fbpx

Metode Dakwah kepada Pelaku Maksiat

Metode Dakwah kepada Pelaku Maksiat

Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:

Apakah boleh bagi seorang da’i untuk mendakwahi manusia sedangkan mereka masih dalam kondisi mengerjakan berbagai kemungkaran? Apakah diperbolehkan mengunjungi rumah-rumah para pelaku maksiat dengan tujuan mendakwahi mereka kepada jalan Allah Ta’ala?

Baca Juga: Ilmu yang Dibutuhkan oleh Juru Dakwah

Jawaban:

Dakwah itu haruslah dengan hikmah sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Jika seseorang melihat bahwa dakwahnya di satu waktu dan kesempatan itu bermanfaat dan sekiranya akan membuahkan hasil, hendaklah dia melakukannya. Meskipun hal itu dilakukan dengan mendatangi para pelaku maksiat di rumah-rumah mereka. Para ahli sejarah menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi manusia ketika musim haji di tenda-tenda singgah mereka dan mendakwahi mereka ke jalan Allah Ta’ala.

Demikian pula, kita mendakwahi mereka, meskipun mereka di jalan-jalan dan di tempat permainan mereka, jika dilihat bahwa dalam hal itu ada maslahat (manfaat kebaikan). Jika dilihat bahwa tidak ada maslahat ketika mendakwahi mereka di perkumpulan-perkumpulan mereka, maka jika memungkinkan, (mungkin perlu) didatangi satu demi satu. Dan bersemangatlah untuk mendatangi pemimpin atau pembesar mereka terlebih dahulu. Karena jika pemimpin atau pembesar mereka itu menjadi baik, maka para pengikut mereka pun akan ikut menjadi baik pula. Maka semangatlah, jika memungkinkan, mendakwahi para pembesar dan pemimpin yang masih awam, dan mendatangi mereka di rumah-rumah mereka atau mendatangi mereka di tempat-tempat lainnya yang memungkinkan, kemudian kita dakwahi mereka. 

Yang terpenting, jika seseorang itu konsisten dengan petunjuk dan perintah Allah Ta’ala, yaitu hikmah dalam dakwah, maka dia akan mendapatkan kebaikan yang besar. Allah Ta’ala berfirman,

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا

“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan siapa saja yang dianugerahi hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.” (QS. Al-Baqarah [2]: 269)

Baca Juga:

[Selesai]

***

@Rumah Lendah, 3 Jumadil awwal 1441/ 29 Desember 2019

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.or.id

Catatan kaki:

Diterjemahkan dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyyah: Dzawabith wa Taujihaat hal. 109-110, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala.

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
MPD Banner

About Author

dr. M Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D.

Alumni Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta (2003-2005). Pendidikan Dokter FK UGM (2003-2009). S2 (MSc) dan S3 (PhD) Erasmus University Medical Center Rotterdam dalam bidang Virologi dan Imunologi (2011-2013 dan 2014-2018).

View all posts by dr. M Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D. »

One Comment

  1. Jazakalloh Khoir Ustadz atas Ilmunya

Leave a Reply