Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tanggal Kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi oleh Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
13 Maret 2009
di Jejak Islam
tanggal kelahiran nabi
Share on FacebookShare on Twitter

Tanggal Kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diperselisihkan secara tajam. Ada yang mengatakan bahwa beliau lahir tanggal 2 Rabiul Awal, 8 Rabiul Awal, 10 Rabiul Awal, 12 Rabiul Awal, 17 Rabiul Awal. (Lihat al-Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir, 2: 260 dan Latho’iful Ma’arif karya Ibnu Rojab, hal. 184-185).

Semua pendapat ini tidak berdasarkan hadits yang shahih. Adapun hadits Jabir dan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma yang menerangkan bahwa tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tanggal 12 Rabiul Awal tidak shahih. Kalaulah shahih, tentu akan menjadi hakim (pemutus perkara) dalam masalah ini. Akan tetapi, Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang hadits tersebut, “Sanadnya terputus.” (al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Rajab, hal. 184-185)

Berhubung penentuan hari kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada yang shahih, tidak mengapa kalau kita menukil pendapat ahli falak. Banyak ahli falak berpendapat bahwa hari kelahiran beliau adalah pada tanggal 9 Rabiul Awal, seperti al-Ustadz Mahmud Basya al-Falaki, al-Ustadz Muhammad Sulaiman al-Manshur Fauri (sebagaimana dinukil oleh Shofiyurrohman al-Mubarokfuri dalam ar-Rahiqul Makhtum, hal. 62), dan al-Ustadz Abdullah bin Ibrahim bin Muhammad as-Sulaim, beliau mengatakan,

“Dalam kitab-kitab sejarah dan siroh dikatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada hari Senin tanggal 10, atau 8, atau 12 dan ini yang dipilih oleh mayoritas ulama. Telah tetap tanpa keraguan bahwa kelahiran beliau adalah pada 20 April 571 M (tahun Gajah), sebagaimana telah tetap juga bahwa beliau wafat pada 13 Rabiul Awal 11 H yang bertepatan dengan 6 Juni 632 M. Selagi tanggal-tanggal ini telah diketahui, maka dengan mudah dapat diketahui hari kelahiran dan hari wafatnya dengan jitu, demikian juga usia Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan mengubah tahun-tahun ini pada hitungan hari akan ketemu 22.330 hari dan bila diubah ke tahun qamariyyah, akan ketemulah bahwa umur beliau 63 tahun lebih tiga hari. Dengan demikian, hari kelahiran beliau adalah hari Senin 9 Rabiul Awal tahun 53 sebelum hijriah, bertepatan dengan 20 April 571 M. (Taqwimul Azman, hal. 143; cet pertama 1404 H)

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Sebagian ahli falak belakangan telah meneliti tentang tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ternyata jatuh pada tanggal 9 Rabiul Awal, bukan 12 Rabiul Awal.” (al-Qaulul Mufid ‘ala Kitab Tauhid, 1: 491. Dinukil dari Ma Sya’a wa Lam Yatsbut fis Sirah Nabawiyyah, hal. 7-8 oleh Muhammad bin Abdullah al-Ausyan)

Dengan demikian, apa yang dirayakan oleh sebagian kaum muslimin pada tanggal 12 Rabiul Awal setiap tahunnya? (-ed muslim.or.id)

Baca Juga: Perlukah Memperingati Hari Kelahiran Nabi?

***

Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Artikel Muslim.or.id

 

Sumber: Dikutip oleh muslim.or.id dari artikel 8 Faedah Seputar Tarikh, Majalah Al-Furqon Edisi 08 th. ke-8, 1430 H/ 2009 M.

ShareTweetPin
Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Artikel Terkait

Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 2)

oleh Fajar Rianto
15 Juli 2026
0

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas beberapa kisah keteguhan para sahabat pada awal masa dakwah sirriyyah. Pada bagian kedua ini,...

Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 1)

oleh Fajar Rianto
2 Juli 2026
0

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas permulaan dakwah secara sembunyi-sembunyi atau dakwah sirriyyah. Pada artikel ini, kita akan melihat sebagian...

Pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan

oleh Firdian Ikhwansyah
1 Juli 2026
0

Ketika Rasulullah mengirim surat kepada Heraklius, saat itu bertepatan juga ketika Abu Sufyan dan para pedagang dari Quraisy sedang berdagang...

Artikel Selanjutnya
Manfaat Mengikuti Manhaj Salaf

Manfaat dan Keutamaan Mengikuti Manhaj (Metode Pemahaman) Salaf

Komentar 50

  1. irfan says:
    17 tahun yang lalu

    mohon keterangan nya , dari mana tanggal syamsiyah bahwa nabi lahir tanggal 20 april 571 M, apakah ada juga hadist yang mangatakan demikian. terima kasih wassalamualaikum,

    Reply
  2. nanda says:
    17 tahun yang lalu

    Sama halnya Umat kristiani sewaktu disampaikan hujjah oleh ulama’ Islam bahwa 25 Desember bukanlah hari tanggal kelahiran Isa / Yesus.

    Sudah baca Buku Ahmad Deedat ? ternyata Isa lahir bukan saat salju turun…

    Kayak disambar gledek, Umat Kristen Kelabakan. Lha, terus selama ini mereka merayakan apa ???? padahal yg Rajih tgl 25 Des adalah hari kelahiran Dewa Matahari..

    Nah lo…

    Rasain.. makanya kalau mau beramal dikaji dulu ilmunya … cape deeee. jgn ngikut 2 aja

    Reply
  3. ma'mun says:
    17 tahun yang lalu

    assalamualaikum

    Reply
  4. SYamsu says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum, menurut saya walaupun masyarakat merubah tanggal perayaannya pada tanggal 9 bukan 12, tetap aja tidak bermanfaat, karena pada dasarnya tidak boleh memperingati ulang tahun Rosulullah alias bidah.

    Intinya bukan pada tanggalnya tapi pada perayaannya. Toh tidak ada kewajiban bahwa kita harus mengetahui tanggal kelahiran Nabi.

    Reply
  5. Andri says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum
    Menurut saya pendapat mas syamsu benar…Nabi tidak ingin diri-nya di kultuskan

    Reply
  6. sofyan says:
    17 tahun yang lalu

    assallamu’allaikum..
    izin copy ya,,, artikelnya…

    Reply
  7. aris says:
    17 tahun yang lalu

    ana boleh copy artikel2 yang bagus buat di masukin blog?

    Reply
  8. Ida Christin Tantia says:
    17 tahun yang lalu

    Assalammu’alaikum.

    InsyaAllah infomasi ini benar ya?Saya setuju nek ulang tahun Rasul SAW engga perlu dirayakan………tapi memang sangat perlu mengetahui kebenaran tentang hari lahir beliau….

    Lagian juga perayaannya paling ngedengerin ceramah..ketawa ketawa..trus kembali ke kehidupan semula…..gada yang berubah……

    Yang pentingkan meneladani beliau disetiap langkah….ga usah nunggu pas hari lahirnya kan……

    Btw, trims info-nya (eh,harusnya buku pelajaran agama anak SD di edit tuh…….)

    Reply
  9. Faisal anwar says:
    16 tahun yang lalu

    Ijin share y akh..

    Reply
  10. A.Sidqon Asy.ari says:
    16 tahun yang lalu

    Peringatan2 ulang tahun/khol dan sejenisnya tidak pernah ada atau di lakukan oleh rosululloh dan para sahabatnya.Bahkan di larang.
    Jadi hukumnya bid’a.
    Dan bukan bid’ah hasana.

    Reply
  11. sumitro joyo says:
    16 tahun yang lalu

    sesungguhnya kebanyakan manusia itu sesat, maka berbahagialah bagi yang sedikit, maulid nabi tidak ada landasanya sesuatu yang diada-adakan. kalau cinta nabi jalankan saja sunah-sunahnya, agama islam sdh sempurna.

    Reply
  12. luqman says:
    16 tahun yang lalu

    saya kira merayakan sebagai wujud cinta..sah2 saja,,gk da maslh…
    adapun perayaannya tgl 9 ato 12…itu sama ja,,
    kembali ke dasar alasan qt merayakannya….

    cinta, menghormati, menyayangi, bukan berarti kultus…

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Mas Luqman. Semoga Allah memberkahi antum dalam kebaikan dan ketakwaan.

      Cinta apakah harus dengan merayakan maulid? Ini dalilnya dari mana?
      Pepatah arab mengatakan, “Innal Muhibba liman yuhibbbul muthi’ (Orang yang mencintai seseorang, tentu akan mentaati orang yang ia cintai)”
      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyuruh kita untuk mencintainya dengan maulid, mengapa mesti direka-reka. Allahu yahdik. Semoga Allah beri taufik.

      Reply
  13. abu muhammad naufal zaki says:
    16 tahun yang lalu

    @ Luqman
    Siapakah manusia yg paling mencintai Nabi shollollohu ‘alaihi wa sallam? Merekalah para sahabat… dengan apa mereka mencintai beliau shollollohu ‘alaihi wa Sallam? Bukan dengan maulid ya akhi… tetapi dengan mengikuti sunnah beliau shollollohu ‘alaihi wa Sallam….
    Perkataan antum seperti perkataan yg dijelaskan oleh Alloh yg artinya :
    Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (Az Zumar : 3)
    Lihatlah akh Luqman… sebatas klaim dan niat saja tidak bisa diterima jika caranya salah sbgmn klaim orang2 musyirikin bhw mereka niatnya menyembah Alloh dg cara menyembah atau melakukan ritual tsb… bukankah sebesar besar cinta itu kepada Alloh tetapi kenapa Alloh mencela bhk menghinakan mereka yg mengatakan mencintai Alloh tsb (menyembah Alloh dg cara menyembah berhala)? Ini lantaran karena caranya tidak disyariatkan oleh Alloh dan RosulNya….. Demikian pula kepada Nabi wujud cinta harus berlandaskan sbgmn yg Alloh firmankan yg artinya : Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. . . . Krn orang yg mencintai Alloh azza wa jalla akan mencintai Nabi shollollohu ‘alaihi wassalm dan orang yang mencintai Nabi shollollohu ‘alaihi wa Sallam akan mengikuti sunnah sunnah beliau shollollohu ‘alaihi wa sallam bukan dg maulid…

    Reply
  14. abu umair albaganiy says:
    16 tahun yang lalu

    @Luqman
    bismillah, ya akhi luqman. cinta, menghormati, menyayangi Nabi itu harus ada aturannya yang sesuai Al-Qur’an was sunnah. jika perwujudan cinta, menghormati kepada Nabi seperti dengan memperingati acara maulid itu tidak ada aturannya dalam agama oleh karena itu acara maulid Nabi setiap tanggal 12 Rabiul Awwal adl acara yang diada-adakan manusia yang tidak sesuai aturan (sesat/bid’ah). sebaik-baik kembali meruju’ kepada pemahaman yang benar yaitu sesuai al-qur’an dan sunnah yang shahihah yang dipahami salafush shalih yang mulia. jangan pernah menganggap diri kita telah melakukan perkara kebaikan yang itu pada dasarnya tidak ada aturannya, sungguh berapa banyak orang yang melakukan kebaikan tapi ia tidak mendapatkan pahala dari kebaikan yang dikerjakannya disebabkan karena kedustaan dari amalan kebaikan tersebut. beramallah kebaikan yang dicontohkan Rasulullah walau sedikit tapi kontiyu. ana minta izin copas. jazakallah kairan

    Reply
  15. syamsu baharun says:
    16 tahun yang lalu

    itulah rahasia Allah,seandainya nabi saw.menghabarkan kelahirannya maka nabi takut akan menjadi sauatu kewajiban untuk mengulang tahun hari kelahiran,sedangkan kita dilarang menyerupai hal-hal yang dibuat oleh orang kapir sekarang ini banyak orang tua merayakan hari kelahiran anaknya yang berlebihan sedang yang diperintah tidak dikerjakan atau jarang sekali seperti mengkikah anak wallohua’lam.

    Reply
  16. Abu hamidah says:
    16 tahun yang lalu

    Orang2 yg merayakan maulid adalah orang yg melakukan kebatilan di atas kebatilan.perayaannya bid’ah waktu ny juga salah.apakah ada kebaikan?

    Reply
  17. khfidl khafidi says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum warohmatulloh. pak, afwan saya ijin share di facebook ya. jazakallohu khoiro. wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

    Reply
  18. yanti says:
    16 tahun yang lalu

    Afwan,
    ana izin copy…
    syukron

    Reply
  19. M Natsir says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum

    Reply
  20. rahmat says:
    16 tahun yang lalu

    merayakan maulid nabi tidak ada tuntunanya,itu adalah bid’ah hakikiyah.bahkan meayakan ultah pun tidak ada dalam syariat islam.klo ingin menghormati nabi kerjakanlah sunnahnya.dan berpuasalah pada hari senin,berdasarkan hadist yang shohih bahwa beliau lahir pada hari senin,dan beliau berpuasa pada hai senin dan kamis karena amal manusia di laporkan malaikat kepada allah pada hari senin dan kamis,dan beliau berpuasa hari senin di karenakan nabi saw lahir pada hari senin.

    Reply
  21. bustaman says:
    16 tahun yang lalu

    jadi perayaan apakah yang telah dilakukan ummat kaum muslim pada tanggal 12 rabiul awwal setiap tahunnya?

    Reply
  22. bustaman says:
    16 tahun yang lalu

    orang yang merayakan hari maulid nabi adalah merupakan perkara bid’ah karena perayaan tersebut tidak pernah di lakukan oleh rasulullah para sahabatnya dan para khulafaurraasyidin dan orang yang pertama kali merayakan hari maulid nabi adalah orang yahudi

    Reply
  23. Aris genpis says:
    16 tahun yang lalu

    Ass,,,,!Puji dan syukur ke allah s.w.t,yg tlh membukaan kt semua kembali kepada jalan yg di ridhoi allah yaitu jln yg di beri nikmat bukan jalan yg di murkai dan bukan jalan yg sesat ,moga di adakan muslim.or.id,masyarakat bs lbh paham akan agama yg dianut dan bs menjalakan sesuai dngn al qur’an dan sunnahnya ,amiin,wslam,,,

    Reply
  24. Oeky says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum.. kita yg berpegang teguh pd AlQuran dan AsSunnah, adalah kaum minoritas khususnya di negeri ini. Terkadang kita dicurigai dan di cemo’oh oleh masyarakat krn tdk mengikuti kebiasaan (spt tahlilan, maulid dsb) dan pemahaman mereka. Sy mengalaminya. Butuh kesabaran dan penjelasan dlm menghadapinya. Kepada saudaraku..Tetaplah berpegang teguh pd AlQur’an dan Hadits. Mengimani dan mengamalkannya, meskipun bnyk tantangan dan godaan. Semoga Allah Subhana Wata’ala memberikan rahmat pd orang orang yg mau berfikir dan diberi petunjuk. Amin..

    Reply
  25. Fitriyana says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamualaykum. maaf saya mau tanya, kalau sudah ditetapkan begitu, bahwa tgl kelahiran nabi 9 Rabiul Awal mengapa para ulama tidak mengumumkannya pada masyarakat?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Fitriyana
      Wa’alaikumussalam. Karena tidak ada ibadah yang berkaitan dengan tanggal lahir Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Andai para sahabat atau para ulama sunnah merayakan maulid Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam maka pembahasan tanggal ini akan sangat urgen dan bahkan diumumkan dan diteliti tiap tahun kapan jatuhnya.

      Reply
  26. khoerudin says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu ‘alaikum wrwb..
    Perayaan maulid adalah sarana/media untuk mengingat kembali sejarah Rasulullah, dan memiliki banyak manfaat. apakah perayaan ini harus dihapuskan karena dianggap bid’ah? terlalu naif kalau ini dilarang. Para ustadz yang menggunakan internet sebagai media dakwah, apakah juga internet diharamkan. marilah kita menghindari pola pikir yang jumud.. jgn sampai bangsa lain sudah sampai ke bulan, kita masih berkutat pada masalah bid’ah. dan harus diingat, bid’ah ada jasanah dan dholalah..selama ada kemasalahaan umum dan tdk melanggar aturan, mangga wae..

    Reply
  27. Muhammad Rohibun says:
    15 tahun yang lalu

    Saya kadang bershalawat baik sendiri2 maupun bersama kawan2 (orang2 di kampung saya menyebutnya maulid), kegiatan ini tidak hanya kami lakukan pada hari/tanggal tertentu, apalagi mengkhususkan pada tanggal 12 Rabiul Awal. Apakah perbuatan kami ini bid’ah yang dapat mengarahkan kami kepada kesesatan?
    mohon pencerahannya, terimakasih

    Reply
    • Muhammad Nur Ichwan says:
      15 tahun yang lalu

      @Muhammad Rohibun
      Meskipun kita tidak menentukan waktu-waktu tertentu dalam bershalawat, seyogyanya kita juga selektif dalam memilih shalawat yang diucapkan dan begitupula tatacara pelaksanaannya.

      Imam Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr Al Qurthubi rahimahullah mengatakan,
      فَعَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَسْتَعْمِلَ مَا فِي كِتَابِ اللهِ وَصَحِيْحِ السُّنَّةِ مِنَ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَاهُ وَلاَ يَقُوْلُ أَخْتَارُهُ كَذَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اخْتَارَ لِنَبِيِّهِ وَأَوْلِيَائِهِ وَعَلَّمَهُمْ كَيْفَ يَدْعُوْنَ
      ”Seyogyanya seorang menggunakan do’a-do’a yang tercantum dalam Al Qur-an dan berbagai hadits yang shahih (valid berasal dari nabi-peny) serta meninggalkan berbagai do’a yang tidak bersumber dari keduanya. Janganlah ia mengatakan, “Saya telah memilih do’a sendiri (untuk diriku)”, karena Allah ta’ala telah memilihkan dan mengajarkan berbagai do’a kepada nabi dan para wali-Nya (dalam Al Qur-an dan sunnah nabi-Nya) ” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur-an 4/226).

      Syaikhul Islam, Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
      لَا رَيْبَ أَنَّ الْأَذْكَارَ وَالدَّعَوَاتِ مِنْ أَفْضَلِ الْعِبَادَاتِ وَالْعِبَادَاتُ مَبْنَاهَا عَلَى التَّوْقِيفِ وَالِاتِّبَاعِ لَا عَلَى الْهَوَى وَالِابْتِدَاعِ فَالْأَدْعِيَةُ وَالْأَذْكَارُ النَّبَوِيَّةُ هِيَ أَفْضَلُ مَا يَتَحَرَّاهُ الْمُتَحَرِّي مِنْ الذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ وَسَالِكُهَا عَلَى سَبِيلِ أَمَانٍ وَسَلَامَةٍ وَالْفَوَائِدُ وَالنَّتَائِجُ الَّتِي تَحْصُلُ لَا يُعَبِّرُ عَنْهُ لِسَانٌ وَلَا يُحِيطُ بِهِ إنْسَانٌ وَمَا سِوَاهَا مِنْ الْأَذْكَارِ قَدْ يَكُونُ مُحَرَّمًا وَقَدْ يَكُونُ مَكْرُوهًا وَقَدْ يَكُونُ فِيهِ شِرْكٌ مِمَّا لَا يَهْتَدِي إلَيْهِ أَكْثَرُ النَّاسِ وَهِيَ جُمْلَةٌ يَطُولُ تَفْصِيلُهَا
      ”Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do’a termasuk ibadah yang utama dan ibadah terbangun di atas pondasi tauqif (terima jadi dari pembuat syari’at-peny) dan ittiba’ (mengikuti aturan syari’at-peny), bukan mengikuti keinginan pribadi dan ibtida’ (membuat-buat sendiri). Dengan demikian berbagai do’a dan dzikir yang dituntunkan oleh nabi merupakan bentuk yang terbaik. Orang yang mengikuti tuntunan nabi dalam berdo’a dan berdzikir berada di atas jalan keamanan dan keselamatan. Berbagai faedah dan buah yang dipetik (oelehnya) tidak dapat diungkapkan oleh lisan dan tidak dapat diketahui oleh manusia. Adapun berbagai dzikir selain yang dituntunkan nabi terkadang berstatus haram, makruh atau bahkan berstatus kesyirikan (yang sangat disayangkan) betapa banyak orang yang tidak memperoleh petunjuk dalam hal ini (sehingga lebih mengutamakan berbagai do’a dan dzikir yang dibuat-buat sendiri daripada menggunakan do’a dan dzikir yang dituntunkan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (Majmu’ul Fatawa 22/511).

      Reply
  28. Jailani says:
    15 tahun yang lalu

    jazakallahu khoir..

    Reply
  29. hamba Alloh says:
    15 tahun yang lalu

    Assl.Wr.Wb.Semoga kita semua selalu mendapat ridho dr Alloh SWT..Allohumma Arinal haqqo haqqo warzuqnaattibaa’ah,Wa arinal baatila baatila warzuqnajtinaabah…mari kita semua belajar sebelum qta menyalahkan orang lain,dan belajarlah kepada ulama yang bener2 mumpuni dr segi keilmuan,yang ittiba’ kpd rosululloh SAW,para sahabat,tabi’in,para ulama salafussoolih,,,Semoga qta semua mendapat hidayah dr Alloh SWT.Ya Alloh Bukakanlah hati kami untuk memahami settitik dr ilmu2 mu,Sehingga kami tidak saling berselisih…AAmiiin…

    Reply
    • Tamimi says:
      6 tahun yang lalu

      Allahumma aamiin…

      Reply
  30. pu2t says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu ‘alaikum wrwb..
    ijin nyimak dan copy…

    Reply
  31. dumasir says:
    15 tahun yang lalu

    bismillah.
    assalaamu’alaikum.

    ijin menyimak dan copy…..

    Reply
  32. Totok Dariyanto says:
    14 tahun yang lalu

    ijin share di blog

    Reply
  33. didin says:
    14 tahun yang lalu

    Assalaamu’alaykum, izin berbagi ya,,, JazaakaLLaahu khayr…

    Reply
  34. kisman says:
    14 tahun yang lalu

    Alhamdulillah,,,,

    Reply
  35. cakra fajrin says:
    14 tahun yang lalu

    assalamu alaikum, di copy yah artikelnya

    Reply
  36. abu saffa says:
    14 tahun yang lalu

    Apapun dalilnya “mereka” akan tetap merayakannya,dengan dalih yang akan mereka cari2.Ya kita kasihan kepada “mereka”,tapi sayangnya yang dikasihani malah lebih “galak”.Ilmunya 5 persen ngototnya 95 persen. Ya begitulah kalau Allah sudah menutup hati seseorang,dan HIDAYAH mutlak milikNya.”mereka” akan selalu berhujah dengan “niatnya kan baik”, “ukhuwah islamiyah”, “persatuan umat”,”wujud cinta kita kepada Nabi” dan banyak lagi alasannya. Kita doakan Afwan sekalian mudah2an saudara2 kita diberi HIDAYAH oleh Allah dan kembali ke Qur’an Sunah sesuai pemahaman Salafus shalih. Aamiin.

    Reply
  37. rasya al albani says:
    14 tahun yang lalu

    @ Khoerudin : Waaahhh si mas dah ketipu 2 kali ni ya………… pertama sama Amerika cuma di kasih foto orang pake baju astronot trus ngambang ada benderanya dah yakin itu ada di bulan
    footnote : sampai saat ini belum ada satupun manusia yg menapakan kakinya di bulan..
    kedua di bohongin sama ulama-ulama tanggung -tanggung utk merayakan maulid nabi sallahualayhiwasallam….
    footnote : tidak ada satu riwayatpun dari sahabat tentang merayakan hari kelahiran nabi sallahualayhiwasallam….

    apakah kamu ya khoerudin ingin mengikuti kaum sebelum kamu yg di adzab karena mengkhultuskan nabi-nabi mereka……

    Reply
  38. kadi says:
    14 tahun yang lalu

    saya mau tanya,apakah ada hadits yang mengharamkan memperingati kelahiran nabi muhammad? trus apakah ada yang menganjurkan memperingati? saya berdoa smg semua, termasuk saya mendapat hidayah dari Allah.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #kadi
      Tidak ada hadits yang melarang, juga tidak ada hadits shahih yang menganjurkan. Lalu bagaimana? hukum asal ibadah itu terlarang kecuali ada dalilnya. Kalau tidak demikian maka kita bebas membuat shalat-shalat baru, menambah rakaat shalat, membuat puasa jenis baru, dll karena tidak ada hadits yang melarangnya.

      Reply
      • Nanang says:
        6 tahun yang lalu

        Mohon maaf… yang menjadi pertanyaan saya apakah maulid nabi itu ibadah? Pembacaan ayat Al-Qur’an dan bersholawat pada nabi yang dilakukan dalam acara maulid adalah ibadah, tetapi apakah acara maulid nabi itu sendiri adalah ibadah?

        Reply
        • Yulian Purnama, S.Kom. says:
          6 tahun yang lalu

          Perayaan Maulid Nabi dalam bentuk apapun itu termasuk kebid’ahan.

          Reply
  39. Eddy Cahyadi says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum,

    Ijin meng-copy buat di share …

    Jazakumullah

    Reply
  40. Ibnu Shodiq says:
    13 tahun yang lalu

    izin copy…

    Reply
  41. Ade Safroni says:
    12 tahun yang lalu

    maaf, untuk tanggal wafat beliau shallallahu ‘alaihi wa salam apa benar 13 Rabi’ul Awwal? (tiga belas?)
    soalnya saya lihat di web lain tgl 12.
    terima kasih.

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Masih beda pendapat dlm hal itu.

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah