Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Memburu Lailatul Qadar Di Malam Tanggal Genap

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
9 Agustus 2012
di Ramadan
fikih itikaf
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kitab Al Muhalla, Ibnu Hazm Al Andalusi berkata:

ليلة القدر واحدة في العام في كل عام، في شهر رمضان خاصة، في العشر الاواخر خاصة، في ليلة واحدة بعينها لا تنتقل أبدا إلا انه لا يدرى أحد من الناس أي ليلة هي من العشر المذكور؟ إلا انها في وتر منه ولا بد،

Lailatul Qadar itu ada hanya sekali dalam setahun, dan hanya khusus terdapat di bulan Ramadhan-nya serta hanya ada di sepuluh malam terakhirnya, tepatnya hanya satu hari saja dan tidak akan pernah berpindah harinya. Namun, tidak ada satu orang manusia pun yang tahu lailatul qadar jatuh di malam yang mana dari sepuluh malam tersebut. Yang diketahui hanyalah bahwa ia jatuh di malam ganjil.

فان كان الشهر تسعا وعشرين فأول العشر الاواخر بلا شك ليلة عشرين منه، فهى إما ليلة عشرين، وإما ليلة اثنين وعشرين، وإما ليلة أربع وعشرين، واما ليلة ست وعشرين، واما ليلة ثمان وعشرين، لان هذه هي الاوتار من العشر الاواخر

Andaikata Ramadhan itu 29 hari, maka dapat dipastikan bahwa awal dari sepuluh malam terakhir adalah malam ke-20. Sehingga, lailatul qadar dimungkinkan jatuh pada malam ke-20, atau ke-22, atau ke-24, atau ke-26, atau ke-28. Karena inilah malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir.

، وان كان الشهر ثلاثين فأول الشعر الاواخر بلا شك ليلة احدى وعشرين، فهى إما ليلة احدى وعشرين، واما ليلة ثلاث وعشرين، واما ليلة خمس وعشرين، واما ليلة سبع وعشرين، واما ليلة تسع وعشرين، لان هذه هي أوتار العشر بلاشك

Andaikata Ramadhan itu 30 hari, maka dapat dipastikan bahwa awal dari sepuluh malam terakhir adalah malam ke-21. Sehingga, lailatul qadar dimungkinkan jatuh pada malam ke-21, atau ke-23, atau ke-25, atau ke-27, atau ke-29. Karena inilah malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir.
[Sampai di sini perkataan Ibnu Hazm]

Kita semua tahu bahwa penentuan 1 Syawal atau penentuan berapa hari bulan Ramadhan itu ditentukan di akhir Ramadhan dengan ru’yatul hilal. Dengan kata lain, di tengah bulan Ramadhan kita belum tahu apakah bulan Ramadhan itu 29 atau 30 hari. Jika demikian, maka probabilitas jatuhnya lailatul qadar adalah sama di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Dengan kata lain, di malam tanggal genap pun bisa jadi saat itu lailatul qadar, berdasarkan penjelasan Ibnu Hazm di atas. Oleh karena itu, barangsiapa yang bertekad untuk mendapatkan lailatul qadar hendaknya mencari di sepuluh malam terakhir baik malam ganjil maupun genap.

Wallahu’alam.

—

Penulis: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Wafat Sebelum Membayar Kaffarat Jimak di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
2 April 2026
0

Hukum dan kaffarat orang yang berjimak di siang hari bulan Ramadan Bukan lagi menjadi hal yang tabu terkait hukum jimak (berhubungan...

Akankah Aku Akan Bermaksiat Lagi Selepas Ramadan?

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
31 Maret 2026
0

Ketahuilah, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ketaatan. Di dalamnya kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, berpuasa, salat...

Fatwa Ulama: Hukum Orang yang Berpindah ke Negeri dengan Pengurangan atau Penambahan Puasa

oleh Fauzan Hidayat
17 Maret 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Apa hukum seseorang yang berpuasa hari pertama Ramadan di negerinya, lalu ia berada...

Artikel Selanjutnya

Nasehat Dalam Menyikapi Para Da’i Sufiyyah

Komentar 15

  1. Ibnu Salman says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.. jadi perhitungan genap dan ganjil dari blakang ya ustadz, bukan dari depan? afwan, ana agak bingung…

    Reply
  2. maria ulfah says:
    14 tahun yang lalu

    Namun, tidak ada satu orang manusia pun lailatul qadar jatuh di malam yang mana dari sepuluh malam tersebut

    afwan,sepertinya ada kata yg ilang

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #maria ulfah
      Syukran atas koreksinya

      Reply
  3. David Haris says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum, Subhanallah…sungguh bermanfaat dan memotivasi untuk selsu istiqomah beribadah sampai akhir Ramadhan. Ijin share artikelnya…Jazzakallah khair.

    Reply
  4. yandi says:
    14 tahun yang lalu

    Asslmkm ana izin copy artikel2 yg ada diblog ini ustadz.jazakallah.

    Reply
  5. Akung Kusumo says:
    14 tahun yang lalu

    selalu istiqomah saja, terus iktikaf di 10 hari terakhir bulan ramadhan

    Reply
  6. Abu Wildan says:
    14 tahun yang lalu

    Tentu saja perkataan Ibnu Hazm rahimahullahu di atas adalah bhw jumlah Ramadhan sdh diketahui 29 atw 30 shingga dihitung dr belakang. Masalahnya adalah kita blm tahu jml Ramadhan, sehingga hrs dihitung dr depan/awal.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Abu Wildan
      Justru apa yang beliau sampaikan di atas itu berdasarkan asumsi bahwa jumlah hari Ramadhan belum diketahui. Karena, baik ramadhan 30 atau 29, lailatul qadar tetap diantara 10 hari terakhir.

      Reply
  7. noer says:
    14 tahun yang lalu

    alangkah beruntungnya jika beriktikaf di sepuluh hari terakhir tanpa menghitung malam ganjil atau genap .

    Reply
  8. abu syauqi says:
    14 tahun yang lalu

    Subhanallah… artikel yang sangat bermanfaat karena selama ini kita merasa sudah yakin bisa menentukan kapan jatuhnya malam ganjil dan malam genap. Semoga ini bisa menambah semangat kita dalam memburu malam lailatul qadar di 10 malam terakhir bulan ramadhan. Ijin copy dan share ustadz. Barakallahu fiikum wa Jazakallahu khairan katsiro.

    Reply
  9. zulyantara says:
    14 tahun yang lalu

    Bismillahirrahmaanirraahiim

    penyebutannya yang benar “Lailatul Qadar” atau “Lailatul Qadr” ?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #zulyantara
      Sama saja

      Reply
  10. Thamrin says:
    14 tahun yang lalu

    Subhanallah, semoga menjadi barokah.
    Izin copy artikelnya ustadz, Jazakallah.

    Reply
  11. La Eli says:
    14 tahun yang lalu

    Jagailah malam lailatul Qadri pada 10 malam terakhir Ramadhan, jangan lengah meskipun semalam pun (baik malam ganjil maupun genap), sebab biasanya terdapat perbedaan pendapat penentuan hilal oleh berbagai ormas Islam.

    Reply
  12. sumarno says:
    13 tahun yang lalu

    Subhanallah,

    Alhamdulillah baru ngeh, tentang malam ganjil/genap – dihitung dari 10 hari terakhir jumlah hari puasa (bisa 29/30),
    Ijin copas ustadz,

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah