Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Keutamaan Surah Al-Fatihah (Bag. 2)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
6 Februari 2022
di Akhlak dan Nasihat
Keutamaan Al-Fatihah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Keutamaan Kelima: Membaca Al-Fatihah adalah Rukun Salat
  • Keutamaan Keenam: Al-Fatihah adalah Surat Paling Utama Dalam Alquran
  • Keutamaan Ketujuh: Al-Fatihah Disebut sebagai As-Sab’ul Matsani (Tujuh Ayat yang Diulang-Ulang)
  • Keutamaan Kedelapan: Mengandung Doa Terpenting dan Sebab Terkabulkannya Doa
  • Keutamaan Kesembilan: Al-Fatihah Mengandung Bantahan ke Seluruh Ahli Kebatilan dari Berbagai Aliran Non-Islam serta Bantahan terhadap Ahli Bid’ah di antara Umat Ini
  • Keutamaan Kesepuluh: Surat Al-Fatihah Mengandung Makna Seluruh Kitab-Kitab Allah yang Diturunkan Secara Garis Besar

Baca pembahasan sebelumnya Keutamaan Surah Al-Fatihah (Bag. 1)

ismillah walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du,

Keutamaan surah Al-Fatihah selanjutnya, yaitu:

Keutamaan Kelima: Membaca Al-Fatihah adalah Rukun Salat

Tidaklah sah salat seseorang yang sengaja tidak membaca Al-Fatihah, padahal ia mampu membacanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

“Tidaklah sah salat seseorang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

An-Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa ini adalah mazhab jumhur ulama dari kalangan sahabat, tabi’in, serta generasi setelahnya.

Keutamaan Keenam: Al-Fatihah adalah Surat Paling Utama Dalam Alquran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا

“Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah diturunkan dalam At-Taurah, Al-Injil, Az-Zabur, dan Al-Furqan (Alquran), semisal (semulia) Al-Fatihah.” (HR. At-Tirmidzi, sahih)

Keutamaan Ketujuh: Al-Fatihah Disebut sebagai As-Sab’ul Matsani (Tujuh Ayat yang Diulang-Ulang)

Allah Ta’ala brfirman dalam surah Al-Hijr ayat 87,

وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ<

“Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung.”

Dan salah satu tafsir dari As-Sab’ul Matsani di sini adalah Al-Fatihah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Dalam hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari rahimahullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda menjelaskan surah yang paling agung dalam Alquran,

 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي ، وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

“Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin (surah Al-Fatihah) adalah As-Sab’ul Matsani dan ia adalah Alquran Al-‘Azhiim yang dianugerahkan kepadaku.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa ulama rahimahumullah berbeda pendapat tentang makna As-Sab’ul Matsani. Beberapa pendapat tersebut yaitu:

-Tujuh ayat yang diulang-ulang dalam setiap rakaat salat.

– Surah yang kandungannya pujian kepada Allah Ta’ala.

– Surah yang dikhususkan hanya diturunkan kepada umat Islam ini, dan tidak diturunkan kepada umat-umat sebelumnya.

Dan semua pendapat di atas diambil dari kata “Matsani”.

Keutamaan Kedelapan: Mengandung Doa Terpenting dan Sebab Terkabulkannya Doa

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa Al-Fatihah menggabungkan antara dua macam sebab dikabulkannya sebuah doa, yaitu:

–Tawassul dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya,

– Tawassul dengan penghambaan kepada Allah dan pengesaan-Nya.

Baru setelah itu adalah doa yang terpenting dan harapan paling bagus, yaitu meminta hidayah kepada Allah Ta’ala. Disebutkannya doa ini setelah dua macam tawassul tersebut, merupakan sebab dikabulkannya oleh Allah Ta’ala. Doa yang dimaksud oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah adalah,

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Sedangkan dua macam tawassul tersebut ada pada ayat-ayat sebelumnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyatakan bahwa doa yang paling bermanfaat adalalah doa yang terdapat dalam Al-Fatihah, yaitu memohon pertolongan untuk mendapatkan keridaan-Nya, yaitu:

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

“Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.”

Keutamaan Kesembilan: Al-Fatihah Mengandung Bantahan ke Seluruh Ahli Kebatilan dari Berbagai Aliran Non-Islam serta Bantahan terhadap Ahli Bid’ah di antara Umat Ini

Dijelaskan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, hal itu karena Ash-Shiroth Al-Mustaqiim (jalan lurus) dalam Al-Fatihah mengandung ilmu yang hak dan ketundukan kepada Allah Ta’ala dengan mengamalkannya, mendakwahkannya serta berjihad di jalan Allah memerangi musuh-musuh-Nya. Sedangkan jalan lurus ini adalah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Adapun seluruh ahli kebatilan dari berbagai aliran non-Islam serta ahli bid’ah di antara umat ini, tentunya melanggar ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari sinilah dikatakan bahwa Al-Fatihah mengandung bantahan ke seluruh ahli kebatilan dari berbagai aliran non-Islam serta bantahan terhadap ahli bid’ah di antara umat ini.

Baca Juga: Fatwa Ulama: Membaca Āmīn Setelah Membaca Al-Fatihah di Luar Salat

Keutamaan Kesepuluh: Surat Al-Fatihah Mengandung Makna Seluruh Kitab-Kitab Allah yang Diturunkan Secara Garis Besar

Hal ini disampaikan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah. Guru beliau, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu’ul Fatawa menukilkan perkataan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah,

فمن علم تفسيرها كان كمن علم تفسير جميع كتب الله المنزلة

“Barangsiapa yang mengetahui tafsirnya (Al-Fatihah), seolah-olah ia mengetahui tafsir seluruh kitab-kitab Allah yang diturunkan.”

Hal ini dikarenakan Alquran menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia, sedangkan Al-Fatihah merupakan induk Alquran yang mengandung dasar dari seluruh perincian Alquran dan maksud-maksud terbesarnya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ

“Dan Kami turunkan Kitab (Alquran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim).” QS. (An-Nahl : 89)

Pakar Tafsir di kalangan sahabat radhiyallahu ‘anhum, Abdullah bin Ma’ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, “Allah telah menjelaskan dalam Alquran ini semua pengetahuan dan segala perkara.”

Ibnu Katsir rahimahullah setelah menukilkan ucapan Abdullah bin Ma’ud radhiyallahu ‘anhu dalam kitab Tafsirnya, lalu mengatakan, “Karena sesungguhnya Alquran mencakup semua ilmu bermanfaat dari khabar yang telah lalu dan pengetahuan yang akan datang, hukum setiap yang halal-haram, serta segala yang dibutuhkan manusia dalam urusan dunia, agama, hidup dan nasib mereka di akhirat.”

Kesimpulan:

Surah Al-Fatihah adalah kunci seluruh kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.

Baca Juga:

  • Membaca Al-Fatihah di Awal dan Akhir Doa
  • Khasiat Rahasia Surat Al-Fatihah

***

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah

Artikel: www.muslim.or.id

 

Referensi:

https://Islamqa.info/ar/answers/132386

https://www.Islamweb.net/ar/article/204127/

dan sumber-sumber lainnya.

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
Definisi Iman Menurut Ahlus Sunnah

Definisi Iman Menurut Ahlus Sunnah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah