Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Pengaruh Penting Mengimani Sifat Khabariyyah

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
27 September 2020
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Bagaimana Cara Mengimani Sifat Khabariyyah ?
  • Pengaruh Penting Mengimani Sifat Khabariyah Bagi Seorang Hamba

[lwptoc]

Sifat khabariyyah yaitu sifat yang penetapannya berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah saja. Jika tidak ada dalil yang menyebutkannya, akal kita tidak mampu menetapkan sifat tersebut. Di antara sifa-sifat khabariyyah adalah wajah (الوجه), tangan (اليدين), jari-jemari (الاصابع), telapak kaki (القدمين), betis (الساق), dan yang lainnya. Semua sifat-sifat ini terdapat penetapannya di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Baca Juga: Metode Menetapkan Sifat-Sifat Allah Ta’ala

Bagaimana Cara Mengimani Sifat Khabariyyah ?

Keimanan yang benar terhadap seluruh sifat-sifat Allah adalah sebagaimana penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitab beliau Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah,

“Termasuk keimanan kepada Allah adalah beriman terhadap sifat-sifat Allah yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya dan Rasulullah tetapkan untuk Allah tanpa melakukan tahrif, ta’thil, tamtsil, dan takyif.“

Tahrif artinya menyelewengkan makna dari makna yang seharusnya. Ta’thil maksudnya menolak dan mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Allah, baik mengingkari keseluruhan maupun sebagian. Takyif artinya menyebutkan tentang kaifiyyah (karakteristik) suatu sifat. Adapun yang dimaksud tamtsil  yaitu menyamakan nama dan sifat Allah dengan makhluk. Semuanya ini terlarang dalam mengimani sifat-sifat Allah. [1]

Kewajiban kita terhadap setiap penyebutan ayat-ayat sifat dalam Al Qur’an dan As Sunnah -termasuk juga terhadap sifat khabariyyah– adalah mengimani dan menetapkannya untuk Allah sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala serta tidak menyerupakannya dengan makhluk.

Baca Juga: Sifat Allah: Apakah hanya Tujuh atau Dua Puluh?

Pengaruh Penting Mengimani Sifat Khabariyah Bagi Seorang Hamba

Barangsiapa mengimani dan membenarkannya sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah tanpa melakukan tahrif, ta’thil, tamtsil, dan takyif  maka sungguh dia telah mendapatkan keberuntungan. Sebaliknya, barangsiapa yang lebih mengedepankan akalnya yang rusak daripada dalil shahih kemudian menolak sifat-sifat tersebut, atau menyelewengkan maknanya, atau menganggapnya sebagai majaz, maka dia sungguh telah melakukan kesalahan fatal dan merugi. Mengapa? Karena dengan demikan berarti dia telah membedakan antara sebagian sifat Allah dengan sifat-sifat yang lain. Dia juga berarti telah mendustakan Allah mengenai sifat-sifat yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya yang disebutkan dalam Al Qur’an. Demikian pula, berarti dia telah mendustakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai sifat-sifat Allah yang telah beliau tetapkan untuk Allah melalui hadits-hadits yang shahih.

Seandainya tidak ada buah manis mengimani sifat-sifat ini kecuali menjadikan orang yang mengimaninya termasuk ke dalam golongan orang beriman dan bertauhid, maka ini sudah cukup. Seandainya tidak ada pengaruh mengimani sifat-sifat tersebut kecuali hal ini menjadi menjadi pembeda antara orang yang jujur dalam keimanan dan tauhidnya dengan orang-orang yang berdusta dan menyelewengkan makna firman Allah dan sabda rasul-Nya, maka ini pun sudah cukup.

Namun ternyata, masih ada pengaruh penting yang lain dalam mengimani sifat-sifat khabariyyah tersebut, di antaranya:

  • Jika Engkau mengimani bahwasanya Allah memiliki wajah yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan Allah, dan melihat wajah-Nya adalah di antara nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya di hari kiamat, niscaya hal ini akan menjadi motivasi besar bagi hamba untuk beramal dan meminta kepada Allah agar kelak bisa melihat wajah-Nya yang mulia.
  • Jika Engkau beriman bahwa Allah memiliki tangan dan seluruh kebaikan berada di tangan-Nya, maka Engkau pun akan termotivasi untuk hanya meminta kepada Allah, yang segala sesuatu berada di tangan-Nya.
  • Jika Engkau mengetahui dan mengimani bahwa hatimu berada di antara jari-jemari Allah, niscaya Engkau akan terus meminta kepada Allah agar meneguhkan hatimu di atasa agama Islam. [2]

Demikian pula seterusnya untuk sifat-sifat yang lain. Hal ini hanya akan didapatkan oleh seorang mukmin yang benar keimanannya terhadap sifat-sifat Allah di atas. Duhai sungguh merugi, bagi orang-orang yang menolak sifat tersebut sehingga tidak ada motivasi baginya untuk beramal dan mendapatkan berbagai kebaikan.

Masih banyak sifat-sifat Allah yang lain. Tidak ada satu pun sifat Allah kecuali bagi orang yang mengimaninya pasti akan mendapat buah yang manis dan pengaruh positif dari keimanannya tersebut. Sungguh nikmat yang agung bagi Ahlus sunnah wal jamaah yang beriman dengan benar terhadap setiap sifat-sifat Allah sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala.

Baca Juga:

  • Larangan Terhadap Nama dan Sifat Allah
  • Ta’wil Terhadap Ayat Tentang Sifat Allah

– – –

Penulis : Adika Mianoki

Artikel: Muslim.or.id

Referensi :

[1] Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah karya Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin

[2] Shifatullah ‘Azza wa Jalla al Waaridatu fil kitabi was Sunnah karya Syaikh ‘Alawi bin ‘Abdil Qaadir as Saqqof.

ShareTweetPin3
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
2 Juni 2026
0

Kurban mengajarkan tauhid dan keikhlasan karena Allah Para ulama salaf terdahulu mempelajari niat sebelum beramal sebagaimana seseorang mempelajari hakikat amal...

Artikel Selanjutnya

Kisah Seorang Ulama dan Penggembala Unta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah