Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bagaimanakah Cara Membalas Kebaikan Orang Lain?

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
5 Agustus 2021
di Akhlak dan Nasihat
Bagaimanakah Cara Membalas Kebaikan Orang Lain

Bagaimanakah Cara Membalas Kebaikan Orang Lain

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Jangan menjadi orang yang kufur nikmat
  • Bagaimana cara membalas kebaikan orang lain?

Jangan menjadi orang yang kufur nikmat

Kita tahu bahwa di antara yang sangat banyak berbuat baik dan berjasa kepada kita adalah orang tua. Allah Ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada orang tua-mu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu” (QS. Luqman [31]: 14).

Akan tetapi, banyak kita jumpai seorang anak yang tidak mau membalas kebaikan dan jasa orang tuanya. Mereka inilah orang-orang yang telah kufur nikmat, tidak tahu diri sehingga tidak mau berterima kasih atas kebaikan orang tua yang telah dilakukan kepadanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidaklah bersyukur kepada Allah, orang yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia” (HR. Abu Dawud no. 4811, Tirmidzi no. 1954, sahih).

Hadis ini mengandung dua penafsiran sebagai berikut.

Tafsir pertama, tidak mungkin ada seorang manusia yang bisa bersyukur kepada Allah Ta’ala jika dirinya tidak bisa berterima kasih atas kebaikan orang lain (sesama manusia). Padahal, kebaikan yang diberikan orang lain kepadanya tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan limpahan kebaikan dan nikmat dari Allah Ta’ala kepadanya. Jika dia tidak bisa berterima kasih atas kebaikan yang diberikan manusia kepadanya -yang itu jumlahnya sedikit-, tentunya lebih-lebih lagi dia tidak akan bisa bersyukur (berterima kasih) atas banyaknya kebaikan yang telah Allah Ta’ala limpahkan kepadanya.

Tafsir kedua, hadis tersebut bermakna bahwa Allah Ta’ala tidak menerima (ibadah) syukur seorang hamba kepada-Nya, jika orang tersebut belum bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan manusia yang lainnya. Terdapat orang yang (mungkin banyak) bersyukur kepada Allah Ta’ala, namun syukurnya ini tidak diterima oleh Allah Ta’ala sampai dia bersyukur atas kebaikan yang telah diberikan manusia kepadanya.

Bagaimana cara membalas kebaikan orang lain?

Bersyukur atau berterima kasih atas kebaikan orang lain dapat dilakukan dengan cara membalas kebaikan yang telah dia lakukan tersebut. Jika dia tidak bisa membalas, maka balaslah dengan mendoakan kebaikan kepada orang tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ، فَقَالَ لِفَاعِلهِ : جَزَاكَ اللهُ خَيْراً ، فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ

“Barang siapa yang mendapat kebaikan dari orang lain, hendaklah dia mengatakan jazakallah khaira. (Dengan begitu), dia telah maksimal dalam memuji orang tersebut” (HR. Tirmidzi no. 2035, sahih).

Jika ada orang lain yang berbuat baik kepada kita, baik dengan harta, tenaga, atau bentuk kebaikan yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk membalas kebaikan orang tersebut.

Membalas kebaikan orang lain dapat dilakukan dengan beberapa bentuk.
Pertama, membalas dengan memberikan kebaikan sejenis yang telah dia terima;
Kedua, membalas dengan memberikan kebaikan yang lebih banyak dari kebaikan yang telah dia terima; atau
Ketiga, membalas dengan mendoakan orang yang telah memberikan kepadanya.

Sebagai contoh, ada seseorang yang menghadiahkan sebuah baju kepada kita. Kita bisa membalas kebaikan orang tersebut dengan menghadiahkan baju yang jenis dan jumlahnya sama (kurang lebih harganya sama) (bentuk pertama); atau kita balas dengan memberikan baju dengan jumlah yang lebih banyak (bentuk kedua); atau dengan mendoakan kebaikan terhadap orang yang memberikan hadiah baju tersebut (bentuk ketiga).

Manakah yang paling tepat dalam membalas kebaikan seseorang, perlu melihat kondisi orang yang telah memberikan hadiah atau berbuat baik tersebut. Karena terdapat sebagian orang yang memang lebih tepat dibalas dengan mendoakannya atas perbuatan kebaikan yang dilakukannya. Karena jika dibalas dengan memberikan sesuatu yang sejenis atau lebih mahal, boleh jadi orang tersebut justru akan merasa diremehkan atau dilecehkan, atau sejenisnya.

Jika kita tidak bisa membalas kebaikan yang telah diberikan orang lain kepadanya dengan kebaikan yang sejenis atau kebaikan yang lebih banyak, maka doakanlah dirinya dengan berulang-ulang sampai yakin bahwa kita telah membalas dengan balasan yang setimpal. Di antara doa tersebut adalah ucapan “jazakallah khairan”. Dengan mengucapkan “jazakallah khairan” kepada orang yang berbuat baik kepada kita, maka kita telah berusaha maksimal dalam memuji orang tersebut. Karena jika Allah Ta’ala membalas kebaikannya atas ucapan (doa) kita tersebut, maka dia akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat.

Baca Juga:

 

***

@Rumah Kasongan, 23 Dzulhijah 1442/2 Agustus 2021

Penulis: dr. M. Saifudin Hakim, MSc., PhD.

Artikel: Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

Disarikan dari kitab Al-Kabaair karya Adz-Dzahabi rahimahullah, ditambah dengan penjelasan guru kami, Ustadz Dr. Aris Munandar, SS., MPI., ketika menjelaskan kandungan kitab tersebut.

ShareTweetPin4
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
Hanya Meminta Hak, namun Melupakan Kewajiban

Hanya Meminta Hak, namun Melupakan Kewajiban

Komentar 1

  1. Bagus Seung Athario says:
    3 bulan yang lalu

    Artikel ini sangat bagus karena mengingatkan kita agar tidak menjadi orang yang lupa jasa dan kebaikan orang lain. Penjelasannya jelas, bahwa membalas kebaikan tidak harus selalu dengan barang atau materi, tetapi bisa juga dengan ucapan terima kasih, doa, dan sikap baik. Pesan seperti ini penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik kepada orang tua, teman, guru, maupun siapa saja yang pernah menolong kita. Dengan saling menghargai kebaikan, hubungan antar sesama akan menjadi lebih harmonis dan penuh keberkahan.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah