Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Pandangan Syekh Ibnu Baz dalam Masalah Akidah dan Tauhid (Bag. 3)

Amrullah Akadhinta, ST. oleh Amrullah Akadhinta, ST.
3 Juli 2022
di Akidah
Bin Baz
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Bentuk-bentuk kalung jimat
  • Koreksi nama periwayat
  • Menyembelih untuk selain Allah
  • Allah Mahatinggi
  • Hukuman bagi tukang sihir
  • Koreksi nama sahabat
  • Beruntunglah orang yang ikhlas
  • Orang yang bohong tentang siapa ayahnya
  • Membenci ayah sendiri
  • Disebut kufur tetapi tidak kafir
  • Salatnya tidak diterima

Baca pembahasan sebelumnya Pandangan Syekh Ibnu Baz dalam Masalah Akidah dan Tauhid (Bag. 2)

Bentuk-bentuk kalung jimat

Syekh Ibnu Baz rahimahullah berkata, “Kalung jimat itu ada 2 model:

Pertama, kalung dari tulang atau yang lainnya. Ini tak ada perbedaan pendapat tentang haramnya.

Kedua, kalung yang dibuat dari tulisan Al-Qur’an. Ini ada perbedaan pendapat tentangnya. Yang lebih tepat adalah bahwa bentuk jimat seperti ini juga terlarang. Wallahu a’lam.”

Koreksi nama periwayat

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz rahimahullah perkataan penulis kitab Fathul Majid, “Waki’, yaitu Waki’ bin Al-Jarrah bin Waki’ Al-Kufi.”

Beliau berkata, “Yang tepat bin Mulih, bukan bin Waki.’’

Menyembelih untuk selain Allah

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz perkataan penulis kitab Fathul Majid, “Bab Penjelasan Tentang Menyembelih untuk Selain Allah karena Takut dan Perbuatan Tersebut Termasuk Syirik kepada Allah.”

Beliau berkata, “Yaitu syirik akbar (syirik besar).”

Allah Mahatinggi

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz perkataan penulis Kitab Tauhid, “Maksud dari firman Allah Ta’ala,

حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ ‎

“Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, ‘Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘(Perkataan) yang benar.’ Dan Dialah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS. Saba: 23)

Syekh Ibnu Baz rahimahullah berkata, “Maksud dari penjelasan ini adalah untuk membantah orang-orang yang menyembah kuburan, pohon, batu, dan yang lainnya.”

Hukuman bagi tukang sihir

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz rahimahullah perkataan penulis Kitab Tauhid, “Dari Jundub dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hukuman bagi penyihir adalah dipenggal dengan pedang.’” (HR. Tirmidzi beliau mengatakan hadis ini sahih dan mauquf (perkataan sahabat -pent))

Beliau rahimahullah berkata, “Namun, statusnya seperti perkataan Rasulullah. Karena ungkapan seperti ini tidak mungkin bersumber dari pemikiran sahabat.”

Koreksi nama sahabat

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz rahimahullah perkataan penulis Kitab Tauhid, “Dalam sahih Bukhari dari Bajalah bin Abdah.”

Beliau berkata, “bin Abadah, dengan huruf ba yang difathah.”

Beruntunglah orang yang ikhlas

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz rahimahullah perkataan penulis Kitab Tauhid,

“Dalam hadis sahih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah (pakaian dari sutera dan wol), celakalah hamba khamilah (pakaian beludru). Jika diberi harta, dia senang; jika tidak diberi, dia murka. Celaka dan rugilah ia, jika tertusuk duri semoga tak bisa terlepas. Berbahagialah seorang hamba yang mengambil kekang kudanya di jalan Allah, wajahnya kusut dan kedua kakinya berdebu. Jika ditugaskan berjaga-jaga, maka ia pun berjaga-jaga. Jika ditugaskan di bagian belakang, maka ia pun berada di belakang. Jika minta izin, ia tidak akan diizinkan. Jika memberi rekomendasi, rekomendasinya tidak diterima.”

Syekh Ibnu Baz rahimahullah berkata, “Yaitu, dia adalah seorang yang ikhlas dalam beramal, baik ketika diminta berjaga-jaga atau ketika di belakang. Karenanya Rasulullah bersabda, ‘Wajahnya kusut dan kakinya berdebu’, menunjukkan kesungguhan dan semangatnya dalam jihad.”

Baca Jiga: Ngaji Aqidah Sampai Kapan?

Orang yang bohong tentang siapa ayahnya

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz rahimahullah sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidaklah seseorang mengaku-ngaku sebagai anaknya seseorang, padahal orang itu bukan bapaknya dan dia mengetahuinya, melainkan ia telah kufur. Siapa yang mengaku-ngaku sesuatu yang tidak dimilikinya, maka bukan golongan kami dan hendaklah ia mempersiapkan tempatnya di neraka. Siapa yang memanggil orang lain dengan ‘Wahai kafir’ atau ‘Wahai musuh Allah’, padahal orang itu tidak seperti itu, maka panggilan itu akan kembali pada yang memanggil.”

Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya tentang seseorang yang menasabkan diri pada yang bukan suku atau kabilahnya, maka beliau menjawab, “Dia seperti yang disebut hadis ini, mengaku-ngaku yang bukan keluarganya.”

Maksud Syekh adalah bahwa orang ini juga mendapatkan ancaman yang sama.

Membenci ayah sendiri

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz rahimahullah sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jangan kalian membenci ayah kalian! Siapa yang membenci ayahnya, sungguh ia telah kufur.” (HR Muslim)

Beliau berkata, “Yang tepat hadis ini adalah ancaman, orang itu tidak kufur akbar selama ia tidak menghalalkan hal tersebut.”

Disebut kufur tetapi tidak kafir

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz rahimahullah sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Jarir radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang budak yang lari dari tuannya, maka ia kufur sampai ia kembali pada tuannya.” (HR Muslim)

Beliau rahimahullah berkata, “Maksudnya bukan kufur akbar, karena perbuatan tersebut termasuk dosa besar.”

Salatnya tidak diterima

Dibacakan di hadapan Syekh Ibnu Baz sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau menceritakan hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Seorang budak yang lari dari tuannya, maka salatnya tidak diterima.” (HR Muslim)

Beliau rahimahullah berkata, “Ini adalah bentuk ancaman. Dia tetap wajib salat, namun dia tidak mendapatkan pahala salat dan dia pun tidak perlu mengulangi salatnya.”

[Bersambung]

Baca Jiga:

  • Buku-Buku Dasar untuk Belajar Aqidah dan Tauhid
  • Syarah Aqidah Wasithiyah – Ustadz Said Abu Ukasyah (Bagian 1)

***

Penerjemah: Amrullah Akadhinta, S.T.

Artikel: www.muslim.or.id

ShareTweetPin1
Amrullah Akadhinta, ST.

Amrullah Akadhinta, ST.

alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Teknil Sipil UGM, ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Atsary Yogyakarta 2007-2013, koordinator Al Madinah International University Yogyakarta 2008-2012, pimpinan Radio Muslim Yogyakarta 2010-2013

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya
berhubungan kamar mandi

Bolehkah Berhubungan Badan di Kamar Mandi?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah