Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Beberapa Doa Berlindung dari Wabah dan Penyakit Mengerikan

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
6 September 2021
di Akhlak dan Nasihat
Doa Berlindung dari Wabah dan Penyakit

Doa Berlindung dari Wabah dan Penyakit

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Doa pertama
  • Doa kedua
  • Doa ketiga
  • Penjelasan makna doa dan zikir
    • Penjelasan doa pertama
    • Penjelasan doa kedua
    • Penjelasan doa ketiga

Selama musim wabah pandemi ini, kita perlu menempuh sebab syar’i dan sebab kauniy untuk menjaga diri dari wabah. Contoh dari sebab kauniy adalah menjaga protokol kesehatan dan menjaga imunitas dengan pola hidup yang sehat. Sedangkan contoh dari sebab syar’i adalah dengan menempuh sebab yang salah satunya dengan membaca doa dan zikir perlindungan dari wabah dan penyakit yang mengerikan.

[lwptoc]

Ada banyak doa dan zikir terkait hal ini. Kami akan menyebutkan tiga doa dan zikir yang ringkas dan mudah dihapal disertai penjelasannya agar lebih memahami makna dan menjiwai ketika membacanya.

Doa pertama

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ اْلأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari penyakit kulit belang, penyakit gila, penyakit lepra, dan penyakit yang (berakibat) buruk” (HR. ‘Abdurrazaq no. 19634).

Doa kedua

اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ اَلْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ وَالْأَدْوَاءِ

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, amalan yang jelek, hawa nafsu, dan berbagai penyakit yang buruk” (HR. ath-Thabrani 3: 1447).

Baca Juga: Penyakit Ganas Akibat Tersebarnya Zina Secara Terang-Terangan

Doa ketiga

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas mahluk (lainnya) yang ia ciptakan” (Shahih Ibnu Majah no. 3892).

Penjelasan makna doa dan zikir

Berikut penjelasan makna doa & zikir tersebut.

Penjelasan doa pertama

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ اْلأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari penyakit kulit belang, penyakit gila, penyakit lepra, dan penyakit yang (berakibat) buruk” (HR. Abdurrazaq no. 19634).

Pada doa ini disebutkan perlindungan dari salah satu penyakit wabah, yaitu penyakit lepra yang merupakan penyakit wabah yang dampaknya cukup mengerikan.

Dalam kitab Faidul Qadir dijelaskan betapa mengerikannya lepra,

وهو مرض خطير، وشديد، ومعدٍ بقدرة اللَّه تعالى، يحصل بسببه سقوط الشعر، وتقطع الأعضاء، واللحم، ويجري الصديد منه، مما ينفّر منه الناس لشدة فظاعته، وسوء منظره، ويوضع صاحبه في معزل عن الخلق

“Lepra adalah penyakit yang sangat berbahaya, menular dengan takdir Allah. Menyebabkan rambut rontok dan terpotongnya anggota tubuh dan otot. Menyebabkan nanah mengalir sehingga membuat manusia lari karena merasa ngeri karena pemandangan yang mengerikan (jelek). Pasiennya diisolasi di tempat yang jauh dari manusia” (Faidul Qadir, 2: 122).

Doa berlindung dari penyakut yang buruk ini juga mencakup berlindung dari wabah di zaman ini seperti Covid-19, meningitis, dan lain-lain. Maksud dari lafadz سيئ الأسقام yaitu,

سيئ الأسقام: الأمراض القبيحة الرديئة

“Penyakit-penyakit yang buruk dan jelek” (al-Futuhat ar-Rabbaniyah, 3: 641).

Penjelasan doa kedua

اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ اَلْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ وَالْأَدْوَاءِ

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, amalan yang jelek, hawa nafsu, dan berbagai penyakit yang buruk” (HR. ath-Thabrani 3: 1447).

Dalam doa ini, kita berlindung dari berbagai penyakit yang buruk pada lafadz (وَالْأَدْوَاءِ),  dalam Faidul Qadir dijelaskan maknanya,

وأعوذ بك من منكرات الأسقام, والأمراض الخطيرة، مثل: الجذام، والبرص, والسّلّ، والسرطان، والأيدز، وغير ذلك

“Yaitu, aku berlindung dari penyakit dan sakit yang jelek serta berbahaya, seperti kusta, belang, TBC, kanker, AIDS, dan lain-lain” (Faidul Qadir, 2: 110).

Penjelasan doa ketiga

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas mahluk (lainnya) yang ia ciptakan” (Shahih Ibnu Majah no. 3892).

Doa ini dibaca HANYA ketika melihat orang lain tertimpa musibah dan dibaca secara perlahan dan tentunya tidak diketahui oleh orang yang tertimpa musibah. Apabila doa ini dibaca, maka Allah akan menjaga kita dari musibah yang telah menimpa orang tersebut seperti bencana, kecelakaan, penyakit berat, dan wabah.

عَنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ الله عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلَاءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا إِلَّا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ”

Dari Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang melihat orang lain yang tertimpa musibah, hendaknya ia berdoa,

الحمد لله الذي عافاني مما ابتلاك به و فضلني على كثير ممن خلق تفضيلا

“Alhamdulillahilladzi ‘aafaanii mimaa ibtalaaka bihi wa faddhalani ‘alaa katsirin mimman khalaqa tafdhila”

Maka, ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apapun ia selama hidup” (Shahih Ibnu Majah no. 3892).

Syaikh Majdi bin Abdul Wahhab Ahmad berkata,

قوله : ” وفضلني على كثير ممن خلق ” يجوز أن يكون المراد به الجماعة المبتلون ، وتفضيل الله تعالى إياه عليهم ، بحيث إنه سلمه من هذا البلاء ، الذي ابتلاهم به .

“Maksud dari lafaz ‘memberikan keutamaan kepadaku atas mahluk (lainnya) yang ia ciptakan’, yaitu (dilebihkan dari) sekelompok orang yang diuji dengan musibah, maka Allah melebihkannya dimana Allah menyelamatkannya dari musibah tersebut, yaitu musibah yang Allah timpakan kepada mereka.” (Syarah Hisnul Muslim oleh Syekh Majdi bin Abdul Wahhab).

Beliau juga menjelaskan,

وينبغي أن يقول هذا الذكر سراً ، بحيث يُسمع نفسه ، ولا يُسمعه المبتلى ، لئلا يتألم قلبه بذلك، إلا أن تكون بليته معصية ، فلا بأس أن يُسمعه ذلك ، من باب الزجر له إن لم يخف من ذلك مفسدة.

“Selayaknya doa ini dibaca denga lirih, hanya ia yang mendengar dan tidak didengar oleh orang yang tertimpa musibah agar ia tidak sakit hati. Kecuali jika musibah tersebut adalah kemaksiatan, maka tidak mengapa didengar oleh orang tersebut. Agar ia jera dan ia tidak dalam keadaan merasa takut dengan perbuatan maksiat tersebut” (Syarah Hisnul Muslim oleh Syekh Majdi bin Abdul Wahhab).

Baca Juga:

  • Mengenal Penyakit Ain, Pencegahannya dan Pengobatannya
  • Mencela Penyakit Demam

Demikian, semoga bermanfaat.

@ Lombok, Pulau Seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel: www.muslim.or.id

ShareTweetPin3
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
Mengobati Kegalauan

Mengobati Kegalauan (Bag. 6)

Komentar 2

  1. Haris Maula Ibrahim says:
    4 tahun yang lalu

    Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى membalas kebaikan bapak ustaz dokter Raehanul Bahraen.

    Reply
  2. Syahar says:
    1 tahun yang lalu

    Syukron jazakallahu Khoir Ustad

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah