Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Pembagian Tafsir Menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu (Bag. 2)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
24 Februari 2018
di Al-Qur'an
Share on FacebookShare on Twitter

Berikut ini pembagian tafsir Alquran menurut Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang disebutkan dalam Tafsir Ath-Thabari : 1/34, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata :

التفسير على أربعة أوجه : وجه تعرفه العرب من كلامها، وتفسير لا يعذر أحد بجهالته ، وتفسير يعلمه العلماء ، وتفسير لا يعلمه إلا الله

“ Tafsir (Alquran) terbagi menjadi empat macam, yaitu:

  1. Tafsir yang dikenal maknanya secara bahasa Arab
  2.  Tafsir yang setiap orang (mukallaf) harus mengetahuinya
  3. Tafsir yang diketahui oleh ulama
  4. Tafsir yang hanya diketahui oleh Allah”.

Penjelasan

  1. Tafsir yang dikenal maknanya secara bahasa Arab

Tafsir jenis ini adalah makna ayat Alquran yang dipahami oleh bangsa Arab dari bahasa mereka dengan jelas.

Dengan demikian tafsir jenis ini hakekatnya adalah memahami lafazh dalam ayat dengan mengembalikannya kepada makna bahasa (etimologi), dan gaya bahasa dalam bahasa Arab.

Tafsir ini mencakup tafsir lafazh-lafazh Alquran, dan gaya bahasa Alquran dalam pembicaraan (Al-Asalib fil khithob), karena Alquran diturunkan dengan bahasa bangsa Arab dan dengan gaya bahasa mereka yang dikenal dalam pembicaraan mereka.

Tafsir lafadz-lafadz dalam Alquran

Lafazh-lafazh yang digunakan dalam Alquran itu sesuatu yang jelas dan tidak samar bagi bangsa Arab secara umum, oleh karena itu anda dapatkan di kitab-kitab Tafsir, tafsiran Salaf  dari sisi etimologi ketika mereka menafsirkan kata-kata dalam ayat, seperti:  الصمد، والكفؤ، والفلق، والغاسق .

Meski demikian, sebagian orang Arab bisa jadi tidak tahu sebagian makna dari lafazh-lafazh dalam Alquran tersebut, disebabkan ia jarang mendengarkannya dalam pembicaraan kesehariannya, atau lafazh tersebut tidak biasa digunakan dalam bahasa kaumnya.

Sebagaimana Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah menyatakan bahwa beliau tidak mengetahui makna «فاطر» dalam sebuah ayat, beliau berkata:

كنت لا أدري ما فاطر السماوات والأرض حتى أتاني أعرابيان يختصمان في بئر ، فقال أحدهما : أنا فطرتها ، أي أنا ابتدأتها

Dulu saya tidak mengetahui apa makna { فاطر السموات والأرض} sampai ada dua orang badui yang berselisih tentang sumur menemuiku, lalu salah seorang diantara keduanya berkata kepada temannya : ‘ أنا فطرتها , maksudnya: ‘Sayalah yang mulai terlebih dahulu membuat sumur tersebut’”

Umar radhiyallahu ‘anhu pun pernah membaca surat ‘Abasa dari ayat ke-1 sampai pada ayat ke-31 :

وَفَاكِهَةً وَأَبًّا

dan buah-buahan serta rumput-rumputan [Q.S. ‘Abasa: 31].

Beliau mengatakan :

Kami telah mengetahui makna “Al-Faaqihah”, maka apakah makna “Al-Abbu”?

Tafsir gaya bahasa Alquran

Gaya bahasa Alquran dalam pembicaraan (Al-Asalib fil khithob) pun juga dikenal oleh bangsa Arab dalam bahasa mereka (bahasa Arab), misalnya firman Allah Ta’ala :

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ

Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.(Q.S. Ad-Dukhaan: 49).

Bangsa Arab memahami gaya bahasa dalam ayat tersebut dari bahasa mereka, bahwa itu adalah gaya bahasa “menghinakan dan memperolok-olok”, meski lafazh-lafazh dalam ayat tersebut digunakan untuk memuji, namun konteks kalimatnya menunjukkan makna menghina dan memperolok-olok.

Contoh lainnya, firman Allah Ta’ala :

قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَنْ نَفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُ ۖ إِنَّكَ لَأَنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ

Mereka berkata: “Hai Syu’aib, apakah sholatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal“.(Q.S. Hud:87)

Di akhir ayat ini terdapat gaya bahasa memperolok-olok, oleh karena itu, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:

يقولون : إنك لست بحليم ولا رشيد

(Hakekatnya, dalam ayat tersebut) mereka mengatakan: Sesungguhnya engkau bukanlah orang yang sangat penyantun lagi berakal.

Tafsir lafadz-lafadz dalam Alquran lebih banyak dijelaskan oleh Salafush Sholeh daripada tafsir gaya bahasa Alquran

Meski tafsir lafadz-lafadz dalam Alquran dan tafsir gaya bahasa Alquran sama-sama dikenal oleh bangsa Arab melalui bahasa mereka, namun Salafush Sholeh, generasi awal umat ini, tidaklah memperluas penjelasan tentang gaya bahasa pembicaraan dalam Alquran seluas penjelasan tentang makna lafadz, karena ketika itu tidak ada sebab yang mendorong mereka untuk memperluas penjelasan tentangnya, sedangkan mereka memiliki perhatian besar pada pembahasan tentang sesuatu yang membuahkan amal secara langsung, didsmping itu, ketidaktahuan seseorang terhadap makna lafadz itu langsung berpengaruh kepada ketidakpahamannya terhadap tafsir sebuah ayat.

Adapun orang yang tidak tahu gaya bahasa Alquran masih memungkinkan baginya untuk mengetahui makna sebuah ayat.

Hukum mengetahui tafsir jenis ini

Hukum mengetahui tafsir yang dikenal maknanya secara bahasa Arab ini adalah fardu kifayah, DR. Musa’id Sulaiman Ath-Thayyar, dalam kitabnya Fushulun fi Ushulit Tafsir, menjelaskan alasannya :

وهذا الوجه من فروض الكفاية، إذ لا يجب على كل مسلم معرفة جميع المعاني اللغوية والأساليب الكلامية الواردة في القرآن وقد يرتقي إلى الواجب إذا توقف عمل الواجب على هذه المعرفة

(Hukum tafsir) jenis ini termasuk farshu kifayah, karena tidaklah wajib bagi setiap muslim mengetahui seluruh makna (lafazh Alquran secara) bahasa dan gaya bahasa Alquran, namun terkadang hukumnya bisa berubah menjadi fardhu ‘ain, yaitu ketika mengetahuinya menjadi syarat bisa mengamalkan suatu amalan wajib.

Beliau juga memperkuat alasannya bahwa sebagian sahabat senior saja ada yang tidak mengetahui sebagian kata dalam Alquran, apalagi selain mereka dari kalangan non Arab.

Kembali ke bagian 1: Pembagian Tafsir Menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu (Bag. 1)

Lanjut ke bagian 3: Pembagian Tafsir Menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu (Bag. 3)

—

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin2
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
20 Juni 2026
0

Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelumnya telah menjelaskan penciptaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban ciptaan dan pengaturan. Penyebutan berbagai hal...

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 4): Kokohnya Langit dan Bumi Sebagai Tanda Adanya Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
8 Juni 2026
0

Pada perenungan ayat-ayat dalam surah An-Naziat sebelumnya, Allah menceritakan kisah Nabi Musa dan Fir'aun serta bagaimana hasil akhir dari perbuatan...

Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
27 Mei 2026
0

Wasiat keenam, menjaga harta anak yatim Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan wasiat yang keenam, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,...

Artikel Selanjutnya

Pembagian Tafsir Menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu (Bag. 3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah