Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Karena Cinta, Aku Rindu Ingin Melihat Wajah-Mu (Bag. 1)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
12 Februari 2018
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Cinta, sebuah kata yang tidak perlu didefinisikan bagaimana bentuknya. Mendefinisikan cinta hanya akan mengaburkan hakikat maknanya. Setiap orang bisa merasakan cinta. Karena cinta seseorang bisa berkorban apa saja, termasuk harta dan nyawa paling berharga yang dimilikinya. Karena cinta seseorang rela hidup menderita, memendam asa dan rasa untuk segera berjumpa.

Allah Ta’ala mencintai dan dicintai hamba-Nya yang beriman

Di antara pokok aqidah ahlus sunnah adalah mereka meyakini dan menetapkan bahwa Allah Ta’ala itu mencintai hamba-Nya, dan dicintai pula oleh hamba-Nya yang beriman.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agama-Nya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah [5]: 54)

Dalam banyak ayat, Allah Ta’ala telah mendeskripsikan siapa di antara hamba-Nya yang dicintai-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran [3]: 76)

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran [3]: 146)

Duhai hati yang lalai, siapakah di antara kita yang tidak ingin termasuk dalam hamba-Nya yang dicintai-Nya? Siapakah di antara kita yang tidak ingin termasuk dalam orang-orang yang Allah cintai sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ العَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحْبِبْهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ القَبُولُ فِي الأَرْضِ

“Apabila Allah mencintai seorang hamba-Nya, Dia memanggil Jibril, ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia.’ Jibril pun mencintai hamba tersebut dan menyeru kepada penduduk langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia!’ Maka seluruh penduduk langit mencintai hamba tersebut, sehingga orang itu pun diterima oleh seluruh penduduk di bumi.” (HR. Bukhari no. 3209)

Demikianlah ketika Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya. Sampai-sampai Allah Ta’ala mengumumkan perang kepada siapa saja yang membenci kekasih-Nya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Allah Ta’ala berfirman, ‘Siapa saja yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Dan hamba-Ku tidaklah mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada (ibadah) yang telah Aku wajibkan. Jika hamba-Ku terus-menerus mendekatkan diriku dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia.” (HR. Bukhari no. 6502)

Dan di antara tanda Allah Ta’ala mencintai seorang hamba adalah Allah Ta’ala menguji hamba-Nya tersebut dengan rasa sakit, musibah berupa kesulitan dan kesusahan. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah Ta’ala mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka mereka akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka (benci atau marah), maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hadits hasan)

Lihatlah ketika sebagian orang Allah Ta’ala timpakan ujian berupa jatuh sakit yang parah. Dalam kondisi tersebut, hampir-hampir dia tidak sempat untuk berpikir atau berbuat maksiat. Namun dia sibukkan dengan memperbanyak amal shalih dan bertaubat kepada-Nya. Karena maksiat itu lebih besar peluangnya untuk dikerjakan ketika seorang hamba mendapatkan nikmat berupa harta, badan sehat dan waktu luang, sehingga membuat hamba tersebut lalai dan terperdaya.

Ini adalah di antara tanda Allah Ta’ala mencintai dan menginginkan kebaikan untuk hamba tersebut. Karena bisa jadi dia tidak bisa diingatkan dan tidak bisa sadar dengan sekedar untaian nasihat berupa ancaman, peringatan, dan kata-kata. Oleh karena itu, lihatlah saudara-saudara kita di Palestina, misalnya. Hari-harinya sibuk untuk berjihad di jalan Allah Ta’ala, banyak meminta kepada-Nya, setiap hari mereka mendapati hati mereka bergantung dan tawakkal kepada Allah Ta’ala. Karena memang hari-hari mereka disibukkan dengan ujian yang besar, yaitu jihad melawan musuh-musuh Allah dari kalangan bangsa Yahudi.

Cinta dan kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Oleh karena itu, ketika sebagian hamba-Nya kelak dilemparkan ke dalam neraka sebagai adzab bagi mereka, tidak lain hal itu hanyalah disebabkan karena kedzaliman yang diperbuat oleh hamba tersebut.

Dari ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kedatangan beberapa orang tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan tawanan itu ada seorang ibu yang sedang mencari-cari bayinya. Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluk tubuhnya dan menyusuinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada kami,

أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ؟

“Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”

Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-Nya daripada kasih sayang ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari no. 5999 dan Muslim no. 2754 )

[Bersambung]

LANJUT KE BAGIAN 2

***

Diselesaikan di pagi hari, Rotterdam NL, 16 Jumadil awwal 1439/ 3 Februari 2018

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya
hukum valentine, haramnya hari raya valentine

Maraknya Zina Di Hari Valentine

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah