Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Syarah Hadits «لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ» (Bag. 1)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
3 Juni 2020
di Hadis
Share on FacebookShare on Twitter

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du :

Lafal Hadits di atas dan hadits yang semisalnya

Hadits Pertama :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak bersyukur kepada Allah, orang yang tidak berterimakasih kepada orang (lain)”.

[HR. Ahmad, Abu Dawud, dan selain keduanya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani].

Hadits Kedua :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

مَنْ لمْ يشْكُر النَّاسَ لَمْ يشْكُر الله

“Orang yang tidak berterimakasih kepada orang (lain) berarti ia tidak bersyukur kepada Allah”

[HR. At-Tirmidzi, beliau menyatakan hadits ini hasan shahih].

Hadits Ketiga :

Dari Asy’ats bin Qois radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن أشكرَ الناس لله عز وجل أشكرُهم للناس

“Sesungguhnya orang yang paling bersyukur kepada Allah ‘Azza Wa Jalla adalah siapa diantara mereka yang paling pandai berterimakasih kepada manusia” [HR. Imam Ahmad, Ibnu Abi Syaibah di Al-Mushannaf dan Al-Baihaqi di As-Sunan Al-Kubra, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Imam Al-Khaththabi rahimahullah berkata :

هذا يُتأول على وجهين: أحدهما: أن من كان طبعه وعادته كفران نعمة الناس وترك الشكر لمعروفهم، كان من عادته كفران نعمة الله تعالى وترك الشكر له 

“Hadits ini (hadits pertama) ditafsirkan dalam dua makna :

Makna pertama :

Orang yang tabiat dan kebiasaannya mengingkari nikmat yang didapatnya melalui orang lain dan tidak berterimakasih atas kebaikan manusia, maka biasanya juga suka mengingkari nikmat Allah Ta’ala dan tidak bersyukur kepada-Nya.

والوجه الآخر: أن الله سبحانه لا يقبل شكرَ العبد على إحسانه إليه، إذا كان العبدُ لا يشكرُ إحسان الناس ويكفر معروفهم

Makna kedua :

Allah Subhanahu tidak menerima (amalan) syukur seorang hamba atas perbuatan baik Allah kepadanya jika ia tidak berterimakasih atas perbuatan baik manusia dan mengingkari kebaikan mereka. [Ma’alimus Sunan 4/113]

Imam Al-Khaththabi rahimahullah juga berkata :

هذا الحديث فيه ذم لمن لم يشكر الناس على إحسانهم. وفيه أيضا الحث على شكر الناس على إحسانهم. وشكر الناس على إحسانهم يكون بالثناء عليهم وبالكلمة الطيبة وبالدعاء لهم

“Dalam hadits ini terdapat celaan orang yang tidak berterimakasih kepada manusia atas perbuatan baik mereka. Didalamnya juga terdapat dorongan untuk berterimakasih kepada manusia atas perbuatan baik mereka. Sedangkan berterimakasih kepada manusia atas perbuatan baik mereka itu dengan cara memuji mereka, dengan (mengucapkan) kalimat baik serta mendoakan kebaikan untuk mereka”.

Ibnul Atsir rahimahullah berkata dalam An-Nihayah 2/1200 :

معناه إن الله تعالى لا يقبل شكر العبد على إحسانه إليه، إذا كان العبدُ لا يشكر إحسان الناس ويكفر أمرهم، لاتصال أحد الأمرين بالآخر

Maknanya : Allah Ta’ala tidak menerima (amalan) syukur seorang hamba atas perbuatan baik Allah kepadanya jika ia tidak berterimakasih atas perbuatan baik manusia dan mengingkari kebaikan mereka, karena memang dua hal ini saling berkaitan erat.

وقيل معناه أن من كان من عادته وطبعه كفران نعمة الناس وترك شكره لهم، كان من عادته كفر نعمة الله عز وجل وترك الشكر له

Ada yang berpendapat maknanya :

Bahwa orang yang tabiat dan kebiasaannya mengingkari nikmat yang didapatnya melalui orang lain dan tidak berterimakasih atas kebaikan manusia, maka biasanya juga suka mengingkari nikmat Allah ‘Azza Wa Jalla dan tidak bersyukur kepada-Nya.

وقيل إن من لا يشكر الناس كان كمن لا يشكر الله عز وجل وإن شكره ،كما تقول: لا يحبني من لا يحبك، أي: إن محبتك مقرونة بمحبتي، فمن أحبني يحبك، ومن لا يحبك، فكأنه لم يحبني. 

Ada yang berpendapat maknanya :

orang yang tidak berterimakasih kepada manusia seperti orang yang tidak bersyukur kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, meskipun ia bersyukur kepada-Nya, sama seperti anda mengucapkan : “Tidaklah mencintaiku orang yang tidak mencintaimu”. Maksudnya cinta (orang) kepadamu terikat dengan cinta (nya) kepadaku, maka barang siapa mencintaiku haruslah ia mencintaimu, (sebaliknya) baransiapa yang tidak mencintaimu seolah-olah ia tidak mencintaiku!

وهذه الأقوال مبنية على رفع اسم الله عز وجل ونصبه

Semua pendapat ini dibangun atas didhommahkannya kata  الله ‘Azza Wa Jalla dan difatahkannya.

In sya Allah, pada serial kedua akan dijelaskan lebih lanjut rincian perkataan Ibnul Atsir rahimahullah ini tentang dhommah dan fathah kata  الله  tersebut.

Baca Juga:

  • Kajian Ramadhan 34: Bulan Ramadhan, Bulan untuk Bersyukur
  • Bersyukur Ketika Senang, Bersabar Ketika Mendapat Bencana

Penilis: Sa’id Abu Ukkasyah

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya
shalat berjamaah fase new normal

Shalat Berjamaah di Fase New Normal Wabah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah