Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kisah Taubat Seorang Kyai

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
21 September 2010
di Biografi
Kisah Taubat Seorang Kyai
Share on FacebookShare on Twitter

“Terus terang, sampai diusia +35 tahun saya ini termasuk Kyai Ahli Bid’ah yang tentunya doyan tawassul kepada mayat atau penghuni kubur, sering juga bertabarruk dengan kubur sang wali atau Kyai. Bahkan sering dipercaya untuk memimpin ziarah Wali Songo dan juga tempat-tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan yang sudah berbau kesyirikan”

“Kita dulu enjoy saja melakukan kesyirikan, mungkin karena belum tahu pengertian tauhid yang sebenarnya” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 90)

“Kita biasa melakukan ziarah ngalap berkah sekaligus kirim pahala bacaan kepada penghuni kubur/mayit. Sebenarnya, hal tersebut atas dasar kebodohan kita. Bagaimana tidak, contohnya adalah saya sendiri di kala masih berumur 12 tahun sudah mulai melakukan ziarah ngalap berkah dan kirim pahala bacaan, dan waktu itu saya belum tahu ilmu sama sekali, yang ada hanya taklid buta. Saat itu saya hanya melihat banyak orang yang melakukan, dan bahkan banyak juga kyai yang mengamalkannya. Hingga saya menduga dan beranggapan bahwa hal itu adalah suatu kebenaran.” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 210)

Beliau adalah Kyai Afrokhi Abdul Ghoni, pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren “Rahmatullah”. Nama beliau tidak hanya dibicarakan oleh teman-teman dari Kediri saja, namun juga banyak diperbincangkan oleh teman-teman pengajian di Surabaya, Gresik, Malang dan Ponorogo.

Keberanian beliau dalam menantang arus budaya para kyai yang tidak sejalan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih yang telah berurat berakar dalam lingkungan pesantrennya, sikap penentangan beliau terhadap arus kyai itu bukan berlandaskan apriori belaka, bukan pula didasari oleh rasa kebencian kepada suatu golongan, emosi atau dendam, namun merupakan Kehendak, Hidayah dan Taufiq dari Allah ta’ala.

Kyai Afrokhi hanya sekedar menyampaikan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mengatakan yang haq adalah haq dan yang batil adalah batil. namun, usaha beliau itu dianggap sebagai sebuah makar terhadap ajaran Nahdhatul Ulama (NU), sehingga beliau layak dikeluarkan dari keanggotaan NU secara sepihak tanpa mengklarifikasikan permasalahan itu kepada beliau.

Kyai Afrokhi tidak mengetahui adanya pemecatan dirinya dari keanggotaan NU. Beliau mengetahui hal itu dari para tetangga dan kerabatnya. Seandainya para Kyai, Gus dan Habib itu tidak hanya mengedepankan egonya, kemudian mereka mau bermusyawarah dan mau mendengarkan permasalahan ajaran agama ini, kemudian mempertanyakan kenapa beliau sampai berbuat demikian, beliau tentu bisa menjelaskan permasalahan agama ini dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih yang harus benar-benar diajarkan kepada para santri serta umat pada umumnya.

Seandainya para Kyai itu mau mengkaji kembali ajaran dan tradisi budaya yang berurat berakar yang telah dikritisi dan digugat oleh banyak pihak. Bukan hanya oleh Kyai Afrokhi sendiri, namun juga dari para ulama tanah haram juga telah menggugat dan mengkritisi penyakit kronis dalam aqidah NU yang telah mengakar mengurat kepada para santri dan masyarakat. Jika mereka itu mau mendengarkan perkataan para ulama itu, tentunya penyakit-penyakit kronis yang ada dalam tubuh NU akan bisa terobati. Aqidah umatnya akan terselamatkan dari penyakit TBC (Tahayul, Bid’ah, Churofat). Sehingga Kyai-kyai NU, habib, Gus serta asatidznya lebih dewasa jika ada orang yang mau dengan ikhlas menunjukkan kesesatan yang ada dalam ajaran NU dan yang telah banyak menyimpang dari tuntunan Rasulullah dan para sahabatnya. Maka, Insya Allah, NU khususnya dan para ‘alim NU pada umumnya akan menjadi barometer keagamaan dan keilmuan. ‘Alimnya yang berbasis kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, yang sesuai dengan misi NU itu sendiri sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, sehingga para ‘alim serta Kyai yang duduk pada kelembagaannya berhak menyandang predikat sebagai pewaris para Nabi.

Namun sayang, dakwah yang disampaikan oleh Kyai Afrokhi dipandang sebelah mata oleh para Kyai NU setempat. Mereka juga meragukan keloyalan beliau terhadap ajaran NU. Dengan demikian, beliau harus menerima konsekuensi berupa pemecatan dari kepengurusan keanggotaannya sebagai a’wan NU Kandangan, Kediri, sekaligus dikucilkan dari lingkungan para kyai dan lingkungan pesantren. Mereka semua memboikot aktivitas dakwah Kyai Afrokhi.

Walaupun beliau mendapat perlakuan yang demikian, beliau tetap menyikapinya dengan ketenangan jiwa yang nampak terpancar dari dalam dirinya.

Siapakah yang berani menempuh jalan seperti jalan yang ditempuh oleh Kyai Afrokhi, yang penuh cobaan dan cobaan? Atau Kyai mana yang ingin senasib dengan beliau yang tiba-tiba dikucilkan oleh komunitasnya karena meninggalkan ajaran-ajaran tradisi yang tidak sesuai dengan syari’at Islam yang haq? Kalau bukan karena panggilan iman, kalau bukan karena pertolongan dari Allah niscaya kita tidak akan mampu.

Kyai Afrokhi adalah sosok yang kuat. Beliau menentang arus orang-orang yang bergelar sama dengan gelar beliau. yakni Kyai. Di saat banyak para Kyai yang bergelimang dalam kesyirikan, kebid’ahan dan tradisi-tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang haq, di saat itulah beliau tersadar dan menantang arus yang ada. Itulah jalan hidup yang penuh cobaan dan ujian.

Bagi Kyai Afrokhi untuk apa kewibawaan dan penghormatan tersandang, harta melimpah serta jabatan terpikul, namun murka Allah dekat dengannya, dan Allah tidak akan menolongnya di hari tidak bermanfaat harta dan anak-anak. Beliau lebih memilih jalan keselamatan dengan meninggalkan tradisi yang selama ini beliau gandrungi.

Inilah fenomena kyai yang telah bertaubat kepada Allah dari ajaran-ajaran syirik, bid’ah dan kufur. Walaupun Kyai Afrokhi ditinggalkan oleh para kyai ahli bid’ah, jama’ah serta santri beliau, ketegaran dan ketenangan beliau dalam menghadapi realita hidup begitu nampak dalam perilakunya. Dengan tawadhu’ serta penuh tawakkal kepada Allah, beliau mampu mengatasi permasalahan hidup.

Pernyataan taubat Kyai Afrokhi:

“Untuk itulah buku ini saya susun sebagai koreksi total atas kekeliruan yang saya amalkan dan sekaligus merupakan permohonan maaf saya kepada warga Nahdhatul Ulama (NU) dimanapun berada yang merasa saya sesatkan dalam kebid’ahan Marhabanan, baca barzanji atau diba’an, maulidan, haul dan selamatan dari alif sampai ya` yang sudah berbau kesyirikan dan juga sebagai wujud pertaubatan saya. Semoga Allah senantiasa menerima taubat dan mengampuni segala dosa-dosa saya yang lalu (Amin ya robbal ‘alamin)”

(Dinukil dan diketik ulang dengan gubahan seperlunya dari buku “Buku Putih Kyai NU” oleh Kyai Afrokhi Abdul Ghoni, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Rohmatulloh Kediri, mantan A’wan Syuriah MWC NU Kandangan Kediri)

Catatan: Note ini ditulis hanya semata-mata sebagai nasehat, bukan karena ada alasan sentimen atau kebencian terhadap sebuah kelompok. Silahkan nukil dan share serta pergunakan untuk kebutuhan dakwah ilalloh.

-Abu Shofiyah Aqil Azizi- jazahullah khairan

Baca juga: Apakah Taubat Harus Diumumkan?

—

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin2
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Biografi Imam Muhibbuddin Ath-Thabari: Tokoh Mazhab Syafi’i dari Makkah Al-Mukarramah

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
7 Juni 2026
0

Nama Ahmad bin Abdullah bin Muhammad bin Abu Bakar bin Muhammad bin Ibrahim, yang nasabnya bersambung kepada Ja‘far bin Muhammad...

Jawamiul Kalim: Salah Satu Keistimewaan Rasulullah

oleh Firdian Ikhwansyah
4 Juni 2026
0

Ketika Allah mengutus seseorang untuk menjadi Nabi dan Rasul, Allah berikan kepada mereka juga mukjizat dan keistimewaan sebagai bekal berdakwah...

Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 2)

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
24 Mei 2026
0

Kebersihannya dari tuduhan ahli bid‘ah Imam Abu Al-Qasim Ath-Thabarani رحمه الله terbebas dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya oleh sebagian ahli...

Artikel Selanjutnya

Nasehat Selepas Ramadhan

Komentar 104

  1. abu hudzaifah says:
    16 tahun yang lalu

    Memang berpegang teguh pada tali sunnah pada akhir zaman ini seperti memegang bara api, ‘panas’ tetapi harus tetap dipegang teguh agar cahaya sunnah tetap terpancar dan bersinar ditengah2 kaum muslimin yang sudah terlalu jauh keluar dari sunnah nabi Muhammad SAW.

    Balas
  2. Abu Fakhira says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah
    Tetaplah jaya Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Ala Fahmi Salaf

    Balas
  3. Abu Ammar says:
    16 tahun yang lalu

    Semoga akan bertambah lagi jumlah kyai NU yg mengikuti jejak kyai Abdul Ghoni, sehingga makin memberi kekuatan untuk dakwah diatas sunnah. Insyaalloh.

    Balas
  4. aziz says:
    16 tahun yang lalu

    subhanalloh semoga beliau tetap istiqomah..AMIN.

    Balas
  5. abdul aziz says:
    16 tahun yang lalu

    subhanalloh semoga beliau tetap istiqomah..AMIN.!!

    Balas
  6. abdul aziz says:
    16 tahun yang lalu

    subhanalloh.

    Balas
  7. abu hudzaifah says:
    16 tahun yang lalu

    @ abu ammar: amiin, kita doakan saja mereka yang masih bergelimang bid’ah dan kurofat segera mendapat hidayah dari Alloh agar tidak semakin banyak orang2 yang tersesat akibat dakwah2 mereka..

    Balas
  8. fabian says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah..
    semoga beliau ditetapkan oleh kesabaran oleh Allah swt.

    Balas
  9. bambang says:
    16 tahun yang lalu

    di arsip artikel koq materinya masih yg lama, blom diupdate kah? tolong diupdate ya, supaya mudah mencari artikel terbaru, terima kasih

    Balas
  10. zainal arifin says:
    16 tahun yang lalu

    ASSALAMUALAIKUM…..

    MOHON INFO, UNTUK MEMBELI BUKUNYA DIMANA ?…..

    ADAKAH DI TK. GUNUNG AGUNG / GRAMEDIA ?…..

    TERIMA KASIH….

    WASSALAMUALAIKUM…..

    Balas
  11. abu azka says:
    16 tahun yang lalu

    pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asy’ari ana rasa tidak mungkin mengajarkan kebid’ahan dan kesyirikan seperti itu. apakah ustadz memiliki informasi mengenai ajaran KH Hasyim Asy’ari ?

    Balas
  12. abu ahmad says:
    16 tahun yang lalu

    Atas perkenan nya,
    jazakaallahu khoiron.

    Balas
  13. Reza Akbar says:
    16 tahun yang lalu

    Wahai Zat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu. Sesungguhnya apa yang disisi Allah adalah lebih baik dibandingkan dunia beserta isinya. Semoga Allah memberikan Hidayah lebih banyak lagi kepada para ulama & Umara untuk kebaikan ummat & Agama Allah …. Amin

    Balas
  14. Qolbun Salim says:
    16 tahun yang lalu

    Semoga para nahdiyin mendapat hidayah Alloh untuk meninggalkan tahayul, bid’ah dan khurofat dan kembali ke ajaran islam yang lurus berdasar Alqur’an dan Al hadits,Amin.Saudara/Saudariku Nahdiyin janganlah kalian taklid buta serta fanatik golongan beribadahlah berdasarkan dalil yang shohih (Alqur’an dan Hadits )

    Balas
  15. Mudzakir says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, walaupun saya ini termasuk muslim awam, bukan kyai buakn ustat namun Allah SWT telah berkenan membuka hati saya sehingga saya dapat sedikit demi sedikit meninggalkan amalan-amalan yang menyesatkan, semoga Allah senantiasa memberi petunjuk dan bimbingan agar saya betul2 terbebas dari bid’ah, syirik dllnya. Amin

    Balas
  16. Chahyadi says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum.. izin copy paste artikel ini.. sukron..

    Balas
  17. SEKAPUR says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah……..
    Semoga Alloh mengampuni dosa dan kesalahan kita, serta menetapkan iman dalam hati kita setelah kita mendapatkan petunjuk….. Amiin.

    Balas
  18. yadi says:
    16 tahun yang lalu

    sebenarnya banyak para ustad dan kyai yang NU yang tahu akan halnya seperti ustad Afrokhi namun karena masih takutpada kebenaran dan takut akan sikucilkan dari komunitasnya jadi tidak / belum siap/bisa meninggalkan hal-hal tersebut, mudah – mudahan dikemudian hari hidayah Allah akan menghampiri kita amiin

    Balas
  19. SOBA Bakor says:
    16 tahun yang lalu

    tolong dong judul bukunya? DAN JIKA DI SURABAYA beli bukunya di toko apa? SUKRON JAZIROH

    Balas
  20. Abu Muhammad Naufal Zaki says:
    16 tahun yang lalu

    sewaktu taklim ustadz abdul hakim, beliau menjelaskan yg maknanya siapa saja yg ingin mengetahui bgmn KH Hasyim Asy’ari mk bacalah buku-buku tulisanya yang semuanya dalam bahasa Arab yg jk mereka faham mk yg diajarkan disana adalah ajaran ahlus sunnah dan jauh dari TBC…. afwan ini yg bis ana sharing….

    Balas
  21. Dani says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum. .
    Afwan. . . Tolong dijabarkan ketika menyebut Nama” Allah Subhanallahu Wa Ta’ala serta Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. . .
    Jazakallah khoiron atas perhatiannya. . .

    Balas
  22. Ampun maaf says:
    16 tahun yang lalu

    حدثنا طاهر بن عيسى بن قيرس المصري التميمي حدثنا أصبغ بن الفرج حدثنا عبد الله بن وهب عن شبيب بن سعيد المكي عن روح بن القاسم عن أبي جعفر الخطمي المدني عن أبي أمامة بن سهل بن حنيف عن عمه عثمان بن حنيف أن رجلا كان يختلف إلى عثمان بن عفان رضي الله عنه في حاجة له فكان عثمان لا يلتفت إليه ولا ينظر في حاجته فلقي عثمان بن حنيف فشكا ذلك إليه فقال له عثمان بن حنيف ائت الميضأة فتوضأ ثم ائت المسجد فصلي فيه ركعتين ثم قل اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبينا محمد صلى الله عليه و سلم نبي الرحمة يا محمد إني أتوجه بك إلى ربك ربي جل وعز فيقضي لي حاجتي وتذكر حاجتك ورح إلي حتى أروح معك فانطلق الرجل فصنع ما قال له عثمان ثم أتى باب عثمان فجاء البواب حتى أخذ بيده فأدخله عثمان بن عفان فأجلسه معه على الطنفسة وقال حاجتك فذكر حاجته فقضاها له ثم قال له ما ذكرت حاجتك حتى كانت هذه الساعة وقال ما كانت لك من حاجة فأتنا ثم ان الرجل خرج من عنده فلقي عثمان بن حنيف فقال له جزاك الله خيرا ما كان ينظر في حاجتي ولا يلتفت إلي حتى كلمته في فقال عثمان بن حنيف والله ما كلمته ولكن شهدت رسول الله صلى الله عليه و سلم وأتاه ضرير فشكا عليه ذهاب بصره فقال له النبي صلى الله عليه وآله وسلم أفتصبر فقال يا رسول الله إنه ليس لي قائد وقد شق علي فقال له النبي صلى الله عليه و سلم إئت الميضأة فتوضأ ثم صل ركعتين ثم ادع بهذه الدعوات قال عثمان فوالله ما تفرقنا وطال بنا الحديث حتى دخل علينا الرجل كأنه لم يكن به ضرر قط

    Telah menceritakan kepada kami Thahir bin Isa bin Qibarsi Al Mishri At Tamimi yang berkata menceritakan kepada kami Asbagh bin Faraj yang berkata menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Wahb dari Syabib bin Sa’id Al Makkiy dari Rawh bin Qasim dari Abu Ja’far Al Khatami Al Madini dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif dari pamannya Utsman bin Hunaif bahwa seorang laki-laki berkali-kali datang kepada Utsman bin ‘Affan radiallahu ‘anhu untuk suatu keperluan [hajat] tetapi Utsman tidak menanggapinya dan tidak memperhatikan keperluannya. Kemudian orang tersebut menemui Utsman bin Hunaif dan mengeluhkan hal itu. Maka Utsman bin Hunaif berkata “pergilah ke tempat berwudhu’ dan berwudhu’lah kemudian masuklah ke dalam masjid kerjakan shalat dua raka’at kemudian berdoalah “Ya Allah aku memohon kepadamu dan menghadap kepadamu dengan Nabi kami, Nabi pembawa rahmat. Ya Muhammad aku menghadap denganmu kepada TuhanMu Tuhanku agar memenuhi keperluanku” kemudian sebutkanlah hajat atau keperluanmu, berangkatlah dan aku dapat pergi bersamamu. Maka orang tersebut melakukannya kemudian datang menghadap Utsman, ketika sampai di pintu Utsman penjaga pintu Utsman memegang tangannya dan membawanya masuk kepada Utsman bin ‘Affan maka ia dipersilakan duduk disamping Utsman. Utsman berkata “apa keperluanmu” maka ia menyebutkan keperluannya dan Utsman segera memenuhinya. Utsman berkata “aku tidak ingat engkau menyebutkan keperluanmu sampai saat ini” kemudian Utsman berkata “kapan saja engkau memiliki keperluan maka segeralah sampaikan”. Kemudian orang tersebut pergi meninggalkan tempat itu dan menemui Utsman bin Hunaif, ia berkata “Semoga Allah SWT membalas kebaikanmu, ia awalnya tidak memperhatikan keperluanku dan tidak mempedulikan kedatanganku sampai engkau berbicara kepadanya tentangku”. Utsman bin Hunaif berkata “Demi Allah, aku tidak berbicara kepadanya, hanya saja aku pernah menyaksikan seorang buta menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengeluhkan kehilangan penglihatannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata “bersabarlah”. Ia berkata “wahai Rasulullah, aku tidak memiliki penuntun yang dapat membantuku dan itu sungguh sangat menyulitkanku”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata “pergilah ke tempat wudhu’, berwudhu’lah kemudian shalatlah dua rakaat kemudian berdoalah” yaitu doa ini. Utsman bin Hunaif berkata “demi Allah kami tidaklah berpisah dan berbicara lama sampai ia datang kepada kami dalam keadaan seolah-olah ia tidak pernah kehilangan penglihatan sebelumnya” [Mu’jam As Shaghir Ath Thabrani 1/306 no 508]

    Balas
  23. Ampun maaf says:
    16 tahun yang lalu

    Hanya sisi lain dari opini pembaca disini, hadits tetang Tawasul kpd Rasulullah tsb silahkan diteliti sanadnya, dilihat matannya, silahkan bagi pembaca untuk menilainya masing-masing, Ampun Maaf klu hal tsb salah, Wallahu A’lam Bissawab

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Ampun maaf
      Tawassul dan tabarruk kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika beliau masih hidup memang dibolehkan dan bukan syirik. Namun ketika beliau sudah wafat, tidak diperbolehkan. Apalagi tawassul dan tabarruk kepada kuburan beliau, atau kepada orang selain beliau.
      Tawassul dengan amal shalih, semisal wudhu dan shalat juga diperbolehkan. Silakan simak:
      http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tawassul-yang-dibolehkan-dan-yang-terlarang

      Balas
  24. MELILEA says:
    16 tahun yang lalu

    Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak” (Riwayat Muslim).

    seseorang dipersilahkan untuk memilih salah satu dari keduanya. Memperdebatkan masalah itu hanya akan menuai murka dari Allah dan Rasul-Nya, sebab hal itu termasuk perbuatan bid’ah yang tercela. Karena, salah satu bentuk amalan bid’ah adalah sikap mempersempit sesuatu yang dilapangkan oleh Allah dan Rasul-Nya saw.. Jika Allah memerintahkan suatu perbuatan dalam bentuk umum yang pelaksanaannya mempunyai lebih dari satu kemungkinan, maka perintah itu harus dipahami dalam keumuman dan kelapangan itu. Tidak boleh membatasi maknanya dengan cara apapun kecuali didasarkan pada dalil tertentu.

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #MELILEA
      Tolong anda pelajari kembali mengenai apa itu ‘aam, lafzhul ‘aam, dan beramal dengan lafzhul ‘aam. Karena penerapan kaidah anda sama-sekali tidak sesuai bab. Selain itu, ‘aam adalah lafazh mencakup seluruh ‘afrad (anggota himpunan). Sedangkan membuat ibadah baru itu berarti menambah fard baru yang bukan bagian dari afrad.

      Jika anda belajar ushul fiqh, silakan buka mengenai mujmal-mubayyan. Lafazh mujmal diamalkan ketika datang bayan-nya. Semisal dzikir, shalawat, itu semua mujmal. Maka diamalkan sesuai bayan-nya, yaitu praktek shalawat dan dzikir yang dilakukan Nabi dan para sahabat.

      Selain itu, jika anda belajar ushul fiqh, anda tentu kenal dengan kaidah “al ashlu fil ibadah al man’u“, hukum asal ibadah adalah haram.

      Balas
  25. Qolbun Salim says:
    16 tahun yang lalu

    Mohon kepada muslim.or.id untuk membahas dengan tuntas masalah thoriqoh karena ada sebagian orang islam yang beranggapan jika belum bai’at thoriqoh islamnya belum sempurna meski sudah melaksanakan rukun islam yang lima (syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji) apakah anggapan semacam ini benar?

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Qolbun Salim
      Yang jelas Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah mengajarkan ‘ajaran thoriqoh’ atau ‘tarekat’, dan tidak pernah mensyaratkan demikian. Semoga kami diberi kemudahan untuk membahasnya di lain waktu.

      Balas
  26. rizqoan says:
    16 tahun yang lalu

    izin copas ustad

    Balas
  27. Sri Sayekti Hadi says:
    16 tahun yang lalu

    Semoga Allah mengampuni kita semua. Saya bukan ahli agama, tetapi ada satu hal yang menjadi perhatian saya. Jika tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan dianggap sebagai TBC, mengapa para wali songo, para orang alim dan wali melakukan itu semua. Apakah kita sampai hati mengatakan mereka tidak paham agama, padahal dari dakwah merekalah kita mengenal agama Islam? Apakah mungkin ada sisi lain mengapa mereka melakukan itu semua. Ataukah mungkin orang yang mengatakan TBC itu kurang arif dalam memahami agama dan baru belajar agama sehingga bersemangat.

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Sri Sayekti Hadi
      Semoga Allah merahmati anda. Panutan kita adalah Baginda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, setelah para sahabat Nabi yang jumlahnya ribuan. Maka pertanyaannya adalah, mengapa Baginda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah melakukan amalan tersebut, dan puluhan ribu sahabat Nabi, mengapa tidak ada satu saja yang melakukan amalan-amalan tersebut?

      Balas
  28. Sri Sayekti Hadi says:
    16 tahun yang lalu

    Semoga Allah mengampuni kita semua. Saya bukan ahli agama, tetapi ada satu hal yang menjadi perhatian saya adalah jika tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan, dianggap sebagai TBC, mengapa para wali songo, ulama-ulama yang alim dan para wali melakukan itu semua. apakah sampai hati kita mengatakan mereka tidak paham agama, padahal kita mengenal Islam di Jawa (khususnya) juga berkat dakwah para wali. Apakah mungkin orang yang mengatakan TBC itu yang belum arif dan alim dalam memahami agama. Apakah mungkin orang yang mengatakan TBC itu justru yang baru bersemangat belajar agama sehingga merasa sudah pintar dan paling benar?

    Balas
  29. Abu Muhammad Naufal Zaki says:
    16 tahun yang lalu

    Untuk Sri Sayekti. . adakah hal tsb diamalkan oleh Wali SOngo? Apakah ada kitab mereka yg menjelaskan hal tsb?. . Jk sedikit2 kita nisbatkan kpd mereka ttp tdk ada sumbernya mk dikhawatirkan kita memfitnah Wali SOngo utk melanggengkan kebid’ahan tsb. . .
    Para ulama dan ahli ilmu tsb rata2 memiliki risalah2 atau tulisan2an yg bisa dijadikan bukti ttg keyakinan dan amalan ibadah yg mereka yakini. . . mk jk sekedar melemparkan kalimat : Wali Songo jg begini dan begitu jelas nantinya kita telah berdusta atas nama mereka. .
    afwan

    Balas
  30. Abu Muhammad Naufal Zaki says:
    16 tahun yang lalu

    Ustadz kami selalu menekankankan ketika ada yg berkata : Wali ini atau ulama ini melakukan ini dan itu, mk ditanya padanya : wali/Ulama siapa? sebutkan namanya jangan disebut disebut umum (krn ini adalah menyamarkan). terus dikitab mana ulama itu berkata ini dan itu. . .
    Jk dikatakan wali ini mk akan Kami jawab : Kedudukan Sahabat lebih utama dari para wali itu ttp mereka tdk melakukannya.
    Jk dikatakan ulama ini dan itu mk kami jawab : Para Sahabat adalah ulama yg paling utama, demikian pula Para IMam Madzhab, Imam Bukhori, Muslim dll tdk melakukannya. .
    Lalu kenapa kita tidak berkiblat kpd yg lebih utama????

    Balas
  31. tommi says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum,

    Untuk mbak Sri Sayekti dan kawan2 lain yg sepemikiran.
    Afwan, ini hanya sekedar tambahan, andaikan memang benar wali songo yg melakukan itu semua (walaupun saya memilih untuk mengatakan wallahu a’lam), tetap saja tindakan mereka harus kita timbang dengan Al Qur’an dan Sunnah2 shahih karena agama Islam ini berasal dari Allah Ta’ala dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai penyampai risalahNya.

    Dan hendaknya kita semua sangat berhati2 jika ingin mengklaim wali A melakukan ini, si anu melakukan itu. Karena bila kita tidak tahu apa dasarnya, kita bisa berdusta atas nama mereka spt kata akhi abu muhammad diatas.

    Ini hanya sekedar nasehat untuk diri saya dan kita semua, mohon untuk dipertimbangkan dengan kepala dingin.

    Balas
  32. Rony Ahmad says:
    16 tahun yang lalu

    Tmn2q sesama muslim yg tercinta.aq snang dg kepedulian qta pd aqidah.perlu qta ingat proses mskny islam ke jw melalui budaya oleh para wali,contohnya dehinduisasi wayang,menyisipi nafas islami ritual2 hindu budha dsb.misi pr wali ntuk pemurnian aqidah blm selesai krn penjajah eropa dtg,misi dilanjutkan KH A Dahlan pd era 1912 ttp banyak pertentangan slh satunya dr kalangan kraton yogya pd saat pembetulan arah kiblat sholat”lht jg film sang pencerah”nah skrglah pr generasi muda muslim qta ntuk melanjtkan misi para wali n Ahmad Dahlan,sdkit2 qta hps feodalisme masjid n mushola,saatny generasi muda tampil di masjid dan mulai menkaji n mengamalkan qur’an & hadits scr murni n konskuen,insya alloh niat baik qta akan diberi jln kemudahan olehNya tanpa qta hrs terkucilkan dr masyarakat NU.Fastabiqul khoirot, wassalam

    Balas
  33. Yoyokkusumo says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum….

    Subhanallah, saya sangat berbesar hati jika kaum muda islam bangkit dengan membw ajaran islam yang murni, dan kita harus terus mengingatkan kaum muslimin yang sudah dianggap menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah. apapun cemooh mereka yang benar harus kita sampaikan……Wassalam

    Balas
  34. agus says:
    16 tahun yang lalu

    Aslkum wr wb…
    Mmbuka mata mngisi hati…
    Smoga suatu saat aq bisa mmbuka hati mngethui
    & mngamalkan apa yg diridhoi-NYA. Mhon doa dari
    smua sodara seiman…

    Balas
  35. Asep Zenal F. says:
    16 tahun yang lalu

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    ‘Afwan ustadz, saya bersyukur kepada Allooh mendapat pencerahan, semoga Allooh selalu membimbing kita Amiin.

    Balas
  36. langit pitoe says:
    16 tahun yang lalu

    ‎​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Sebelumnya sy sampaikan terimakasih atas keterangan dr antum,,, tp klo boleh tau dimana / di kitab apa sy bisa membaca keterangan yg menyatakan bahwa maulid, tahlil, ziarah kubur dsb, itu musyrik , bid’ah dll… Biar sy lebih tahu lg,,, trimakasih,,,
    Maaf merepotkan..

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ langit
      wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      SIlakan search keterangan di website ini, insya Allah saudara akan temukan apa yg saudara tnyakan.

      Balas
  37. Nasron Anshory says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh
    Saya sangat terharu dan mendukung apa yang Saudara perjuangkan dalam menegakan Al-qur’qn dan Sunnah Rosululloh semoga Alloh senantiasa memberi kekuatan lahir bathin kepada saudara….

    Balas
  38. nasri says:
    16 tahun yang lalu

    salut pak. saatnya kembali ke Al Qur’an dan hadist, apapun resikonya

    Balas
  39. muhammad says:
    15 tahun yang lalu

    assalam,ust alkamdulillah sebelum kita dipaggil sang khaliq kita diberi hidayah ,,,nya terus tegakkan ajaran yang benar dan jagn membuat org yang lain tersesat ,,semoga allah memberikan hidayah -hidayah oleh k,ai -k,ai yang lain aminnnnnnnnnnn……….allah huakbarrr,,,!

    Balas
  40. afandi says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum…
    sy sudah baca “buku putih kyai NU” bagus isinya, bisa di dapatkan di :
    Toko Afandi
    Jl. Bimokurdo No.46 Sapen Yogyakarta
    ( Timur SD Muhammadiyah Sapen)
    HP : 085643186814 / 0274 7005155

    Balas
  41. Najieb says:
    15 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, saya telah baca bukunya dan sangat bangus, syarat dengan pengalaman buruk beliau di masa lalu (SESAT tanpa SADAR), dilengkapi dengan nukilan nasehat dari agama (Al-Quran dan As-Summah)

    Balas
  42. muhammad asy'ari says:
    15 tahun yang lalu

    NA’UUDZUBILLAAHI MIN DZAALIK

    Balas
  43. ki sambang dalan says:
    15 tahun yang lalu

    kembali kepada Islam artinya saatnya kita Umat Islam belajar Al Qur`an dan Sunnah mulai dari hal-hal yg selama ini kita anggap kecil dan remeh…….teruskan saudaraku untuk menyerukan kepada Umat Islam kepada ajaran yg seseungguhnya…..

    Balas
  44. nilda sahira says:
    15 tahun yang lalu

    subhanallah…
    jazakallah atas penjelasan2 Ust…

    Balas
  45. zulfa hasanah says:
    15 tahun yang lalu

    smoga akan ada dan ada lagi kyai/tokoh2 NU (atau apalah) yang akan kembali pada tauhid

    Balas
  46. HADI BIN USAMAN says:
    15 tahun yang lalu

    Jadi pengertian Bid’ah itu sebenernya apa ya koq saya jadi tambah bingung.. bukankah harusnya pengumpulan alquran / hadits itu BId’ah krn nabi Muhammad SAW tdk memerintahkan ? lalu apa hukumnya kita membaca Kitab hadits Shoheh Imam2 HAdits ? berdosakah kah kita dgn membaca kitab hadits ?

    Balas
  47. muh yasin says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu alaikum,
    Sebelumnya saya mohon maaf,
    Kepada mereka yang masih melakukan kegiatan TBC, yang mengatas nama wali, coba anda cari tulisan para wali yang mengajarkan demikian, jangan2 anda hanya mengikuti perkataan kyai anda, kalau kyai anda mengatakan demikian tanyakan ke kyai anda mana dalil dari alquran dan As sunah, hal ini perlu anda tanyakan supaya anda tidak dianggap bertaqlik buta. Kemudian coba cari/baca buku2 yang ditulis ulama2 ahlus sunnah wal jamaah, TIDAK PERNAH Rasulullah SAW, serta sahabat yang melakukan atau memerintahkan hal demikian (TBC). Semoga kita ditunjukkan jalan yang di ridhoi dan di berkahi ALLAH SWT sampai akhir hayat, dan dikumpulkan bersama Rasulullah SAW, beserta sahabat dalam surga firdaus. Jazakallah khairan.

    Balas
  48. Abu mohammad says:
    15 tahun yang lalu

    asslamu alaikum pak, kenapa org yg melakukan tawasul, maulidan, haul dan selamatan di anggap org yg sesat,bukankah mereka mempunyai refrensi hadist juga? minta penjelasanya pak, syukron

    Balas
  49. Abu Ja'far says:
    15 tahun yang lalu

    Di kalangan masyarakat kita yang berlaku bukan “unzhur maa qaala wa laa tanzhur man qaala” tapi “unzhur man qaala wa laa tanzhur maa qaala”.

    Balas
  50. Domdom says:
    15 tahun yang lalu

    Saya sangat terkesan sekali dengan sikap dan akhlak beliua menurut tulisan tsb., barangkali ada yg bisa bantu saya, mohon info ttg background pendidikannya, khususnya guru2 beliau. Terima kasih sebelumnya.

    Balas
  51. sophia says:
    15 tahun yang lalu

    Semoga semakin banyak lagi yang mengikuti jejak Kyai Afrokhi Abdul Ghoni hafidhohullah

    Balas
  52. anshoruddin says:
    15 tahun yang lalu

    Subhanallah, kisah beliau sy dengar langsung saat beliau mengisi taklim di mojokerto.Bahkan kata beliau saat ini mendapat ancaman bunuh oleh sekelpok org . Semoga beliau tetap dibeikan istiqomah dan kesabran oleh Allah

    Balas
  53. al kulimy says:
    15 tahun yang lalu

    seharusnya seorang yang mengaku muslim itu mempunyai prinsip “kami dengar dan kami taat”. islam adalah agama dalil tentunya dari al qur’an dan hadist.semoga ada kyai2 NU yang lainnya menyusul untuk segera sadar dari kesalahannya dan kembali ke islam kaffah. amiiiiiiiiiiin

    Balas
  54. Rachmat says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum

    Sungguh menyakitkan tuduhan2 mereka hingga menuduh gerakan para salaf sama dengan kristenisasi (saya pernah membaca pada forum diskusi di Facebook). Tapi biarlah asalkan hal yg mereka lakukan tidak sampai meracuni kehidupan kita dan keluarga kita yg sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Hadist yang shahih. Semoga lebih banyak lagi ulama2 yg mau mengkaji dan mendalami tentang hakikat salaf agar terhindar dari pandangan negatif dan segera kembali ke jalan yg diridhai Allah SWT. Amin.

    Balas
  55. firman says:
    15 tahun yang lalu

    Alhamdulillah sudah ada yg berani menunjukkan yag haq adalah haq dan yag batil adalah batil.
    semoga yang lain mengikutu jejaknya dan kembali pada Isalam yang kaffah sesuai Al Quran dan As Sunnah. amin….

    Balas
  56. surbanhitam says:
    15 tahun yang lalu

    saudara NU ataupun Muhammadiyah, mari diingat bahwa yang diada-adakan itu bid’ah, bid’ah sesat, sesat tempatnya neraka,bukan cuma berzina dll yang ke neraka, tapi ibadah yang diada2kan pun juga ke neraka, Muhammadiyah pun jg perlu mengkaji, karena faktanya di desa, yg mengaku kader muhammadiyah pun masih banyak yang tahlilan…

    Balas
    • Hamba Allah says:
      6 tahun yang lalu

      Padahal dalam kemuhammadiyahan gak diajarin tuh:( saya juga pernah sekolah di muhammadiyah tapi kita gk pernah diajarin kyk gitu dalam syariat

      Balas
  57. agus says:
    15 tahun yang lalu

    ayo maju teruss ustd ….Tugas anda msh banyak tuk nyadarkan pengikut nahdliyin yang memamg tak mudah dan penuh resiko,,nabi dulu jg pernah berdakwah d lempar batu bahkan kotoran,,,semoga kyai afroki istiqomah dan dlm lindungan Allah swt.
    ALLAHUAKBAR3x…..

    Balas
  58. Taufiq Hidayat Rajajek says:
    15 tahun yang lalu

    mari cari kebenaran, jangan mencari pembenaran. masuklah Islam dgn kaffah

    Balas
  59. sobarudin says:
    15 tahun yang lalu

    ASSALAMUALAIKUM,.,PAK USTADZ IZIN COPAST Y,.,CERITA INI SANGAT PENTING BAGI MEREKA YG INGIN MENCARI KEBENARAN

    Balas
  60. muh.zainal says:
    15 tahun yang lalu

    saya sebagai muslim yg masih awam jadi bingung krn di kampung2 masih sangat banyah yg melakukan hal tersebut,padahal mereka adalah orang2 yg berpengaruh.Subkhanalloh….

    Balas
  61. Abu Shofiyah Aqil Azizi says:
    15 tahun yang lalu

    Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaah ‘alaa kulli ni’matih.

    Balas
  62. Hadi Satari says:
    15 tahun yang lalu

    Alhamdulillah,,,lanjutkan pak Kyai,,,
    kata ustad Abdul Aziz, meng-Islamkan orang Islam itu lebih sulit daripada meng-Islamkan orang yang belum masuk Islam.

    Balas
  63. hariyanto aliy fauzan says:
    15 tahun yang lalu

    alhamdulillah keluarga yang tadinya khawatir & menentang sekarang berbalik yaqin & support, terutama ibu dan mbak.
    meski butuh waktu yang tidak sebentar.
    yang perlu diperhatikan wahai teman2ku bahwa dakwah itu harus bertahap, lemah lembut, dan sabar.
    dakwah butuh waktu yang panjang dan tidak bisa seketika mereka langsung menerima.
    1 hari, 1 bulan, 2 tahun. tidak masalah!!
    ingat tugas kita hanya menyampaikan, bukan membagi hidayah. itu yang sering kita lupa.

    Balas
  64. mohammed says:
    15 tahun yang lalu

    Ass Wr Wb
    KAMI DUKUNG GERAKAN SALAFY!!
    TEGAKKAN SUNNAH DAN HANCURKAN BID’AH
    ALLAHU AKBAR
    Wass Wr Wb

    Balas
  65. manusia bodoh says:
    15 tahun yang lalu

    bismillahirrohmanirrohim..
    selamatkan hambamu dari golongan ini……

    Balas
  66. Pemburu ilmu says:
    15 tahun yang lalu

    Tema yang diangkat dari kisah diatas sangat menarik dan sangat menambah pengetahuan Al faqir. Dan Alfaqir berharap, semua pengunjung disini mau mengunjungi alamat link yang al faqir cantumkan dibawah ini, untuk berbagi/ menambah ilmu kita sekalian. mdah2an bermanfaat. (berkaitan dengan kisah diatas)

    http://ashhabur-royi.blogspot.com/2011/03/kisah-ngumpetnya-afrokhi-hasil.html

    Balas
  67. akbar says:
    15 tahun yang lalu

    muhasabah, dan terus belajar (mengaji), hati-hati dan teliti tidak asal bicara

    Balas
  68. zul says:
    15 tahun yang lalu

    @Pemburu Ilmu, Saudaraku, sejatinya, Pak Afrokhi hanyalah memberi nasehat pada saudara saudaraku yg masih mengamalkan ajaran-ajaran dalam NU. sama sekali bukan menjelek jelekan.
    Namun yang disorot dalam link yang saudara cantumkan, lebih condong kepada mencari cari kekurangan sisi pribadi beliau.
    kalau memang yang dijabarkan dalam Buku Putih Kyai NU justru bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah, silahkan dijabarkan dalam bantahan ilmiyyah yang bisa dipertanggung jawabkan keilmiyahannya.

    Balas
  69. Mukhlisin says:
    15 tahun yang lalu

    Pak kiai ini mengajak kita utk memahami islam dengan benar sesuai ajaran islam yang murni berdasarkan al-quran dan as-sunnah yg shahih atas pemahaman Salaf. Yang bukan kata kai fulan dg pengambilan dalil yg kurang tepat. Pak kiai bukan menyesatkan tapi justru sebaliknya. Yang saya amati terkadang masih banyak orang yg belum paham/ salah paham ttg pengertian SUNNAH dan BIDAH terutma org yg awam dan mreka yg DIANGGAP ustadz pun terkadang demikian. Sebab gelar ustadznya terkdng asal jadi saja yg diberkan oleh org awam, yg penting bisa menghafal doa ktk jadi imam shalat dan ktk tahlilan.
    Sampai2 sy juga mengalami hal ini yaitu dianggap/dipangil ustadz/kiai pdh saya bukan apa2, hanya krna saya rajin menghafal doa shg bisa mpimpin doa.
    Maaf kalo pdp sy salah.
    Krn sy tinggal di komunitas awam didalam perkampungan Jkarta maka yg sy amati dmk adanya. Tapi sy bukan ahli ilmu shg td bisa berbuat apa2 selain berdoa.
    Adapun yg menanyakan siapa guru pak kiai mnrt sy buat apa, mungkin guru terakhirnya adl Allah yg tlh memberi hidayah melalui al-quran dan sunnah yg shahih atas pemahamn sahabat, jadi bukan kiai fulan.

    Balas
  70. abu hanif says:
    14 tahun yang lalu

    bismillah
    Tak ada nikmat yg lebih baik lagi seteleh seorang mukmin mengenal sunnah tapi disayangkan mengapa begitu dibencinya mereka dan begitu besar buruk sangka orang yg tidak mengerti sunnah kepada seorang mukmin yg mengamalkan sunnah.
    sabar itu sangatlah berat.

    Balas
  71. pudjo atmadji says:
    14 tahun yang lalu

    ustad izin copy untuk diperbanyak untuk bacaan di masjid kami yaaaa…….

    Balas
  72. mencari ridho allah. says:
    14 tahun yang lalu

    asslamualaikum wr wb
    ustadz izin copy

    Balas
  73. deni sugara says:
    14 tahun yang lalu

    barokallohupik semoga kyai senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran sehingga senantiasa istikomah dijalan yg benar,dan senantiasa Alloh-lah sebagai penolong,dan ini perlu dijadikan motifasi buat para salafiyin agar mengikuti jejak beliu.

    wasalam

    Balas
  74. muhammad zuhdi bin ahmad says:
    14 tahun yang lalu

    jadi pingin beli bukunya Akh

    Balas
  75. mas didik says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Ustadz,

    Bagaimana kita selalu mengatakan saudara saudara kita sesat, bid’ah, padahal mereka juga berpedoman dengan hadist yang ada, contoh tahlilan atau Istighosah, banyak landasan landasan hadist yg digunakan dan bacaannya pun sebagian besar diambil dari hadist. Lalu kenapa kita kok tidak menuduh saudara kita yang membaca Al-ma’surot sesat atau bid’ah? kenapa?…..Somoga kecintaan kita terhadap agama Islam lebih besar dari pada kecintaan kita terhadap Organisasi kita. Semoga Alloh mengampuni kita….Aaamiiinn.

    Saudaraku….silahkan anda berkunjung di daeram pesisir jawa timur; lamongan , Tuban, Gersik dll disana hampir setiap desa mempunyai makam keramat dan setiap tahun diadakan sedekah bumi padahal disana mayoritas “penganut” faham Organisasi (maaf) “Muhammadiyah”….lalu kenapa yang selalu disalahkan organisasi NU saja. Maaf disini saya buka anggota Muhammadiyah maupun NU, tapi saya kasihan pada mereka yang selalu berusaha dipecah belah oleh orang muslim sendiri, semoga Ukhuwah Islamiyah kita tetap terjaga jangan sampai ada yang memecah belah.

    Budaya2 yang menyimpang di masyarakat tidaklah sekedar tanggung jawab NU, Muhammadiyah, atau yang lain saja tapi itu tanggung jawab kita semua bagaimana caranya agar bisa berubah.

    Semoga Alloh mengampuni kita semua…Astaghfirulloh !!

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #mas didik
      Al Ma’tsurot Hasan Al Banna banyak memuat hadits-hadits dhaif dan sebaiknya tidak mengamalkan buku tersebut.
      Bid’ah atau tidak landasannya adalah dalil shahih, bukan sekedar klaim dalil. Andai bid’ah dilakukan oleh Muhammadiyyah sekalipun atau oleh orang yang mengaku salafi atau wahabi sekalipun, ya tetap akan dikatakan bid’ah.

      Balas
  76. mas didik says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Ustad Yulian Purnama,

    Saya mau bertanya, berarti hadist yang dhoif itu tidak boleh ustadz? atau memang dianggap palsu? trus (amalan yang shahih)apa saja yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari klo tahlilan, yasinan, Istighosah, Al-ma’surot dan lain2 adalah bid’ah? klo tidak ikut rutinan seperti itu paling2 kita nonton TV, sinetron, nongkrong di warung, kluyuran di mall, padahal ustadz2 dan kyai2 dikampung mengadakan rutinan tersebut untuk menghindari kita menyia-nyiakan waktu dengan banyak terbuang oleh TV, sinetron, main HP (SMS-an), Nongkrong, kluyuran di Mall dan hal hal yang tidak bermanfaat lainnya.

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #mas didik
      Wa’alaikumussalam, hadits-hadits dhaif tidak bisa dijadikan landasa suatu amalan ibadah. Amalan shalih yang didasari dalil-dalil shahih dari bangun tidur sampai tidur lagi itu sangat banyak mas, andai kita mau mempelajarinya. Dan hampir tidak mungkin kita mengerjakan semuanya. Tentu saya tidak bisa menyebutkannya semua di sini karena sangat banyaknya. Sebagiannya sudah dibahas di sini:
      http://radiomuslim.com/panduan-amal-sehari-semalam-bag-1
      http://radiomuslim.com/panduan-amal-sehari-semalam-bag-2-terakhir

      Balas
  77. mas didik says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaikum

    Ustad jangan bosan ya klo saya sering nanya ya….he…he..
    Maaf ustadz, saya mau tanya di bagian yang mana “banyak hadis dhoif” pada Al’ma’surot ?

    Terimakasih
    Wassalamualaikum,
    (saudara2 muslim semua mari kita jalin terus “Ukuwah Islamiyah”)

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #mas didik
      Wa’alaikumussalam, kebetulan belum ada pembahasannya di web ini. Namun alhamdulillah sudah banyak yang menulis:
      http://alqiyamah.wordpress.com/2012/02/06/bidah-dalam-kitab-al-matsurat-karya-hasan-al-banna/

      Balas
  78. abdul says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaikum
    menyampaikan ini kepada para orang2 tua yang sudah terlanjur menjadi tradisi memang susah sekali, kadang kita dikucilkan karena dianggap musuh. Semoga Allah memberikan hidayah kepada saudara2 muslim kita diseluruh Indonesia

    Balas
  79. M.t yatno says:
    14 tahun yang lalu

    Semoga Alloh subhanahuwata’ala menjaga Beliau dan keluarga.

    Balas
  80. abu sofyan says:
    14 tahun yang lalu

    Afwan akh.. ada yang punya rekamannya Kisah Taubat Seorang Kyai. Klo ada mohon di beri linknya..

    Balas
  81. Agung says:
    14 tahun yang lalu

    Pada artikel diatas, dikatakan bahwa : “Kita biasa melakukan ziarah ngalap berkah sekaligus kirim pahala bacaan kepada penghuni kubur/mayit. Sebenarnya, hal tersebut atas dasar kebodohan kita”
    Jawaban :
    Hadits tentang wasiat Ibnu Umar ra yang tertulis dalam syarah Aqidah Thahawiyah hal. 458:
    “Dari Ibnu Umar ra: “Bahwasanya beliau berwasiat agar di atas kuburnya nanti sesudah pemakaman dibacakan awal-awal surat al-Baqarah dan akhirnya..”.

    Hadits ini menjadi pegangan Muhammad bin Hasan dan Imam Ahmad bin Hanbal padahal Imam Ahmad ini sebelumnya termasuk orang yang mengingkari sampainya pahala amalan dari orang yang hidup pada orang yang telah mati. Namun setelah beliau mendengar dari orang-orang Tazkirah Qurtubi hal. 25).
    Ada hadits yang serupa dalam Sunan Baihaqi dengan isnad Hasan:
    “Bahwasanya Ibnu Umar menyukai agar dibaca di atas pekuburan sesudah pemakaman awal surat Al-Baqarah dan akhirnya”.

    Perbedaan dua hadits terakhir di atas ialah yang pertama adalah wasiat Ibnu Umar sedangkan yang kedua adalah pernyataan bahwa beliau menyukai hal tersebut. Hadits dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulallah saw.bersabda: ”Jika mati seorang dari kamu, maka janganlah kamu menahannya dan segeralah membawanya kekubur dan bacakanlah Fatihatul Kitab disamping kepalanya”. (HR. Thabrani dan Baihaqi)

    Abu Hurairah ra.meriwayatkan bahwasanya Nabi saw. bersabda:
    “Barangsiapa yang berziarah di kuburan, kemudian ia membaca ‘Al-Fatihah’, ‘Qul Huwallahu Ahad’ dan ‘Alhaakumut takatsur’, lalu ia berdo’a Ya Allah, kuhadiahkan pahala pembacaan firman-Mu pada kaum Mu’minin dan Mu’minat penghuni kubur ini, maka mereka akan menjadi penolong baginya (pemberi syafa’at) pada hari kiamat”.

    Hadits-hadits di atas atau hadits-hadits lainnya dijadikan dalil yang kuat oleh para ulama untuk menfatwakan sampainya pahala pembacaan Al-Qur’an bagi orang yang telah wafat. Apa mungkin para sahabat Nabi seperti Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah [ra] mengeluarkan kata-kata yang mengandung ilmu ghaib (yaitu mengenai imbalan pahala) tidak dari Rasulallah saw.? Mungkinkah para sahabat itu meriwayatkan sesuatu amalan yang berbau kesyirikan atau larangan dalam agama Islam? Mereka berdua adalah termasuk salah satu tokoh dari golongan Salaf Sholeh.

    Balas
  82. Agung says:
    14 tahun yang lalu

    Syekh Muhammad Al-Syarabashi dalam bukunya Yas’alunaka mengutip pendapat Al-Qarafi dalam kitab Al-Furuq bahwa kebaikan yang dilakukan seseorang untuk orang lain yang telah meninggal mencakup tiga kategori:
    a). Disepakati tidak bermanfaat: memberi pahala keimanan kepada orang yang telah wafat.
    b). Disepakati bermanfaat: seperti shodaqah yang pahala- nya diberikan kepada orang telah wafat.
    c) Diperselisihkan apakah bermanfaat atau tidak: seperti menghajikan, berpuasa dan membaca Al-Qur’an untuk orang yang telah meninggal.

    Sementara madzhab Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal, berpendapat pahala- nya dapat diterima oleh yang telah mati. Kemudian Imam Al-Qarafi yang bermadzhab Maliki ini menutup keterangannya bahwa persoalan ini (pahala untuk yang wafat), walaupun diperselisihkan, tidak wajar untuk ditinggalkan dalam hal pengamalannya. Sebab, siapa tahu, hal itu benar-benar dapat diterima oleh orang yang telah wafat, karena yang demikian itu berada diluar jangkauan pengetahuan kita.

    Balas
  83. fitri says:
    14 tahun yang lalu

    sebenarnya saya sangat menantikan jawaban atas komentar pak agung,, tapi ko’ ga ada yaa ??

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Fitri
      Mengirim pahala ibadah kepada orang yang sudah meninggal, memang diperselisihkan oleh ulama ahlussunnah. Silakan simak:
      http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3779-antara-kirim-pahala-dan-acara-selamatan-kematian.html

      Balas
  84. Majlis Sholawat says:
    14 tahun yang lalu

    Assalaamu’alaikum Warohmatullooh Wabarokaatuh..
    Sahabat- sahabatku.. seyogyanya kita sesama umat muslim lebih mengedepankan sikap tsamuh/ toleran dalam mengamalakan ibadah yang sifatnya furuiyah,jangan merasa diri haluannya paling benar, karena sesungguhnya kita hanya berusaha berbuat benar. karena sesungguhnya perbedaan itu terdapat dalam dua kategori : 1. Perbedaan yang sifatnya variataif. 2. Perbedaan yang sifatnya kontradiktif. nah jika perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan variatif maka itu adalah khazanah ilmu dalam islam, kemudahan, kekayaan, keaneka ragaman, tidak usahlah saling tuduh itu sesat, ini bid’ah, mari kita untuk saling menghormati perbedaan yang seperti itu. Akan tetapi jika perbedaan yang sifatnya Kontradiktif seperti halnya dalam urusan aqidah seperti Alloh lebih dari satu…dst.
    Sahabatku Ustadz Yulian yang dimulyakan Alloh, masalah tahlilan, bacaan al qur an pada orang yang sudah meninggal sesungguhnya sampai pahalanya kepada al marhum tersebut, bisa di lihat d Majmu Fatawa wa Rasaail [17/220-221] karya Muhammad bin Shalih al-Utsaimin [w. 1421 H]. Tentang hadiah pahala, Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa barangsiapa mengingkari sampainya amalan orang hidup pada orang yang meninggal maka ia termasuk ahli bid’ah. Dalam Majmu’ fatawa jilid 24 halaman 306 ia menyatakan, “Para imam telah sepakat bahwa mayit bisa mendapat manfaat dari hadiah orang lain. Ini termasuk hal yang pasti diketahui dalam agama Islam, dan telah ditunjukkan dengan dalil kitab, sunnah, dan ijma’ (konsensus) ulama’. Barang siapa menentang hal tersebut, maka dia termasuk ahli bid’ah”. Ada sebuah hadits “Bacakanlah surat Yasin atas orang mati kalian” (HR.Ahmad, Abu Daud, Ibn majah dll/Hasan). Dan hadits-hadits lainnya.
    Subhanallooh, mungkin dicukupkan sekian dulu, mohon maaf bila ada kekeliruan, semoga Alloh mengampuni hamba dho’if ini, amin..
    Astaghfirullooh lii walakum..
    Salam Ukhuwah..
    Wassalaamu’alaikum Warohmatullooh Wabarokaatuh

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Majlis Sholawat
      Memang benar Ibnu Taimiyah membolehkan menghadiahkan bacaan qur’an untuk mayit dan pahalanya sampai, menurut beliau. Tapi yang beliau maksud bukan ritual Yasinan, melainkan baca Qur’an sendiri tanpa berjama’ah, tanpa dikhususkan waktunya dan tata caranya.
      Walau demikian kita tidak taqlid pada pendapat ulama sekalipun itu Ibnu Taimiyah, dalil-dalil menunjukkan bahwa pendapat beliau dalam hal ini lemah.

      Balas
  85. SILO SEMEDI says:
    14 tahun yang lalu

    MasyaAllah

    Balas
  86. Joyoyakti says:
    14 tahun yang lalu

    Pernah sy baca artikel,bhw KH.Wakhid Hasyim pendiri NU pernah menulis kitab yg kalau gak salah berjudul “MUNKAROT MAULID (tentang kemungkaran2 maulid)”. Konon kitab tsb ditulis sbg respon trhadp sahabat sekaligus saudara seperguruannya “Muhammad Darwis/KH Ahmad Dahlan”yg telah mendirikan Muhammadiyah. Mohon translate dari kitab tsb agar ditulis di artikel web ini,semoga bermanfaat bagi kita semua.

    Balas
  87. juned says:
    14 tahun yang lalu

    Semoga Allah memberikan hidayahnya kepada kaum muslimin yang masih di dalam fitnah subhat.hannya Allah tempat minta pertolongan…

    Balas
  88. doelwaheed says:
    13 tahun yang lalu

    kulihat kesejukan diskusi(comment) di sini yang tidak kudapatkan di web lain yang isinya saling menghujat. yang penting kita ingat adalah orang yang diingatkan akan kebenaran kok menolak, maka “…khatamallaahu ‘alaa quluubihim wa ‘alaa sam’ihim wa ‘ala abshaarihim ghisyaawatun..” atau ” fii quluubihim maradhun fazaadahumullaah maradhan…” jadi akan langsung berurusan dengan Allah SWT, maka, mari saling mengingatkan akan kebenaran dan kesabaran agar tidak termasuk golongan orang yang “..lafii khusyr”…tentunya dengan kesejukan he..he..

    Balas
  89. bee kurnia says:
    12 tahun yang lalu

    Barakallahu fikum
    Semoga istiqomah di jalan yang haq, aamiin

    Balas
  90. Toviek Gordon says:
    12 tahun yang lalu

    keputusan yang berat dan tidak semua org bisa melakukanya..
    semoga hidupnya selalu dimudahkan Allah SWT.. amin

    Balas
  91. oranghina says:
    7 tahun yang lalu

    Saya tidak bisa membayangkan perjuangan dakwah beliau.saya org biasa saja bahkan sampai keluar dari desa hanya karna dikucilkan gara2 tidak aktif ikut tahlilan.mereka berjargon kearifan lokal dan menghormati kemajemukan beragama,tapi menganggap mursal orang hina semacam saya

    Balas
  92. toto says:
    10 bulan yang lalu

    Alhamdulillah

    Balas
  93. Toto says:
    9 bulan yang lalu

    semoga dakwah tauhid semakin berkembang dan Allah merahmati orang20 yang mendakwahkan tauhid baik lewat lisan maupun tiap huruf yang ditulisnya

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah