Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Manhaj Salaf dalam Akidah

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
3 April 2012
di Akidah
Manhaj Salaf dalam Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Syaikh ‘Abdussalam bin Salim As Suhaimi

Manhaj generasi Salafus Shalih dalam masalah aqidah secara ringkas adalah sebagai berikut:

  1. Membatasi sumber rujukan dalam masalah aqidah hanya pada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam serta memahaminya dengan pemahaman Salafus Shalih
  2. Berhujjah dengan hadits-hadits shahih dalam masalah aqidah, baik hadits-hadits tersebut mutawatir maupun ahad.
  3. Tunduk kepada wahyu serta tidak mempertentangkannya dengan akal. Juga tidak panjang lebar dalam membahas perkara gaib yang tidak dapat dijangkau oleh akal.
  4. Tidak menceburkan diri dalam ilmu kalam dan filsafat
  5. Menolak ta’wil yang batil
  6. Menggabungkan seluruh nash yang ada dalam membahas suatu permasalahan [1]

Inilah aqidah yang lurus yang berasal dari sumber yang murni, yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yang jauh dari hawa nafsu dan syubhat. Orang yang berpegang teguh dengan aqidah yang demikian, maka ia telah mengagungkan nash-nash Qur’an dan Sunnah karena ia mengetahui bahwa apa yang ada di dalamnya itu benar.

Imam Al Barbahari rahimahullah berkata:

واعلم رحمك الله أن الدين إنـما جاء من قبل الله تبارك وتعالى لم يوضع على عقول الرجال وآرائـهم وعلمه عند الله وعند رسوله فلا تتبع شيئاً يهواك فتمرق من الدين فتخرج من الإسلام فإنه لا حجة لك فقد بين رسول الله صلى الله عليه وسلم لأمته السنة وأوضحها لأصحابه وهم الجماعة وهم السواد الأعظم والسواد الأعظم الحق وأهله

“Ketahuilah saudaraku, semoga Allah merahmatimu, bahwa agama Islam itu datang dari Allah Tabaaraka Wa Ta’ala. Tidak disandarkan pada akal atau pendapat-pendapat seseorang. Janganlah engkau mengikuti sesuatu hanya karena hawa nafsumu. Sehingga akibatnya agamamu terkikis dan akhirnya keluar dari Islam. Engkau tidak memiliki hujjah. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah menjelaskan As Sunnah kepada ummatnya, dan juga kepada para sahabatnya. Merekalah (para sahabat) As Sawaadul A’zham. Dan As Sawaadul A’zham itu adalah al haq dan ahlul haq” [2].

Sebelum itu, beliau juga berkata:

والأساس الذي تبني عليه الجماعة وهم أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم وهم أهل السنة والجماعة فمن لم يأخذ عنهم فقد ضل وابتدع وكل بدعة ضلالة

“Pondasi dari Al Jama’ah adalah para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Merekalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Barang siapa yang cara beragamanya tidak mengambil dari mereka, akan tersesat dan berbuat bid’ah. Padahal setiap bid’ah itu kesesatan” [3].

Beliau juga berkata:

قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه : لا عذر لأحد في ضلالة ركبها حسبها هدى ولا في هدى تركه حسبه ضلالة فقد بُينت الأمور وثبتت الحجة وانقطع العذر وذلك أن السنة والجماعة قد أحكما أمر الدين كله وتبين للناس فعلى الناس الإتباع

“Umar bin Al Khattab Radhiallahu’anhu berkata: Tidak ada toleransi bagi seseorang untuk melakukan kesesatan, karena petunjuk telah cukup baginya. Tidaklah seseorang meninggalkan petunjuk agama, kecuali baginya kesesatan. Perkara-perkara agama telah dijelaskan, hujjah sudah ditetapkan, tidak ada lagi toleransi. Karena As Sunnah dan Al Jama’ah telah menetapkan hukum agama seluruhnya serta telah menjelaskannya kepada manusia. Maka bagi manusia hendaknya mengikuti petunjuk mereka” [4].

—

Catatan kaki:

[1] Diringkas oleh syaikh dari kajian kitab Al Minhaj yang diasuh oleh Syaikh Abdullah Al ‘Ubailan. Dan poin-poin ini sudah ma’lum dari pengamatan terhadap manhaj para salafus shalih

[2] Syarhus Sunnah, 1/66.

[3] Syarhus Sunnah, 1/65.

[4] Syarhus Sunnah, 1/66.

Sumber: http://www.almenhaj.net/tawheed/text.php?linkid=7621

—

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Renungan Hari Akhir

Komentar 6

  1. abdul hamid says:
    14 tahun yang lalu

    assalaamu’alaikum wr.wb
    afwan, ana pendatang baru di-site ini. ana ingin menyampaikan masukan mengenai logo Superman yang antum pakai kemudian dibawahnya tertulis salafi. menurut ana itu kurang sesuai. superman identik dengan ideologi kaum kafir, sedangkan salfi mulia lagi bersih dari itu semua. tolong jangan antum campur adukan masalah-masalah ini dengan prinsip wala wal bara yang sudah disepakati oleh para ulama.jazaakumullah khoiron.
    wassalaamu’alaikum wr.wb.

    Reply
  2. Abdulloh Al Jawiy says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum.
    اللهم ثابتنا بالقول الثاب
    sedikit masukan kepada muslim.or.id & semoga bermanfaat.
    artikel “Manhaj salaf dalam aqidah”, kenapa dimunculkan simbol “S” yang itu merupakan logo cerita fiktif dari dongengnya orang-orang kafir.dan salaf merupakan kebenaran yang murni nan haqiqi.
    tidak selazimnya salaf diidentikan dengan simbol semacam.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Abdulloh Al Jawiy
      Wa’alaikumussalam, syukran atas masukannya. Kami memandang pemakaian gambar tersebut tidak ada unsur wala terhadap orang kafir. Sebagaimana kita memakai dan memanfaatkan produk-produk yang berasal dari orang kafir. Namun gambarnya akan kami ganti jika memang kurang nyaman.

      Reply
  3. Abu Salman says:
    14 tahun yang lalu

    Bismillah.
    Ustadz, izin copas.

    Reply
  4. Abu Salman says:
    14 tahun yang lalu

    Bismillah.
    Ustadz, Izin copas..

    Reply
  5. Yunita Fitriani says:
    5 bulan yang lalu

    bismillah ijin copas

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah