Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Meneladani Kehidupan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Bag. 2)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
27 Juli 2022
di Akhlak dan Nasihat
meneladani ibrahim ismail
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Proses penyembelihan
    • Ketegaran saat dieksekusi
    • Pujian kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam
  • Hikmah-hikmah perintah penyembelihan
  • Pelajaran penting
    • Intinya bukan pada jenis ujian keluarga, namun pada kelulusannya!
    • Balasan sejenis amalan dan balasan lebih besar dari amalan
  • Buah keberhasilan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il ‘alaihimas salam melewati ujian keimanan besar

Baca pembahasan sebelumnya Meneladani Kehidupan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Bag. 1)

Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du,

Proses penyembelihan

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ

“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).” (QS. Ash-Shaffaat: 103)

Ketegaran saat dieksekusi

Jangankan remaja, seseorang yang sudah dewasa sekalipun, banyak yang ketika memiliki rencana lalu datanglah waktu pelaksanaannya, tiba-tiba dia berpikir untuk membatalkannya, karena terbayang beratnya tantangannya.

Namun, sosok remaja tegar Ismail, dengan istikamah berserah diri kepada Allah semata dan siap dibaringkan untuk disembelih. Tanpa sedikit pun terbesit untuk mengurungkan niatnya, padahal saat itu harus berhadapan dengan tajamnya pisau dan merasa sebentar lagi akan berpisah dengan ayahandanya. Allahu Akbar!

Allah Ta’ala berfirman,

وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ

“Lalu Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim!'”

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

“Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (QS. Ash-Shaffaat: 104-106)

Pujian kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam

Dalam kondisi yang mencekam, hanya tinggal digerakkan saja pisau di leher sang putra, lalu darah segar akan memancar, tiba-tiba Allah memanggil beliau. Allah menyerukan bahwa beliau telah benar-benar patuh totalitas kepada-Nya semata dengan membenarkan dan melaksanakan tuntutan wahyu berupa mimpi, dan mendahulukan rida-Nya daripada hawa nafsunya. Maka, Allah kabarkan ganjaran pahala baginya yang telah menyempurnakan peribadahan kepada-Nya, sehingga layak disebut sebagai “muhsin”.

Baca Juga: Bagaimanakah Al-Quran Turun kepada Nabi Muhammad?

Hikmah-hikmah perintah penyembelihan

Ayat yang agung ini menunjukkan hikmah perintah penyembelihan adalah sebagai ujian keimanan dari Allah Ta’ala. Wallahi, ini benar-benar ujian yang membuktikan kesempurnaan tauhid, keikhlasan, iman, peribadahan Nabi Ibrahim dan putranya ‘alahimas salam kepada Allah, serta untuk mengangkat derajat keduanya.

Ujian yang super berat karena Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sudah menunggu kelahiran Ismail selama 86 tahun. Ketika lahir, beliau dididik dengan pendidikan terbaik sehingga menjadi anak yang benar-benar saleh. Lalu, tiba-tiba diperintahkan untuk menyembelihnya. Lebih berat lagi terasa ujian tersebut bahwa yang diperintahkan menyembelih adalah beliau sendiri. Allahu Akbar!

Bandingkan dengan ujian harta berupa syari’at berkurban di hari Iduladha. Tentunya jauh lebih ringan. Itu pun mungkin banyak yang mampu, namun tidak berkurban.

Pelajaran penting

Intinya bukan pada jenis ujian keluarga, namun pada kelulusannya!

Seberat apapun ujian keluarga yang kita hadapi, berhusnuzanlah kepada Allah. Siapa tahu meski berat ujian kita, namun Allah tolong kita sehingga kita lulus ujian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن العبد إذا سبقت له من الله منزلة فلم يبلغها بعمل ؛ ابتلاه الله في جسده أو ماله أو في ولده ، ثم صبر على ذلك حتى يبلغه المنزلة التي سبقت له من الله عز وجل

“Sesungguhnya seorang hamba ketika ditentukan untuknya (anugerah) kedudukan (tinggi) dari Allah, padahal amalan(nya) tidak bisa mencapainya, maka Allah mengujinya pada badannya, hartanya, atau anaknya. Kemudian ia mampu bersabar menghadapinya sehingga hal itu menyampaikannya kepada (anugerah) kedudukan (tinggi) dari Allah ‘Azza wa Jalla yang telah ditentukan untuknya.” (Shahih Targhib, Shahih lighairihi)

Balasan sejenis amalan dan balasan lebih besar dari amalan

Allah berfirman,

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ

“Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.”

سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ

”Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”

كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

“Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

“Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

“Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.”

وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ

“Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.” (QS. Ash-Shaffaat: 107-113)

Baca Juga: Derajat Hadits Nabi Mencium Istrinya Lalu Tidak Wudhu Lagi

Buah keberhasilan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il ‘alaihimas salam melewati ujian keimanan besar

Balasan sejenis amalan dan balasan lebih besar dari amalan. Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il ‘alaihimas salam mendapat balasan berupa:

Pertama: Peristiwa ujian beliau berdua ini disebutkan dalam Al-Qur’an Al-Karim, bahkan dibaca ayat-ayatnya sampai mendekati hari kiamat.

Kedua: Peristiwa tersebut menjadi salah satu hikmah disyari’atkannya ibadah kurban di hari raya Iduladha. Sehingga kaum muslimin di seluruh penjuru dunia mengenang dan meneladani pengorbanan beliau berdua. Ini karena Allah berkahi amal saleh beliau berdua yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai perintah Allah, dengan keberkahan yang sangat besar dan pengaruh baik sampai hari Kiamat. Amal saleh beliau berdua itu umurnya panjang dan pengaruhnya meluas.

Ketiga: Allah ganti ketaatan dan ketundukan beliau berdua kepada Allah semata dengan segera, saat itu juga dengan seekor sembelihan yang besar.

Keempat: Pada ayat yang ke-111, Allah tambahkan ganjaran amal saleh beliau berdua dengan anugerah putra Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berikutnya, yaitu Nabi Ishak ‘alaihis salam. Bukan hanya itu saja, Allah berkahi keturunan Nabi Isma’il ‘alaihis salam sehingga di antara mereka ada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Allah berkahi keturunan Nabi Ishak ‘alaihis salam. Sehingga di antara mereka ada Nabi Yakub dan Nabi Yusuf ‘alaihimas salam. Bahkan, dari keturunan Nabi Ishak ‘alaihis salam-lah kebanyakan para nabi terlahir ‘alahimus salam.

Bukan hanya itu, Allah berkahi dari keturunan dua putra Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, yaitu Nabi Ishaq ‘alaihis salam dan Nabi Isma’il ‘alaihis salam. Terlahir dari keturunan beliau tiga umat besar, yaitu: bangsa Arab dari keturunan Nabi Isma’il ‘alaihis salam, Bani Israil, serta bangsa Rum dari keturunan Nabi Ishak ‘alaihis salam.

Semua itu buah manis dari kesabaran, ketabahan, ketegaran, ketaatan, ketundukan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, dan Nabi Isma’il ‘alaihis salam di dunia. Bagaimana lagi ganjaran di akhirat? Padahal, akhirat itu lebih baik dan lebih kekal daripada dunia. Allah Ta’ala berfirman,

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ

“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la : 17)

Wallahu a’lam.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

[Selesai]

Baca Juga:

  • Alasan Khadijah Tidak Dipoligami oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
  • Nabi Lebih Mulia daripada Wali

***

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah

Artikel: www.muslim.or.id

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup

oleh Fauzan Hidayat
14 Juni 2026
0

Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang...

Artikel Selanjutnya
waktu berlalu

Khotbah Jumat: Begitu Cepat Waktu Ini Berlalu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah