Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Keagungan Ilmu Asma’ wa Shifat

Abdullah Taslim, Lc., MA. oleh Abdullah Taslim, Lc., MA.
3 Juli 2010
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Pertama
  • Kedua
  • Ketiga
  • Keempat
  • Kelima

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, sungguh ilmu tentang Allah  ‘Azza wa Jalla adalah ilmu yang paling mulia. Tidak ada jalan untuk mengenal Allah melainkan hanyalah melaui nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Berikut beberapa hal yang menunjukkan keagungan ilmu tentang asma’ wa shifat (nama dan sifat Allah).

Pertama

Tidak diragukan lagi bahwa ilmu mengenai  tauhid asma’ wa shifat merupakan ilmu yang paling mulia dan paling utama, paling tinggi kedudukannya serta merupakan perkara yang paling penting. Kemuliaan dan keutamaan ilmu tergantung dari  kemuliaan obyek yang dipelajari. Tidak ada yang lebih mulia dan lebih utama daripada ilmu yang berkaitan dengan nama dan sifat Allah yang terdapat dalam al Quran dan as Sunah. Oleh karena itu, menyibukkan diri untuk memahaminya dan mengilmuinya serta membahasnya merupakan tujuan yang paling mulia dan maksud yang utama.

Kedua

Sesungguhnya mengenal Allah dan mengilmui tentang Allah akan menghantarkan hamba kepada kecintaan, penghormatan dan pengagungan, rasa takut dan harap, serta rasa ikhlas beramal untuk-Nya. Kebutuhan seorang hamba terhadap ilmu tersebut dan memperoleh buah dari lmu tersebut merupakan kebutuhan yang paling besar, paling utama, dan paling mulia.

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

“Tidak ada kebutuhan bagi jiwa yang lebih besar daripada mengenal  Dzat yang telah Menciptakannya, kemudian  untuk mencintai-Nya, mengingat-Nya, dan merasa senang dengan pengenalannya tersebut, serta mencari wasilah terhadap-Nya dan kedekatan di sisi-Nya. Tidak ada jalan untuk mencapai hal itu kecuali dengan mengenal sifat-sifat-Nya dan nama-nama-Nya. Semakin seorang hamba mengilmui tentang nama dan sifat Allah, dia akan lebih mengetahui tentang Allah dan semakin dekat dengan-Nya. Sebaliknya, semakin seorang hamba mengingkari nama dan sifat Allah, dia akan semakin bodoh terhadap Allah dan akan semakin benci dan jauh dari-Nya. Allah Ta’ala akan menempatkan (mengingat) seorang hamba di sisi-Nya tatkala seorang hamba memberi tempat bagi Allah dalam jiwanya”.

Tidak ada jalan untuk mencapainya kecuali dengan mengenal nama dan sifat-Nya serta mempelajari dan memahami maknanya.

Ketiga

Sesungguhnya tujuan Allah menciptakan makhluk dan menjadikan mereka dari tidak ada, menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya adalah untuk mengenal-Nya dan untuk beribadah kepada-Nya semata. Allah Ta’ala menjelaskan dalam firman-Nya,

اللهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ اْلأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ اْلأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًا {12}

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. At Thaalaq:12).

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّلِيَعْبُدُونِ {56}

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzaariyat:56).

Tujuan penciptaan makhluk  adalah untuk hal tersebut (mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya semata) dan Allah menciptakan mereka untuk merealisasikannya. Maka kesibukan untuk mengetahui nama dan sifat Allah merupakan kesibukan terhadap tujuan penciptaan makhluk, dan meninggalkannya merupakan pengabaian terhadap tujuan pencitaan makhluk. Tidak selayaknya bagi seorang hamba (melalaikan) terhadap keutamaan Allah yang agung ini dan nikmat yang besar ini, dia bodoh terhadap Rabb-Nya dengan berpaling dari mengenal-Nya

Keempat

Salah satu rukun iman yang enam, bahkan merupakan yang paling utama dan paling pokok adalah iman kepada Allah. Dan bukanlah yang dimaksud iman itu hanya sekadar perkataan seseorang bahwa “Aku telah beriman” semata tanpa mengenal Rabb-Nya. Bahkan hakikat iman  yang sebenarnya adalah mengenal Rabb-Nya  dan bersungguh-sungguh dalam mengenal nama dan sifat-Nya sampai mencapai derajat yakin. Sebatas pengenalan seorang hamba terhadap Allah maka sebatas itu pula keimanannya. Semakin bertambah pengenalan terhadap nama dan sifat-Nya, semakin bertambah pula pengenalan seorang hamba terhadap Rabb-Nya dan semakin bertambah pula imannya. Sebaliknya, semakin kurang pengenalan seorang hamba terhadap nama dan sifat-nya semakin berkurang pula imannya. Allah Ta’ala berfirman,

…إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا … {28} ِ

” Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama” (QS. Faathir:28).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Maksudnya yang takut dengan rasa takut yang sebenarnya adalah para ulama yang mengenal Allah. Karena semakin mengenal Allah Al ‘Adziim, Al Qadiir, Al ‘Aliim yang disifati dengan sifat yang sempurna dan dengan nama yang indah dan mulia, maka semakin sempurnalah pengenalan terhadap Allah dan semakin sempurna pula ilmu tentang nama dan sifat-Nya, rasa takut yang timbul akan semakin besar dan semakin bertambah”.  Seorang ulama salaf mengungkapkan hal ini dalam perkatannya, ”Barangsiapa yang paling mengenal Allah, maka dia yang paling takut kepada-Nya”.

Kelima

Ilmu tentang Allah Ta’ala merupakan pokok dari segala sesuatu. Sehingga orang yang mengenal-Nya dengan pengenalan yang hakiki akan mendapatkan petunjuk dalam berbuat dan melaksanakan syariat dengan pengenalannya  terhadap sifat dan perbuatan-Nya tersebut. Karena Allah Ta’ala tidaklah berbuat kecuali merupakan konsekuensi dari nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Seluruh perbuatan Allah dipenuhi dengan  sikap adil, keutamaan, dan hikmah. Oleh karena itu Allah tidaklah menetapkan syariat kecuali sesuai dengan tuntutan keadilan dan hikmah. Seluruh berita yang Allah khabarkan benar dan juju, dan seeluruh perintah dan larangannya mengandung  keadilan dan hikmah.

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, kelima hal di atas menunjukkan keutamaan ilmu asma’ wa shifat dan besarnya kebutuhan hamba terhadap ilmu tersebut.  Bahkan tidak ada kebutuhan yang lebih penting daripada kebutuhan seorang hamba untuk mengenal Rabbnya yang telah menciptakannya, yang menguasainya, yang mengatur segala urusannya, yang menentukan rezeki baginya, yang tidak butuh terhadap mereka sedikitpun. Dan tidak ada jalan untuk meluruskan dan memperbaiki hal tersebut kecuali dengan mengenal-Nya, beribadah kepada-Nya, dan beriman hanya kepada Allah semata.

Kebahagiaan yang didapat seorang hamba sesuai dengan pengilmuannya terhadap Allah Ta’ala dan pengamalannya dengan ilmunya tersebut, yaitu dengan  mentadabburi nama dan sifat Allah yang terdapat dalam al Quran dan as Sunnah, kemudian memahaminya dengan pemahaman yang benar. Tidak menyelewengakan maknanya, menolaknya, atau menyerupakannya dengan sifat makhluk. Segala puji bagi Allah, nama-nama-Nya yang baik dan mulia serta sifat-sifat-Nya agung.[1]

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shaalihat.

***

Penulis: Abu ‘Athifah Adika Mianoki

Artikel www.muslim.or.id

 

[1]. Diringkas dengan sedikit perubahan dari pembahasan “Ahammiyatul ‘ilmi bi asmaaillaahi wa shifaatihi” dalam kitab Fiqhul Ad’iyah wal Adzkar karya Syaikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdulmuhsin al Badr , Jilid 1 hal 119-122. Cet, Daar Ibnu ‘Affaan.

ShareTweetPin
Abdullah Taslim, Lc., MA.

Abdullah Taslim, Lc., MA.

Lulusan Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Beliau adalah penulis aktif di majalah Pengusaha Muslim.

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya

Ar-Rabb, Yang Maha Mengatur dan Menguasai Alam Semesta

Komentar 6

  1. Muslim Pati says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum ijin pasang iklan akh

    Assalamu’alaykum Warahmatullah wabarakattuh

    Lowongan Kerja

    SD UNGGULAN DAAR EL-DZIKIR KEC.BULU KAB.SUKOHARJO JAWA TENGAH

    Membutuhnak 3 orang Guru baru

    SYARAT:

    1. Muslim/Muslimah

    2. S1 Kependidikan/Akta 4

    3. Psikolog

    4. Etos kerja tinggi dan siap berjuang demi Dakwah Islamiyah

    FASILITAS:

    1. Gaji pokok dan Tunjangan

    2. Asrama Gratis.

    Info hubungi: 0877 3616 3030

    Jazakallah khoeron

    Wassalamu’alaykum Warahmatullah wabarakattuh

    Reply
  2. abang says:
    16 tahun yang lalu

    buku apa yg bagus utk dibaca & karangan sapa , tentang aswa wa shifat ? kalo bisa yg udah ada terjemahannya

    Reply
  3. herman says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamualiakum,

    Mohon ijin untuk mengcopy buat ana lebih memahami dien ini.
    Jazakumullahu khoiran.

    Reply
  4. marwan says:
    16 tahun yang lalu

    @ Abang:: Bisa baca kitab “qowaidul mutsla” yang juga sudah ada terjemahannya..

    Reply
  5. Rizal says:
    16 tahun yang lalu

    Mohon ijin buat meng-copy datanya buat diskusi kuliah. semoga ilmunya bermanfaat. matur nuwun engkang sanget. sukron……

    Reply
  6. Asdi says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum,

    Admin yg terhormat, ana mohon izin tuk menyalin berbagai artikel dlm situs ini, dan artikel ini salahsatunya.

    Jazakallohukhair

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah