Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Jangan Putus Asa ketika Melihat Kerusakan di Tengah Masyarakat

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
13 Januari 2021
di Akhlak dan Nasihat
Jangan Putus Asa Melihat Kerusakan
Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi kewajiban kita untuk tidak berputus asa ketika berusaha melakukan perbaikan di tengah-tengah masyarakat. Meskipun kita melihat terdapat berbagai jenis kerusakan di tengah-tengah mereka. Bagaimanapun, kebatilan haruslah dilawan dengan kebenaran (al-haq). Allah Ta’ala berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّاً مِّنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِياً وَنَصِيراً

“Dan seperti itulah, telah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong” (QS. Al-Furqan [25]: 31).

Orang-orang yang menyimpang akan selalu berusaha untuk menyesatkan manusia dan menyembunyikan kebenaran dari kaum muslimin. Sehingga kaum muslimin pun buta, manakah kebenaran dan manakah kebatilan. Akan tetapi, Allah Ta’ala menjanjikan,

وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِياً

“Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk (hidayah).”

Yaitu, ketika musuh-musuh para Nabi berusaha untuk menyesatkan kalian.

وَنَصِيراً

“dan Penolong.”

Yaitu, ketika musuh-musuh para Nabi berusaha untuk merintangi dari jalan kebenaran.

Oleh karena itu, kita tidak boleh berputus asa. Kita hendaknya terus membesarkan jiwa dan berusaha, karena sesungguhnya akhir yang baik itu akan bersama dengan orang-orang yang bertakwa.

Lihatlah bagaimana kesabaran Nabi yang luar biasa dan juga harapan yang tinggi ketika berdakwah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh melihat ke depan, bahkan ketika beliau mendapatkan penolakan dan gangguan luar biasa dari kaumnya. Yaitu pada hari ketika beliau pulang dari Thaif, ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendakwahi penduduk Thaif untuk menuju Allah Ta’ala, namun mereka menolak dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kisah selengkapnya adalah sebagaimana hadis berikut ini.

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘anhu, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bercerita kepadanya bahwa dia pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah baginda pernah mengalami peristiwa yang lebih berat dari kejadian perang Uhud?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Sungguh aku sering mengalami peristiwa dari kaummu. Dan peristiwa paling berat yang pernah aku alami dalam menghadapi mereka adalah ketika peristiwa Al-‘Aqabah. Saat aku menawarkan diriku kepada Ibnu ‘Abdi Yalil bin ‘Abdu Kulal agar membantuku, namun dia tidak mau memenuhi keinginanku. Hingga akhirnya aku pergi dengan wajah gelisah dan aku tidak menjadi tenang kecuali ketika berada di Qarnu Ats-Tsa’aalib (Qarnu al-Manazil). Aku mendongakkan kepalaku. Ternyata aku berada di bawah awan yang memayungiku, lalu aku melihat ke arah sana dan ternyata ada malaikat Jibril yang kemudian memanggilku seraya berkata, “Sesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu kepadamu dan apa yang mereka timpakan kepadamu. Dan Allah telah mengirim kepadamu malaikat gunung yang siap diperintah apa saja sesuai kehendakmu.” Maka malaikat gunung berseru dan memberi salam kepadaku kemudian berkata, “Wahai Muhammad.” Dia berkata, “Apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu kehendaki, aku timpakan kepada mereka dua gunung ini.”

Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

“Tidak. Bahkan aku berharap Allah akan memunculkan dari anak keturunan mereka orang yang menyembah Allah satu-satunya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun” (HR. Bukhari no. 3231).

Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa bersabar dan berusaha, terus memupuk harapan, bahwa masyarakat kaum muslimin akan sedikit demi sedikit mengalami perbaikan. Wallahu Ta’ala a’alam.

Baca Juga:

  • Merasa Sial Karena Kemaksiatan
  • Hukum Boikot Produk Orang Kafir dan Pendukung Kemaksiatan

[Selesai]

***

@Kantor YPIA, 27 Jumadil Ula 1442/11 Januari 2021

Penulis: dr. M. Saifudin Hakim, MSc., PhD.

Artikel: Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

Disarikan dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyyah: Dzawabith wa Taujihaat, karya Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullahu Ta’ala, hal. 54-55.

ShareTweetPin2
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 5): Tips Berinteraksi dan Memilih Pertemanan

oleh Glenshah Fauzi
28 September 2026
0

Beberapa larangan dalam memilih pertemanan Ingatlah bahwa agama kita sangat memperhatikan sirkel pertemanan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan wasiat, اَلْمَرْءُ...

Ekonomi Umat yang Berdaya: Visi Islam untuk Kaum Muslimin yang Kuat dan Mandiri

oleh Muhammad Insan Fathin
22 September 2026
0

Terdapat sebuah pemahaman keliru yang menyebar dan terkadang menjadi hal yang diperdebatkan di tengah umat, juga disalahpahami. Orang yang saleh...

Seni Memaafkan: Investasi Terbaik untuk Ketenangan Jiwa

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
20 September 2026
1

Dalam kehidupan sosial yang dinamis, konflik adalah sunnatullah dan suatu keniscayaan. Namun, kemampuan untuk memberi maaf bukan sekadar tindakan sosial,...

Artikel Selanjutnya
Was-Was dalam Sholat

Menolak Was-Was dalam Shalat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah