Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Makna Ayat: “Kami Lebih Dekat dari Urat Lehernya”

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
1 Februari 2018
di Akidah
allah lebih dekat dari urat leher
Share on FacebookShare on Twitter

Allah lebih dekat dari urat leher, mungkin kita sering mendengar kalimat tersebut. Terdapat ketidaktepatan pemahaman sebagian kaum muslimin ketika memaknai ayat yang berbunyi:

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaaf : 16).

Kesalahan tersebut mengartikan bahwa kata “kami” pada ayat tersebut adalah Allah, sehingga mereka memahami bahwa posisi Allah itu ada di tubuh manusia dan juga di dekat dengan tubuh manusia. Mereka menyangka bahwa posisi Allah di dekat urat lehernya. Akibat dari kesalahan ini, mereka meyakini “Allah ada di mana-mana” termasuk tubuh manusia, atau keyakinan bahwa Allah menyatu dengan hambanya (aqidah manunggaling kaula gusti). Tentu ini aqidah yang tidak benar, yang benar adalah Allah berada di atas langit.

Mengenai ayat di atas ada dua penjelasan yang menunjukkan bahwa kata “kami” pada ayat tersebut bukan berarti Allah:

  1. Tafsir ayat dari para ulama bahwa makna kata “kami” adalah malaikat, bukan berarti Allah
  2. Kata-kata “dekat” bukan berarti otomatis menunjukkan posisi dan letak.

Berikut penjelasannya:

1. Tafsir ayat dari para ulama bahwa makna kata “kami” adalah malaikat, bukan berarti Allah

Jika kita membaca ayat secara lengkap dan lanjutan ayat, sangat jelas bahwa konteks ayat adalah membicarakan tentang malaikat. Berikut ayat lengkapnya:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf: 16-18).

Perhatikan dua kata dalam ayat:

Pertama: Kata (إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ)
Hal Ini menjelaskan tentang dua orang malaikat yang mencatat amal dan duduk di sebelah kanan dan sebelah kiri. Konteks ini menunjukkan bahwa malaikat yang dekat bukan Allah

Kedua: Kata (الْإِنسَانَ) yaitu manusia secara umum
Manusia ini mencakup muslim dan kafir. Allah tidak dekat dengan orang kafir

Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa pendapat ini yang dipilih oleh guru beliau yaitu syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau berkata,

ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﻗﻮﻻﻥ ﻟﻠﻨﺎﺱ، ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ : ﺃﻧﻪ ﻗﺮﺑﻪ ﺑﻌﻠﻤﻪ، ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺮﻧﻪ ﺑﻌﻠﻤﻪ ﺑﻮﺳﻮﺳﺔ ﻧﻔﺲ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ، ﻭﺍﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺃﻧﻪ ﻗﺮﺑﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺑﻤﻼﺋﻜﺘﻪ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺼﻠﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﻗﻠﺒﻪ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻌﺮﻕ، ﺍﺧﺘﺎﺭﻩ ﺷﻴﺨﻨﺎ

“Ayat ini terdapat dua pendapat:
Pertama: Allah dekat ilmunya, oleh karena itu Allah menggandengkan ilmu (mengetahui) dengan apa yang dibisiki hati manusia
Kedua: Yang dimaksud dekat adalah malaikat Allah yang bershalawat pada hatinya sehingga lebih dekat dari urat lehernya. Inilah pendapat yang dipilih oleh guru kami” (Madarijus Salikin 2/290).

Baca juga: Sifat Istiwa Allah di Atas Arsy

2. Kata-kata “dekat” bukan berarti otomatis menunjukkan posisi dan letak.

Jika ada yang mengatakan Allah lebih dekat dari urat leher berdasarkan ayat ini, tentu tidak tepat, karena bukan berarti “dekat” itu menunjukkan posisi Allah dekat, akan tetapi menunjukkan dekat maknawi yaitu “kedekatan”.

Al-Quthubi menjelas tafsir bahwa ayat tersebut menunjukkan dekat secara penggambaran, bukan dekat secara jarak. Beliau berkata,

ﻭﻫﺬﺍ ﺗﻤﺜﻴﻞ ﻟﻠﻘﺮﺏ، ﺃﻱ ﻧﺤﻦ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺣﺒﻞ ﻭﺭﻳﺪﻩ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﻣﻨﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻪ ﻗﺮﺏ ﺍﻟﻤﺴﺎﻓﺔ،

“Ini adalah penggambaran kedekatan, yaitu kami lebih dekat (kedekatannya) dari pada urat leher, bukan dekatnya jarak” (Tafsir Al-Qurthubi).

Contohnya hadits yang menunjukkan kedekatan hamba dengan Allah ketika sujud. Bukan berarti Allah dekat posisi dan letaknya ketika hamba sujud.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى تَدْعُونَهُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ عُنُقِ رَاحِلَةِ أَحَدِكُمْ

“Yang kalian seru adalah Rabb yang lebih dekat pada salah seorang di antara kalian daripada urat leher unta tunggangan kalian” (HR. Muslim no 2704).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu” (HR. Muslim no. 482).

Baca juga: Menjawab Beberapa Syubhat Seputar Sifat Istiwa

Demikian juga gambaran kedekatan Allah pada ayat yang berbunyi:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah: 186).

Itulah penjelasan mengenai “Allah lebih dekat dari urat leher.” Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum.

—

@ Perjalanan Yogyakarta – PangkalanBun KalTeng

Penulis: dr. Raehanul Bahraen
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya

Hati-Hati Imam Mahdi Gadungan, Inilah Ciri-Ciri Imam Mahdi

Komentar 26

  1. Teknik says:
    7 tahun yang lalu

    Mohon mf sebelumnya.sempat saya membaca artikel diatas bahwa disebutkan,bahwasyahnxa Allah bukan berada didekat dgan tubuh manusia melainkan berada di Atas langit.Tolong sebutkan Quran surat berapa yg menjelaskan keberadaan tuhan di langit.mohon penjelasanya

    Reply
  2. Adjang Gunawan says:
    6 tahun yang lalu

    Yg dinilai Allah itu ada dua…yaitu perbuatan fisik kita serta goresan hati atau niat kita.
    Malaikat itu tdk bisa melihat isi hati manusia.Jadi malaikat hanya mencatat pebuatan baik dan buruk fisik manusia. Sedang menurut Alkah.Allah lah yg menilai niat hati kita..menurut Allah kalau kita baru berniat baik didalam hati..berupa goresan hati yg baik , itu sdh diberi pahala walaupun blm dikerjakan. Sedangkan goresan hati utk berbuat kejahatan, kalau tdk jadi dilaksanakan mk tdk dicatat sebagai dosa…jadi Allah Maha mengetahui isi hati setiap manusia..dan tdk ada satu atoom pun di alam ini yg berada diluarkendali Allah..termasuk sel-sel dan darahpun dikendalikan Allah setiap detik..jadi semua benda gerak dan diamnya setiap saat dalam kendali dan pengawasanNYA…1.katakanlah Allah itu Ahad…2.Allah tempat meminta..3.Tidak beranak dan diperanakan. 4.Dan tdk ada sesuatupun yg menyerupainya…jadi Allah beda dgn mahluk..Allah tdk makan dan tidur tidak duduk dan tdk memerlukan tempat utk berdiam diri seperti manusia..krn ia berbeda fisik dan sifat nya dgn makluk ciptaanNYA..tidak bisa digambarkan oleh akal manusia.demikian Allah berfirman.

    Reply
    • Abdullah says:
      6 tahun yang lalu

      Masya Allah luar biasa pengetahuan anda sodara…

      Reply
  3. Abdulloh says:
    6 tahun yang lalu

    Ketika admin menterjemahkan ayat ALLAH dekat dengan kita lebih dekat dr urat nadi, admin mentakwil ayat nya.
    Sedangkan ketika menterjemahkan ayat ALLAH ada di langit, admin tidak mentakwil.
    Ini suatu ketidak adilan dalam menterjemahkan suatu ayat dengan ayat lainnya.
    Admin juga melakukan takwil kepada hadist Nabi yang mengatakan seorang hamba paling dekat kepada Robb nya ketika dia sujud.
    Seharus nya admin mentakwil ayat ALLAH ada di langit dan mentakwil pula ALLAH lebih dekat dr urat leher dan hadist Nabi yang mengatakan seorang hamba paling dekat dengan Robb nya ketika sujud.
    Kalau menafsirkan dengan cara seperti ini (satu ayat di takwil tp ayat lain atau hadist lain tidak di takwil) ini namanya pemaksaan argumen yang arogan.

    Reply
    • Bani Adam says:
      4 tahun yang lalu

      Mana yang di takwil?

      Reply
    • Freya says:
      3 tahun yang lalu

      “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaaf : 16).
      Alloh sangat2 berkuasa atas setiap mahluknya terutama kepada mahluk jenis manusia.. dan bisa kapanpun alloh inginkan untuk mencabut nyawa mahluknya… Alloh dekat dengan stiap mahluknya tapi belum tentu mahluknya dekat dengan alloh.. coba klo pas posisi kamu dekat dengan musuh mu apa hatimu terasa akrab ? bandingkan jika kamu jauh dari kekasihmu dalam keadaan saling mencintai, Apa kamu merasa jauh di hati ? .. banyak sekali ayat alquran menegaskan agar kita harus selalu berfikir, afala taqilun… pakai lah akal mu sesuaikebutuhan mu dan jgn berlebih2an

      Reply
      • Afif says:
        1 tahun yang lalu

        Al-Isra 72, Al-Hadid 3, Hud 24, Al-kahf 103-104, buta ini tuan tanah.

        Reply
    • Lazuarda says:
      3 tahun yang lalu

      Nice mas
      Semoga kita dan kawan kawan kita muslim selalu mendapatakan pencerahan dan petunjuk

      Reply
  4. Abdulloh says:
    6 tahun yang lalu

    Diatas langit atau di arsy ??

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Arsy ada di langit. Jadi, “di langit” dengan “di Arsy” tidak ada pertentangan.

      Reply
  5. mamat says:
    6 tahun yang lalu

    Dua orang malaikat ka ustaz, baru saya tahu malaikat tu orang..keke

    Reply
  6. Sentot says:
    4 tahun yang lalu

    Jikalau Alloh berada di langit berarti Alloh makhluk dong,,,, jikalau demikian ada nya, kenapa kita harus menyembah kepada makhluk,,,, tolong pengkajian dan penerangan nya, saya sangat lah kurang sekali dalam keilmuan, tentang itu, dan agar lebih totalitas dalam penerangan nya, tolong juga di sampaikan, mengapa secara tafsir nya selalu berbeda”,,,,,
    Mohon ijin agar pertanyaan ini bisa di jawab nya secara akurat dan dapat di pahami secara umum, agar Kami, khususnya saya tidak melenceng kepada aqidah yang sudah ada,,,,

    Reply
    • Bani Adam says:
      4 tahun yang lalu

      Apa hubungannya langit dengan mahluk? Kenapa Anda mengatakan “Jikalau Alloh berada di langit berarti Alloh makhluk”?

      Reply
    • MOHAMAD ZUHDI BIN ABDUL RAHMAN says:
      3 tahun yang lalu

      Allah Bersemayam di Arasy

      Reply
    • Akhuka says:
      3 tahun yang lalu

      Maaf akhi, itu penafsiran ayat quran berasal dari mana ya ? Atas dasar penafsiran sendiri atau berdasarkan tafsiran ulama ? Afwan

      Reply
  7. Warga 0766 says:
    4 tahun yang lalu

    Masya Allah….. Gak berani komen nyimak aja para suhu…

    Reply
  8. Fag says:
    4 tahun yang lalu

    Bagaimana dengan ruh manusia? Dia di cipta atau di tiupkan Allah?

    Reply
  9. Ivan says:
    4 tahun yang lalu

    Kacau Pak Ustad. Salah besar

    Reply
  10. Shou_fenk says:
    3 tahun yang lalu

    Allah itu ruh seluruh alam,manusia malaikat hewan dan semuanya

    Reply
  11. thamrin says:
    3 tahun yang lalu

    Pak ustazd, bgmn arti dan penjelasan,,Innalla ha maasshobirin,,,sesungguhnya Allah bersama orang orang yg sabar….

    Reply
  12. Wahyu P4nji says:
    3 tahun yang lalu

    Kalau kami yang dimaksud para malaikat berarti ayat yang juga menerangkan “kami telah menciptakan manusia….” Juga?
    Berarti yang menciptakan manusia adalah para malaikat pak ustadz

    Reply
  13. NOFI says:
    3 tahun yang lalu

    USULI DI TAMBAH DI AKHIR ARTIKEL Wallahu a lam Bissowab

    Reply
  14. cholis says:
    1 tahun yang lalu

    kalau Allah di atas langit berarti jauh donk.. gak cocok sama ayat / Firmanya

    هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

    Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya, dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allâh Maha melihat apa yang kamu kerjakan. [Al-Hadîd/57: 4]
    Referensi : https://almanhaj.or.id/22183-allah-subhanahu-wa-taala-bersamamu-dimanapun-kamu-berada-2.html

    Reply
    • M. Saifudin Hakim says:
      1 tahun yang lalu

      Bisa dibaca di sini untk memahami dua hal tersebut, antara Allah tinggi di atas Arsy dengan kedekatan Allah dengan makhluk-Nya:

      https://rumaysho.com/2399-di-manakah-allah-9-ketinggian-dan-kedekatan-allah.html

      Reply
  15. Ibad Solihin says:
    1 tahun yang lalu

    Assalamualaikum… Kalau benar ALLOH Di atas langit, atau di kursi, berarti ALLOH Bertempat, sedangkan tempat itu makhluk, dan ALLOH قيامه بنفسه (berdiri sendiri), berarti ALLOH Membutuhkan makhluk? Kalau ALLOH Membutuhkam Makhluk karena berada di Kursi di atas langit berarti ALLOH Yang Maha Agung lebih kecil dari pada Kursi atau tempat keberadaan ALLOH. Karena kalau ALLOH Berada diatas Kursi, Kursi itu menampung atau menopang ALLOH, jelas kalau seperti itu ALLOH Butuh Makhluk?

    Reply
    • M. Saifudin Hakim says:
      1 tahun yang lalu

      Bisa disimak tulisan berikut ini, semoga bermanfaat:

      https://konsultasisyariah.com/39911-apakah-boleh-mengatakan-allah-bertempat-di-arsy.html

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah