Donasi Peduli Ahlus Sunnah Yaman

Donasi Peduli Ahlus Sunnah Yaman

Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka hingga kiamat tiba. Amma ba’du.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara.” (QS. al-Hujurat: 10)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaum muslimin –yang semoga senantiasa dirahmati Allah– apa yang menimpa saudara-saudara kita di Dammaj dan sekitarnya di negeri Yaman berupa pengepungan dan penyerangan oleh Kaum Syi’ah Hutsiyin –hingga menjatuhkan korban jiwa- adalah sebuah musibah bagi umat Islam. Memang demikianlah ulah kaum Syi’ah di sepanjang perjalanan sejarah.

Para ulama sangat merasa prihatin. Hal ini telah diungkapkan oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad, Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali [fatwa terlampir], dan para ulama yang lain –semoga Allah menjaga mereka semua-. Mereka menghimbau kaum muslimin untuk mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk saudara-saudara kita di sana. Pihak-pihak terkait juga diharapkan bantuannya sesuai kemampuan dan kapasitasnya masing-masing.

Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari bermaksud untuk mengajak segenap umat Islam di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk membantu kesusahan yang sedang dialami saudara kita secara khusus para penuntut ilmu dari Indonesia yang sedang menimba ilmu di sana, dan umat Islam di Yaman yang terzalimi secara umum. Insya Allah bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui sebagian penuntut ilmu dari Indonesia yang sekarang berada di Yaman.

Bantuan dapat disalurkan melalui:

Rekening Bank BNI Syari’ah Yogyakarta, 

No. Rekening: 0241913801 atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari

Bagi yang telah menyalurkan donasi mohon mengirimkan sms konfirmasi dengan format:

peduliyaman [spasi] nama [spasi] alamat [spasi] jumlah donasi [spasi] tanggal donasi

Kemudian dikirimkan ke nomor: 0856 4326 6668

Sebagai pertanggungjawaban atas kegiatan ini, laporan donasi insya Allah akan kami update secara berkala dan perkembangan penyaluran dana –apabila sudah tiba waktunya- juga akan kami sampaikan kepada segenap khalayak melalui website www.muslim.or.id.

Semoga Allah ta’ala mengikhlaskan ucapan dan perbuatan kita untuk ikut serta meringankan beban dan derita yang dialami oleh saudara-saudara kita di sana. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

Yogyakarta, 6 Muharram 1433 H/ 2 Desember 2011

:: Lampiran 1: Fatwa Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad

Berikut ini adalah teks pertanyaan akhuna Abdurrahman Al Umaysan (penuntut ilmu asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) terhadap Syaikhuna Al Abbad:

قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاءالموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجدهعن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن – إذ إن شيخنا متتبع لأخبارهم منذ فرض عليهم الحصار ؟

Saya bertanya kepada syaikhuna Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad –hafizhahullah– pada hari Selasa siang, tanggal 4/1/1433 H di mesjid beliau; tentang jihad di Dammaj dan apa yang antum nasehatkan supaya kami dan warga Yaman lakukan, mengingat engkau -wahai Syaikh- selalu mengikuti berita mereka sejak pengepungan dimulai?

فأجاب شيخنا متألما: لا شك أن ما يحصل في دماج من قتال هو جهاد في سبيل الله فمن استطاع من أهل اليمن أن يقاتلهم فليفعل لكن لابد من استئذان الأبوين وأنا أقول مناوشة الرافضة من جوانب متعددة هو الأولى، لأن الوصول لدماج والقتال معهم صعب لأنهم محاصرون من كل جانب

Maka Syaikh menjawab dengan nada sedih: Tidak diragukan bahwa perang yang terjadi di Dammaj adalah JIHAD FI SABILILLAH. Siapa pun dari warga Yaman yang bisa memerangi mereka, hendaklah turut serta, namun harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya. Menurutku, menyerang kaum rafidhah dari banyak sisi lebih diutamakan, mengingat sulitnya untuk masuk ke Dammaj dan sulitnya berperang bersama mereka  (saudara kita -pent), karena mereka dikepung dari seluruh penjuru.

ختم الشيخ بقوله:الله يدمر الرافضة الله يدمرهم

Syaikh lantas menutup jawabannya dengan mengatakan: Semoga Allah menghancurkan kaum Rafidhah, semoga Allah menghancurkan mereka !

Sumber: Blog Ust. Abu Hudzaifah, Lc.

http://basweidan.wordpress.com/2011/12/01/fatwa-syaikh-al-allamah-abdul-muhsin-al-abbad-ttg-jihad-di-dammaj/

 

:: Lampiran 2: Fatwa Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali

Himbauan Syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkhali hafizhahullah

Seruan kepada seluruh Ahlu Sunnah untuk menolong para saudara kita di Dammaj

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji hanya mililk Allah Ta’ala semata, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, para keluarga beliau, para shahabat beliau, dan kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau.

Adapun setelah itu,

Sungguh telah sampai berita kepada kami disertai rasa keprihatinan, yakni ulah yang diperbuat oleh orang-orang Rafidhah batiniyah, yang mana mereka itu adalah musuh Islam, musuh para shahabat yang mulia, yakni aksi pengepungan dan anacaman yang mereka lakukan terhadap saudara-saudara kita salafiyin di Dammaj dan di markaznya salafy sunni dilakukan dengan penuh kebencian dan penuh permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin.

Kami wasiatkan kepada para saudara-saudara kita di Dammaj untuk senantiasa istiqamah di atas sunnah dan untuk senantiasa sabar dan terus memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala dalam melawan kezaliman ini dan untuk melawan permusuhan orang-orang Rafidhah.

Dan hendaklah bagi saudara-saudara mereka dari kalangan Ahlu Sunnah untuk bangkit bersama saudaranya di Dammaj untuk menghadapi tindakan pelampauan batas ini dan untuk membasmi para pelakunya, dan untuk membersihkan negeri Yaman -dan negeri selainnya- dari kotoran yang bernama Rafidhah jika mereka sanggup untuk melakukan hal itu, Allah Ta’ala berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hajj: 40)

Dan dalam surat lain Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ (126) لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ (127)

“Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir , atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.”(Ali Imran: 126-127)

Sesungguhnya pertikaian yang terjadi antara Ahlus Sunnah dan Rafidhah batiniyah adalah sebagaimana pertikaian yang terjadi antara kekufuran dan Islam, maka hendaklah Ahlus Sunnah di seluruh tempat di Yaman dan selainnya agar memberikan pertolongan kepada suadara-saudara mereka, baik pertolongan itu dengan wujud tenaga ataupun harta; kami memohon kepada Allah Ta’ala agar Dia memporak-porandakan makar orang-orang Rafidhah batiniyah dan makar seluruh musuh Islam di semua tempat.

Sesungguhnya Rabb-ku benar-benar Maha mendengarkan do’a para hamba-Nya.

 

Ditulis oleh:

Rabi’ bin Hadi Umair Al-Madkhali

4 Dzulhijjah 1432H

Sumber naskah: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124187

Sumber terjemah: http://darussunnah.or.id/materi-khusus/fatwa-asy-syaikh-rabi%E2%80%99-sehubungan-boikot-syiah-terhadap-dammaj/

Mohon disebarkan seluas-luasnya, Jazakumullahu khairan

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

35 Comments

  1. Latnatullah smga utk kaum syi’ah

  2. semoga ALLAh menghancurkan Rafidhah secepatnya…

  3. Mohon Izin ustadz…. Ana akan sebarkan no rekening ini.

  4. abu ibrahim

    Akhi, bisa di infokan bni syariah cabang mana? karena untuk transfer online beda bank, diminta masukkan nama cabangnya. syukron

  5. akhi selain BNI adakah bank lainnya atau salurkan langsung dimana syukron

  6. Berita Ahlu Sunnah di negeri Yaman, ahad 4/12/2011 :
    Jam 8.30 pagi :
    Tembakan sniper dan hujan bom masih terus berlangsung sebagaimana biasa sejak malam kemaren sampai pagi hari ini dari waktu ke waktu dan Alhamdulillah tidak ada satupun yang terkena,selain saudara imad sudani dan zakariya al-yafi’I terkena luka ringan setelah dhuhur hari kemaren, Alhamdulillah. Secara khusus apa yang terdengar oleh banyak orang tentang adanya gencatan senjata dan perantaraan untuk perdamaian yang baru, berita ini tidak benar dan adanya perantara untuk berdamai sampai saat tulisan ini dibuat belum sampai ke damaj dengan bukti tembakan sniper dan hujan bom tetap berlangsung.
    Orang-orang khutsi alias rofidhoh mengeluarkan penjelasan adanya gencatan senjata dan penghapusan blockade dari satu pihak (ada pada kami penjelasannya) yang ditandatangani abu malik al-fiisyi penanggung jawab politik, gerakan khutsi tertanggal 3/12/2011, tapi itu merupakan pemutar-balikan fakta-fakta dan kekeliruan (yang disengaja dalam pemberitaan), berita yang terbaik didalamnya adalah pengakuan mereka adanya blockade yang selama ini mereka ingkari, mereka berdusta dengan melalui berbagai macam media yang berbeda-beda bahwasanya disana tidak blockade (bagi penduduk damaj), dan ada kemungkinan terdapat bantahan dan sanggahan terhadap berita yang datang.sebagaimana juga Syaikh Yahya Al-Hajuri akan memberikan komentar tentang hal itu, dan disebarkan dalam waktu mendatang setelah sampai kepada kami, insya Allah.
    Sebagaimana telah kami berikan isyarat pada malam kemaren, datang kabar dari pimpinan wilayah so’dah, faris mana’ kepada Syaikh Yahya Al-Hajuri hafidhohullahu Taala, pentingnya untuk menyepakati gencatan senjata yang telah disepakati oleh khutsiyiin, klaimnya ! konsekuensi dari gencatan senjata ini adalah tidak adanya tembakan dan dihapuskannya blokade dan yang telah direalisasikan dengan memasukkan bantuan berupa bahan-bahan makanan dan juga tidak melakukan hal-hal yang baru (serangan dan lain-lainya selama masa gencatan senjata dan agar supaya tim perantara menuruskan upaya mereka menyempurnakan perjanjian. Berita ini sedang dipelajari oleh Syaikh Yahya dan para tokoh kabilah wadaiyyah dan ada kemungkinan datang balasan dari Syaikh Yahya kepada pimpinan wilayah so’dah.
    Kami katakna kepada faris mana’ : tidakkah cukup bagimu tipu daya (khutsiyyin) dan bermain-main diantara dua tali (alias khiyanat dari mereka) sampai kapan tipuan model seperti ini ditangan khutsiyyin ? tembakan yang engkau katakan sudah berhenti sampai tulisan ini ditulis terus berlanjut dan tiga orang pelajar terkena tembakan sniper dan mortir yang hari ini datang dengan sangat banyaknya-Allah Musta’an laknatulaah ala khutsiyyin- dimana ada gencatan senjata ? dan demikian juga bala bantuan berupa makanan yang datang, untuk lima hari saja tidak cukup itupun di jalan sudah dirampok khutsiyyin seperempatnya ! demikian juga mereka menghalangi masuknya tepung gandum dan tabung gas yang dibeli di so’dah dengan nilai 4 juta real yamani yang seharusnya masuk bersama dengan rombongan palang merah dunia tapi mereka melarang dan menghalanginya di pos penjagaan mereka da n ada kemungkinan mereka akan merampasnya, apa yang hendak engkau lakukan wahai pimpinan so’dah ! kalau engkau bersungguh dengan ucapanmu telah dihapuskannya blockade, tentu rombongan bala bantuan makanan di kabilah wa’ilah diperbolehkan masuk (ke damaj) sejak sebulan yang lalu !
    Pukul 4.30 ashar :
    Tembakan sniper terus berlangsung demikian juga senjata-senjata berat seperti meriam, senapan mesin kearah para pelajar dan rumah-rumah mereka, Alhamdulillah tidak ada yang terkena akibat serangan tersebut. Blockade tetap berjalan walaupun orang-orang rofidhah khutsi mengumumkan gencatan senjata dan menghapuskan blockade dari satu pihak. Syaikh Yahya dan Syaikh Abdul Hamid membantah surat pimpinan so’dah dan juga rofidhah tentang adanya gencatan senjata dan dibukanya blockade, dan insya Allah akan kami sebarkan nanti sore.
    Tim dari palang merah dunia turun ke damaj dan gunung barroqah untuk mengambil bangkai khutsi rofidhah yang telah membusuk dan telah terbunuh sejak awal muharram ketika mereka menyerbu gunung tersebut, mereka tidak mendapatkan kecuali 3 bangkai saja.
    Jam 10.30 malam :
    Orang-orang khutsi rofidhoh menembak salah satu ikhwah yang menjaga pos di gunung barroqah dan terluka (tapi tidak disebutkan meninggal, mungkin hanya terluka saja), ini merupakan bukti kepalsuan dan kedustaan klaim mereka adanya gencatan senjata dan penghapusan blockade, tembakan sniper, hujan mortir dan blockade terus berlangsung, hasbunaLLah wa ni’mal Wakil.
    Diterjemahkan secara bebas oleh Abu Saad dari sumber http://www.m-noor.com.

  7. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

    Barakallahufiikum ustadz. Bagaimana kita menanggapi ini?
    PERINGATAN: Penggalangan Dana terkait Blokade Kafir Syiah di Darul Hadits Dammaj : http://isnad.net/penggalangan-dana-terkait-blokade-kafir-syiah-di-darul-hadits-dammaj

    Jazakallah khair

  8. abu ghaniya

    semoga Allah menghancurkan Orang-orang khutsi rofidhoh dg sehancur-hancurnya …
    Mohon info untuk kantor cabang BNI syariah nya atau kode bank karena ana beda bank

  9. #al-ilmu
    mengerikan sekali http://isnad.net

  10. Apakah ada rekening selain BNI ? mungkin ada rek penampung di BCA.
    mohon infonya

  11. IBNUSARKAWI

    seandainya memang ada yg tdk mau menerima bantuan tersebut insya allah bantuan tersebut masih sangat berguna bagi yg membutuhkan terutama umat muslim di dammaj / yaman secara umum yg mereka juga berjihad melawan kaum syiah rofidhoh. dgn niat yg tulus ikhlas untuk membantu sesama muslim di yaman semoga mendapatkan pahala dan ridho Allah aza wajalla. aamiin

  12. Adakah rekening selain bni syariah, ga bisa transfer dr rekening lain

  13. salam,.maaf pa apa ada rekening BCA? atau muamalat? sy sngat ingin membantu,.apakah dana yg dikumpulkan ini jg bs berlaku membantu umat yg lainnya seperti palestina?.//trims

  14. abu abdillah

    untuk transfer ke rek BNI Syariah dari rek bank lain, kode bank nya sama saja dengan transfer ke rek BNI biasa

  15. Ada juga sebagian pihak yang justru menghalangi upaya ta’awun ‘alal birri wa taqwa ini, dengan melakukan penggembosan di beberapa daerah dan mengesankan bahwa penggalangan dana bantuan untuk acara “Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah” adalah bentuk tasawwul yang madzmum (tercela) dalam syari’at.

    Ketika ditanyakan pada mereka “Apa yang melandasi ucapan antum dan siapa yang menjadi rujukan ucapan antum?”, ternyata mereka tidak bisa menjawab.

    Alhamdulillah. Himbauan untuk bahu-membahu mewujudkan terselenggaranya daurah tersebut dilakukan di kalangan Ahlus Sunnah, di masjid-masjid Ahlus Sunnah, di kajian-kajian Ahlus Sunnah, atau di mahad-mahad Ahlus Sunnah, bukan di tempat-tempat umum, atau menyerbarkan pamflet dan spanduk untuk penggalangan dana. Tidak pula seperti yang dilakukan oleh sebagian pihak dengan cara meletakkan kotak amal di mall-mall, di tempat penjualan bakso, dll. Alhamdulillah kita tidak melakukan seperti itu.

    Himbauan tersebut dilakukan melalui para ustadz atau penanggung jawab dakwah di daerah setempat. Himbauan tersebut ditujukan kepada ikhwah salafiyyin atau kepada orang-orang yang simpati terhadap dakwah Ahlus Sunnah, yaitu orang-orang yang justru merasa bergembira ketika diajak berta’awun dengan Ahlus Sunnah guna mewujudkan ‘Amal Khair, dan orang tersebut memang dikenal sebagai muhsinin.

    Justru kita mendapati dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menghimbau kaum muslimin menyalurkan hartanya untuk kepentingan kaum muslimin. Di antaranya dalam As-Sunnah, hadits yang diriwayatkan dari shahabat Jarir bin ‘Abdillah :

    “Suatu hari kami berada di sisi Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Tiba-tiba datanglah kepada beliau suatu kaum tidak beralas kaki dan compang camping pakaianya. Mereka berasal dari Mudhar. Maka merahlah wajar Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam tatkala melihat kondisi mereka. Beliau pun masuk lalu keluar lagi, kemudian beliau memerintahkan shahabat Bilal untuk melakukan adzan dan iqamat, kemudian shalat. Lalu beliau berkhuthbah, (beliau memulainya dengan membacakan beberapa ayat Al-Qur’an). Kemudian para shahabat berlomba-lomba untuk bershadaqah. Seseorang bershadaqah dengan dinarnya, dengan dirhamnya, dengan baju-bajunya, dengan satu sha gandumnya atau pun kurmanya, — sampai-sampai – walaupun dengan separoh biji kurma.”

    Maka berseri-serilah wajah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Kemudian beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

    « من سن فى الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أجورهم شىء ومن سن فى الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شىء ».

    “Barangsiapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam, maka dia memperoleh pahala perbuatan tersebut dan pahala orang lain yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang membuat contoh yang jelek dalam Islam, maka ia mendapat dosa perbuatan tersebut dan dosa orang lain yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” [HR. Muslim]

    Demikianlah para shahabat Radhiyallah ‘anhum, mereka berlomba-lomba menginfakkan hartanya, sampai terkumpul jumlah yang banyak. Setelah adalah himbauan dari Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam untuk bershadaqah dan berta’awun.

    Faidah yang bisa kita petik dari kisah di atas adalah bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam menghimbau para shahabatnya untuk saling berta’awun ‘alal birri wat taqwa, saling membantu, tolong menolong, dan bahu membahu dalam mengatasi keadaan yang sangat membutuhkan bantuan. Oleh karena itu Al-Imam An-Nawawi memberikan bab terhadap hadits riwayat Al-Imam Muslim di atas :

    باب الحث على الصدقة

    (Bab tentang disyariatkannya menghimbau kaum muslimin untuk bershadaqah).

    Upaya yang dilakukan oleh panitia daurah adalah dari sisi ini. Yaitu menghimbau dan mengajak para asatidzah dan para da’i atau ikhwah yang bertanggung jawab di masing-masing daerah untuk menghimbau Ahlus Sunnah bershadaqah atau berinfaq demi membantu dan meringankan beban pelaksanaan Daurah Ilmiah yang mendatangkan para ‘ulama Ahlus Sunnah dengan berbagai faidah yang telah kami sebutkan.

    Itupun tanpa penentuan nominal tertentu dan tanpa paksaan, masing-masing sesuai dengan tingkat kemampuannya. Kita tidak menghimbau seluruh ikhwah untuk mengumpulkan dana dengan cara yang terkesan kurang baik, seperti dengan cara membagikan amplop-amplop kosong, atau menyebarkan kotak-kotak infaq di toko-toko, mall-mall, atau lainnya. Bagi yang mau bershadaqah maka dikumpulkan kepada pihak yang telah ditunjuk sebagai penanggung jawab.

    Sungguh kami sangat menyayangkan, adanya sebagian pihak yang memvonis amalan mulia di atas sebagai bentuk tasawwul (meminta-minta/mengemis) yang tercela. Namun pada waktu dan kesempatan yang lain, dia melakukan pengumpulan dana entah melalui telpon atau sms kepada pihak-pihak tertentu. Suatu sikap tidak jujur, sikap yang tidak didasari oleh taqwa dan ilmu, serta tidak takut Allah ketika berkata dah berucap.

    Justru Kita mendapati para ‘ulama kita, para ‘ulama Ahlus Sunnah dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi, tidak jarang mereka melakukan himbauan kepada Ahlus Sunah, bahkan kepada muslimin secara umum, untuk bershadaqah membantu pihak-pihak yang butuh.

    Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah, yang dikenal dengan sifat zuhudnya dalam urusan dunia. Inilah beliau rahimahullah, sangat zuhud, mungkin kita tidak mampu meniru beliau. Semoga amalan beliau diterima oleh Allah, dan jika ada yang meniru beliau, semoga beliau rahimahullah juga terus mendapatkan pahalanya. Meskipun demikian, tidak kemudian beliau sembarangan dalam berfatwa. Tidak. Beliau tidak memaksakan pihak lain untuk bisa berbuat seperti beliau (yakni dalam sifat zuhd, wara’, kedermawanan, dan yang semakna ini). Itu adalah sifat rahmah yang ada pada beliau.

    Pada hari-hari ini muncul “sekelompok kaum” yang mengharamkan jam’iyyah atau yayasan secara mutlak. Bagaimana pandangan dan fatwa beliau dalam masalah ini?

    Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah berkata :
    أما الجمعيات الخيرية فهذا أمر مرغوب فيها، والله سبحانه وتعالى {وتعاونوا على البر والتقوى} وليس الخلاف بيننا وبينهم من أجل الجمعيات التي فيها الحث على بناء المساجد وكفالة اليتيم والمحاويج وفعل الخير فهذا أمر مرغوب فيه

    “Adapun yayasan-yayasan sosial, maka itu merupakan amalan yang sangat disukai. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan berta’awunlah kalian di atas kebaikan dan ketaqwaan”. Bukanlah perselisihan antara kita dengan mereka (hizbiyyin) karena masalah yayasan-yayasan yang padanya ada himbauan untuk membangun masjid-masjid, (himbauan) mencukupi anak-anak yatim dan orang-orang yang kekurangan, serta (himbauan) bantuan sosial. Maka hal ini, maka merupakan amalan yang sangat disukai.”

    Perhatikan fatwa Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah yang berilmu luas dan sangat bijak ini, kemudian bandingkan dengan fatwa “anak-anak kemarin” yang dengan lancang mengharamkan yayasan secara mutlak.

    Kemudian, coba perhatikan pula bagaimana praktek yang diterapkan oleh Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah. Kalau fatwa di atas secara lisan, maka secara amaliah (praktek nyata) beliau rahimahullah sering sekali menuliskan tazkiyyah-tazkiyyah untuk para da’i yang membutuhkan fasilitas-fasilitas guna kepentingan dakwah. Misalnya maktabah, kendaraan, masjid, dll. Berbagai tazkiyyah yang beliau tulis itu berisi himbauan kepada para muhsinin (para donatur) untuk mengulurkan bantuan dan ta’awun-nya untuk pihak-pihak yang membutuhkan.

    Perhatikan, apakah Asy-Syaikh Muqbil memahami dan memandang cara yang beliau lakukan sebagai sikap tasawwul (meminta-minta) yang madzmum (tercela)? Tentu saja jawabannya adalah tidak.

    Padahal beliau juga yang menulis kitab berjudul “Dzammul Mas’alah” (Tercelanya Meminta-minta) dan beliau ajarkan kepada para muridnya. Asy-Syaikh Muqbil tidak memahami bahwa menghimbau manusia untuk berta’awun ‘alal birri wat taqwa termasuk jenis meminta-minta yang tercela.

    Anehnya pada hari-hari ini muncul sikap dan cara berpikir gharib (asing/tidak pernah dikenal sebelumnya) yang diistilahkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah sebagai Nafasun Gharib (Gerak Nafas yang Aneh).

    Paham aneh, yang mengharamkan yayasan secara mutlak, ini termasuk nafas gharib yang berbahaya terhadap perjalanan Dakwah Salafiyyah.

    Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Baz rahimahullah, dalam Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah – yang berisi kumpulan berbagai fatwa, karya tulis, risalah, dan surat-surat beliau – bisa kita dapatkan fatwa, himbauan, dan ajakan Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz untuk berta’awun ‘alal birri wat taqwa. Terlalu banyak contohnya, di antaranya pada jilid IV halaman 174 :
    نداء لجميع المسلمين وغيرهم لمساعدة السودان وشعبها بالدعم والمواساة بسبب الكارثة العظيمة التي نزلت بهم

    “Seruan untuk seluruh kaum muslimin dan selain mereka untuk membantu negeri dan rakyat Sudan dalam bentuk santunan disebabkan musibah besar yang menimpa mereka”

    Himbauan beliau ini dalam bentuk surat resmi dari kantor beliau, tertanggal 8 Muharram 1409 H.

    Berikut cuplikan isi surat tersebut :

    من عبد العزيز بن عبد الله بن باز
    إلى من يطلع عليه من المسلمين وغيرهم في المملكة العربية السعودية وغيرها، وفقني الله وإياهم لفعل الخيرات وجعلنا جميعا من المسارعين إلى الباقيات الصالحات .
    …..
    فإني أهيب بجميع المسلمين وغيرهم من الأمراء والوزراء والأغنياء وغيرهم ممن يحب الخير ويعين عليه في المملكة العربية السعودية وغيرها من سائر المعمورة أن يبادروا إلى مد يد العون لإخوانهم في السودان، وأن تكون المساعدة عامة لكل ما يحتاجون إليه من نقود وأطعمة وملابس وخيام وأدوية وغير ذلك.
    كما أهيب بجميع العلماء والدعاة إلى الله سبحانه وجميع الأمراء وأئمة المساجد وجميع الأعيان أن يحثوا المسلمين على الوقوف بجنب إخوانهم في السودان بالدعم والمساعدة استجابة لأوامر الله سبحانه وأوامر رسوله r بالحث على الإنفاق في وجوه الخير والتعاون على البر والتقوى، والمساعدة في تخفيف المصائب، قال الله U : ( آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ ) ….

    Dari ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz

    Kepada semua pihak yang membaca surat ini dari kalangan muslimin atau yang selainnya, baik di Kerajaan Saudi Arabia atau yang lainnya, semoga Allah memberi taufik kepadaku dan kepada mereka agar bisa melaksanakan amal-amal sosial dan menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan. ….

    Maka aku menghimbau segenap kaum muslimin dan selainnya, dari kalangan pemerintah, menteri-menteri, dan para hartawan, serta lainnya yang mencintai kebaikan dan suka menolong di atas kebaikan, baik yang ada di Kerajaan Saudi Arabia atau di luar Saudi Arabia untuk bersegera dalam rangka memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di Sudan dan bantuan tersebut bersifat umum (yang mereka butuhkan) baik uang, makanan, pakaian, tenda-tenda, obat-obatan dan lainnya.

    Kemudian saya juga menghimbau kepada seluruh ‘ulama, para dai, dan seluruh tokoh untuk menghimbau kaum muslimin untuk sama-sama membantu saudara-saudaranya di Sudan dengan bantuan dan pertolongan, dalam rangka merealisasikan perintah Allah dan Rasul-Nya terkait dengan perintah atau himbauan untuk berinfaq dalam perkara kebaikan dan ta’awun dalam kebaikan dan ketaqwaan serta bantuan untuk meringankan musibah. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, serta infaqkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kalian dan menginfaqkan memperoleh pahala yang besar.” [Al-Hadid : 7]

    (kemudian beliau menyebutkan 10 dalil dari Al-Qur`an dan 10 dalil dari As-Sunnah yang berisi himbauan, baik secara umum maupun khusus, untuk berinfaq dan tolong menolong meringankan beban saudaranya).

    Kemudian pada penutup surat :
    وأسأل الله أن يجعل ذلك عملا خالصا لوجهه الكريم، وأن يثقل به موازين الجميع يوم القيامة ويرفع به درجاتهم في دار الكرامة , ويخلف عليهم ما أنفقوا بخير منه وأفضل، إنه ولي ذلك والقادر عليه، وصلى الله على نبينا محمد والله وصحبه وسلم.
    عبد العزيز بن عبد الله بن باز
    رئيس المجلس التأسيسي لرابطة العالم الإسلامي بمكة المكرمة
    والرئيس العام لإدارات البحوث العلمية والإفتاء والدعوة
    والإرشاد بالمملكة العربية السعودية

    Saya memohon kepada Allah agar menjadikan itu sebagai amal yang ikhlash mengharap wajah-Nya yang mulia, dan menjadikannya bisa memberatkan timbangan (amal kebaikan) bagi semua, dan dengannya Allah mengangkat derajat mereka di negeri penuh kemuliaan. Serta menggantikan harta yang telah mereka infaq dengan yang lebih baik dan lebih utama. Sesungguhnya Dia Pemilik (karunia) itu dan Mampu melakukannya.

    Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad dan para shahabatnya.

    ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz

    Ketua Majelis Tinggi Rabithah ‘Alam Islami di Makkah Al-Mukarramah

    Pimpinan Umum Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Dakwah, dan Bimbangan Islam

    Kerajaan Saudi ‘Arabia

    Perhatikan, surat himbauan tersebut merupakan surat yang beliau keluarkan secara resmi dan disebarkan secara internasional.

    Juga pada Majmu’ Fatawa wa Maqalawat Mutanawwi’ah jilid 18 halaman 408 :
    نداء وتذكير لمساعدة المجاهدين في فلسطين

    “Seruan dan Peringatan untuk Membantu Para Mujahidin di Palestina”

    Surat resmi dari kantor beliau, yang dipublikasikan melalui majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah, edisi 28 tahun 1410 H

    Dan masih banyak lagi surat-surat beliau yang seperti di atas.

    Jejak langkah beliau ini juga merupakan jejak langkah para ‘ulama kibar lainnya pada masa ini. Hal yang sama juga dilakukan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah, Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-’Abbad, Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi hafizhahumullah dan para ‘ulama lainnya, baik secara lisan maupun secara tulisan.

  16. saya orang awan yg tertarik dakwah ini. kenapa isnad.net kata2nya sangat kotor, bukankah seorang salafi bukan hanya belajar aqidah yang benar tetapi juga akhlak yg mulia.seorang ustad menasehati saya(janganlah kita belajar din ini kesana kemari hanya untuk mengoleksi ilmu, tapi berdoalah kepada allah agar mendapat manfaat dari ilmu yang kita pelajari dan bisa mangamalkannya. malu saya baca isnad.net

  17. Sebarkan berita ini teman-teman kita, semoga Alloh mengetuk hati-hati mereka untuk turut membantu.

  18. Assalamu’alaikum

    Ustadz, bolehkan menggunakan harta zakat maal untuk membantu perjuangan saudara-saudara kita di Yaman ini?

    Wassalamu’alaikum

  19. @ Yanto
    Isnad.Net adalah bukti nyata penyimpangan dakwah salaf…ant g usah hiraukan mereka…”setiap kata yg mereka tulis akan dihisab nantinya” …ngaji lah sm ustadz yg sdh terpecaya keilmuannya…

  20. Lebih tenang jika kita merujuk lagi kepada para Ulama, tentang ta’awun untuk, saudara di Yaman.

  21. Abi Zahra al anis

    Ya Alloh Berillah Kekutan dan Iman Agar Kabilah ahlus Sunnah dapat Menghancur kan Kaum Rafidhah.

  22. Mohon izin share..

  23. Assalamu’alaykum,

    Afwan, apa donasi ini masih ada?

    Barakallahufikum

  24. M irvan maulana

    Assalamu alaikum wr wb.
    Alhamdulillah al sholatu wal salamu alaa rasulillaah. wahai ikhwan sekalian kita yang dari jauh wajib membantu mereka dgn apa kita bisa ALLOHU AKBAR ALLOHU AKBAR ALLOHU AKBAR wahai saudaraku ahlussunnah waljamaah di DAMMAJ YAMAN pertolongan ALLOH selalu bersama antum sekalian kami dari jauh tk bisa berbuat banyak untuk kalian kami hanya bisa berdoa ALLOOHUMMA N
    TASHIR LANA WALI IKHWANINAL MUSLIMIIN ALLADZINA HUM AHSUNNATI WAL JAMAATI ATBAA’URRASULI WASHOHABATIHIL KIRAAM, INTISHARAKA LI AHBAABIKA ALAA A’DA’IKA 7X AMIIIIN YAA RABBAL ALAMIIN

Leave a Reply