Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tegar di Atas Jalan Kebahagiaan (Bag. 1)

Sudarmono Ahmad Tahir, S.Si, M. Biotech oleh Sudarmono Ahmad Tahir, S.Si, M. Biotech
22 April 2023
di Akhlak dan Nasihat
Tegar di Atas Jalan Kebahagiaan
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Sebuah prolog
  • Tujuan penciptaan

Sebuah prolog

Saya ingin merasakan kebahagiaan di dalam hidup saya. Ya, itulah hal yang didambakan setiap manusia, tidak terkecuali Anda. Dan jika Anda cermati, kebahagiaan ini pada dasarnya adalah buah dari kehendak atau cita-cita yang berhasil diraih oleh seseorang. Hasil panen yang melimpah akan sangat menggembirakan seorang petani. Lulus ujian dengan predikat terbaik akan menyukacitakan dan mendatangkan senyuman lebar pada seorang pelajar. Menang tender akan membuat seorang pengusaha atau kontraktor tertawa sambil melompat kegirangan. Lahirnya anak yang didambakan akan membungahkan para ayah dan membuatnya lalai akan peluh yang ada di kening sang istri. Begitu juga berbagai hal lain yang dimimpikan manusia, tentunya akan melahirkan kebahagiaan di dalam hati mereka, tatkala apa yang diangan-angankan tersebut berhasil ia capai.

Demikianlah remah-remah kebahagiaan yang Allah Ta’ala simpankan di kotak-kotak kehidupan manusia. Seperti itulah kebahagiaan semu yang dibagikan kepada setiap hamba yang bernyawa. Namun, tahukah Anda? Kebahagiaan yang hakiki tidaklah dirasakan semua insan. Mengapa? Karena ia ditempatkan di kotak khusus yang hanya bisa diraih oleh manusia-manusia istimewa. Kebahagiaan ini hanya dimiliki oleh mereka yang menemukan dan mewujudkan perkara paling penting di dalam hidup mereka. Apakah itu? Hal terpenting dari hidup adalah tujuan kehidupan itu sendiri. Yakni tujuan penciptaan manusia dan seluruh makhluk yang ada di alam raya, termasuk Anda.

Tujuan penciptaan

Coba Anda pikirkan dan perhatikan keadaaan di sekitar Anda! Bahwa segala gerak dan diam yang dilakukan oleh makhluk, pasti memiliki tujuan. Dari ayam yang berkokok ketika dini hari, burung-burung yang berterbangan di atas angkasa, hewan melata yang bertebaran di permukaan bumi, sampai singa pejantan yang mengendus keberadaan singa betina, semuanya itu memiliki tujuan. Termasuk seluruh aktivitas yang dilakukan manusia, dari ia bangun tidur hingga tidur lagi, pasti memiliki tujuan yang ia ingin capai.

Jika makhluk saja memiliki keinginan yang ingin ia raih, bagaimana lagi dengan Sang Khalik yang menciptakan tujuh lapis langit beserta bumi dan segala isinya, merajai, serta mengatur seluruh detak dan perputaran di alam semesta? Tentu lebih-lebih lagi, bahwa Dia pasti memiliki kehendak yang ingin diwujudkan. Simaklah apa yang Allah katakan tentang perkara ini,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا

“Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu (sekedar) main-main?” (QS. Al-Mu’minun: 115)

Orang yang memiliki akal yang sehat dan hati yang bersih tentu akan mengatakan,  “Tidak, ya Rabb!” Dengan demikian, apakah tujuan Allah mengadakan semua yang ada di jagad raya ini? Tentunya kita sebagai manusia tidak bisa menebak dan menerkanya. Mengapa? Karena ia perkara yang transeden dan di luar jangkauan akal manusia. Namun, Allah tidak membiarkan anak Adam terombang-ambing mencari sendiri tujuan kehidupan mereka. Allah telah mengutus para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam kepada setiap generasi untuk menyampaikan hikmah kehidupan dan kematian. Bersama mereka ‘alaihimussalam, Allah Ta’ala turunkan kitab-kitab serta suhuf-suhuf sebagai petunjuk dan pedoman hidup agar para hamba dapat merealisasikan tujuan penciptaan tersebut secara benar.

Di dalam Al-Qur’an yang mulia, Allah Ta’ala setidaknya menyebutkan 3 tujuan pewujudan manusia bersama ciptaan yang lain, yaitu: 1) untuk mengenal Allah Ta‘ala; 2) untuk beribadah kepada Allah Ta’ala semata; dan 3) untuk diuji oleh Allah Ta’ala.

Lanjut ke bagian 2

***

Disarikan pada Malam 20 Ramadan 1444 H

Di bawah langit kota Yogyakarta,

Oleh Al-Faqir yang membutuhkan rahmat dan ampunan dari Rabb-Nya,

Penulis: Sudarmono Ahmad Tahir, S.Si., M.Biotech.

Artikel: Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

Untuk terjemahan Al-Qur’an dan Hadis, sebagiannya berdasarkan referensi dan artikel yang ada di website Muslim.or.id, Muslimah.or.id, Rumaysho.com, dan Almanhaj.or.id.

ShareTweetPin
Sudarmono Ahmad Tahir, S.Si, M. Biotech

Sudarmono Ahmad Tahir, S.Si, M. Biotech

Alumnus Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta (2021-2022). Pendidikan S1 Biologi Universitas Hasanuddin (2005-2010). S2 Bioteknologi Universitas Gadjah Mada (2011-2014).

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
Peleburan dosa 2

Antara Peleburan Dosa di Dunia dan di Akhirat (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah