Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Memberi Nama Anak dengan Nama-Nama Nabi

Ahmad Anshori, Lc oleh Ahmad Anshori, Lc
16 Agustus 2022
di Akhlak dan Nasihat
nama anak islami
Share on FacebookShare on Twitter

Bismillah.

Di balik nama ada harapan dan doa untuk si buah hati. Banyak orang tua yang memberi nama anaknya dengan nama para nabi. Ada Isa, Yusuf, Daud, Muhammad, dan yang lainnya. Nama Nabi kita yang mulia, tampaknya menjadi nama nabi yang paling banyak dipakai di mana-mana saat ini. Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu bercerita,

 وُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلَامٌ فَسَمَّاهُ مُحَمَّدًا، فَقَالَ لَهُ قَوْمُهُ : لَا نَدَعُكَ تُسَمِّي بِاسْمِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَانْطَلَقَ بِابْنِهِ حَامِلَهُ عَلَى ظَهْرِهِ فَأَتَى بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،

فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ ، وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ مُحَمَّدًا فَقَالَ لِي قَوْمِي : لَا نَدَعُكَ تُسَمِّي بِاسْمِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،

فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي ، فَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ

“Ada seorang yang anaknya baru lahir, kemudian diberi nama Muhammad. Masyarakat menanggapi,

‘Kami keberatan dengan nama anakmu yang sama dengan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.’

Seraya menggendong putranya, si sahabat ini datang mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

‘Ya Rasulullah, saya punya anak yang saya beri nama dengan Muhammad. Kemudian masyarakat berkomentar, ‘Kami keberatan dengan nama anakmu yang sama dengan nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menanggapi,

تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي ، فَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ

‘Silahkan kalian memberi nama dengan namaku, tetapi jangan kalian berkunyah dengan kunyahku. Saya adalah Qosim (pembagi). Aku membagikan rahmat Allah di tengah kalian.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah, sebenarnya ini fenomena yang bagus. Menamai anak dengan nama para nabi dapat mendekatkan anak dan menumbuhkan cinta mereka kepada para nabi. Kemudian pula, sebagai harapan agar sang anak bisa berakhlak dan berguna sebagai berkah yang ada pada kehidupan para nabi.

Perlu kita ketahui bahwa nama para nabi adalah sebaik-baik nama sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah,

لَمَّا كَانَ الْأَنْبِيَاءُ سَادَاتِ بَنِي آدَمَ ، وَأَخْلَاقُهُمْ أَشْرَفَ الْأَخْلَاقِ ، وَأَعْمَالُهُمْ أَصَحَّ الْأَعْمَالِ ، كَانَتْ أَسَمَاؤُهُمْ أَشْرَفَ الْأَسْمَاءِ ، وَلَوْ لَمْ يَكُنْ فِي ذَلِكَ مِنَ الْمَصَالِحِ إِلَّا أَنَّ الِاسْمَ يُذْكَرُ بِمُسَمَّاهُ ، وَيَقْتَضِي التَّعَلُّقَ بِمَعْنَاهُ : لَكَفَى بِهِ مَصْلَحَةً ، مَعَ مَا فِي ذَلِكَ مِنْ حِفْظِ أَسْمَاءِ الْأَنْبِيَاءِ وَذِكْرِهَا ، وَأَنْ لَا تُنْسَى، وَأَنْ تُذكِّر أَسَمَاؤُهُمْ بِأَوْصَافِهِمْ وَأَحْوَالِهِمْ

“Di saat para nabi adalah tokohnya bani Adam. Akhlak mereka adalah akhlak terbaik. Amalan mereka adalah amalan terbaik. Maka, nama mereka adalah nama terbaik. Andai tidak ada manfaat di balik penamaan dengan nama mereka, kecuali mengingatkan kepada sang nabi dan menjadikan hati dekat dengan nabi,
maka cukuplah ini sebagai manfaat. Ditambah lagi ada manfaat, yaitu menjaga nama para nabi dan mengenangnya selalu, agar tidak dilupakan, agar nama – nama dan sejarah mereka disebut di tengah masyarakat.” (Zadul Ma’ad, 2: 312)

Wallahu a’lam bisshawab.

Sanden, PP Hamalatul Quran, 15 Muharram 1444 H

Baca Juga:

  • Bersabar atas Musibah Kehilangan Anak
  • Fatwa: Seputar Pemberian Orang Tua kepada Anak

***

Penulis : Ahmad Anshori, Lc.

Artikel : www.muslim.or.id

ShareTweetPin1
Ahmad Anshori, Lc

Ahmad Anshori, Lc

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
jalan taubat

Menempuh Jalan Tobat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah