Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Macam-Macam Ibadah Syirik (Bag.10): Syirik dalam Isti’adzah

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
21 Juli 2019
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Pengertian Isti’adzah
  • Macam-macam Isti’adzah
    • Isti’adzah yang bernilai Tauhid
    • Isti’adzah yang bernilai syirik

Baca pembahasan sebelumnya: Macam-Macam Ibadah Syirik (Bag.9) : Syirik Dalam Isti’anah

Pengertian Isti’adzah

Isti’adzah adalah meminta perlindungan dan penjagaan dari perkara yang tidak disukai.

Dengan demikian isti’adzah termasuk kedalam pembahasan permintaan, maka perincian hukum isti’adzah yang ditujukan kepada selain Allah adalah sebagaimana perincian hukum permintaan yang telah penyusun sampaikan.

Macam-macam Isti’adzah

  1. Isti’adzah yang bernilai Tauhid

Isti’adzah yang bernilai tauhid adalah isti’adzah kepada Allah Ta’ala semata, yaitu sebuah isti’adzah jenis ibadah yang mengandung kesempurnaan sikap membutuhkan kepada Allah Ta’ala, berlindung kepada-Nya, meyakini bahwa hanya Allah Ta’ala yang mampu memberi kecukupan, dan meyakini kesempurnaan penjagaan-Nya dari segala sesuatu, baik pada masa sekarang maupun akan datang, baik dalam perkara kecil maupun besar, baik terkait dengan bahaya yang diakibatkan oleh manusia maupun selainnya.

Baca Juga: Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah

Isti’adzah jenis ini tidak boleh ditujukan kepada selain Allah Ta’ala dan hanya boleh ditujukan kepada Allah Ta’ala semata

Contohnya :

Ucapan seseorang :

أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2

“Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya”. [QS. Al-Falaq: 1-2]

Termasuk kedalam jenis isti’adzah kepada Allah Ta’ala adalah isti’adzah kepada Allah Ta’ala dengan sifat-Nya, seperti : seseorang berlindung kepada Allah Ta’ala dengan firman-Nya, keagungan-Nya, keperkasaan-Nya , atau semisalnya.

Contohnya:

Ucapan seperti yang terdapat dalam hadits berikut ini :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَق

“Aku berlindung (kepada Allah) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.” [HR. Muslim].

Baca Juga: Hukum Memakan Makanan Perayaan Syirik

  1. Isti’adzah yang bernilai syirik

Isti’adzah kepada selain Allah Ta’ala termasuk syirik akbar jika ditujukan kepada :

1). Makhluk yang mati (baik nabi, wali, kiayi atau selain mereka)

Contohnya:

Seseorang yang meminta perlindungan kepada wali yang sudah meninggal dunia dari ancaman wabah penyakit ganas yang banyak menyerang penduduk desa tetangga.

2). Makhluk yang ghaib (tidak bisa komunikasi antara yang meminta dan yang dimintai).

Contohnya:

Seseorang yang meminta perlindungan kepada jin penunggu rumahnya dari serangan sihir.

Termasuk bentuk kesyirikan ini adalah apa yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala :

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً

“Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin-jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” [QS. Al-Jin : 6]

3) Makhluk hidup, tidak ghaib (hadir di tempat atau bisa berkomunikasi), namun isi permintaannya dalam perkara yang di luar kemampuan makhluk.

Contohnya:

Seseorang yang meminta perlindungan kepada kiyai yang dianggap sakti yang masih hidup dan hadir di tempat agar tidak terkena bencana tsunami.

Perbuatan-perbuatan tersebut di atas termasuk syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, alasannya adalah orang yang meminta perlindungan tersebut tidak mungkin melakukannya kecuali dia meyakini bahwa ketiga golongan orang yang dimintai perlindungan itu mempunyai kemampuan tersembunyi dalam mengatur alam sebagaimana Allah Ta’ala, dan inilah inti kesyirikan, karena hakekat kesyirikan adalah menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya.

Baca Juga:

  • Kafirkah Orang Yang Berniat Syirik?
  • Awas Faktor Pemicu Kesyirikan!

(Bersambung, in sya Allah)

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
2

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Haruskah Pindah dari Tempat Shalat Wajib Ketika Akan Shalat Sunnah?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah