Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Alangkah Indahnya Islam

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
16 Juli 2009
di Tazkiyatun Nufus
Share on FacebookShare on Twitter

Tema keindahan Islam sangat luas, panjang lebar sulit untuk diringkas dengan bilangan waktu yang tersisa. Sebelumnya, yang perlu kita ketahui adalah firman Allah.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Qs. Ali Imran: 19)

Juga firman-Nya.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ

“Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima.” (Qs. Ali Imran: 85)

Jadi, agama yang dibawa oleh para nabi dan menjadi sebab Allah mengutus para rasul adalah dienul Islam. Allah mengutus para rasul untuk mengajak agar orang kembali kepada Allah. Para rasul datang untuk memperkenalkan Allah. Barang siapa menaati mereka, maka para rasul akan memberikan kabar gembira kepadanya. Adapun orang yang menentangnya, maka para rasul akan menjadi peringatan baginya. Para rasul diperintahkan untuk menegakkan agama di dunia ini.

Allah berfirman.

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu ‘Tegakkan agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.’ Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepada)-Nya.” (Qs. Asy-Syura: 13)

Islam adalah agama yang dipilih Allah untuk makhluk-Nya. Agama yang dibawa Nabi merupakan agama yang paripurna. Allah tidak akan menerima agama selainnya. Jadi agama ini adalah agama penutup, yang dicintai dan diridhaiNya.

Allah berfirman.

يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

“Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada)-Nya.” (Qs. Asy-Syura: 42)

Sebagian ahli ilmu mengatakan, Sebelumnya aku mengira bahwa orang yang bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima taubatnya. Dan orang yang meridhoi Allah, niscaya Allah akan meridhoinya. Dan barang siapa yang mencintai Allah, niscaya Allah akan mencintainya. Setelah aku membaca Kitabullah, aku baru mengetahui bahwa kecintaan Allah mendahului kecintaan hamba pada-Nya dengan dasar ayat,

يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ

“Dia mencintai mereka dan mereka mencitai-Nya.” (Qs. Al Maaidah: 54)

Ridha Allah kepada hambaNya mendahului ridha hamba kepada-Nya dengan dasar ayat,

رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ

“Allah meridhoi mereka dan mereka meridhoi-Nya.” (Qs. At-Taubah: 100)

Dan aku mengetahui bahwa penerimaan taubat dari Allah, mendahului taubat seorang hamba kepada-Nya dengan dasar ayat,

ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُواْ إِنَّ

“Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya.” (Qs. At-Taubah: 118)

Demikianlah, bila Allah mencintai seorang manusia, maka Dia akan melapangkan dadanya untuk Islam. Dalam Shahihain, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda. “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tidak ada seorang Yahudi dan Nasrani yang mendengarku dan tidak beriman kepadaku, kecuali surga akan haram buat dirinya.” (Hadits Riwayat Muslim)

Karena itu, agama yang diterima Allah adalah Islam. Umat Islam harus menjadikannya sebagai kendaraan. Persatuan harus bertumpu pada tauhid dan syahadatain. Islam agama Allah. Kekuatannya terletak pada Islam itu sendiri. Allah menjamin penjagaan terhadapnya.

Allah berfirman,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Qs. Al-Hijr: 9)

Sedangkan agama selainnya, jaminan ada di tangan tokoh-tokoh agamanya.

Allah berfirman.

بِمَا اسْتُحْفِظُواْ مِن كِتَابِ اللّهِ

“Disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab.” (Qs. Al Maaidah: 44)

Kalau mereka tidak menjaganya, maka akan berubah. Ia bagaikan sesuatu yang mati. Harus digotong. Tidak dapat menyebar, kecuali dengan dorongan sekian banyak materi. Sedangkan Islam pasti tetap akan terjaga. Karena itu, masa depan ada di tangan Islam. Islam pasti menyebar ke seantero dunia. Allah telah menjelaskannya dalam Al Quran, demikian juga Nabi dalam Sunnahnya. Kesempatan kali ini cukup sempit, tidak memungkinkan untuk menyebutkan seluruh dalil. Tapi saya ingin mengutip sebuah ayat.

مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاء ثُمَّ لِيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ

“Barang siapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.” (Qs. Al-Hajj: 15)

Dalam Musnad Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Amr, kami bertanya kepada Nabi, “Kota manakah yang akan pertama kali ditaklukkan? Konstantinopel (di Turki) atau Rumiyyah (Roma)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Konstantinopel-lah yang akan ditaklukkan pertama kali, kemudian disusul Rumiyyah.” Yaitu Roma yang terletak di Italia. Islam pasti akan meluas di seluruh penjuru dunia. Pasalnya, Islam bagaikan pohon besar yang hidup lagi kuat, akarnya menyebar sepanjang sejarah semenjak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Islam adalah agama (yang sesuai dengan) fitrah. Kalau anda ditanya, bagaimana engkau mengetahui Robb-mu. Jangan engkau jawab, “dengan akalku,” tapi jawablah, “dengan fitrahku.” Oleh karena itu, ketika ada seorang atheis yang mendatangi Abu Hanifah dan meminta dalil bahwa Allah adalah Haq (benar), maka beliau menjawab dengan dalil fitrah. “Apakah engkau pernah naik kapal dan ombak mempermainkan kapalmu?” Ia menjawab, “Pernah.” (Abu Hanifah bertanya lagi), “Apakah engkau merasa akan tenggelam?” Jawabnya, “Ya.” “Apakah engkau meyakini ada kekuatan yang akan menyelamatkanmu?” “Ya,” jawabnya. “Itulah fitrah yang telah diciptakan dalam dirimu. Kekuatan ada dalam dirimu itulah kekuatan fitrah Allah. Manusia mengenal Allah dengan fitrahnya. Fitrah ini terkandung dalam dada setiap insan. Dasarnya hadits Muttafaq ‘Alaih. Nabi bersabda: “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.”

Akal itu sendiri bisa mengetahui bahwa Allah adalah Al-Haq. Namun ia secara mandiri tidak akan mampu mengetahui apa yang dicintai dan diridhoi Allah. Apakah mungkin akal semata saja dapat mengetahui bahwa Allah mencintai sholat lima waktu, haji, puasa di bulan tertentu? Karena itu, fitrah itu perlu dipupuk dengan gizi yang berasal dari wahyu yang diwahyukan kepada para nabi-Nya.

Sekali lagi, nikmat dan anugerah paling besar yang diterima seorang hamba dari Allah ialah bahwa Allah-lah yang memberikan jaminan untuk menetapkan syariat-Nya. Dialah yang menjelaskan apa yang dicintai dan diridhaiNya. Inilah nikmat terbesar dari Allah kepada hamba-Nya. Bila ada orang yang beranggapan ada kebaikan dengan keluar dari garis ini dan mengikuti hawa nafsunya, maka ia telah keliru. Sebab kebaikan yang hakiki dalam kehidupan ini maupun kehidupan nanti hanyalah dengan menaati seluruh yang datang dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.

Syariat Islam datang untuk menjaga lima perkara. Allah telah mensyariatkan banyak hal untuk menegaskan penjagaan ini. Islam datang untuk menjaga agama. Karena itu, Allah mengharamkan syirik, baik yang berupa thawaf di kuburan, istighatsah kepada orang yang dikubur serta segala hal yang bisa menjerumuskan ke dalam syirik, dan mengharamkan untuk mengarahkan ibadah, apapun bentuknya, (baik) secara zahir maupun batin kepada selain Allah. Oleh sebab itu, kita harus memahami makna ringkas syahadatain yang kita ucapkan.

Syahadat “Laa Ilaaha Illa Allah”, maknanya: tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, ibadah hanya milik Allah. Ini bagian dari pesona agama kita. Allah mengharamkan akal, hati dan fitrah untuk melakukan peribadatan dan istijabah (ketaatan mutlak) kepada selain-Nya. Sedangkan makna syahadat “Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”, (yakni) tidak ada orang yang berhak diikuti kecuali Muhammad Rasulullah. Kita tidak boleh mengikuti rasio, tradisi atau kelompok jika menyalahi Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah. Maka seorang muslim, di samping tidak beribadah kecuali kepada Allah, juga tidak mengikuti ajaran kecuali ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia tidak mengikuti ra’yu keluarga, ra’yu kelompok, ra’yu jama’ah, ra’yu tradisi dan lain-lain jika menyalahi Al Quran dan Sunnah.

Dakwah Salafiyah yang kita dakwahkan ini adalah dinullah yang suci dan murni, yang diturunkan oleh Allah pada kalbu Nabi. Jadi dalam berdakwah, kita tidak mengajak orang untuk mengikuti kelompok ataupun individu. Tetapi mengajak untuk kembali kepada Al Quran dan Sunnah. Namun, memang telah timbul dakhon (kekeruhan) dan tumbuh bid’ah. Sehingga kita harus menguasai ilmu syar’i. Kita beramal (dengan) meneladani ungkapan Imam Malik, dan ini, juga perkataan Imam Syafi’i, “Setiap orang bisa diambil perkataannya atau ditolak, kecuali pemilik kubur ini, yaitu Rasulullah.”

Telah saya singgung di atas, agama datang untuk menjaga lima perkara. Penjagaan agama dengan mengharamkan syirik dan segala sesuatu yang menimbulkan akses ke sana. Kemudian penjagaan terhadap badan dengan mengharamkan pembunuhan dan gangguan kepada orang lain. Juga datang untuk memelihara akal dengan mengharamkan khamar, minuman keras, candu dan rokok. Datang untuk menjaga kehormatan dengan mengharamkan zina, percampuran nasab dan ikhtilath (pergaulan bebas). Juga menjaga harta dengan mengharamkan perbuatan tabdzir (pemborosan) dan gaya hidup hedonisme. Penjagaan terhadap kelima perkara ini termasuk bagian dari indahnya agama kita. Syariat telah datang untuk memerintahkan penjagaan terhadap semua ini. Dan masih banyak perkara yang digariskan Islam, namun tidak mungkin kita paparkan sekarang.

Syariat telah merangkum seluruh amal shahih mulai dari syahadat hingga menyingkirkan gangguan dari jalan. Karena itu tolonglah jawab, kalau menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bagian dari keimanan, bagaimana mungkin agama memerintahkan untuk mengganggu orang lain, melakukan pembunuhan dan peledakan? Jadi, ini sebenarnya sebuah intervensi pemikiran asing atas agama kita. Semoga Allah memberkahi waktu kita, dan mengaruniakan kepada kita pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah Nabi dengan lurus. Dan semoga Allah memberi tambahan karunia-Nya kepada kita. Akhirnya, kami ucapkan alhamdulillah Rabbil ‘Alamin.

[Diambil dari situs almanhaj.or.id yang disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M rubrik Liputan Khusus yang diangkat dari ceramah Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman Tanggal 5 Desember 2004 di Masjid Istiqlal Jakarta]

***

Penulis: Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafizhahullah

 

ShareTweetPin20
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Perbedaan Makna Tobat dan Istigfar

oleh Glenshah Fauzi
13 Juli 2026
0

Dalam banyak ayat, Allah ﷻ mengabarkan bahwa seorang hamba dapat diampuni dosa-dosanya dengan sebab tobat dan istigfar. Setelah menjelaskan ancaman...

Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
5 Juli 2026
0

Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang...

Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
31 Mei 2026
0

Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta'ala. Seorang muslim...

Artikel Selanjutnya
beda guru ngaji

Bukan Salafi Karena Beda Guru Ngaji

Komentar 35

  1. tris says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum

    Situs yg bagus n sangat bermanfaat buat sy yg baru mengenal dakwah salafi.

    Ternyata inilah yg benar2 dicari bagi mereka yg ingin mempelajari Islam karena memang begitulah seharusnya qt harus mengambil hukum dari Al quran dan As sunnah dan hanya salafushsholeh yg bisa menafsirkan dg baik. Krn mereka tau dan terlibat langsung ketika turunnya ayat dari Allah Ta’ala dan bgmn kehidupan sehari-hari Rasullullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Qt yg hdp di zaman skrg seharusnya tinggal mengikutinya saja dan bila terjadi perselisihan di antara mereka para generasi terdahulu qt tdk boleh keluar dari perselisihan itu. Begitulah yg sy tangkap ketika mengenal dakwah salafi ini. Semoga benar.

    Sering sy download artikel2 di situs ini untuk sy baca berulang-ulang agar tdk tjd salah penafsiran. Mhn maaf baru skrg sy minta izin.

    Akhirnya sy sadar ternyata ilmu sy ttg Islam masih nol dan byk amalan dan ibadah yg sy lakukan tdk sesuai dg manhaj salafi ini. 20 thn yg sia2. Sy jg masuk dlm golongan ‘Islam KTP’. Astaghfirullah,,,

    Kpd Ustadz pembina situs muslim.or.id , sy mhn sarannya. Sy merasa ingin belajar Islam dari nol lagi. Ttp sy bingung hrs kmana? Ingin masuk ma’had ato pesantren, kriteria tdk sesuai. Dan orang tua pasti jg tdk setuju. Beberapa kali sy jg ikut kajian di MPR. Walau tdk terlalu sering. Tetapi kajian yg sy ikuti jarang yg membahas ttg fikih. Bila sy cuma membaca sy takut salah dalam penafsiran.

    Syukron

    Reply
  2. amir says:
    17 tahun yang lalu

    Jazakallah khairan

    artikel yg bagus

    Reply
  3. urip supriadi says:
    17 tahun yang lalu

    tambah mantap iman

    Reply
  4. tulus says:
    17 tahun yang lalu

    jazakallahu khoiron,bagus sekali dan penting..semoga kita semua dalam lindungan dan petunjuk Allah Ta,ala selalu..amin..ijin mengkopi ya..

    Reply
  5. jihan says:
    17 tahun yang lalu

    Subhanallah.. baru sekarang saya menyadari.. ke Mahaan Allah yang begitu besar……
    Allahu akbar

    Reply
  6. ibnuyaumih says:
    17 tahun yang lalu

    Subhanallah! Artikel yang bermanfaat

    Reply
  7. Abu Hanifah Alim says:
    17 tahun yang lalu

    barakallahu fikum,

    Reply
  8. Dicky Budi Prasetyo says:
    17 tahun yang lalu

    Assalammu’alaikum wr.wb
    Alhamdulillah saya masih diberikan nikmat sehat ,Islam dan Ikhsan dimana sampai detik ini masih diberikan lindunganNya dan Insya Allah meninggal dalam keadaan Khusnul Khatimah
    Wassalammu’alaikum wr.wb

    Ikhwan

    Reply
  9. Syafrida says:
    17 tahun yang lalu

    saya sangat beruntung sekali dalam hal bisa mempelajari islam yg sannah walau agak terlambat yg penting sekarang saya baru tau apa itu islam yg benar saya baru kira2 setahun ini tau apa itu sannah mudah2an saya semakin mantab dengan belajar dari situs ini dan saya juga mendengar dari radio roja.saya ingin mati dalam keadan islam dan iman yg sunnah amin.

    Reply
  10. petrukkanthongbolong says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah……. baru saya tahu bahwa stigma negatif orang – orang sekuler itu jauh panggang dari api.

    n afwan ustadz artikel ini akan saya masukkan dalam blog saya

    syukron

    Reply
  11. muhammad syahbudi says:
    16 tahun yang lalu

    thx atas bantuannya, skrg aku lbh tenang dgn agama islam.

    Reply
  12. Arifin says:
    16 tahun yang lalu

    Artikel yg baik sekali, semoga dgn adanya artikel-artikel seperti ini kita sesama penganut agama Allah SWT semakin cinta dengan agama islam ini,,

    Reply
  13. pendi pradana says:
    16 tahun yang lalu

    tolong berikan wawasan islam kepada saya tentang menuntut ilmu baik dalam ayat-ayat al-quran atau dalam hadist-hadist yang shahih.

    Reply
  14. yayan sjf. says:
    16 tahun yang lalu

    perlu ada tausiah2 spt ini.. insyaAllah smkn faham akan ajaran Islam, muslimin akan smkin santun n mantap dlm berIbadah..

    Reply
  15. arif says:
    16 tahun yang lalu

    Ass ww,
    Situs islam yang baik dan benar bila didasarkan dalil2 yg sahih. Situs ini insyaAllah salah satunya, namun saya ada temu dg blog yng dinahkodai oleh saudara sastro.
    Mohon di cek apa blog tsb bisa diikuti, karena saya awam dan sedang mencari kebenaran dari Ad Dien ini. Syukron

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #arif
      Wa’alaikumussalam. Kami sarankan untuk tidak membaca atau mengikuti blog tersebut. Sibukkan diri kita dengan ilmu yang bermanfaat.

      Reply
  16. fahrul says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu ‘alaikum
    Ana mau tanya website ustadz abdulhakim masih aktif

    Reply
  17. abu bakar sidik says:
    16 tahun yang lalu

    as wr wb
    kami sarankan tolong buat situs islam yang bisa kita transfer kepada adik-adik re generasi islam.
    atau buat sofwer islam yang sangat menarik di pelajari

    Reply
  18. Serdadu Salafy says:
    16 tahun yang lalu

    @Mas Aris. Jangan sekali-kali mendekati blognya sastro, itu blognya abu jahal cs. Pergunakan waktu kita untuk hal2 yg bermanfaat. Salam persaudaraan seaqidah!!!

    Reply
  19. abu hilmy says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum, ijin copy artikel semoga dapat bermanfaat untuk saudara2ku yang lain…..

    Reply
  20. abu muhamad grobgani says:
    16 tahun yang lalu

    ijin copy ya..

    Reply
  21. danu says:
    15 tahun yang lalu

    ijin copy artiel

    Reply
  22. Nurul aini muslimah dari widuri says:
    15 tahun yang lalu

    SYUKRON YA,,
    emm,kalo ditambahin kartun lucu muslim pasti lebih menarik dibaca kita-kita(sma).

    Reply
  23. abdurahman says:
    15 tahun yang lalu

    ijin copy paste..

    syukron

    Reply
  24. AFIF says:
    15 tahun yang lalu

    izin copy SYUKRON MAWADA’A

    Reply
  25. ardani says:
    15 tahun yang lalu

    assalaamu’alaikum..
    saya izin copas artikel y..
    smoga bermanfaat..

    amin ya robbal ‘alamin..

    Reply
  26. rizky ananta says:
    15 tahun yang lalu

    subhanallah ,, semoga dengan adanya catatan ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, aamiin

    Reply
  27. kallang says:
    15 tahun yang lalu

    saya tambah yakin dengan agama yang saya anut selama ini melalui artikel ini saya masih haus dengan wacana keislaman terutama bagaimana menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada allah swt

    Reply
  28. fay amini says:
    15 tahun yang lalu

    الكتابة ممتازة . شكراً

    Reply
  29. rizqi says:
    15 tahun yang lalu

    izin copas ya syekh

    Reply
  30. insuddhoif says:
    14 tahun yang lalu

    subhanalloh,,,,, menentramkan jiwa………………

    Reply
  31. insuddhoif says:
    14 tahun yang lalu

    Semoga Alloh selalu menjaga kita dalam agama yg di Ridhoinya

    Reply
  32. sangkot imami says:
    14 tahun yang lalu

    subhanalloh…mdah2n bermanfaat

    Reply
  33. Sintia Blackpearl says:
    12 tahun yang lalu

    Islam benar2 indah

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah