Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Jalan Kebahagiaan Dunia Akhirat

Ari Wahyudi, S.Si. oleh Ari Wahyudi, S.Si.
10 September 2022
di Akhlak dan Nasihat
jalan kebahagiaan
Share on FacebookShare on Twitter

Sesungguhnya ilmu adalah perkara yang paling utama untuk diminta oleh seorang hamba. Telah diketahui bahwa meraih kebahagiaan yang tiada terputus adalah perkara yang sangat penting. Sementara manusia diciptakan untuk hidup di dunia. Dan tidak mungkin mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, kecuali dengan menaati Allah dan ittiba’/ mengikuti petunjuk Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan hal ini tidak bisa tercapai, kecuali dengan landasan ilmu. Sebagaimana firman Allah,

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ

“Maka, ketahuilah bahwa tidak ada ilah/ sesembahan yang benar, selain Allah. Maka, minta ampunlah atas dosamu.” (QS. Muhammad: 19)

Allah memulai dengan ilmu karena istigfar ini sejatinya mencakup segala bentuk amalan. Allah meletakkan (perintah) istigfar setelah (perintah) berilmu. Oleh sebab itu, Imam Bukhari rahimahullah membuat bab tentang ayat ini dalam kitab Sahih-nya dengan mengatakan, “Bab ilmu sebelum ucapan dan amalan berdasarkan firman Allah…” (lalu beliau membawakan ayat ini). Sesungguhnya ini perkara yang nyata dan jelas. Allah Ta’ala mengutus para rasul dengan membawa ilmu yang diwahyukan kepada mereka.

Baca Juga: Apakah Aku Benar-Benar Bahagia?

Dan tidak ada kebahagiaan bagi seseorang, kecuali dengan ittiba‘ kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena sesungguhnya kebahagiaan bukanlah dengan menggapai berbagai kesenangan dunia, atau menggapai kedudukan (jabatan), harta, syahwat, dan lain sebagainya. Ini semua akan sirna. Seolah-olah ia tidak pernah ada sebelumnya.

Sesungguhnya kebahagiaan sejati adalah dengan mewujudkan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Pertama, manusia akan bahagia di dunia dalam bentuk merasakan kelezatan dan ketentraman dalam hubungannya (ibadah) dengan Allah dengan rasa tunduk, rasa takut, rasa harap, dan inabah. Sehingga hatinya pun menjadi hidup dengan kehidupan yang hakiki.

Oleh karena itu, para sahabat -semoga Allah meridai mereka- apabila mendengar suatu kalimat (nasihat) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kalimat itu memberikan bekas dalam kehidupan, amal, dan jalan hidup mereka.

Mereka mempelajari ilmu dan amal sekaligus. Karena mereka adalah orang Arab dan wahyu turun dengan bahasa mereka (bahasa Arab). Sehingga, cukup bagi mereka hanya dengan mendengar kalimat (nasihat itu), mereka bisa memahami dan mengerti apa yang ditunjukkan olehnya (kandungannya). Karena itulah, mereka menjadi sosok para pengemban ilmu yang mumpuni -semoga Allah meridai mereka-.

(Cuplikan faidah dari Syekh Prof. Dr. Abdullah Al-Ghunaiman hafizhahullah, salah seorang ulama senior di Arab Saudi)

Baca Juga:

  • Solusi Hidup Bahagia
  • Celaka atau Bahagia?

***

Penerjemah: Ari Wahyudi, S.Si.

Artikel: www.muslim.or.id

 

Sumber: https://youtu.be/CcP_MWTGobY

ShareTweetPin2
Ari Wahyudi, S.Si.

Ari Wahyudi, S.Si.

Alumni S1 Biologi UGM, Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, penulis kitab "At Tashil Fi Ma'rifati Qawa'id Lughatit Tanzil".

Artikel Terkait

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup

oleh Fauzan Hidayat
14 Juni 2026
0

Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang...

Artikel Selanjutnya
mengingat Allah

Keutamaan Berzikir (Mengingat Allah) di Setiap Keadaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah