Berita Ahlus Sunnah Di Negeri Yaman (21 – 28 Muharram 1433)

Berita Ahlus Sunnah Di Negeri Yaman (21 – 28 Muharram 1433)

Jum’at, 28 Muharram 1433 (23 Desember 2011)

Kemuliaan Hanya Milik Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang Yang Beriman

Allah telah menghancurkan kekuatan Hutsy dan menimpakan kehinaan kepada mereka, mereka telah banyak menghinakan manusia maka Allah menghinakan mereka di tangan Ahlus Sunnah. Orang-orang Hutsy tidak pernah membayangkan suatu hari kelak pena-pena para pelajar berubah menjadi menjadi senjata! 

Tinta-tinta mereka berubah menjadi peluru !

Buku-buku tulis mereka berubah menjadi tempat perlindungannya !

Tetapi Allah menghendakinya ini semuanya !

Pelajaran kami tentang jihad di Al-Qur’an dan As-Sunnah, Allah jadikan sebuah amalan yang nyata !

Semoga Allah menghinakan mereka dan memuliakan Ahlus Sunnah !

Ya memang ! Orang-orang Rafidhah sampai di Sha’dah dengan sebuah peristiwa yang mereka tidak perhitungkan! Mereka sama sekali tidak mengira hasilnya akan seperti ini ! Akan tetapi angin berhembus tidak sebagaimana yang dikehendaki kapal!

Syarat-syarat Syaikh Yahya dan warga Dammaj yaitu :

  • Dihapuskannya blokade.
  • Dimasukannya pasokan bahan makanan.
  • Ahlus Sunnah dimana saja berada tidak boleh diganggu.
  • Masuknya rombongan Wailah ke Dammaj.
  • Orang-orang Hutsy harus keluar dari Dammaj.

Akhirnya orang-orang Hutsy tunduk kepada syarat-syarat ini dengan penuh kehinaan dan kerendahan, ini yang menimbulkan keheranan semua orang yang menyaksikannya! Akan tetapi penghianatan orang-orang Hutsy yang mengajarkan kepada kami, bahwasanya pengkhianatan mereka lebih bejat dibandingkan dengan orang-orang Yahudi! Tidak ada kepercayaan kepada mereka! Hari-hari di masa yang akan datang yang akan menampakkannya, mereka berbuat makar maka Allah akan membalas makar mereka, dan Allah sebaik-baik yang membalas makar mereka. Kami dalam posisi menunggu, apakah ini hanya sekedar tipu daya untuk mengalihkan

Perhatian dari medan perang Wailah atau tanda-tanda kekalahan mereka yang sangat jelas dan terang! Dengan semua ini, perang kabilah Wailah telah menjadi batu yang menganjal dan duri yang menusuk tenggorokan orang-orang Hutsy! Dan sebagaimana yang diperkirakan, sebagian ikhwah pergi ke Sha’dah dengan persenjataan mereka, di jalan mereka di cegat dan dilarang orang-orang Hutsy keluar dari Dammaj!

Dan dengan ijin Allah Mujahidin di Wailah tetap terus maju kedepan!

Sampai saat ini tidak ada poin-poin perjanjian yang terealisasikan kecuali hanya gencatan senjata. Dan diantara tipu-daya Rafidhah, mereka menyerahkan Pos Khoniq akan tetapi mereka membuat Pos Penjagaan ditempat sebelumnya. Dari situ mereka melarang orang keluar dan masuk ke Dammaj. Ini menunjukkan bahwasanya orang-orang Rafidhah adalah orang yang paling banyak berdusta, aku berkenyakinan penghapusan Pos Perlindungan hanya tipuan saja dan untuk mempersiapkan kekuatan mereka! Maka kami katakan : orang-orang rofidhoh menggali kuburan mereka sendiri!

Adapun hari ini, orang-orang Palang Merah Dunia berusaha memasukkan bahan-bahan makanan ke Dammaj, akan tetapi di jalan dicegat orang-orang Rafidhah dan meminta sepertiga bagian, maka orang-orang Palang Merah menolaknya dan kembali lagi, sampai datangnya Husain Al-Ahmar dan membawa masuk bantuan tersebut dan orang-orang Hutsy meminta bagian sepertiganya maka Husain Al-Ahmar memberikan jaminan kepada mereka tanpa sepengetahuan orang-orang Palang Merah, maka masuklah bantuan tersebut kemudian diturunkan dan dibagikan ke pelajar. Datanglah Husain Al-Ahmar meminta bagian orang-orang Hutsy, tetapi orang-orang Palang Merah menolaknya, kemudian Husain pergi ke warga Dammaj untuk meminta bagian Rofidhoh, sekali lagi warga Dammaj mengatakan orang-orang Palang Merah melarang mereka memberikan bahan-pangan tersebut ke rofidhoh maka ini membuat bingung dan susah posisi Husain Al-Ahmar !

Orang-orang Hutsy membutuhkan bahan makanan karena mereka memerlukannya untuk membunuhi anak-anak dan wanita!

Mereka membutuhkannya dari orang yang mereka katakan: mampuslah Aeirika dan Yahudi ! (karena Palang Merah Dunia dibawah kekuasaan orang-orang Nashara dan Yahudi)

Seperti biasa Palang Merah membawa makanan berupa gandum yang belum digiling sementara di Dammaj tidak ada solar untuk menghidupan mesin penggilingan !

Berita Jihad Dari Bumi Wailah

Hari Jum’at, 23 Muharrom 1433, lebih dari 100 orang Rafidhoh, terluka dan melarikan diri.

قال الله تعالى : {قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ () وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ}

Allah berfirman : “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka dan serta melegakan hati orang-orang yang beriman dan menghilangkan panas hati orang-orang mu’min dan Allah menerima taubat orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana”. (QS. At-Taubah 14-15)

  • Dengan karunia Allah, pasukan penolong Allah dari kabilah Wailah berhasil mewujudkan kemenangan demi kemenangan -dengan taufiq Allah-dan Allah menolong hamba-hamba-Nya yang dikehendaki dan menghinakan orang-orang dikehendaki.
  • Orang-orang Rafidhah menyerang dengan serangan tiba-tiba maka pasukan Mujahidin berhasil menghadapinya kemudian menyerang balik dan mengalahkan mereka dengan ijin Allah,
  • Saudara-saudara kami terus maju dan mendapatkan kemenangan demi kemenangan. Dan orang-orang rofidhoh berguguran dan terbunuh kemudian meninggalkan 100 orang yang terbunuh dan puluhan orang-orang yang terluka, juga ratusan orang melarikan diri dengan meninggalkan perlengkapan perang mereka dan senjatanya.
  • Para Mujahidin berhasil menguasai tempat-tempat strategis dan tempat-tempat yang penting milik orang-orang Rafidhah.

Hari kemarin terjadi beberapa peristiwa diantaranya :

  • Pimpinan Rafidhah menembaki anak buah mereka yang melarikan diri.
  • Mujahidin yang pemberani maju dengan kemajuan yang sangat besar, sampai-sampai mujahidin menceritakan, mereka membunuh orang-orang Rafidhah dengan pisau-pisau karena banyaknya yang melarikan diri.
  • Mujahidin berhasil menguasai banyak sekali persenjataan musuh diantaranya : senapan mesin, senapan sniper, amunisi, berbagai macam jenis makanan, komputer, telepon genggam dan yang lain-lainnya.
  • Sebagian diantara mujahidin meninggal-semoga Allah menerimanya sebagai syuhada’

    Juga ada yang terluka, tetapi luka ringan saja, Alhamdulillah.
    Ya Allah kami serahkan Rafidhah kapada-Mu !
    Ya Allah cerai-beraikan jama’ah mereka !
    Ya Allah hancurkan kekuatan mereka !
    Ya Allah menangkanlah Ahlus Sunnah !
  • Pada waktu yang penuh dengan berkah ini -dengan karunia Allah- puluhan Rafidhah berguguran dan terbunuh di hadapan Mujahidin Ahlus Sunnah, mereka memasang ranjau untuk saudara-saudara kami tetapi Allah menyelamatkan dan menjaga para wali-Nya dan Mujahidin dari bahayanya, ini adalah kemenangan yang sangat besar.
  • Supaya orang-orang Rafidhah tahu, tipu daya dan kedustaan mereka di Dammaj tidak akan berhasil, mereka tidak akan keluar dari Dammaj kecuali dengan kekuatan senjata-dengan ijin Allah-
  • Juga supaya Abdul-Malik Hutsy dan Faris Mana’ tahu bahwa darah Syaikh Yahya bin Utslah dan darah para Mujahidin tidak akan tertumpahkan dengan sia-sia, ini yang menjadi sumpah kabilah Wailah dan Kabilah Yaman untuk menolong kebenaran !
  • Pada saat ini! aku meminta kepada saudaraku dimana saja, untuk mendoakan kemenangan bagi saudara-saudaranya di Wailah melawan agama Syi’ah.

 

Ya Allah turunkan kemenangan bagi hamba-hamba-Mu Muwahhidin !

Kamis, 27 Muharram 1433 (22 Desember 2011)

Blockade Di Dammaj dan Kemurahan Rabbul-‘Ibad

  • Hari ini telah berganti dan blokade masih berlangsung, kondisi dalam keadaan tenang tanpa ada tembakan setelah pengumuman adanya gencatan senjata oleh Tim Mediator yang baru. Sebagaimana yang diberitakan Tim Mediator ini dipimpin oleh Husain Al-Ahmar dan Hasan Zaid berkeinginan memadamkan api fitnah yang telah dinyalakan oleh orang-orang Hutsy, yang sebelumnya mereka diminta oleh Abdul Malik Hutsy untuk ikut campur menyelesaikan permasalahan ini setelah kekalahan berkali-kali yang dirasakan oleh orang-orang Hutsy di medan perang Kitaf dan yang lainnya, tentunya dengan karunia Allah. Kalaupun disana ada perdamaian, maka harus dihapuskan pos Khaniq yang saat ini dibawah kekuasaan mereka dan diperbolehkan masuknya pasokan bahan makanan dengan segala apa yang dibawanya. Kalau Tim tersebut mampu melaksanakan ini semua maka mereka berhak menjadi Tim Mediator , kalau tidak, lebih baik tidak usah menjadi Tim Mediator.
  • Gencatan senjata masih terus berlangsung, tim Pengawas masih berada disana, dan mereka melaporkan bahwasanya dari pihak Ahlu Sunnah benar-benar melaksanakan gencatan senjata. Beginilah Ahlu Sunnah, selalu memenui janji dan tidak berkhianat, dan ini adalah kebiasaan dan manhaj mereka !
  • Kami kabarkan kepada Rafidhah, sekarang kondisinya berubah, semuanya telah menjadi musuh kalian, tidak bisa tidak, harus dihancurkan kekuatan mereka-dengan pertolongan dan kekuatan Allah– karena mereka telah berbuat zhalim dan membuat kerusakan di muka bumi. Berbeda dengan Rafidhah walaupun Tim Pengawas masih berada disana mereka masih saja melanggar perjajian gencatan senjata !
  • Juga telah datang Tim Mediator yang terdiri dari para pembesar kabilah Hasyed dan yang lainnya, kemudian berunding dengan penduduk Dammaj dan Syaikh Yahya, intinya tidak ada perundingan selama masih ada blokade.
  • Telah sampai berita kepada kami, kemarin sore, maksudnya hari Rabu, rombongan Palang Merah Dunia berkeinginan memasukkan bahan-bahan makanan ke Dammaj tetapi ketika sampai di Raihan dicegat oleh orang-orang Rofidhoh dan mereka meminta bahan makanannya dibagi menjadi dua, antara warga Dammaj dan mereka, orang-orang Palang Merah menolaknya dan memasukkan bantuan kembali gudangnya. Apakah dengan orang-orang semisal mereka ada perjanjian damai ?

Kabar Kemenangan Dari Dammaj,

  • Hari ini Husain Al-Ahmar datang ke Dammaj disertai oleh Palang Merah Dunia dengan menbawa 4 unit Truk dipenuhi dengan bahan-bahan makanan. Sungguh suatu yang mengherankan, orang-orang rofidhoh begitu tunduknya dengan syarat-syarat yang ditetapkan Syaikh Yahya, mungkin karena kekalahan dan kehinaan yang telah mereka terima dari Ahlu Sunnah di Wailah.
  • Telah terjadi peristiwa-peristiwa yang menggembirakan, diantaranya : dihapuskannya pos Khoniq, orang-orang Hutsy menarik pasukannya dari Dammaj bahkan mereka keluar dari Dammaj, dan tidak ada ganguan lagi kepada Ahlu Sunnah, dan juga perkara-perkara yang lain-lainnya, itu semua merupakan kemenangan bagi Ahlu Sunnah.
  • Hari ini terjadi komunikasi antara Syaikh Yahya dengan Syaikh Muhammad bin Hady Al-Madkholy-semoga Allah menjaga keduanya-dan Syaikh Muhammad menyampaikan duka citanya atas meninggalnya saudara Syaikh Yahya, Syaikh Ahmad Al-Hajury di bumi jihad Kitaf, keduanya juga saling memberikan wasiat dan nasehat, walhamdulillah, kami memohon kepada Allah untuk menyatukan Ahlu Sunnah dan diantara para Masyaikhnya.

Kitaf, Hari Kamis 27 Muharrom 1433,

  • Ikhwah Mujahidin berhasil menghalau upaya Rafidhah untuk menyusup di garis depan medan perang Kitaaf, dan berhasil membunuh tiga orang diantara mereka dan melukai yang lainnya, adapun ikhwah mujahin semua dalam keadaan selamat.

Tambahan :

Seharusnya hari Jum’at ini akan dihapuskannya blokade dari Dammaj dengan ijin Allah karena kesepakatan damai telah ditanda-tangani melalui perantaraan Husain Al-Ahmar dengan syarat blockade harus di hapuskan, dimulai hari Jum’at ini dan Hutsiyyin harus turun gunung yang mengelilingi Dammaj kemudian penjaga di pos Khoniq digantikan oleh pasukan dari kabilah Hasyed untuk menjamin terlaksananya kesepakatan perjanjian dan terjaminnya pasokan bahan makanan ke Dammaj. Kami berharap Hutsiyyin untuk kali ini bisa dipercaya dan mematuhi isi perjanjian, dan kami mendengar malam ini telah masuk 4 unit Truk besar dengan membawa berbagai macam bahan makanan dari palang Merah Internasional.

Sumber berita dari : Abu Abdullah Husain Al-Kuhlany. www.m-noor.com


Rabu, 26 Muharram 1433 (21 Desember 2011)

  • Blokade tetap berjalan, adapun tembakan dengan senjata berat telah berhenti karena adanya tim pengawas yang ditunjuk oleh tim mediator untuk mengawasi kondisi disana, hanya tersisa beberapa kali tembakan dengan sniper.
  • Tidak ada perdamaian dengan Rafidhah kecuali dengan apa yang telah disampaikan oleh Syaikh Yahya yaitu mereka harus pergi dari Dammaj, kemudian menghapus pos Khaniq. Juga ikhwah Ahlus Sunnah dengan bebas bisa bergerak di propinsi Sha’dah tanpa ada tekanan dari orang-orang Rafidhah.
  • Ikhwah di Kitaaf mendapatkan kemajuan yang sangat cepat, dan mayat-mayat Rafidhah berserakan di seluruh Kitaaf juga disaksikan, orang-orang rofidoh dalam jumlah yang sangat besar melarikan diri dari tembakan pasukan Ahlus Sunnah.
  • Ahlus Sunnah semua sepakat tidak ada perdamaian dengan Rafidhah kecuali setelah dihapuskannya blokade.
  • Syaikh Yahya menuntut dari Tim Mediator, yang pertama: menghapuskan blokade kemudian mengadakan perundingan berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah karena Tim Mediator jauh dari Ahlus Sunnah.
  • Adapun di Kitaaf, kemuliaan telah dikuasai oleh singa-singa Ahlus Sunnah dan mereka telah membunuh 40 orang Rafidhah, dan mengejar-mengejar mereka sampai ke rumah-rumah. Maka terbunuhlah orang-orang terbunuh dan larilah orang-orang yang berlari.

Allahu Akbar !

Allahu Akbar !

Allahu Akbar !

Walhamdulillah !

Berita ini datang dari Syaikh Abdul-Wahhab As-Syamury.

Semua kemuliaan hanya milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.

  • Datang berita gembira! Setelah menunggu sampai fajar, kemudian terjadi pertempuran yang sangat sengit dan terus-menerus di medan perang Kitaaf. Ikhwah Mujahidin berhasil menguasai garis depan medan perang Kitaaf, orang yang menyaksikan mengabarkan bahwasanya mujahidin berhasil menguasai jalan Zubairiyat, jalan yang paling penting yang dikuasai Rafidhah menuju ke Sha’dah.
  • Orang yang terbunuh dari kalangan Rafidhah lebih dari 40 orang dan dibawa oleh mobil-mobil mereka. Juga orang-orang Rafidhah menembaki orang-orang yang lari diantara mereka sendiri.

 

Ya Allah Tolonglah Dia dan Orang Yang Semisalnya

Kemarin malam, tanggal 25 Muharrom 1433/20 Desember 2011, tatkala aku kembali dari pos penjagaan dan sampai dekat dengan masjid, aku mendapatkan tiga orang Ikhwah menarik gerobak, diatasnya ada orang yang diselimuti, kemudian aku bertanya: “Dari mana ? Mau kemana ? Dan apa ini ?“. Mereka menjawab : “Dari asrama pelajar yang ada di perkebunan, adapun ini, (istri salah satu diantara mereka) telah keguguran dan janinnya masih berumur dua bulan kemudian terjadi pendarahan yang sangat parah dan ia merasakan sakit yang luar biasa sekali dan menderita kedinginan“. Sedangkan waktu itu, waktu sudah malam sekali. Akhirnya kami mencari Dokter Adnan -semoga Allah membalas kebaikannya- dan beliau datang memberikan suntikan untuk mencegah pendarahan dan memasang infus, Setelah itu Al-Akh tadi berkeinginan kembali ke rumahnya, membawa istrinya dengan membawa gerobak sedangkan jaraknya sangat jauh sekali dan cuaca sangat dingin sekali.

Maka aku katakan kepadanya: “Malam ini tinggal dirumahku saja, akhirnya keduanya masuk ke dalam rumah dan duduk sesaat, akan tetapi wanita tadi masih merintih kesakitan, dan pendarahan terus berlangsung, akhirnya kami mencari Dokter wanita dari Nigeria istri Al-Akh Abdun-Nur dan setelah kami bertanya-tanya, kami dapatkan rumahnya, kemudian kami ketuk pintunya dan dia keluar. Masih tampak bekas kantuknya, karena waktu itu sudah sangat malam sekali, dia berkata : “Baik, bersabarlah istriku dalam keadaan sakit”. Maka aku katakan : “Maaf ! Aku tidak mengira hal ini”. Beliau menjawab : “Tidak mengapa, tunggu sebentar!”. Kemudian keduanya pergi bersama kami -semoga Allah membalas kebaikan mereka berdua-. Kemudian dokter wanita tadi mengobati istri al-akh tadi akan tetapi dia tetap merintih dan merasakan rasa sakit yang luar biasa sampai pagi harinya! Ya Allah tolonglah wanita yang terzhalimi ini yang menderita kesakitan karena blokade oleh Rafidhah yang telah berbuat kerusakan, Wahai Ahlus Sunnah dimana kalian berada ?!

Selasa, 25 Muharram 1433 (20 Desember 2011)

  • Tembakan dan bombardir terus berlangsung, setelah ‘isya agak tenang dikarenakan adanya tim Mediator yang berkunjung ke Dammaj, tapi peluru mortar tetap berjatuhan di masjid dan dekat rumah Syaikh Yahya Al-Hajury -semoga Allah menjaganya-. Alhamdulillah tidak ada yang terluka.
  • Karena beratnya blokade, beberapa ikhwah melepas pintu kamarnya dan menjadikannya sebagai kayu bakar karena sudah tidak ada gas dan kayu bakar lagi !
  • Ikhwah membalas tembakan yang ditujukan ke Dammaj dari arah Al-Masyrahah dengan menembakkan peluru mortar ke arah mereka dan menghentikannya sehingga tidak ada lagi tembakan setelah Ashar, bahkan ikhwah melihat kera-kera berlari-lari dan berkejar-kejaran di pos mereka dan juga disaksikan banyaknya mobil yang mengangkut mayat-mayat mereka juga orang-orang yang terluka dari Al-Hamimah.
  • Melihat banyaknya orang yang terbunuh dari kalangan Rafidhah juga tegarnya ikhwah menghadapi blokade di Dammaj dan kemenangan terus menerus yang diperoleh mujahidin di Wailah, radio Teheran, Iran menyiarkan bahwasanya Ahlus Sunnah menggunakan sihir dalam perang mereka.
  • Di pos penjagaan orang-orang Rafidhah yang berhadapan dengan Gunung Al-Barraqah, peluru meriam mereka berbalik dan meledak mengenai mereka sendiri sehingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan kerugian besar pada mereka.
  • Ikhwah di medan perang di Wailah berhasil menawan para penembak sniper dan komandan pasukan Rafidhah juga berhasil menghancurkan meriam yang dipasang Rafidhah untuk menembaki anak-anak dan wanita di desa Jurbah yang di huni keluarga Lutslah dimana kaum laki-lakinya berada di medan perang Wailah bersama mujahidin.

 

Kabar Gembira Untuk Hutsi / Rafidhah

  • Terjadi ledakan besar pada meriam yang berada di wilayah An-Nuqu’, di tempat tersebut terdapat orang-orang Rafidhah. Ledakan tersebut menggoncang wilayah tersebut sehingga menimbulkan banyak korban jiwa dari kalangan Rafidhoh, Ya Allah tambahkan karunia-Mu kepada kami !
  • Ikhwah mujahidin menembakkan peluru mortar ke arah wilayah Al-Masyrahah tanpa di sengaja. Sebagaimana biasa di pos tersebut terjadi pergantian pasukan lama diganti dengan pasukan yang baru, maka pasukan baru tersebut mencoba menembakkan peluru mortar ke arah rofidhoh ternyata peluru tersebut mengenai sasaran sehingga menimbulkan korban yang terbunuh dari kalangan rofidhoh. Ya Allah hancurkan dan binasakanlah Rafidhah !
  • Disana datang riwayat yang menyebutkan bahwasanya orang-orang Rafidhah yang berada di gunung Al-Ahrasy, berubah markaz mereka menjadi tempat tinggal kera! Maka seharusnya orang-orang Hutsy/Rafidhah mengecek ke gunung Al-Ahrosy, apakah pasukannya di sana telah berubah menjadi kera atau mereka telah mati kemudian dimakan kera-kera disana! Lihat juga meriam kalian di An-Nuqu’ dan teman-teman mereka yang telah menjadi korban di Al-Masyrahah sekalian membawa mayat-mayat mereka dari sana, juga ketika menyebarkan berita, jangan lupa dengan kebohongannya yang sudah menjadi kebiasaannya untuk meringankan beban para pengikutnya !
  • Telah datang tim mediator ke Dammaj untuk meneruskan upaya mereka mengadakan gencatan senjata dari kedua belah pihak -katanya- sampai saat ini keadaan masih tenang.
  • Adapun berita dari Wailah, ikhwah mujahidin terus maju, pertempuran sangat sengit sekali, dan orang-orang Rafidhah meneruskan kebiasaan mereka alias lari dari medan perang ?! Kami katakan kepada ikhwah mujahidin: maju terus! Semoga Allah memberkati, menjaga dan menolong kalian dan melapangkan dada hamba-hamba-Nya yang beriman.
  • Telah memberitakan kepada kami Syaikh Taraky -semoga Allah memberikan taufiq kepadanya- bahwa saat ini serangan sangat kuat sekali ke arah masjid, ruang tamu, juga rumah Syaikh Yahya Al-Hajury menjadi target utama dengan tembakan peluru mortar-semoga Allah menyelamatkan Syaikh Yahya, para pelajar dari orang-orang najis ini yaitu Rafidhah !


Senin, 24 Muharrom 1433 (19 Desember 2011)

Dari Bumi Wailah, Hari Ini Para Masyaikh Ahlu Sunnah Bersama Rombongan Kabilah Berduyun-duyun Datang ke Wailah

Peristiwa sejarah yang luar biasa dan belum ada yang menyamainya pada masa kini, datang pertolongan yang besar, dalam rangka memenuhi panggilan fatwa jihad yang dikeluarkan oleh para Masyaikh Ahlu Sunnah. Datang rombongan dalam jumlah yang besar para Masyaikh Sunnah dari kabilah Aryan, Riimah, Nahm, Haimah. Juga tambahan dari pasukan Arhab dan Damat dan rombongan dari kabilah-kabilah yang lain. Mereka dipersenjatai dengan senjata-senjata kaliber ringan, menengah dan berat dan mereka telah sampai di kota Ma’rib. Disana mereka bergabung dengan kabilah-kabilah Abidah Al-Abiyah yang sangat kuat dengan membawa kendaraan dan pasukan yang sangat banyak untuk meneruskan perjalanan menuju Wailah Al-Abiyah dalam upayanya menolong kebenaran dan para pengikutnya. Dan mereka telah sampai ke Wailah –dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya- untuk menolong saudara-saudaranya dan menghapuskan blokade terhadap anak-anak dan wanita. Mereka telah mengambill posisinya dan terus maju ke depan dengan ijin Allah. Hari ini mereka mendapatkan kemajuan yang sangat besar dan disisi lain orang-orang Rafidhah merasa ketakutan dan lari dari medan pertempuran !

Pukul 17.30 

Tembakan dan bombardir masih terus berlangsung dengan sengitnya, orang-orang Rafidhah menggunakan peluru mortar, meriam P 10, senapan mesin anti pesawat terbang kaliber 12,7 mm dan 14, 5 mm ke semua arah di gunung Al-Barroqoh, juga markaz Darul-Hadist, dapur, asrama pelajar, rumah-rumah penduduk, jalan-jalan. Alhamdulillah hari ini tidak ada satupun yang terluka atau tertembak, ini semua karena penjagaan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman lagi bersabar.

Medan Perang Kitaaf

  • Adapun di medan perang Kitaaf, ikhwah mujahidin di garis depan telah memborbardir pos penjagaan Rafidhah yang biasanya dari pos tersebut mereka menembaki dan menyerang mujahidin Ahlus Sunnah dan Alhamdulillah pos tersebut dibuat sunyi dan sekelompok Rafidhah telah terbunuh di tempat tersebut.
  • Salah seorang mujahidin tertembak tangannya oleh Rafidhah.
  • Orang-orang Rafidhah telah membuat markaz di penggunungan yang tinggi dan memanjang dekat dengan lembah Ali Jabbarah di kabilah Wailah. Kemudian di waktu-waktu tertentu mereka menembaki rumah-rumah kabilah disana, supaya penduduk kabilah merasa orang-orang Rafidhah hendak menyerang perkampungan mereka akhirnya mereka kembali untuk mempertahankan kampung halaman mereka dari serangan Rafidhah. Tetapi orang-orang kabilah Wailah dan kabilah-kabilah yang lainnya tetap bertekad untuk menghancurkan Rafidhah di tempat tersebut dan meneruskan perjalanan mereka menuju Dammaj dengan ijin Allah.
  • Terus berdatangan rombongan kabilah dan pejuang Ahlus Sunnah ke medan perang di Kitaaf untuk membantu saudara-saudaranya di sana. Hari ini datang rombongan dari kabilah Hasyed, Shan’a, Syabwah, Al-Baidha’, Dzimar, dan yang lainnya, dipimpin oleh sebagian para Masyaikh. Demikian juga telah bergerak rombongan dari kabilah Wady Abidah menuju medan perang Kitaaf.
  • Allahu Akbar, kemuliaan hanya milik Allah, Rosul-Nya dan orang-orang yang beriman, telah datang berita gembira dari kabilah bahwasanya Syaikh Ibnu Mu’ily telah sampai di Kitaaf dan bersama beliau 40 mobil berisi pasukan dan senjata.

Berita ini ditulis oleh Al-Akh Abu Abdullah Husain Al-Kuhlany.  

Ahad, 23 Muharram 1433 (18 Desember 2011)

Enam puluh satu hari sejak blokade Berjalan

Pukul 21.30 

Tembakan dan bombardir terus berlangsung dengan sengitnya sebagaimana biasa, dengan mortar, meriam P10, senapan mesin anti pesawat kaliber 14,5 mm dan 12,7 mm dengan sasaran Gunung Al-Barraqah, markaz Darul-Hadist dan sekitarnya. Juga asrama pelajar, rumah-rumah penduduk dan jalan-jalan. Karena serangan yang sangat begitu gencarnya, telah jatuh korban meninggal dan terluka, diantaranya :

  • Al-Akh Muhammad bin Yahya bin Ahmad Al-Hajury berumur 25 tahun dan beliau saudara Syaikh Abdul-Hamid Al-Hajury, terluka dengan luka yang sangat bahaya sekali, dimana peluru mengenai perutnya dan menembus sampai pinggulnya, kami mendengar kabar bahwasanya beliau telah diobati di Rumah Sakit As-Salam di Sha’dah.
  • Telah meninggal mati syahid (insya Allah) Al-Akh Abdurrohim Al-‘Udainy, dimana beliau pergi ke klinik pengobatan untuk menyumbangkan darah untuk saudara Muhammad bin Yahya yang terluka diatas dan membutuhkan tranfusi darah, pada waktu di jalan ditembak oleh sniper Hutsi dan langsung meninggal, semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai Syuhada’.
  • Hari ini, setelah zhuhur orang-orang Rafidhah menembakkan meriam P 10 dan jatuh di rumah Al-Akh Husain Yahya Al-Ghamary. Beliau terluka oleh pecahan peluru demikian juga istri beliau terkena pecahan peluru di beberapa tempat di tubuhnya dan kondisinya membaik. Tetapi anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun terkena pecahan peluru di dekat livernya, wajahnya, tangannya, dadanya sehingga langsung meninggal saat itu juga. Semoga Allah merahmatinya dan menerima sebagai Syuhada’, yang aneh anak perempuan kecil yang bersama mereka, dalam satu rumah. Alhamdulillah tidak terluka sedikitpun.
  • Telah terluka salah satu warga yang bernama Muqbil bin Mu’idh di telinganya dan kondisinya baik-baik saja.
  • Hari ini, setelah maghrib dua orang yang berada di gunung Al-Barraqah telah terluka, tetapi kami tidak mengetahui sejauh mana parahnya luka-lukanya

Adapun di medan perang Kitaaf, hari ini tidak terdapat gerakan apapun kecuali beberapa kali tembakan dari kedua belah pihak dengan senapan mesin.

  • Kemarin malam, orang-orang Rafidhah menembakkan peluru mortar beberapa kali ke arah pejuang kabilah dan Ahlus Sunnah yang berada di sebelah barat medan pertempuran dan posisi mereka berjaga-jaga disana. Akibatnya empat orang pejuang terluka di beberapa tempat di tubuhnya, salah seorang ikwah mengabarkan, ada 12 peluru mortar yang terjatuh di dekat tempat kami. Alhamdulillah tidak ada seorangpun yang terluka dari kami, ini semua berkat penjagaan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, berjihad lagi bersabar.
  • Kemudian pejuang kabilah membalas serangan ini dan menembaki pos perlidungan mereka sehingga terbunuhlah sekitar 12 orang Rafidhah sesuai dengan pemberitaan saksi yang melihatnya.
  • Hari ini, sebelum magrib, orang Rafidhah menembak salah seorang ikhwah dan terkena kakinya tetapi hanya terluka ringan saja.
  • Hari ini pada waktu ashar, mujahidin berhasil menangkap salah seorang rofidhoh dan mencecarnya dengan pertanyaan untuk mengetahui berbagai macam informasi darinya.
  • Para pejuang Ahlu Sunnah dan kabilah-kabilah Yaman terus berdatangan dari berbagai tempat menuju medan perang Kitaaf untuk membantu saudara-saudaranya disana dan meneruskan perjuangan mereka sampai di Dammaj sehingga terbukalah blokade setelah mengusir Rafidhah dan mengalahkannya dengan ijin Allah.

Berita ini di nukil oleh Al-Akh Abu Abdullah Al-Kuhlany.

 

Kemarin Mereka Membunuh Anak Kecil Yang Tak Berdosa, Hari ini Mereka Menembak Wanita Berusia Lanjut

Hari ini telah berganti setelah sebelumnya terjadi kejahatan dan kebiadapan yang dilakukan musuh Islam, musuh para Sahabat, orang-orang Rafidhah dengan menembak anak kecil yang tak berdosa, Ikrom Al-Ahuny yang menggerakkan orang untuk membalas dendam untuknya dan untuk Ahli Tauhid yang terbunuh secara zhalim.

Hari ini setelah shalat Fajar, seorang wanita yang telah berusia lanjut tertembak di kakinya dan darahnya terus keluar tanpa ada pengobatan yang cukup baginya -semoga Allah menyembuhkannya-. Sementara blokade terus berjalan, tembakan terus berlangsung, semoga Allah menurunkan hukuman kepada mereka sebagai balasan untuk para wali-Nya.

Demikianlah mereka ! tidak ada belas kasihan kepada anak-anak yang masih menyusu, wanita dan laki-laki yang telah berusia lanjut.

Inilah sejarah hitam mereka ! berulang dan terus berulang !

Walaupun demikian Allah senantiasa menolong wali-wali-Nya dan mengaruniakan nikmat-Nya !

Dan kabilah-kabilah Yaman dari setiap tempat terus bergerak menuju Wailah dalam rangka membebaskan Sha’dah dari noda-noda Rafidhah dan antek-anteknya sehingga kembali menjadi wilayah Sunni Salafy sebagaimana dimasa Sahabat.

Orang-orang semuanya bergerak menuju Sha’dah wahai Ikrom ! Memenuhi panggilanmu dan orang-orang semisaimu yang terzhalimi !

Maka aku katakan sebagaimana yang dikatakan Syaikh kami, Syaikh Yahya :

Wahai Orang-orang Kabilah !

Wahai Ahlus Sunnah !

Rafidhah perlu dihinakan !

Rafidhah harus dihentikan sampai pada batasnya dan secara khusus orang-orang Hutsy !

Demi Allah, kalau mereka tidak dihentikan tentu mereka akan memenuhi dunia dengan kehancuran dan kerusakan dan tidak ada orang yang hidup sesuai dengan apa yang mereka kehendaki dalam menjalankan ketaatan kepada Allah !

Wahai kabilah Sha’dah jangan sampai kalian meninggalkan medan perang !

Wahai seluruh Ahlus Sunnah jangan sampai kalian meninggalkan medan perang !

Wahai para saudagar yang dermawan jangan sampai kalian meninggalkan bantuan untuk saudara-saudara kalian !

Wahai pasukan dan tentara di pemerintahan dan orang-orang yang memiliki kemampuan, jangan sampai kalian meninggalkan saudara kalian !

Ketidak pedulian tidak akan bermanfaat !

Ketidak pedulian akan menjadikan orang-orang Rafidhah berkuasa !

Demi Allah tidaklah orang-orang Rafidhah mampu berkuasa kecuali karena ketidakpedulian dan perselisihan di antara fulan dan fulan, dan juga karena lemahnya iman.

Dari tempat ini aku menghimbau kepada orang-orang yang memiliki ghirah terhadap agama Allah dan mengajaknya kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kepada persaudaraan se-iman juga pertolongan kepada agama Allah dan kasih sayang kepada kemanusiaan untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan kepadanya sesuai dengan kemampuannya !

 

Tembakan dan Serangan Terus Berlangsung Sepanjang Malam Dengan Senapan Mesin dan Mortar

Alhamdulillah, ikhwah mujahidin membalas tembakan mereka dengan menembakkan mortar ke arah Al-Hamimah dan tepat mengenai pos perlindungan mereka.

Juga mujahidin menembakkan peluru mortar ke beberapa tempat orang-orang Rafidhah di dekat gunung Al-Qafl dan mengenai tempat perlidungan mereka sehingga banyak yang terbunuh diantara mereka. Ikhwah di Dammaj mengetahui apabila serangan rofidhoh bertambah keras, maknanya ada yang terbunuh dan terluka diantara mereka.

Mereka merasa menderita sekali dan tidak ada yang bisa melapangkan dada mereka kecuali dengan menembaki teman-teman.

Berita ini di nukil oleh Al-Akh Kholid bin Muhammad Al-Ghurbany. 

Sabtu, 22 Muharram 1433 (17 Desember 2011)

Blokade di Dammaj dan Kemurahan Rabbul-Ibad

Hari telah berganti dan blokade telah genap 60 hari atas saudara kalian di Dammaj, dan mereka dalam keadaan terkepung dengan kepungan yang zhalim dan tembakan-tembakan yang selalu disertai dengan gugurnya para Syuhada’ (insya Allah) baik kaum laki-laki, wanita ataupun anak-anak, juga terbunuhnya ratusan orang-orang Hutsy dengan kekuatan dan kebesaran Allah. Dan Allah telah menjanjikan bagi orang terzhalimi : dan demi kemulian-Ku, sengguh aku akan menolongmu walaupun untuk beberapa waktu kedepan! Dan kemurahan Allah bagi hamba-hamba-Nya Ahli Tauhid sangat tampak sekali. Segala puji hanya milik Allah, baik yang terdahulu atau yang akan datang! Allah Dzat yang Maha Pemberi Rizki, bila berkehendak untuk memberikan rizki-Nya maka tidak ada seorang pun yang mampu menghalanginya. Tadi malam, seorang pelajar meninggal terkena serangan yang sangat keras, semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai Syuhada’. Tembakan sangat dahsayat sekali sebagai balas dendam mereka atas kemenangan yang dicapai oleh para pejuang Ahlu Sunnah di Wailah. Hari kemarin, ikhwah menyerang daerah An-Nuqu’ -semoga Allah memberikan taufiq kepada mereka- maka berjatuhanlah orang-orang Hutsy. Baik yang terbunuh maupun yang terluka. Kami kabarkan dengan kabar gembira kepada ikhwah Ahlus Sunnah dimana saja berada bahwa saudara-saudara kalian di Dammaj terus berjihad, saling membantu, saling bahu membahu yang tidak ada taranya dan mereka dalam keadaan baik-baik saja. Demikian juga Syaikh kami, Syaikh Yahya Al-Hajury-semoga Allah menjaganya- dalam keadaan sehat dan terjaga dengan penjagaan Allah, sama sekali tidak mendapatkan luka-sebagaimana beritanya disebarkan oleh sebagian media massa.

Dalam sebuah kejahatan yang baru dan menakutkan oleh orang-orang Hutsy -semoga Allah melaknatinya- mereka telah menembak bayi kecil umurnya tidak lebih dari delepan bulan, tertembak ditangannya dan menembus sampai kepalanya kemudian terjatuh di hadapan kedua orang tuanya. Dan dia sekarang, dalam keadaan sekarat, antara sadar dan pingsan! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!!

Wahai Ahlus Sunnah dimana saja kalian berada, persiapkan diri kalian ! Bangkitlah untuk membalas dendam demi saudara-saudara, istri-istri, anak-anak kalian !

Pergilah ke Wailah, bumi jihad, untuk menolong saudara-saudara kalian Ahlus Sunnah !

Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !

Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !

Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !

Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !

Ya Allah balaslah terhadap orang-orang zhalim Hutsy dan turunkanlah hukuman dan siksaan-mu yang tidak mungkin terhalangi dari orang-orang yang jahat !

Bayi perempuan tersebut bernama Ikram bintu Ali bin Ahmad Al-Ahuni,

Ya Allah balaslah kebaikan untuk Ikram, dan ikatlah hati kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya !

Kekalahan Rafidhah Di Depan Mata

Ya Allah kalahkan musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh hamba-Mu yang Shalih !

Orang-orang Hutsi mengikat para pengikutnya dengan rantai besi sehingga tidak bisa lari dari pos perlindungan, apabila salah satu diantara terbunuh maka yang lainnyapun, kalau tidak terbunuh bersamanya maka akan menjadi tawanan. Dan mereka pergi ke pasar mengumumkan dengan mikrofun bahwasanya mereka membutuhkan pejuang dan memaksa para pengikutnya yang memiliki tiga orang anak yang sudah dewasa, untuk menyerahkan salah satu diantaranya untuk berperang melawan orang-orang Yaman (Ahlus Sunnah). Inilah kondisi orang-orang Rafidhah, coba bandingkan dengan pejuang Ahlus Sunnah, mereka datang dari mana-mana, baik dari dalam negeri Yaman ataupun dari luar, dengan harta dan jiwa mereka, memenuhi panggilan Allah kemudian panggilan jihad, dan tidak mengharapkan kecuali kemenangan atau mati syahid, dengan tujuan menolong saudara-saudara mereka. Dengan dada terbusung, tanpa takut dengan kematian, bahkan kematianpun lari dari mereka, maju terus kedepan dan tidak ada dalam kamus mereka kalimat “LARI” dari medan pertempuran, dan kemenangan selalu menunggu dihadapannya. Ya Dzat yang menjalan awan, kalahkan musuh-musuh (kami) dan hancurkan Rafidhah dan tolonglah kami dalam melawan mereka, Ya Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa ! Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu, goncangkan bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-MU !

Penyusun: Ustadz Abu Sa’ad M. Nur Huda, MA.
Artikel Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author