Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Besarnya Pahala Menghitung Nama-Nama Allah Ta’ala

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
17 Desember 2017
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Pengertian “menghitung” nama Allah
  • Jumlah nama Allah Ta’ala

Di antara keutamaan mengenal dan mengetahui nama-nama Allah Ta’ala adalah besarnya pahala bagi siapa saja yang menghitung nama-nama Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَة وَتِسْعِينَ اِسْمًا ، مِائَة إِلَّا وَاحِدًا ، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّة

”Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa yang menghitungnya, niscaya masuk surga.” (HR. Bukhari no. 2736, 7392 dan Muslim no. 6986)

Pengertian “menghitung” nama Allah

Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dengan “menghitung” dalam hadits di atas tidak hanya sekedar menghafal nama-nama Allah Ta’ala saja, namun di dalamnya mencakup memahami nama-nama Allah tersebut, baik secara lafaz maupun maknanya dan beribadah kepada Allah Ta’ala sesuai dengan konsekuensi dari nama-nama Allah tersebut. Hal itu tidak akan kita dapatkan kecuali dengan mempelajarinya. (Lihat Syarh Al-Qawaa’idul Mutsla, hal. 105)

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa “menghitung” dalam hadits di atas memiliki tiga tingkatan. Tingkatan pertama, menghitung (menghafal) lafaz dan bilangannya. Tingkatan ke dua, memahami makna dan kandungan di dalamnya. Tingkatan ke tiga, berdoa atau beribadah dengannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

”Hanya milik Allah-lah nama-nama yang husna. Maka berdoalah kamu dengannya.” (QS. Al-A’raf [7]: 180). (Lihat Badaai’ul Fawaaid, 1: 171)

Jumlah nama Allah Ta’ala

Masalah lain yang perlu dicermati adalah hadits di atas tidaklah menunjukkan bahwa nama Allah Ta’ala hanya berjumlah 99 saja, akan tetapi maksud hadits di atas adalah Allah Ta’ala memiliki nama-nama yang husna. Di antaranya ada 99 nama, barangsiapa yang menghitungnya maka akan masuk surga, sehingga hal ini tidaklah berarti bahwa tidak ada nama-nama Allah Ta’ala yang lain selain ke-99 nama tersebut. Sejenis dengan ungkapan dalam hadits tersebut adalah perkataan, ”Aku memiliki uang 100 dirham yang aku gunakan untuk bersedekah”. Perkataan tersebut tidak menafikan bahwa orang tersebut memiliki uang lebih dari 100 dirham, namun dari sejumlah uang yang dimilikinya, yang disedekahkan hanya 100 dirham. Makna perkataan tersebut bukanlah, ”Aku tidak memiliki uang kecuali 100 dirham saja”, karena bisa jadi dia memiliki uang 1000 dirham. (Lihat Syarh Al-Qowaa’idul Mutsla, hal. 80)

Bukti lainnya adalah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri tidak pernah menyebutkan secara rinci tentang ke-99 nama Allah Ta’ala yang beliau maksudkan. Adapun hadits-hadits yang menyebutkan rincian tentang ke-99 nama Allah Ta’ala tersebut adalah hadits yang dha’if sebagaimana telah dijelaskan oleh para ulama ahli hadits.

Rincian ke-99 nama Allah Ta’ala tersebut merupakan medan bagi para ulama rahimahumullah untuk berijtihad dalam menentukan dan mengumpulkan ke-99 nama yang dimaksudkan dalam hadits tersebut. Kita jumpai hasil ijtihad para ulama yang berbeda-beda dalam menentukan ke-99 nama tersebut. Di antara ulama ada yang memasukkan nama Allah tertentu, namun tidak dimasukkan oleh ulama yang lainnya dan demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu, apabila kita kumpulkan daftar semua nama-nama Allah Ta’ala yang disebutkan oleh para ulama, pasti akan lebih dari sembilan puluh sembilan nama. (Lihat Syarh Al-Qawaa’idul Mutsla, hal. 78-97)

An-Nawawi rahimahullah berkata,

وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاء عَلَى أَنَّ هَذَا الْحَدِيث لَيْسَ فِيهِ حَصْر لِأَسْمَائِهِ سُبْحَانه وَتَعَالَى ، فَلَيْسَ مَعْنَاهُ : أَنَّهُ لَيْسَ لَهُ أَسْمَاء غَيْر هَذِهِ التِّسْعَة وَالتِّسْعِينَ ، وَإِنَّمَا مَقْصُود الْحَدِيث أَنَّ هَذِهِ التِّسْعَة وَالتِّسْعِينَ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّة ، فَالْمُرَاد الْإِخْبَار عَنْ دُخُول الْجَنَّة بِإِحْصَائِهَا لَا الْإِخْبَار بِحَصْرِ الْأَسْمَاء

“Ulama bersepakat bahwa hadits ini tidak menunjukkan pembatasan nama Allah Ta’ala. Tidaklah maknanya bahwa Allah tidak memiliki nama selain ke-99 nama tersebut. Makna hadits tersebut adalah barangsiapa yang menghitung ke-99 nama tersebut maka masuk surga, sehingga yang dimaksud oleh hadits tersebut adalah kabar masuk surga bagi yang menghitung nama Allah, bukan pembatasan nama Allah.” (Syarh Shahih Muslim, 9: 39)

Akan tetapi, klaim adanya kesepakatan (ijma’) ulama dalam masalah ini perlu ditinjau kembali, karena sebagian ulama di antaranya Ibnu Hazm rahimahullah, berpendapat bahwa nama Allah Ta’ala hanya 99 saja. Meskipun tidak diragukan lagi bahwa pendapat beliau dalam masalah ini tidak tepat sebagaimana penjelasan sebelumnya.

Demikianlah pembahasan ini, semoga bermanfaat.

***

Disempurnakan di malam hari, Rotterdam NL, 12 Shofar 1439/2 November 2017

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin1
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya
kamar di surga

Jalan-Jalan Menuju Surga (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah