Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu (Bag. 5) : Jalur yang Tepat

Ahmad Anshori, Lc oleh Ahmad Anshori, Lc
4 Januari 2020
di Akhlak dan Nasihat
metode tepat dalam menuntut ilmu agama
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Setiap Tujuan Memiliki Jalur
  • Apa Gerangan Jalan yang Tepat Meraih Ilmu?
  • Berikut Jalur yang Tepat dalam Menuntut Ilmu
    • Langkah Pertama
    • Langkah Kedua
      • Mufid / ifadah
      • Nashih / nashihah.
  • Dalil Metode Menuntut Ilmu

Baca pembahasan sebelumnya Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu 4 : Jangan Mubadzirkan Semangat Belajarmu

[lwptoc]

Bismillah…

Setiap Tujuan Memiliki Jalur

Setiap tempat tujuan memiliki jalur yang menghantarkan pelancong ke sana. Setiap cita-cita ada jalan yang menghantarkan para pejuang untuk meraihnya. Demikian pula ilmu. Syekh Sholih Al-‘Ushoimi (Pngajar di dua masjid suci : Masjidil Haram dan masjid Nabawi) menasehatkan,

وإن للعلم طريقا من أخطأها ضل ولم ينل المقصود, ربما أصاب فائدة قليلة مع تعب كثير

“Ilmu itu memiliki jalur, yang siapa keliru memilih jalur, dia tidak akan sampai tujuan. Sehingga bisa jadi dia telah banyak lelah, namun ilmu yang didapat sedikit.” (Khulashoh Ta’dhiimil Ilmi, hal. 19)

Seperti saat anda pergi ke suatu tempat, lalu tersesat. Sehingga berjalan berkali-kali lipat dari jalan yang sebenarnya. Lelah dan menghabiskan banyak waktu. Itulah gambaran akibat dari tidak mengetahui cara yang benar dalam belajar.

Baca Juga: Selektif Dalam Menuntut Ilmu Agama

Apa Gerangan Jalan yang Tepat Meraih Ilmu?

Syekh Muhammad Murtadho bin Muhammad Az-Zubaidi, penulis kitab Tajul ‘Arus mengungkapkan metode yang tepat dalam menuntut ilmu agama dalam bait syair karyanya,

فما حوى الغاية في ألف سنة                شخص فخذ من كل علم أحسنه

بحفــظ متن جامعٍ للراجــــــحِ                تأخذه على مفيد ناصـــــــــــــحِ.

Tak mungkin semua cita-cita dapat seorang raih, meski berjuang seribu tahun.

Maka ambillah yang terbaik dalam setiap disiplin ilmu.

Dengan menghafal matan yang terbaik.

Lalu engkau pelajari di hadapan guru yang mufid dan nashih.

Baca Juga: Berkorban Harta Untuk Menuntut Ilmu

Berikut Jalur yang Tepat dalam Menuntut Ilmu

Maka jalur yang benar dalam belajar ilmu agama, ada di dua hal berikut :

Langkah Pertama

Menghafal matan – matan ilmiyah terbaik untuk setiap cabang ilmu.

Matan adalah, kitab-kitab ringkas yang berkaitan disiplin ilmu agama. Seperti al Ajurrumiyah dalam ilmu nahwu, Ushul Tsalatsah dalam ilmu akidah, al Waroqot dalam ilmu Ushul Fikih, Nazom Al Baiquni dalam ilmu hadis dst.

Karena menuntut ilmu tak bisa lepas dari aktivitas menghafal. Sampai Syekh Sholih Al-‘Ushoimi rahimahullah menegaskan,

فمن ظن أنه ينال العلم بلا حفظ فغنه يطلب محالا

“Siapa yang menduga bahwa ilmu pengetahuan itu dapat diraih tanpa menghafal, makai a sedang mencari sesuatu yang mustahil.” Khulashoh Ta’dhiimil Ilmi, hal. 20)

Langkah Kedua

Kuasai matan-matan ilmiyah itu dengan belajar di hadapan guru yang punya dua sifat ini :

Mufid / ifadah

Artinya kapabel, atau benar-benar mengilmui ilmu yang akan kita ambil darinya.

Nashih / nashihah.

Artinya sosok guru yang padanya ada dua kriteria :

  1. Akhlaknya layak dijadikan teladan
  2. Mengetahui cara yang hikmah dalam mengajarkan ilmu. 

Dia menguasai metode menyampaikan ilmu yang mudah dipahami murid dan dia bisa mengajarkan ilmu yang paling susuai dibutuhkan anak didiknya. 

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa mencari ilmu itu harus dengan talaqi kepada guru yang mumpuni. Maksudnya talaqi, kita harus datang ke kajian, duduk menyimak mencatat memahami ilmu yang disampaikan oleh guru kita. Tidak bisa ilmu ini hanya di dapat memalui video singkat yang kita dapat di pesan sosmed, beranda sosmed atau di youtube. Meski tak bisa dipungkiri, di situ juga ada manfaat. Namun itu hanya penunjang belajar, bukan cara belajar yang pokok. Kecuali mereka yang berada di kindisi mendesak, seperti tak ada guru di tempat ia tinggal yang layak diambil ilmunya, itu lain cerita. Seorang untuk dapat benar-benar meraih ilmu, harus siap merendahkan hati dan berjuang, belajar di hadapan guru.

Dalil Metode Menuntut Ilmu

Dalil metode ini adalah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud no. 3659 dalam Sunannya, dengan sanad yang kuat. Dari Ibnu Abbad radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

تسمعون ويسمع منكم ويسمع ممن يسمع منكم

Sekarang kalian menyimak ilmu. Lalu nanti orang-orang akan menyimak ilmu dari kalian. Lalu orang-orang akan menyimak ilmu dari murid-murid kalian.

Baca Juga:

  • 60 Adab Dalam Menuntut Ilmu
  • Perjalanan Menuntut Ilmu Syar’i

Demikian…

Smeoga diterima oleh Allah sebagai ilmu bermafaat yang menjadi pahala jariyah.

Jogja, 6 Jumadil Awal 1441 H

Penulis: Ustadz Ahmad Anshori, Lc

Artikel: Muslim.or.id

___

Referensi :

  • Penjabaran dari kitab : Khulashoh Ta’dhiimil Ilmi, karya Syekh Sholih Al-‘Ushoimi -hafidzohullah-.
ShareTweetPin1
Ahmad Anshori, Lc

Ahmad Anshori, Lc

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Artikel Selanjutnya
bagaimana cara bersyukur kepada

Wasiat Luqman (Bag.1) : Bersyukurlah kepada Allah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah