Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Penjelasan Lafzhul Jalaalah “Allah” (Bag. 3)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
8 April 2022
di Akidah
Lafzhul Jalaalah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Makna اللهم (allahumma)
    • Huruf mim bertasydid pada اللهم sebagai penganti huruf يا pada يا الله
    • Lafaz allahumma hakikatnya adalah doa kepada-Nya dengan seluruh nama dan sifat-Nya
  • Apakah disyariatkan berzikir dengan hanya menyebut nama “الله” saja?

Baca penjelasan sebelumnya pada artikel Penjelasan Lafzhul Jalaalah “Allah” (Bag. 2).

Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du.

[lwptoc]

Makna اللهم (allahumma)

Huruf mim bertasydid pada اللهم sebagai penganti huruf يا pada يا الله

Ibnul Jauzi Rahimahullah menyebutkan dalam Zadul Masir perkataan Az-Zujaj Rahimahullah bahwa Al-Khalil, Sibawih, dan seluruh pakar Nahwu yang terpercaya menyatakan bahwa “اللهم itu maknanya adalah يا الله. Huruf mim bertasydid itu penganti huruf يا karena tidak ada mim saat disebutkan يا الله. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa huruf mim bertasydid pada اللهم itu pengganti huruf يا pada يا الله [1].

Lafaz allahumma hakikatnya adalah doa kepada-Nya dengan seluruh nama dan sifat-Nya

Di antara rahasia indah dalam lafaz allahumma adalah huruf mim pada kata tersebut menunjukkan pengagungan. Hal ini karena huruf mim menunjukkan makna jama’, yaitu dengan seluruh nama dan sifat Allah Ta’ala.

Banyak bukti dalam bahasa Arab bahwa huruf mim menunjukkan makna jama’. Misalnya, kata-kata sebagai berikut:

– أَنْت kata tunggal (mufrod), jika hendak dibuat bentuk jamak menjadi أَنْتُم.

– هُو kata tunggal (mufrod), jika hendak dibuat bentuk jamak menjadi هم.

– لَمّ mengandung makna menggabungkan seperti dalam surat Al-Fajr: 19.

– الْأُم juga menunjukkan makna menggabungkan. Oleh karena itu, Al-Fatihah disebut sebagai Ummul Qur’an. Makkah disebut sebagai Ummul Qura. Al-Lauhul Mahfuzh disebut sebagai Ummul Kitab [2].

Ibnul Qoyyim Rahimahullah menjelaskan bahwa seorang hamba yang berdoa kepada Allah Ta’ala semata dengan menyeru “allahumma hakikatnya ia memohon kepada-Nya dengan seluruh nama dan sifat-Nya.

Maka ucapan, “Allahumma inni as’aluka (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu…)” dimana hakikatnya bermakna, “Ya Allah, yang memiliki seluruh nama-nama yang husna dan sifat-sifat yang ‘ulya, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu…” [3].

Oleh karena itu, Ibnul Qoyyim Rahimahullah menukilkan beberapa riwayat salaf shaleh tentang hal ini [4],

“Seorang ulama tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah mengatakan,

(اللهم) مجمع الدعاء

‘Lafaz allahumma adalah sumber doa’

Seorang imam besar, murid Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Abu Raja’ Al-‘Utharidi Rahimahullah mengatakan,

إن الميم في قوله : (اللهم) فيها تسعة و تسعون اسما من أسماء الله تعالى

‘Sesungguhnya huruf mim pada ucapan allahumma di dalamnya terdapat 99 nama Allah Ta’ala.’

Ulama nahwu sekaligus seorang hakim, An-Nadhr bin Syumail Rahimahullah mengatakan,

من قال (اللهم) فقد دعا الله بجميع أسمائه

‘Barangsiapa yang mengatakan allahumma, pada hakikatnya ia telah berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebut seluruh nama-Nya’.”

Baca Juga: Perbanyaklah Bersujud kepada Allah

Apakah disyariatkan berzikir dengan hanya menyebut nama “الله” saja?

Tidak disyariatkan berzikir hanya dengan menyebut nama الله saja. Misalnya, berzikir hanya dengan menyebut, “Allah, Allah, Allah…!”

Sebagian orang berzikir dengan cara ini. Mereka mengulang-ulang lafzhul jalalah الله berkali-kali. Terkadang mereka malah berzikir bersama sambil duduk atau berdiri, bergoyang kepalanya ke kanan dan ke kiri, bahkan saking cepatnya sehingga tidaklah tersisa kecuali lafaz huwa, huwa, huwa, atau kurang dari itu.

Zikir seperti ini bukanlah ajaran Islam karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Pada riwayat yang sahih tentang zikir, lafzhul jalalah “الله” tidaklah disebutkan dengan sendirian, kecuali selalu disebutkan bersama dengan kata lainnya. Misalnya seperti subhanallah, allhamdulillah, allahu akbar, astaghfirullah, dan lainnya.

Wallahu a’lam.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Baca Juga:

  • Macam-Macam Sesembahan selain Allah Ta’ala
  • Allah Tidak Perlu Dibela?

***

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah

Artikel: Muslim.or.id

 

Referensi:

Syarhu Ibnil Qoyyim li Asma’illahil Husna, hal. 34, DR. Umar Sulaiman Al-Asyqar Hafizhahullah

Fiqhul Asma’il Husna, Syekh Abdur Razzaaq Hafizhahullah

Syarhul Asma’il Husna, DR. Sa’id Al-Qohthani Hafizhahullah

Asma’ullahul Husna lilImam Ibnil Qoyyim, ‘Imad Al-Barudi Hafizhahullah

Tafsir Asma’illahil Husna, Syekh As-Sa’di Rahimahullah, ‘Ubaid bin Ali Al-‘Ubaid hafizhahullah

https://www.alukah.net/sharia/0/126372/

https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/64836/

https://www.alukah.net/sharia/0/110575/ https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/187369/

https://kalemtayeb.com/safahat/item/1297

https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/72571/

https://bit.ly/35mEh1a

https://bit.ly/3Ce5dfj

Catatan Kaki:

[1] Meski terkadang disebutkan dalam sya’ir يا اللهم tapi ini jarang sekali (https://tafsir.app/ibn-alqayyim/3/26).

[2] https://www.alukah.net/sharia/0/126372/.

[3] Syarhu Ibnil Qoyyim li Asma’illahil Husna, hal. 34, DR. Umar Sulaiman Al-Asyqar.

[4] Syarhu Ibnil Qoyyim li Asma’illahil Husna, hal. 35 DR. Umar Sulaiman Al-Asyqar.

ShareTweetPin4
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
Seruan Allah

Seruan Tuhannya Manusia untuk Seluruh Manusia (Bag. 3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah