Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Pengaruh Penjagaan Hati

Agung Argiyansyah oleh Agung Argiyansyah
3 Juli 2023
di Akhlak dan Nasihat
Pengaruh penjagaan hati
Share on FacebookShare on Twitter

Perilaku manusia bersumber dari hati karena hati merupakan poros dari setiap yang dilakukan oleh seseorang. Apabila hatinya baik, maka apa yang dilakukan dan diucapkan akan baik pula. Akan tetapi, apabila sebaliknya, ketika apa yang dilakukan, diucapkan, atau dipikirkan adalah sesuatu yang kotor atau kurang baik, maka bisa dipastikan itu adalah karena pengaruh hati yang sedang keruh.

Dari sinilah seorang yang bijak mengibaratkan hati itu bagaikan teko, ia akan mengeluarkan sesuatu yang ada di dalamnya. Apabila teko tersebut terisi air susu, maka yang akan keluar adalah air susu, tidak mungkin akan mengeluarkan kopi ataupun yang lainnya. Dan hal ini sebagaimana petuah bijak Arab yang menyebutkan,

كل إناء بما فيه ينضح

“Setiap bejana hanya akan menumpahkan apa yang ditampungnya.”

Penting sekali seseorang menjaga hati agar hati tersebut bisa tetap baik. Di antara cara untuk menjadikan hati tetap baik dan sehat yaitu dengan merawatnya dan menjaganya.

Sebagaimana badan memerlukan perawatan dan penjagaan dengan berbagai macam perlakuan, dari penjagaan pola hidup, pola makan, mengecek kesehatan dengan biaya yang tidak sedikit, maka perawatan hati dan penjagaan dari berbagai macam kerusakan harus lebih kita perhatikan dibandingkan badan.

Selain itu juga, untuk menstabilkan hati agar tetap sehat adalah dengan pen-tarbiyah-an. Hal ini perlu senantiasa dilakukan agar hati bisa stabil di atas jalan yang lurus, yaitu dengan terus memberikan nutrisi gizi yang baik dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, mentadaburi, serta mengamalkannya atau dengan mengikuti kajian-kajian yang mampu menjadi charge untuk hati. Sebagaimana hape memerlukan charge, maka hati pun memerlukan itu karena hati selalu naik dan turun. Perlu ada yang selalu mengingatkan, perlu ada yang terus membimbing ketika hati lalai dan lupa kepada Allah.

Barangsiapa yang selalu memperhatikan keadaan hatinya dengan merawat, menjaga, dan men-tarbiyah-nya, maka ia akan mudah istikamah dalam ber-taqarrub kepada Allah. Amalannya akan mencerminkan cahaya kebaikan, bahkan akan membuahkan kebahagiaan, kelapangan, serta kelezatan dalam menjalani kehidupan. Sebuah kebahagiaan yang tidak bisa diukur dan diungkapkan dengan kata-kata.

Ibnul Qayyim rahimahullah pernah bertutur terkait perkataan gurunya, yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,

من لم يدخلها لم يدخلها جنة الآخرة

“Barangsiapa yang tidak memasuki (merasakan kebahagiaan) surga dunia, maka ia tak akan memasuki surga akhirat.”

Adapun maksud surga dunia adalah kebahagiaan hati dalam ber-taqarrub dan menjalani hidup, yang mana hal ini tidak akan dapat diraih, kecuali dengan baik dan sehatnya hati. Wallahu a’lam bis-shawab

Baca juga: 6 Cara Efektif Mengobati Hati yang Sakit

***

Penulis: Argiyansyah

Artikel: Muslim.or.id

 

Referensi: Intisari Muqaddimah Silsilah A’maal Qulub, Syekh Khalid Utsman As-Sabt

ShareTweetPin
Agung Argiyansyah

Agung Argiyansyah

- Pengurus pesantren gratis Klaten - Alumnus pondok pesantren islamic center Binbaz - Alumnus universitas Islam Madinah kuliah syariah - Alumnus universitas Muhammadiyah Surakarta jurusan magister hukum Islam

Artikel Terkait

Memilih Hobi yang Bermanfaat

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
28 Agustus 2026
0

Setiap manusia pasti memiliki waktu luang. Di sela kesibukan belajar, bekerja, atau menjalani berbagai aktivitas kehidupan, selalu ada saat-saat ketika...

Merenungi Usia yang Tak Pernah Kembali

oleh Fauzan Hidayat
11 Agustus 2026
0

Pernahkah Anda berdiri di depan cermin, lalu tertegun sejenak? Sekedar untuk memandangi sosok di hadapan Anda. Adakah yang berbeda? Lihatlah...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 1): Wasiat Thahir bin Al-Husain

oleh Glenshah Fauzi
7 Agustus 2026
0

Politik merupakan permasalahan yang amat pelik, tetapi memiliki urgensi sangat tinggi. Ia menjadi struktur tatanan kehidupan manusia. Hal sepenting ini...

Artikel Selanjutnya
hal yang harus diperhatikan muslim saat bersuci

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Seorang Muslim dalam Hal Bersuci (Bag. 3)

Komentar 1

  1. andre says:
    3 tahun yang lalu

    Semoga kita semua terhindar dari semua penyakit hati

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah