Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kiat-Kiat Meningkatkan Iman

Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc., M.A. oleh Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc., M.A.
15 Desember 2011
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Sebab-sebab yang meningkatkan keimanan
    • 1. Mempelajari ilmu syar’i.
    • 2. Memperbanyak membaca Alquran dan men-tadabburi-nya.
    • 3. Memahami nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.
    • 4. Menghayati perjalanan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    • 5. Menghayati keagungan-keagungan syari’at Islam.
    • 6. Men-tadabburi ciptaan-ciptaan Allah.
    • 7. Bersemangat dalam mengamalkan amal-amal shalih dengan ikhlas.
    • 8. Bergaul dengan orang-orang shalih.
    • 9. Menjauhi sebab-sebab yang melemahkan iman.
      • 1) Bodoh terhadap ilmu syar’i
      • 2) Mengerjakan amal-amal maksiat
      • 3) Mengikuti seruan-seruan setan
      • 4) Bergaul dengan teman-teman yang jelek

Bukan sesuatu yang samar bahwa keimanan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, kerena iman adalah kewajiban yang paling pokok dan paling mulia. seluruh kebaikan dan kejelekan yang dirasakan oleh seseorang tergantung dari benar dan tidaknya keimanan orang itu.

Oleh sebab itu, sudah selayaknya bagi setiap insan yang beriman berusaha untuk meningkatkan keimanannya, dan menjaganya agar tidak turun atau berkurang.

Sebab-sebab yang meningkatkan keimanan

Di antara sebab-sebab yang meningkatkan keimanan adalah:

1. Mempelajari ilmu syar’i.

Keutamaan mempelajari ilmu syar’i sangatlah banyak diantaranya adalah Allah akan mengangkat derajat seorang mukmin yang berilmu melebihi orang yang tidak memiliki ilmu. Sebagaiman yang Allah firmankan,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11 )

Apabila seseorang menguasai ilmi syar’i, maka dia akan mengetahui hal-hal yang dicintai Allah dan yang dibenci Allah, dan mengetahui hal-hal yang dapat mendekatkan dia kepada Allah serta hal-hal yang dapat menambah keimanannya.

2. Memperbanyak membaca Alquran dan men-tadabburi-nya.

Allah menurunkan Alquran sebagai rahmat dan penerang untuk hamba-Nya. Allah berfirman,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Kitab Alquran yang kami turunkan kepadamu yang penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang memiliki akal dapat mengambil pelajaran.” (QS. Shad: 29)

Barang siapa yang mentadabburi ayat-ayat Allah dia akan mengetahui besarnya kekuasaan dan keagungan Allah sehingga imannya pun akan bertambah.

3. Memahami nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.

Jika seseorang memahami dengan benar indahnya nama-nama Allah dan sempurnanya sifat-sifat-Nya, maka kecintaannya kepada Allah dan pengharapannya kepada-Nya akan bertambah, sehingga dia akan semakin khusyu’ dalam melaksanakan ibadah.

4. Menghayati perjalanan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan menghayati kehidupan Rasulullah kita mengetahui bagaimana semangat beliau dalam menyampaikan risalah Allah walaupun banyaknya rintangan yang dihadapinya, sehingga kitapun dapat mengambil pelajaran darinya untuk meningkatkan iman kita.

5. Menghayati keagungan-keagungan syari’at Islam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan syariat-Nya dengan segala kesempurnaan, tidak ada cacat padanya. Jika seorang mukmin manghayati hal ini, maka ia akan mengetahu bahwa Allah tidaklah menurunkan syariat-Nya untuk menyusahkan hamba-Nya sebagai mana yang Allah firmankan,

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untuk kalian dalam agama.” (QS. Al-Hajj: 78)

Jika hal ini telah diketahui, maka hendaknya bagi setiap muslim bersemangat dalam beramal dengan ikhlas.

6. Men-tadabburi ciptaan-ciptaan Allah.

Jika kita perhatikan makhluk-makhluk ciptaan Allah baik dari yang paling besar sampai yang terkecil, niscaya kita akan mendapatkan hal-hal yang sungguh menakjubkan. Lihatlah matahari, betapa cahayanya begitu terang menyinari alam ini. Tidak berhenti sampai disitu saja, perhatikanlah betapa banyak manfaat dari sinar matahari ini yang kalau kita mau jabarkan, maka sungguh tak terhingga jumlahnya. Lalu bagaimana matahari tersebut tidak pernah redup walau sehari saja, tidak seperti lampu yang lama-kelamaan akan berkurang fungsionalitasnya?!! Mataharipun selalu terbit dari tempatnya, dan tidak seharipun terbit dari arah yang berlawanan. Inilah matahari yang merupakan makhluk Allah yang sering kita konsumsi nikmatnya, akan tetapi kita jarang memperhatikannya secara detail. Dan makhluk Allah sungguh banyak tidak terbatas matahari saja, maka banyak pula hal-hal yang mengagumkan dibalik penciptaan-Nya tersebut, yang pada akhirnya kita harus jujur bahwa Sang Pencipta segala makhluk-makhluk itu pasti Maha Agung Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sudah selayaknya ini menjadi sarana kita untuk menambah keimanan kita pada-Nya

7. Bersemangat dalam mengamalkan amal-amal shalih dengan ikhlas.

Karena sesungguhnya setiap amal shalih yang dikerjakan oleh seorang mukmin dengan ikhlas akan menambah keimanannya, karena iman bertambah dengan banyaknya amal ketaatan yang dilakukan seorang mukmin.

Oleh karena itu, suatu keharusan bagi seorang mukmin untuk berusaha mengikhlaskan niatnya dan bersungguh sungguh dalam beramal.

8. Bergaul dengan orang-orang shalih.

Tidak diragukan lagi bahwa berteman dengan orang-orang yang shalih adalah sebab meningkatnya iman seseorang karena di dalam bergaul dengan mereka seseorang akan sering mendapatkan nasehat dan peringatan yang bermanfaat untuk dirinya.

9. Menjauhi sebab-sebab yang melemahkan iman.

Di antara sebab-sebab yang dapat melemahkan keimanan:

1) Bodoh terhadap ilmu syar’i

Ilmu adalah sumber dari segala kebaikan, maka sebaliknya bahwa kebodohan adalah sumber dari keburukan. Orang yang bodoh akan mudah tejatuh ke dalam jurang kekufuran dan kesesatan.

2) Mengerjakan amal-amal maksiat

Sebagaimana telah disebutkan bahwa iman bertambah dengan melakukan ketaatan, maka iman pun akan berkurang dengan perbuatan maksiat dan dosa, karena dosa adalah kotoran yang akan mengotori hati orang yang beriman.

3) Mengikuti seruan-seruan setan

Syaithan telah berjanji akan menyesatkan bani adam, maka dia akan berusaha memalingkan mereka dari segala bentuk ketaatan. Allah berfirman menceritakan perkataan iblis,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis menjawab: ‘Karena engkau telah menyesatkan aku pasti aku akan menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.’” (QS. Al-A’raf: 16-17)

4) Bergaul dengan teman-teman yang jelek

Merupakan tabiat manusia bahwa dia akan meniru dan mengikuti teman atau kerabat dekatnya, maka apabila yang menjadi tamannya adalah seorang yang buruk perangainya maka niscaya dia akan menjadi sepaerti temannya itu. Oleh karena itu, di dalam sebuah bait sya’ir disebutkan,

عن المرء لا تسأل وسل عن قرينه *  فكل قرين بالمقارن مقتدي

Maknanya adalah:

“Jika engkau ingin mengetahui tentang keadaan seseorang, tanyalah siapa teman yang biasa menemaninya, karena sesungguhnya seseorang akan selalu mengikuti temannya.”

Imam Qatadah rahimahullah berkata, “Demi Allah, kami tidak pernah melihat melihat seseorang bersama temannya kecuali mereka akan tampak kompak dan serupa.”

—

Penulis: Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Artikel www.dzikra.com, dipublish ulang oleh www.muslim.or.id

ShareTweetPin
Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc., M.A.

Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc., M.A.

LIPIA Jakarta Program Bahasa (I’daad Lughawy) , S1 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah, S2 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Usuluddin Universitas Islam Madinah, S3 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Usuluddin Universitas Islam Madinah, Ketua Pembina Yayasan Dar El-Iman Padang, Rektor Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember

Artikel Terkait

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup

oleh Fauzan Hidayat
14 Juni 2026
0

Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang...

Artikel Selanjutnya
hukum mencela sahabat nabi, mencela sahabat nabi, larangan mencela sahabat nabi, syiah mencela sahabat nabi, hadits larangan mencela sahabat nabi, dalil larangan mencela sahabat nabi

Jangan Kau Cela Sahabat Nabimu

Komentar 5

  1. suprapto says:
    15 tahun yang lalu

    subkhanalloh,ijin untuk bahan khutbah jum`at.

    Reply
  2. herman says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaikum wr.wb
    semoga semakin banyak saudara muslim yang memtik ilmu dari website ini,,,terimkasih dan semoga Alloh selalu melimpahkan rahmat dan petunjuknya kepada kita..

    Reply
  3. El-Qolam says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum,
    The Great Website.
    Tulisannya sangat menggugah, banyak memberikan motivasi. Tulisan ini telah banyak mmemberikan ilmu yang bermanfaat. Semoga Web ini mengantarkan kedalam kebenaran yang hakiki bagi setiap pembacanya. Terima kasih atas tausiahnya, semoga Allah membalas semua kebaikan Anda.

    Reply
  4. Burhan says:
    13 tahun yang lalu

    Syukron

    Reply
  5. Abdurrohman Fidin says:
    2 tahun yang lalu

    Asslamu’alaikum ..afwan ustadz saya izin pakai artikel ini ,semoga bermanfaat bagi kita semua..jazakumullahu khoiron

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah