Anakku Kelaparan

Anakku Kelaparan

Ada seorang teman bercerita: “Suatu pagi anak-anak saya kebingungan, karena kelaparan, yang satu merengek-rengek meminta dibelikan roti kesukaannya, yang satu sibuk mencari-cari di plastik-plastik mungkin saja ada sisa-sisa makanan tadi malam.

Melihat fonemena ini saya langsung mengambil baju dan bergegas pergi ke warung terdekat untuk membelikan beberapa makanan ringan agar anak-anak saya tidak kelaparan.

Di dalam perjalanan ke warung dan pulang kembali ke rumah, saya berfikir beberapa hal; Alhamdulillah Allah Ta’ala telah menjamin rezeki seluruh anak dan orang tuanya bahkan seluruh makhluk, maka jangan takut… tetapi tetaplah berusaha yang halal.”

****

Perhatikan dua ayat yang mulia ini:

{وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ } [الأنعام: 151]

Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan.  Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al An’am: 151).

Tidak boleh membunuh anak-anak baik karena kemiskinan yang benar-benar ada, karena firman Allah : “Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.” Dalam ayat di atas menunjukkan bahwa Allah mendahulukan pemberian rezeki kepada orang tua, karena kemiskinan sudah benar-benar terjadi!

Tetapi jika baru ditakutkan miskin, coba perhatikan ayatnya;

{وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا } [الإسراء: 31]

Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. Al Isra: 31).

Tidak boleh membunuh anak-anak baik karena kemiskinan yang baru diperakirakan dan ditakutkan. Dalam ayat di atas menunjukkan bahwa Allah mendahulukan penjaminan rezeki kepada anak-anak, karena kemiskinan baru ditakutkan, belum terjadi!

Semuanya ini karena Allah telah menjamin rezeki baik orang tua atau anaknya, baik ketika baru ditakutkan miskin atau sudah terjadi kemiskinan!!! Subhanallah…

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah:

“Firman-Nya: “Karena kemiskinan”, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Qatadah dan As Suddy berkata: “Imlaq artinya adalah kefakiran” maksudnya yaitu: janganlah kalian membunuh mereka karena kefakiran kalian yang terjadi, dan Allah berfirman di dalam surat Al Isra’: “Janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin”, maksudnya adalah takut terjadi kefakiran di waktu yang akan datang, oleh sebab inilah disana (di dalam surat Al Isra’: 31) Allah berfirman: “Kami yang akan memberikan rezeki mereka dan kalian”, Allah memulai dengan penjaminan rezeki mereka untuk perhatian mereka, maksudnya adalah janganlah kalian takut kalian miskin gara-gara mereka, karena rezeki mereka di jamin Allah. Adapun di dalam ayat ini, ketika sudah terjadi kefakiran, Allah berfirman: “Kami memberikan rezeki kepada kalian dan mereka, karena pada saat ini mereka (orangtua) lebih penting.” Lihat kitab tafsir Ibnu Katsir.

Saudaraku seiman…

Tulisan singkat ini saya tujukan kepada:

1. Kepada orangtua yang membunuh, menelantarkan anaknya gara-gara takut anaknya menyusahkan dan menyulitkan hidupnya.

2. Kepada pasangan suami istri yang takut mempunyai anak gara-gara takut tidak bisa memberikan rezeki yang cukup kepada anaknya.

3. Kepada orang yang diluaskan rezekinya, jangan lupa disekitar Anda mungkin ada orangtua yang ketika anak-anak membutuhkan makanan karena kelaparan, tidak ada yang dapat dibeli oleh orangtua tersebut.

Sungguh Allah telah menyatakan hak orang-orang miskin ada pada Anda, wahai orang yang diluaskan rezekinya.

{وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ} [الذاريات: 19]

Artinya: “Dan pada harta-harta mereka (yaitu orang-orang kaya) ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.” (QS. Adz Dzariyat: 19).

Sungguh cerita yang penuh dengan pelajaran dari seorang teman.


Dammam KSA, 12 Rabi’ul Awwal 1433H

Penulis: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
Artikel www.muslim.or.id

Print Friendly, PDF & Email
Travel Haji dan Umrah
App Muslim.or.id

About Author

Ahmad Zainuddin, Lc.

Alumni Pondok Modern Darussalam Ponorogo Jawa Timur, alumni Pondok Pesantren Tahfizh Al Quran Al Furqan Kudus Jawa Tengah, S1 Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah

View all posts by Ahmad Zainuddin, Lc. »
  • helda febrina

    subhanallah