Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tips Khusyu’ dalam Shalat

Sufyan Basweidan oleh Sufyan Basweidan
14 Januari 2012
di Fikih Ibadah
Share on FacebookShare on Twitter

Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyu’ dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, yang bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. Namun bila ia rusak karena tidak khusyu’ umpamanya, maka ibadah-ibadah lainnya akan terpengaruh. Berikut ini adalah tips sederhana yang insya Allah dapat membantu anda untuk khusyu’ dalam shalat. Akan tetapi kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi. Tips ini takkan berguna jika sedari awal anda tidak konsentrasi pada shalat.

Karenanya, usahakan agar sebelum shalat anda dalam kondisi tenang. Lebih baik jika Anda telah berada di mesjid atau mushalla anda sebelum adzan berkumandang, agar memiliki waktu luang untuk konsentrasi dan menenangkan pikiran, baru kemudian ikuti tips di bawah.

Tahukah Anda, bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam shalat memiliki makna dan jawaban tertentu?

Tidak tahu? Kalau begitu perhatikan tips berikut dengan baik.

Melepas alas kaki: lepaslah dunia beserta alas kaki anda.

Ucapan Allahu Akbar: Tidak ada yang lebih besar dari Allah, camkan itu!

Mengangkat kedua tangan: lemparkan segala urusan dunia ke belakang.

Berdiri: ketahuilah, bahwa Anda sedang berdiri menghadap Allah.

Tangan kanan di atas tangan kiri: Berlaku sopanlah di hadapan Allah.

Al Fatihah: Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah mengatakan: Aku membagi shalat untuk-Ku dan hamba-Ku dalam dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya. Jika hamba-Ku mengucapkan: Alhamdulillahi rabbil ‘alamien (segala puji bagi Allah penguasa jagat raya), Ku-jawab: “hamidani ‘abdi” (hamba-Ku memuji-Ku).

Jika hamba-Ku megatakan: “Arrahmanirrahim” (Yang Maha pengasih lagi penyayang), Ku-jawab: “Atsna ‘alayya ‘abdi” (hamba-Ku memujiku lagi).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Maaliki yaumiddien” (Penguasa di hari pembalasan), Ku-jawab: “Majjadani ‘abdi” (hamba-Ku menyanjung-Ku).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’ien” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong). Ku-jawab: Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta…

Jika hamba-Ku mengatakan: “Ihdinassiraatal mustaqiem… dst” (tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat), Ku-jawab: Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta (HR. Muslim).

Mulai sekarang, biasakan tiap kali membaca Al Fatihah bersikaplah seakan Anda mendengar jawaban Allah pada tiap ayatnya.

Ruku’: Bungkukkan punggung Anda untuk Allah saja, dan tundukkan hati Anda bersamanya.

Berdiri dari ruku’: Segala puji bagi Allah yang menjadikan punggung Anda tegak kembali.

Sujud: letakkan bagian tubuh Anda yang paling terhormat –yaitu wajah- pada tempat yang paling rendah di bumi –yaitu tanah-. Ingatlah bahwa Anda berasal darinya, dan Anda akan kembali ke sana. Lalu katakan “Subhaana Rabbiyal a’la” (Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi) 3x, agar makna tersebut semakin meresap dalam hati, lalu berdoalah sesuka Anda.

Duduk lalu sujud yang kedua: bersimpuhlah di hadapan Allah, dan sujudlah kembali, sebab sujud tidak cukup hanya sekali !

Tasyahhud: Attahiyyaatu lillaah wasshalawaatu wat thayyibaat (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah)… rasakan keagungan Allah ketika itu !

Assalaamu ‘alaika Ayyuhannabiyyu (salam sejahtera atasmu wahai Nabi)… ucapkan salam atas Nabi dan yakinlah bahwa Nabi membalas salam Anda. Nabi bersabda:

ما من عبد يصلى ويسلم علي إلا رد الله علي روحي فارد السلام

“Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan salam dan shalawat atasku, melainkan Allah kembalikan ruhku agar aku membalas salamnya”.

‘Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahisshaalihien (Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)… sekarang kedudukanmu mulai terangkat, salamilah dirimu dan kau perlu bersahabat dengan orang-orang shalih.

‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah’ (Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah)…yakinlah bahwa Allah ada meski engkau tak melihat-Nya.

Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim (Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau limpahkan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim)…Teladanilah kedua Nabi yang mulia ini, karena keduanyalah suri teladan terbaik. Dan berterima kasihlah kepada mereka yang telah mengajarkan kebaikan untukmu, dengan mendoakan mereka dalam shalatmu.

Salam ke kanan: tujukan kepada malaikat pencatat kebaikan…

Salam ke kiri: ucapkan dalam hati “Hai Malaikat di sebelah kiri, aku telah bertaubat !”.

— Penutup Shalat —

Istighfar 3x: Aku mohon ampun atas segala kekurangan yang terjadi dalam shalatku.

Bacalah: ‘Allahumma antassalaam waminkassalaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’ (Ya Allah, engkaulah As Salaam, dan dari-Mu lah keselamatan. Maha berkah Engkau wahai Yang memiliki segala kemuliaan)… ingatlah bahwa kalimat ini akan Anda ucapkan kepada Allah di Surga, tatkala Dia menyingkap tabir-Nya… Allah akan menyeru Anda dengan mengatakan: “Wahai Ahli Surga, Salaamun ‘alaikum”, maka mereka menjawab: “Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”.

Lalu bacalah: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik” (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)…agar shalat anda yang berikutnya juga sempurna.

Cobalah tips di atas, dan buktikan kemanjurannya karena saya sendiri telah mencobanya ! Semoga bermanfaat.

—

Penulis: Ustadz Sufyan Basweidan, Lc
Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin
Sufyan Basweidan

Sufyan Basweidan

Alumni Pascasarjana Jurusan Ulumul Hadits Universitas Islam Madinah

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian

oleh Luqman Hasan Nahari
17 Juli 2026
0

Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal...

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
28 Juni 2026
0

Pengertian akikah adalah kurban yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir. Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa akikah adalah domba yang...

Artikel Selanjutnya

Pelajaran dari Revolusi Timur Tengah (3)

Komentar 24

  1. Abu Bilal says:
    15 tahun yang lalu

    Ustadz, bolehkah kita berdoa ketika sujud menggunakan bhs. indonesia,sy pernah dpt jwbn tdk boleh,krna berbicara selain bacaan sholat,namun ada jg yg membolehkan

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Abu Bilal
      Permasalahan ini memang diperselisihkan oleh para ulama. Yang rajih, boleh jika memang tidak bisa sama sekali doa-doa yang diajarkan Rasulullah atau sama sekali tidak bisa berdoa yang dengan bahasa arab.

      Reply
  2. Ghea says:
    15 tahun yang lalu

    Subhanallooh….semoga dapat kami aplikasikan dalam sholat kami

    Reply
  3. ummi hasna says:
    15 tahun yang lalu

    Alhamdullilah ana dpt pencerahan walaupun sulit utk di aplikasikan, smg Allah menuntun ana utk bs mlaksanakn sholat dgn khusyu, jazakumullah khairan katsiro untuk yg mnulis artikel ini.

    Reply
  4. Artikel Islami says:
    15 tahun yang lalu

    Jadi tambah pengetahuan nih, trim

    Reply
  5. zulfahmi says:
    15 tahun yang lalu

    subhanalloh, insya allah dpat kami aplikasikan walaupun btuh waktu !

    Reply
    • Miftahul jannah ente says:
      7 tahun yang lalu

      Barakallahu fi umrik .. smoga yg menulis maupun yg singgah di artikel ini dpt dan mmpuh mnjlnkan sholat yg sbnr2 sholat

      Reply
  6. tari aulia says:
    14 tahun yang lalu

    subhanallah
    syukron ya,ini sangat bermanfaat dlam memperbaiki shalat saya..
    ^-^

    Reply
  7. kisman says:
    14 tahun yang lalu

    alhmdulillah…
    artikel yang bener2 luar biasa sebagai motivasi untuk lebih baik smoga Allah SWT. memberikan rahmat dan hidayah dan juga inayahnya kepada kita semua Amin….

    Reply
  8. masaris06 says:
    14 tahun yang lalu

    alhamdulillah sangat bermanfaat artikel ini.
    terimakasih

    Reply
  9. dharmalis says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Ust. Afwn ana mau tanya tentang hadits Nabi yg ust.sampikan diatas itu perawinya siapa & bagaimana kedudukan hadits tersebut
    Nabi bersabda:

    ما من عبد يصلى ويسلم علي إلا رد الله علي روحي فارد السلام

    “Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan salam dan shalawat atasku, melainkan Allah kembalikan ruhku agar aku membalas salamnya”.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #dharmalis
      Hadits tersebut shahih

      Reply
  10. yayan says:
    14 tahun yang lalu

    ustad boleh kah berdoa hanya didalam hati dengan bahasa Indonesia pada saat sujud?

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      14 tahun yang lalu

      @ Yayan: Berdoa dalam hati, tdk disebut berdoa. Jika berdoa dalam shalat sebaiknya dg bahasa Arab, baca doa sapu jagad pun bisa.

      Reply
  11. ami says:
    13 tahun yang lalu

    alhamdulillah, sangat bermanfaat.
    ustadz sy mau tanya sy mempunyai teman beragama nasoroh, dia pintar dan baik, sy sering mendoakan dia agar mendapatka hidayah islam apakah diperbolehkan? mhn jawaban syukron

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      #ami
      Sangat-sangat boleh

      Reply
  12. muhtadi says:
    13 tahun yang lalu

    terima kasih ustad atas ilmunya. sangat bermanfaat..
    semoga Allah selalu menuntun kita kepada jalan yang benar..

    Reply
  13. azka says:
    7 tahun yang lalu

    terima kasih banyak ustadz

    Reply
  14. Finanda cha says:
    7 tahun yang lalu

    Alhamdulillah saya sdh bisa sdkit2 mulai khusyuk dengan mngikuti artikel ini
    Trima kasih pak ustadz

    Reply
  15. AstrihaniKD says:
    7 tahun yang lalu

    Alhamdulillah dapat pencerahan yang bermanfaat untuk lebih khusyuk dalam sholat, maaf pak Ustadz saya mau tanya, kenapa pas saya sedang sholat sering sekali kepikiran kejadian2 yg terjadi sebelum sholat seperti memikirkan sesuatu yang tidak penting, padahal saya sudah berusaha untuk khusyuk, mohon pencerahannya ustadz, terimakasih sebelumnya, assalamualaikum

    Reply
  16. Muhtadin Billah says:
    7 tahun yang lalu

    MasyaAllah
    Semoga menjadi amal jariyah

    Reply
  17. nanda says:
    6 tahun yang lalu

    jazaakallahu khairan

    Reply
  18. Iwan says:
    6 tahun yang lalu

    Alhamdulillah. Sebuah kelengkapan dan kesempurnaan ibadah kuperoleh. In Syaa Allah menjadikan ibadahku lebih sempurna. Aamiin Yaa Rabb.
    Trimakasih ustadz

    Reply
  19. Ani says:
    5 tahun yang lalu

    Maa sya Allah tabarokallah, Terimakasih untuk penulis dan tim, semoga Allah menjadikan ini sebagai amal jariyah anda. Saya sampai berurai air mata membaca ini, tersadar kekhilafan dalam sholat selama ini. Alhamdulillah saya merasa bersyukur mengetahui ini, smoga Allah memudahkan kita untuk selalu khusyuk beribadah sehingga kita dapat meraih Surga-Nya kelak, aamiin yaa Robbal’alamiin…

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah