Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Wahai Suami, Istri Itu Penuh dengan Misteri (Bag. 1)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
18 Desember 2019
di Fikih Keluarga
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Berusaha Memahami Keinginan Istri
  • Kisah Pertama

Suami hendaknya berusaha lebih peka dalam memahami istrinya

[lwptoc]

Berusaha Memahami Keinginan Istri

Di antara faktor penting kelanggengan rumah tangga adalah seorang suami yang mampu membaca keinginan dan maksud tersembunyi yang ditunjukkan oleh sang istri. Bisa jadi sang istri menginginkan A, namun kalimat yang terucap adalah B. Di waktu lain, dia sangat menginginkan B, namun yang diucapkan adalah kalimat C. 

Seorang suami yang polos, yang belum mampu memahami seluk beluk wanita, tentu tidak berpikir panjang. Dan hanya menuruti apa yang tersurat diucapkan atau sikap yang ditunjukkan sang istri. Padahal, bukan itu yang dia inginkan. Di sinilah akhirnya timbullah masalah karena sang suami yang belum mampu membaca keinginan tersembunyi dari sang istri. 

Kita pun menjumpai hal semacam ini dari kisah rumah tangga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama istri-istrinya. 

Baca Juga: Untuk Para Istri, Jangan Ingkari Kebaikan Suami

Kisah Pertama

Kisah ibunda ‘Aisyah terkait dengan posisi Abu Bakar sebagai imam shalat

Diceritakan dari ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي مَرَضِهِ: «مُرُوا أَبَا بَكْرٍ يُصَلِّي بِالنَّاسِ» قَالَتْ عَائِشَةُ: قُلْتُ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ إِذَا قَامَ فِي مَقَامِكَ لَمْ يُسْمِعِ النَّاسَ مِنَ البُكَاءِ، فَمُرْ عُمَرَ فَلْيُصَلِّ لِلنَّاسِ، فَقَالَتْ عَائِشَةُ: فَقُلْتُ لِحَفْصَةَ: قُولِي لَهُ: إِنَّ أَبَا بَكْرٍ إِذَا قَامَ فِي مَقَامِكَ لَمْ يُسْمِعِ النَّاسَ مِنَ البُكَاءِ، فَمُرْ عُمَرَ فَلْيُصَلِّ لِلنَّاسِ، فَفَعَلَتْ حَفْصَةُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَهْ إِنَّكُنَّ لَأَنْتُنَّ صَوَاحِبُ يُوسُفَ، مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ لِلنَّاسِ» فَقَالَتْ حَفْصَةُ لِعَائِشَةَ: مَا كُنْتُ لِأُصِيبَ مِنْكِ خَيْرًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata saat sakit menjelang wafatnya, “Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang.” ‘Aisyah berkata, “Aku lalu berkata, “Jika Abu Bakar menggantikan posisi Engkau, maka suaranya tidak akan bisa didengar oleh orang-orang karena dia mudah menangis (ketika membaca Al-Qur’an, pent.). Sebaiknya, suruhah Umar untuk memimpin shalat orang-orang.”

Baca Juga: Menceritakan Rahasia Hubungan Suami-Istri

‘Aisyah berkata, “Aku lalu sampaikan kepada Hafshah, “Katakanlah kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika Abu Bakar menggantikan posisi Engkau, maka suaranya tidak akan bisa didengar oleh orang-orang karena dia mudah menangis. Maka perintahkanlah ‘Umar untuk memimpin shalat orang-orang.”” Maka Hafshah pun melaksanakannya. 

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa asallam bersabda, “Celakalah kalian! Sungguh kalian ini seperti isteri-isterinya Yusuf. Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang.” 

Hafshah kemudian berkata kepada ‘Aisyah, “Sungguh aku tidak mendapatkan kebaikan darimu.” (HR. Bukhari no. 679)

Dalam hadits di atas, ibunda ‘Aisyah mengatakan suatu kalimat yang seolah-olah beliau menyarankan agar ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu saja yang menggantikan posisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai imam ketika beliau sakit, bukan Abu Bakar sebagaimana yang dikehendaki oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini adalah kalimat yang diucapkan ‘Aisyah. Akan tetapi, ada maksud tersembunyi dari perkataan ini. Maksud tersembunyi tersebut ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ceritakan sendiri di hadits yang lain,

لَقَدْ رَاجَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ، وَمَا حَمَلَنِي عَلَى كَثْرَةِ مُرَاجَعَتِهِ إِلَّا أَنَّهُ لَمْ يَقَعْ فِي قَلْبِي: أَنْ يُحِبَّ النَّاسُ بَعْدَهُ رَجُلًا، قَامَ مَقَامَهُ أَبَدًا، وَلاَ كُنْتُ أُرَى أَنَّهُ لَنْ يَقُومَ أَحَدٌ مَقَامَهُ إِلَّا تَشَاءَمَ النَّاسُ بِهِ، فَأَرَدْتُ أَنْ يَعْدِلَ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ

“Aku selalu membantah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada yang mendorongku untuk selalu membantah beliau, kecuali karena aku cemas orang-orang belum menyukai seseorang (yaitu Abu Bakr, pen.) yang menggantikan kedudukan beliau sepeninggal beliau nanti. Aku khawatir tidak ada orang yang menggantikan beliau, kecuali orang-orang hanya akan merasa pesimis terhadapnya. Karena itulah, aku ingin agar Rasulullah segera memalingkan tugas itu dari Abu Bakr.” (HR. Bukhari no. 4445 dan Muslim no. 418)

Artinya, sebetulnya yang diinginkan oleh ‘Aisyah adalah agar orang-orang tau secara yakin bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam betul-betul menginginkan sahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu sebagai imam shalat, bukan orang lain. 

Oleh karena itu, ‘Aisyah seolah-olah menyarankan agar ‘Umar saja yang menjadi imam. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar menginginkan Abu Bakar, tentu Nabi akan menolak dengan keras saran ‘Aisyah tersebut, dan itulah sebetulnya yang diinginkan oleh ‘Aisyah. Yaitu agar manusia melihat bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar menginginkan Abu Bakar sebagai imam, bukan ‘Umar, bukan pula sahabat yang lainnya. Hal ini supaya manusia ridha Abu Bakar sebagai imam, karena hal itu adalah isyarat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam siapakah yang akan beliau kehendaki sebagai khalifah sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Baca Juga:

  • Kewajiban Suami kepada Istri dalam Mengajarkan Perkara Agama
  • Menambahkan Nama Suami Setelah Menikah

Simak pembahasan selanjutnya: Wahai Suami, Istri Itu Penuh dengan Misteri (Bag. 2)

***

@Rumah Lendah, 25 Shafar 1441/24 Oktober 2019

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin216
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Sikap Anak Ketika Orang Tua Bercerai

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
27 Juni 2026
0

Perceraian adalah salah satu peristiwa yang paling mengguncang dalam kehidupan keluarga. Ia bukan hanya tentang suami istri yang berpisah, tetapi...

Hukum PDKT Online via Sosmed dalam Islam

oleh Muhammad Insan Fathin
17 Juni 2026
0

Media sosial memang memudahkan banyak hal. Termasuk dalam urusan berkenalan. Yang awalnya hanya saling follow, lama-lama jadi sering lihat story,...

Dosa dan Bahaya Perselingkuhan

oleh Muhammad Insan Fathin
16 Juni 2026
0

Perselingkuhan belakangan ini sering menjadi bahan pembicaraan nasional. Bukan tanpa alasan. Hal ini terjadi karena kasus perselingkuhan juga marak ditemukan...

Artikel Selanjutnya
apa itu wali dan juga karomah

Salah Kaprah Mengenai Wali dan Karomah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah