Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Perayaan Isra’ Mi’raj

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
27 Juni 2011
di Manhaj
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kaum muslimin di negeri ini pasti mengetahui bahwa di bulan ini ada suatu moment yang teramat penting yaitu Isro’ Mi’roj sehingga banyak di antara kaum muslimin turut serta memeriahkannya.Namun apakah benar dalam ajaran Islam, perayaan Isro’ Mi’roj semacam ini memiliki dasar atau tuntunan? Semoga pembahasan kali ini bisa menjawabnya. Allahumma a’in wa yassir.

Sebelum kita menilai apakah merayakan Isro’ Mi’roj ada tuntunan dalam agama ini ataukah tidak, perlu kita tinjau terlebih dahulu, apakah Isro’ Mi’roj betul terjadi pada bulan Rajab?

Perlu diketahui bahwa para ulama berselisih pendapat kapan terjadinya Isro’ Mi’roj. Ada ulama yang mengatakan pada bulan Rajab. Ada pula yang mengatakan pada bulan Ramadhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

”Tidak ada dalil yang tegas yang menyatakan terjadinya Isro’ Mi’roj pada bulan tertentu atau sepuluh hari tertentu atau ditegaskan pada tanggal tertentu. Bahkan sebenarnya para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini, tidak ada yang bisa menegaskan waktu pastinya.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Ibnu Rajab mengatakan,

”Telah diriwayatkan bahwa di bulan Rajab ada kejadian-kejadian yang luar biasa. Namun sebenarnya riwayat tentang hal tersebut tidak ada satu pun yang shahih. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada awal malam bulan tersebut. Ada pula yang menyatakan bahwa beliau diutus pada 27 Rajab. Ada pula yang mengatakan bahwa itu terjadi pada 25 Rajab. Namun itu semua tidaklah shahih.”

Abu Syamah mengatakan, ”Sebagian orang menceritakan bahwa Isro’ Mi’roj terjadi di bulan Rajab. Namun para pakar Jarh wa Ta’dil (pengkritik perowi hadits) menyatakan bahwa klaim tersebut adalah suatu kedustaan.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 274)

Setelah kita mengetahui bahwa penetapan Isro’ Mi’roj sendiri masih diperselisihkan, lalu bagaimanakah hukum merayakannya?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

”Tidak dikenal dari seorang dari ulama kaum muslimin yang menjadikan malam Isro’ memiliki keutamaan dari malam lainnya, lebih-lebih dari malam Lailatul Qadr. Begitu pula para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak pernah mengkhususkan malam Isro’ untuk perayaan-perayaan tertentu dan mereka pun tidak menyebutkannya. Oleh karena itu, tidak diketahui tanggal pasti dari malam Isro’ tersebut.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Begitu pula Syaikhul Islam mengatakan,

“Adapun melaksanakan perayaan tertentu selain dari hari raya yang disyari’atkan (yaitu idul fithri dan idul adha, pen) seperti perayaan pada sebagian malam dari bulan Rabi’ul Awwal (yang disebut dengan malam Maulid Nabi), perayaan pada sebagian malam Rojab (perayaan Isro’ Mi’roj), hari ke-8 Dzulhijjah, awal Jum’at dari bulan Rojab atau perayaan hari ke-8 Syawal -yang dinamakan orang yang tidak mengerti agama dengan Idul Abror (ketupat lebaran)-; ini semua adalah bid’ah yang tidak dianjurkan oleh para salaf (sahabat yang merupakan generasi terbaik umat ini) dan mereka juga tidak pernah melaksanakannya.” (Majmu’ Fatawa, 25/298)

Ibnul Haaj mengatakan, ”Di antara ajaran yang tidak ada tuntunan yang diada-adakan di bulan Rajab adalah perayaan malam Isro’ Mi’roj pada tanggal 27 Rajab.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 275)

Demikian pembahasan seputar perayaan Isro’ Mi’roj yang biasa dimeriahkan di bulan Rajab.

Semoga bisa memberikan pencerahan bagi pembaca muslim.or.id sekalian. Hanya Allah yang memberi taufik.

Baca tentang amalan di bulan Rajab lainnya di sini.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya

Tauhid, Menggugurkan Dosa

Komentar 20

  1. Hamba Allah says:
    15 tahun yang lalu

    Menyedihkan keadaan masyarakat kita ini.

    Banyak sekolah-sekolah,bahkan yang berazaskan Islam,masih merayakan Isra Mi’raj sebagai event tahunan sekolah.Secara tidak langsung,sekolah tersebut mendidik murid-muridnya untuk menanggapi hari Isra Mi’raj sebagai sesuatu yang harus dirayakan.

    Nampaknya MUI perlu mengeluarkan fatwa haram mengenai perayaan Isra Mi’raj ini.

    Wallahu ‘alam bishawab.

    Reply
  2. nawir says:
    15 tahun yang lalu

    Entah siapa yang memulai perayaan isro’ mi’roj ini ditanah air kita dan kemudian menetapkan bahwa tanggal 27 Rajab adalah hari yang harus diliburkan secara nasional agar umat Islam dapat merayakannya.

    Reply
  3. Bapak'e Hanifah says:
    15 tahun yang lalu

    kalo melihat ke belakan sewaktu saya masih belum mengenal Sunnah..
    saya termasuk diantara mereka yg sangat bersemangat merayakan acara-acara bid’ah seperti itu..
    bahkan menjadi panitia.. tetap..
    namun ternyata tidak ada ilmu yg didapat.. selama itu..
    dan alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali Allah menunjuki saya kepada jalan yg benar..
    sehingga bisa mengenal ajaran Islam yg benar..

    dan harapan saya semoga saudara-2 kita yg masih mengamalkan perbuatan bid’ah semoga mendapatkan hidayah..

    Reply
  4. Abu Ja'far says:
    15 tahun yang lalu

    Mungkin salah satu hikmah tidak diketahui dengan pasti peristiwa tersebut kapan terjadi supaya tidak ada kaum Muslimin yang merayakannya, begitu juga Maulid Nabi yang waktunya masih diperselisihkan, wallahu A’lam.

    Reply
  5. susilo says:
    15 tahun yang lalu

    mungkin mereka beranggapan bahwa yang baik itu berarti benar.padahal belum tentu??
    yang benar menurut kita aja,blom tentu benar menurut sunnah rosul.
    merekalah salah satu contoh kelompok yang beribadah tanpa berilmu….

    Reply
  6. DINDIN SAHMAN HAERUDIN says:
    15 tahun yang lalu

    Ustd.bagaimana kalau mereka yg suka mengamalkan isra miraj menjawab sesuai hadis nabi bahwa Segala sesuatu tergantung niatnya….???kalau niatnya menambah ilmu keagamaan insyaAlloh surga pahalanya….!!lalu saya mesti
    menjawab apa???

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Dindin
      Niat baik saja tidak cukup. Niat baik harus dibarengi dengan cara yang benar. Niat baik tanpa cara yang benar membuat amalan tertolak.

      Reply
  7. Abu Yazid says:
    15 tahun yang lalu

    Ustadz, tolong sewaktu-waktu diberikan artikel mengenai cara yang santun dalam menolak perayaan2 bid’ah ini. Dari segi merayakannya ataupun ketika dimintai sumbangan. Agar akhlaq kita tetap baik dalam berdakwah dan hubungan dengan masyarakat sekitar pun tetap baik. Jazaakallohu khoiron katsiiro

    Reply
  8. fathoni says:
    15 tahun yang lalu

    mudah-mudahan kita selalu diberi petunjuk jalan yang benar, amin

    Reply
  9. abdul aziz says:
    15 tahun yang lalu

    sya mw tanya, apakah dikategorikan bid’ah pula hal-hal baru yang tidak bersentuhan dengan sisi syari’at?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #abdul aziz
      Perkara non-ibadah termasuk bid’ah secara bahasa arab, namun bukan bid’ah secara istilah syar’i, sehingga pada asalnya boleh.

      Reply
  10. bayo harahap says:
    15 tahun yang lalu

    ana setuju dengan abu yazid tentang cara yang santun dalam menolak perayaan2 bid’ah ini.

    Reply
  11. Nasywah Khairunnisa says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamualaikum…afwan bpk ustadz..ana izin copas dan share materi”nya yg bermanfaat ini…

    Reply
  12. iman says:
    15 tahun yang lalu

    @ust yulian
    antum kan jawab pertanyaan akhi dindin begini :#Dindin
    Niat baik saja tidak cukup. Niat baik harus dibarengi dengan cara yang benar. Niat baik tanpa cara yang benar membuat amalan tertolak.
    sedangkan dalam alquran sendiri disurat alkahfi 66 – 78 bercerita tentang nabi khidir dan nabi musa. nabi khidir melakukan cara yang tidak lazim…bagaimana ust yulian menanggapinya??

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #iman
      – Nabi Khidir niatnya benar dan caranya benar, karena cara demikianlah yang diperintahkan Allah kepada beliau
      – Syari’at dan aturan-aturan Nabi terdahulu tidak berlaku lagi setelah datangnya syari’at yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.

      Reply
  13. nafisannisa says:
    14 tahun yang lalu

    Apa setiap perbuatan baik harus di contohkan Rosul.jadi bagaimana jika orang buta mau menyebrang jalan tol,apakah harus kita cari dulu dalilnya pernah tidak Rosul menolong orang buta yang ingin menyebrang jalan tol.kok jadi ribet ya agama ini mau berbuat baik aja harus ada dalil nya dulu.sepertinya sempit bener pandangan anda dengan islam.mudah2an anda tidak termasuk orang2 yang merasa pandai dari Alloh dan RosulNya

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #nafisannisa
      Menolong orang, terkhusus buta itu dalilnya banyak sekali. Jika bukan berlandaskan pada dalil lalu apa patokan perbuatan baik dan buruk? Perasaan? Akal? Jika demikian baik dan buruk itu masing-masing orang berbeda. Walhasil Islam jadi agama yang gamang karena patokan baik dan buruk dalam Islam itu relatif.

      Reply
  14. zainal abidin says:
    13 tahun yang lalu

    semoga allah swt. selalu menjaga hatiku tetap di atas al quran dan sunah,dan jauh dari perbuatan bid,ah

    Reply
  15. jaini majedi says:
    12 tahun yang lalu

    bagaimana dengan pembacaan maulid simtudduror karangan habib Ali AlHabsyi..apakah itu trmasuk perkara bidah…mohon penjelasannya..

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Kami belum tsb paham buku tsb.

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah