Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Cara Tobat Nasuha

Muhammad Nur Faqih, S.Ag oleh Muhammad Nur Faqih, S.Ag
4 Juni 2023
di Akhlak dan Nasihat
Cara tobat nasuha
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Syarat tobat nasuha
  • Langkah tobat nasuha

Manusia adalah makhluk yang seringkali berbuat dosa. Namun, ada yang segera memperbaikinya dan ada yang tenggelam dalam kubangan kehinaan. Sebagai seorang mukmin sudah selayaknya kita menjaga perasaan takut kepada Allah dan yakin bahwa Allah ‘Azza Wajalla Maha Mengampuni dosa hamba-hamba-Nya, kemudian bertobat atas segala dosa.

Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Dengan banyaknya kezaliman manusia kepada diri mereka sendiri berupa perbuatan maksiat, Allah membuka selebar-lebarnya pintu rahmat-Nya, yakni pengampunan bagi mereka yang bertobat dengan sungguh-sungguh kepada-Nya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

“Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 135)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda, Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

يا ابنَ آدمَ إنك لو أتيتَني بقُرابِ الأرضِ خطايا, ثم لَقِيتَني لا تشركُ بي شيئًا, لأتيتُك بقُرابها مغفرةً 

“Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangiku dengan kesalahan seluas bumi dalam keadaan tidak berbuat kesyirikan, Aku (Allah) akan membalasmu dengan seluas bumi ampunan.” (HR. At-Tirmidzi)

Syarat tobat nasuha

Para ulama menetapkan syarat sebuah tobat dikatakan sebagai tobat nasuha, yakni:

Pertama: Bersegera meninggalkan dosa.

Kedua: Menyesal atas apa yang telah dikerjakan.

Ketiga: Bertekad untuk tidak mengulangi kembali kemaksiatan tersebut.

Keempat: Jika dosanya berkaitan dengan hak manusia, maka ia harus segera mengembalikannya.

Langkah tobat nasuha

Dan jalan untuk tobat nasuha adalah jalan yang tidak mudah dan butuh kesungguhan. Berikut adalah langkah-langkah agar tobat kita benar-benar terhitung sebagai tobat nasuha:

Pertama: Senantiasa merasa diawasi oleh Allah ‘Azza Wajalla, baik ketika bersendiri maupun ketika bersama manusia yang lain. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻarsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4)

Kedua: Memahami bahaya perbuatan maksiat. Karena setiap dosa akan memberikan efek negatif untuk pelakunya. Seperti perasaan tidak tenang, tidak adanya keberkahan dalam setiap hal yang dikerjakan, selalu was-was, dan lain-lain.

Ketiga: Senantiasa mengingat-ingat kematian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

أكثروا ذكر هادم اللَّذات: الموت

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan disahihkan oleh Ibnu Hibban)

Keempat: Menjauh dari tempat-tempat dan teman-teman yang mengajak kepada kemaksiatan.

Kelima: Banyak mengingat surga dan neraka. Terlebih ketika menguat dorongan kembali kepada kemaksiatan. Ingatlah bahwa bahan bakar neraka adalah manusia dan bebatuan. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

“Jika kamu tidak (mampu) membuat(nya) dan (pasti) kamu tidak akan (mampu) membuat(nya), takutlah pada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)

Keenam: Mencari teman-teman yang baik, sebagaimana kita dianjurkan untuk menjauhi teman yang bisa kembali mengajak kepada maksiat, maka memiliki teman yang baik akan membantu kita menjaga tobat kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

الرجل على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama seseorang dilihat dari agama teman dekatnya. Maka, berhati-hatilah ketika memilih teman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Ketujuh: Memperbaiki semangat dalam mengerjakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan.

Semoga dengan tujuh poin singkat ini bisa menjadikan tobat kita terjaga. Amin.

Baca juga: Masihkah Terbuka Pintu Tobat?

***

Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Nur Faqih, S.Ag

Muhammad Nur Faqih, S.Ag

Alumni jurusan Ilmu Hadis STDI Imam Syafii Jember Pengasuh website tanyahadits.com

Artikel Terkait

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup

oleh Fauzan Hidayat
14 Juni 2026
0

Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang...

Artikel Selanjutnya
Kisah Nabi Ibrahim dan Kaum Harran

Berhala Keempat di Muka Bumi (Bag.2): Kisah Nabi Ibrahim dan Kaum Harran

Komentar 1

  1. Putriya says:
    3 tahun yang lalu

    Assalammualaikum wr wb

    Min, pernah dgr kt nya kalo mau bertobat hrs prg ke masjid & dgn cara sholat apakah itu bnr??? Mohon penjelasan nya lbh rinci

    Terimakasih
    Jazakhallah khair

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah