustus 2013
di Manhaj
daftar situs pengaduan online
Share on FacebookShare on Twitter

Hadits berikut disampaikan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin ketika menyebutkan Bab “Bersegera dalam melakukan kebaikan …“. Di mana hadits ini berisi pelajaran agar tetap taat dan patuh pada pemerintah betapa pun bengis dan kejamnya. Ini adalah pertimbangan memilih mudharat yang lebih ringan daripada memilih untuk memberontak.

Lihatlah ketika Anas bin Malik ditanya bagaimana sikap kita ketika menghadapi pemimpin yang kejam dan zalim seperti Al Hajjaj bin Yusuf yang dulu terkenal sebagai pemimpin yang kejam dan bengis. Nasehat Anas -sebagaimana yang ia dengar dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam– bahwa cara menghadapi kebengisan tersebut adalah dengan bersabar. Artinya tetap taat dan tidak memberontak. Hal ini berbeda dengan sikap sebagian saudara kita yang menyikapi pemimpin yang bengis dengan cara yang tidak sabar.

Perhatikan hadits yang kami maksudkan,

عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِىٍّ قَالَ أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الْحَجَّاجِ فَقَالَ « اصْبِرُوا ، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ » . سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ – صلى الله عليه وسلم –

Dari Az Zubair bin ‘Adiy, ia berkata, “Kami pernah mendatangi Anas bin Malik. Kami mengadukan tentang (kekejaman) Al Hajjaj pada beliau. Anas pun mengatakan, “Sabarlah, karena tidaklah datang suatu zaman melainkan keadaan setelahnya lebih jelek dari sebelumnya sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian. Aku mendengar wasiat ini dari Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 7068).

Beberapa faedah dari hadits:

  1. Bolehnya orang yang berilmu mengadu pada pemimpin atau hakim.
  2. Kepemimpinan Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqofi terkenal bengis.
  3. Orang yang berilmu memiliki pandangan yang lebih jauh dan mendalam dibanding orang awam.
  4. Dianjurkan untuk bersabar ketika menghadapi fitnah.
  5. Perintah untuk segera beramal sholih karena zaman berikutnya dikabarkan lebih parah dari sebelumnya.
  6. Di akhir zaman banyak kerusakan yang timbul.
  7. Tidak boleh keluar dari ketaatan pada penguasa.
  8. Menolak masfadat (kerusakan) yang lebih besar dengan mengambil mafsadat yang lebih ringan. Seandainya Anas bin Malik mewasiatkan untuk memberontak tentu akan timbul kerusakan yang besar ketika itu. Namun beliau perintahkan untuk bersabar sebagaimana wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hanya Allah yang memberi taufik.

 

Referensi:

  • Fathul Bari bi Syarh Shahih Al Bukhari, Al Hafizh Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Al ‘Asqolani, terbitan Dar Thiybah, cetakan keempat, tahun 1432 H, 13: 20.
  • Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 153.

—

Diselesaikan di Jetis, Saptosari, Gunungkidul saat dinner nasgor, 18 Syawal 1434 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Manhaj salaf

Mari Mengenal Manhaj Salaf

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
4 November 2026
109

Apa yang dimaksud dengan manhaj salaf? Untuk mengetahui makna dari manhaj salaf, kita perlu mengetahui makna masing-masing dari kata penyusunnya, yaitu kata...

Nikmat Persatuan Hakiki

oleh Glenshah Fauzi
30 Oktober 2026
0

Nikmat persatuan dan hadiahnya Allah ﷻ jadikan persatuan sebagai suatu nikmat besar dan mengandung manfaat yang luar biasa. Allah ﷻ...

Prinsip-prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 9): Mendengar dan Taat Kepada Pemerintah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
23 Oktober 2026
0

Ketujuh, mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin dalam perkara yang ma’ruf Di antara prinsip dari manhaj Ahlus Sunnah wal...

Artikel Selanjutnya

Tidak Suka Menawarkan Diri Jadi Pemimpin

Komentar 1

  1. satyo says:
    13 tahun yang lalu

    assalamualaikum pak ustadz, mau nanya.Al Hajjaj bin yusuf kejam dan bengisnya seperti apa ya……..

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah