fbpx

Rahasia di Balik Doa Masuk WC

Rahasia di Balik Doa Masuk WC

Bismillah

Ada dua doa yang disunnahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat masuk WC :

Pertama, membaca bismilllah.

Agar aurat kita tertutupi dari pandangan jin. Sebagaimana keterangan dalam hadis,

ستر ما بين أعين الجن وعورات بني آدم إذا دخل أحدكم الكنيف أن يقول باسم الله

“Penutup pandangan jin kepada aurat manusia adalah, jika kalian masuk WC maka ucapkan bismillah (arti : dengan menyebut nama Allah)” (HR. Tirmidzi no. 606, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Kedua, membaca doa :

اللهم إني أعوذبك من الخبث والخبائث

 ALLAHUMMA INNII A’UDZUBIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAA-ITS

Artinya : “Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari Khubuts dan Khobaa’its.”

Apa itu Khubuts dan apa itu Khobaa’its?

Ada dua cara baca dua lafaz di atas :

  1. huruf “ba’’ dibaca dhummah : Khubuts
  2. huruf “ba’’ dibaca sukun : Khubtsu

Jika huruf “ba’’ dibaca dhummah : Khubuts, maka status lafaz ini adalah bentuk jamak dari kata tunggal (mufrad) Khobiits; yang artinya kekejian. Maksudnya adalah setan laki-laki. Kemudian Khobaa-its maknanya adalah setan perempuan.

Sebingga arti doa di atas : Ya Allah aku berlindung kepada engkau dari setan laki-laki dan setan perempuan.

Adapun jika huruf “ba’’ pada doa dibaca sukun : Khubtsu, maka maknanya adalah keburukan, kemudian Khobaa-its maknanya adalah jiwa-jiwa yang jelek/jahat.

Berdasarkan cara baca versi kedua ini, arti doa menjadi berubah : Ya Allah aku berlindung kepada engkau dari keburukan dan setan, jiwa-jiwa yang jelek/jahat.

Mengapa Kita Disunnahkan Membaca Doa – Doa Ini Saat Masuk WC?

Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menerangkan,

 

ولأن هذا المكان مأوى الخبثاء فهو مأوى الشياطين، فناسب أن يستعيذ عند ذلك حتى لا يصيبه الخبث وهو الشر ولا الخبائث وهي النفوس الشريرة

“Karena WC / kamar mandi adalah tempat persembunyian hal yang keji; tempat persembunyian setan-setan. Sehingga tepat ketika seorang masuk WC / kamar mandi berlindung dari setan-setan tersebut. Agar dia tidak terkena keburukan atau bahaya dari jiwa-jiwa yang jahat.” (Dikutip secara ringkas dari kitab Bidayatul Faqih, ringkasan Syarah Al-Mumti’ karya Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin)

Wallahu a’lam bis showab.

Baca Juga:

Referensi:

Bidayatul Faqih, karya Dr. Salim Al-Ajmi, penerbit Maktabah Ahlul Atsar.

Ditulis oleh: Ahmad Anshori

Artikel: Muslim.or.id

 

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. InsyaAllah, setiap artikel yang dibaca, bisa menjadi pahala untuk kita semua. Donasi sekarang.

🔍 Fiqih Qurban, Hadits Tentang Shaf Shalat Berjamaah, Batu Maqam Nabi Ibrahim, Hadits Ikhtiar, Perbedaan Sholat Fajar Dan Qabliyah Subuh

Print Friendly, PDF & Email

About Author

Ahmad Anshori, Lc

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

View all posts by Ahmad Anshori, Lc »

Leave a Reply