Panduan Zakat (15): Salah Paham dengan Amil Zakat – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
X
“Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah”

Panduan Zakat (15): Salah Paham dengan Amil Zakat

Golongan ketiga: amil zakat Amil zakat tidak disyaratkan termasuk miskin. Karena amil zakat mendapat bagian zakat disebabkan pekerjaannya. Dalam sebuah hadits disebutkan, لاَ تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِىٍّ إِلاَّ لِخَمْسَةٍ …

8381 11

Berapa Bagian Amil Zakat Cara Amil Menerima Zakat Cara Pembagian Zakat Fitrah Untuk Amil Zakat Fitrah Untuk Amil Tata Cara Menjadi Amil Zakat

Golongan ketiga: amil zakat

Amil zakat tidak disyaratkan termasuk miskin. Karena amil zakat mendapat bagian zakat disebabkan pekerjaannya. Dalam sebuah hadits disebutkan,

لاَ تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِىٍّ إِلاَّ لِخَمْسَةٍ لِغَازٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ لِعَامِلٍ عَلَيْهَا أَوْ لِغَارِمٍ أَوْ لِرَجُلٍ اشْتَرَاهَا بِمَالِهِ أَوْ لِرَجُلٍ كَانَ لَهُ جَارٌ مِسْكِينٌ فَتُصُدِّقَ عَلَى الْمِسْكِينِ فَأَهْدَاهَا الْمِسْكِينُ لِلْغَنِىِّ

“Tidak halal zakat bagi orang kaya kecuali bagi lima orang, yaitu orang yang berperang di jalan Allah, atau amil zakat, atau orang yang terlilit hutang, atau seseorang yang membelinya dengan hartanya, atau orang yang memiliki tetangga miskin kemudian orang miskin tersebut diberi zakat, lalu ia memberikannya kepada orang yang kaya.”[1]

Ulama Syafi’iyah dan Hanafiyah mengatakan bahwa imam (penguasa) akan memberikan  pada amil zakat upah yang jelas, boleh jadi dilihat dari lamanya ia bekerja atau dilihat dari pekerjaan yang ia lakukan.[2]

Siapakah Amil Zakat?

Sayid Sabiq rahimahullah mengatakan, “Amil zakat adalah orang-orang yang diangkat oleh penguasa atau wakil penguasa untuk bekerja mengumpulkan zakat dari orang-orang kaya. Termasuk amil zakat adalah orang yang bertugas menjaga harta zakat, penggembala hewan ternak zakat dan juru tulis yang bekerja di kantor amil zakat.”[3]

‘Adil bin Yusuf Al ‘Azazi berkata, “Yang dimaksud dengan amil zakat adalah para petugas yang dikirim oleh penguasa untuk mengumpulkan zakat dari orang-orang yang berkewajiban membayar zakat. Demikian pula termasuk amil adalah orang-orang yang menjaga harta zakat serta orang-orang yang membagi dan mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Mereka itulah yang berhak diberi zakat meski sebenarnya mereka adalah orang-orang yang kaya.”[4]

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin mengatakan, “Amil zakat adalah orang-orang yang diangkat oleh penguasa untuk mengambil zakat dari orang-orang yang berkewajiban untuk menunaikannya lalu menjaga dan mendistribusikannya. Mereka diberi zakat sesuai dengan kadar kerja mereka meski mereka sebenarnya adalah orang-orang kaya. Sedangkan orang biasa yang menjadi wakil orang yang berzakat[5] untuk mendistribusikan zakatnya bukanlah termasuk amil zakat. Sehingga mereka tidak berhak mendapatkan harta zakat sedikitpun disebabkan status mereka sebagai wakil. Akan tetapi jika mereka dengan penuh kerelaan hati mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan penuh amanah dan kesungguhan maka mereka turut mendapatkan pahala. Namun jika mereka meminta upah karena telah mendistribusikan zakat maka orang yang berzakat berkewajiban memberinya upah dari hartanya yang lain bukan dari zakat.”[6]

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menerangkan pula, “Orang yang diberi zakat dan diminta untuk membagikan kepada yang berhak menerimanya, ia tidak disebut ‘amil. Bahkan statusnya hanyalah sebagai wakil atau orang yang diberi upah. Perbedaan antara amil dan wakil begitu jelas. Jika harta zakat itu rusak di tangan amil, maka si muzakki (orang yang menunaikan zakat) gugur kewajibannya. Sedangkan jika harta zakat rusak di tangan wakil yang bertugas membagi zakat (tanpa kecerobohannya), maka si muzakki belum gugur kewajibannya.”[7]

Berdasarkan paparan di atas jelaslah bahwa syarat agar bisa disebut sebagai amil zakat adalah diangkat dan diberi otoritas oleh penguasa muslim untuk mengambil zakat dan mendistribusikannya sehingga panitia-panitia zakat yang ada di berbagai masjid serta orang-orang yang mengangkat dirinya sebagai amil bukanlah amil secara syar’i. Hal ini sesuai dengan istilah amil karena yang disebut amil adalah pekerja yang dipekerjakan oleh pihak tertentu.

Memiliki otoritas untuk mengambil dan mengumpulkan zakat adalah sebuah keniscayaan bagi amil karena amil memiliki kewajiban untuk mengambil zakat secara paksa dari orang-orang yang menolak untuk membayar zakat.

Berapa besar zakat yang diberikan kepada ‘amil? Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin menjelaskan, “Ia diberikan sebagaimana upah hasil kerja kerasnya.”[8]

-bersambung insya Allah-
Artikel Muslim.Or.Id

[1] HR. Abu Daud no. 1635. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih

[2] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 23: 319-320.

[3] Fiqh Sunnah, 1: 353.

[4] Tamamul Minnah, 2: 290.

[5] Ini seperti keadaan badan atau lembaga zakat atau takmir masjid di negeri kita yang sebenarnya status mereka adalah sebagai wakil dan bukan amil zakat.

[6] Majalis Syahri Ramadhan, hal 163-164.

[7] Syarhul Mumti’, 6: 224-225.

[8] Syarhul Mumti’, 6: 226.

Kaum muslimin yang ingin menitipkan harta zakatnya, untuk disalurkan kepada saudara-saudari kita yang termasuk dalam delapan golongan yang berhak menerima zakat, dapat menunaikannya melalui Layanan Penyaluran Harta Zakat Peduli Muslim.


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Amil Zakat Boleh Menerima Zakat? Berapa Hak Amil Zakat Cara Pembagian Zakat Fitrah Hak Amilin Zakat Fitrah Hukum Pembagian Zakat

In this article

Join the Conversation

  • Assalamu’alaikum,

    sy mau tanya, ada point yg sy tangkap tp msh bingung : “Berdasarkan paparan di atas jelaslah bahwa syarat agar bisa disebut sebagai amil zakat adalah diangkat dan diberi otoritas oleh penguasa muslim untuk mengambil zakat dan mendistribusikannya, sehingga panitia-panitia zakat yang ada di berbagai masjid serta orang-orang yang mengangkat dirinya sebagai amil bukanlah amil secara syar’i. Hal ini sesuai dengan istilah amil karena yang disebut amil adalah pekerja yang dipekerjakan oleh pihak tertentu”

    Pertanyaan sy bagaimana sy mendistribusikan zakat sy (baik zakat fitri= berupa beras atau zakat mal), apakah harus ke amil resmi pemerintah atau amil masjid2 setempat ?

    • @ Tyas.

      Waalaikumus salam. Zakat tdk mesti disalurkan lewat badan zakat, boleh diserahkan langsung ke mustahiq.

  • fitri

    Assalamualaykum,,, saya mau tanya bagaimana cara menyalurkan zakat secara langsung itu ? Apakah mendatangkan mustahik ke rumah atau muzakki yang datang ke rumah mustahik ?
    Pasalnya seperti sering diberitakan adanya kericuhan saat pembagian zakat kepada mustahik yang datang ke rumah muzakki, antrian yang panjang, berdesakan, terinjak, bahkan ada yang meninggal ?

    • #fitri
      Wa’alaikumussalam, tidak ada aturan khusus. Jadi silakan pilih cara termudah dan teraman.

  • Assalamu’alaikum, dengan ditunjuknya baznas oleh pemerintah, apakah boleh menyalurkan zakat ke lembaga amil zakat swasta?

    • #urko
      Wa’alaikumussalam, jika ditunjuk BAZNAS insya Allah boleh.

  • jajang muslim

    Assalamu’alaikum,Saya mau melaksanakan zakat dan sya meminta orang tua/saudara sya membagikan kepada mustahik yang ada di linkungan kita secara langsung! Karena orang tua saya lebih tau mana orang2 yang berhak menerima zakat di linkungan desa sya.
    yang jadi pertanyaan sya,apakah orang tua/saudara kita termasuk Amil,sehingga berhak mendapatkan 1/8 dari zakat?

    • #jajang muslim
      Wa’alaikumussalam, silakan baca lagi artikel di atas dengan seksama

  • Pingback: Siapakah Amil Zakat? (bagian II-Selesai) | :: Uz1453 :: Kemerdekaan Pemikiran, Merdekanya Jiwa()

  • Pingback: Pengurus Masjid Bukanlah Amil Zakat | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah()

  • Pingback: Abu Zahra Hanifa()