Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Menjauhi Dosa Besar

Ari Wahyudi, S.Si. oleh Ari Wahyudi, S.Si.
4 Oktober 2022
di Akidah
menjauhi dosa besar
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Jumlah dosa besar
  • Pengertian dosa besar
  • Dosa besar itu bertingkat-tingkat
  • Dosa besar yang paling besar

Allah Ta’ala berfirman,

إِن تَجۡتَنِبُوا۟ كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنۡهَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَیِّـَٔاتِكُمۡ وَنُدۡخِلۡكُم مُّدۡخَلا كَرِیما

“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kepada kalian, niscaya Kami akan menghapuskan dari kalian dosa-dosa kalian dan Kami akan memasukkan kalian ke dalam tempat yang mulia.” (QS. An-Nisa’: 31)

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dengan dalil yang tegas ini, Allah menjamin bagi orang yang menjauhi dosa-dosa besar bahwa Allah pasti akan memasukkan mereka ke dalam surga.”

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إلى الجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إلى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ ما بيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الكَبَائِرَ

“Salat lima waktu, salat jumat menuju salat jumat berikutnya, puasa ramadan menuju puasa ramadan sesudahnya, merupakan penghapus dosa-dosa yang terjadi di antaranya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Jumlah dosa besar

Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah dosa besar. Ada di antara mereka yang mengatakan bahwa dosa besar itu ada tujuh. Mereka berdalil dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقاتِ

“Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan,

الشِّرْكُ باللَّهِ، والسِّحْرُ، وقَتْلُ النَّفْسِ الَّتي حَرَّمَ اللَّهُ إلَّا بالحَقِّ، وأَكْلُ الرِّبا، وأَكْلُ مالِ اليَتِيمِ، والتَّوَلِّي يَومَ الزَّحْفِ، وقَذْفُ المُحْصَناتِ المُؤْمِناتِ الغافِلاتِ.

“[1] Syirik kepada Allah, [2] sihir, [3] membunuh jiwa yang haram dibunuh, kecuali apabila ada alasan yang membenarkannya, [4] memakan harta anak yatim, [5] memakan harta riba, [6] melarikan diri dari pertempuran saat dua pasukan bertemu, [7] menuduh berzina terhadap perempuan yang baik-baik dan tidak bersalah.” (Muttafaq ‘alaih)

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma mengatakan bahwa dosa besar itu jumlahnya lebih tepat dikatakan mendekati tujuh puluh dan bukan hanya tujuh. Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan bahwa hadis di atas sama sekali tidak menunjukkan pembatasan jumlah dosa besar.

Baca Juga: Merasa Aman dari Makar Allah: Antara Dosa Besar dan Kekafiran

Pengertian dosa besar

Adz-Dzahabi rahimahullah menjelaskan bahwa pengertian dosa besar yang tepat adalah segala bentuk perbuatan yang memiliki dampak hukuman khusus (had) di dunia semacam membunuh, berzina, atau mencuri. Atau perbuatan yang disebutkan di dalam dalil dengan peringatan keras berupa hukuman di akhirat berupa siksaan, kemurkaan, tantangan, atau perbuatan yang pelakunya dilaknat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dosa besar itu bertingkat-tingkat

Adz-Dzahabi rahimahullah menyatakan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwasanya sebagian dosa besar lebih berat dosanya daripada dosa besar yang lain. Sebagaimana halnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memasukkan syirik kepada Allah dalam kategori dosa besar padahal pelakunya kekal dihukum di dalam neraka dan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik itu selama-lamanya.

Dosa besar yang paling besar

Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan bahwa dosa besar yang paling besar adalah kesyirikan kepada Allah Ta’ala dan hal itu meliputi dua macam: syirik besar dan syirik kecil. Dosa syirik besar itu berupa menjadikan selain Allah sebagai sesembahan tandingan, entah itu pohon, matahari, bulan, nabi, syekh, bintang, malaikat, dan lain sebagainya. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَغۡفِرُ أَن یُشۡرَكَ بِهِۦ وَیَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَ ٰ⁠لِكَ لِمَن یَشَاۤءُۚ

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa lain yang berada di bawah tingkatan dosa syirik itu bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa’: 48)

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُۥ مَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ

“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka.” (QS. Al-Ma’idah: 72)

Adz-Dzahabi rahimahullah menyatakan bahwa barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, kemudian meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik, maka dia pasti termasuk penghuni neraka. Sebagaimana halnya barangsiapa yang beriman kepada Allah kemudian meninggal dalam keadaan beriman, maka dia termasuk penghuni surga meskipun dia harus disiksa terlebih dulu di dalam neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أنَّ اللهَ تعالى قال إني أغنى الشركاءِ عن الشركِ فمن عمل عملًا أشرك فيه غيري فأنا منه بريءٌ وهو للذي عمِلَه

“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Aku tidak butuh sekutu-sekutu dari perbuatan syirik. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal dengan mempersekutukan Aku di dalamnya, maka Aku berlepas diri darinya dan dia akan diserahkan kepada sosok yang dijadikannya sebagai sekutu.‘” (HR. Ath-Thabari dalam Tahdzibul Atsar)

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَدِمۡنَاۤ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنۡ عَمَلࣲ فَجَعَلۡنَـٰهُ هَبَاۤءࣰ مَّنثُورًا

“Dan Kami hadapi segala amal yang dahulu mereka lakukan di dunia kemudian Kami jadikan amal-amal itu (seperti) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23)

Sebagian orang yang bijak mengatakan, “Orang yang ikhlas adalah yang berusaha menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana dia berusaha untuk menyembunyikan kejelekan-kejelekannya.”

Baca Juga:

  • Khotbah Jumat: Empat Dosa Besar yang Sering Diremehkan
  • Selingkuh Adalah Dosa Besar

***

Penulis: Ari Wahyudi, S.Si.

Artikel: www.muslim.or.id

 

Catatan kaki:

Diadaptasi dari Al-Kaba’ir karya Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah

ShareTweetPin2
Ari Wahyudi, S.Si.

Ari Wahyudi, S.Si.

Alumni S1 Biologi UGM, Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, penulis kitab "At Tashil Fi Ma'rifati Qawa'id Lughatit Tanzil".

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya
tauhid dan kecintaan

Tauhid dan Kecintaan

Komentar 1

  1. Sa'ad says:
    4 tahun yang lalu

    “… Adz-Dzahabi rahimahullah menyatakan barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah kemudian meninggal dalam keadaan berbuat syirik, maka dia pasti termasuk penghuni neraka. Sebagaimana halnya barangsiapa yang beriman kepada Allah kemudian meninggal dalam keadaan beriman, maka dia termasuk penghuni neraka meskipun dia harus disiksa terlebih dulu di dalam neraka…. ”

    Sepertinya ada kesalahan penulisan pada bagiaan kalimat yang kedua. Mungkin seharusnya “.. maka dia termasuk penghuni surga meskipun dia harus …”

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah