Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Termasuk Kesyirikan: Anggapan Bahwa Bintang adalah Sebab Turunnya Hujan

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
6 Oktober 2017
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu keyakinan masyarakat jahiliyyah adalah anggapan mereka bahwa bintang jenis tertentu merupakan sebab turunnya hujan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ

“Empat perkara yang ada pada umatku yang merupakan karakteristik jahiliyyah, mereka tidak meninggalkannya, (yaitu) berbangga diri dengan keturunan, mencela nasab, mengaitkan bintang sebagai sebab turunnya hujan, dan meratapi orang yang meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 2203)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

خِلاَلٌ مِنْ خِلاَلِ الْجَاهِلِيَّةِ الطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالنِّيَاحَةُ، وَنَسِىَ الثَّالِثَةَ، قَالَ سُفْيَانُ وَيَقُولُونَ إِنَّهَا الاِسْتِسْقَاءُ بِالأَنْوَاءِ

“Di antara ciri khas masyarakat jahiliyyah adalah mencela nasab dan meratapi mayit.” (Perawi lupa terhadap ciri khas yang ketiga). Sufyan berkata, “Mereka (para perawi) mengatakan, yang ketiga adalah mengaitkan turunnya hujan dengan bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 3850)

Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah menjelaskan bahwa keyakinan seperti ini tidak terlepas dari dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, dia meyakini bahwa bintang tersebut memiliki pengaruh dengan sendirinya (tanpa takdir Allah Ta’ala) dalam turunnya hujan. Maka ini adalah kesyirikan (syirik akbar) dan kekafiran. Inilah keyakinan orang-orang musyrik jahiliyyah, sebagaimana keyakinan mereka bahwa berdoa kepada orang mati merupakan sebab datangnya manfaat atau sebab hilangnya mara bahaya.

Kemungkinan kedua, dia tetap meyakini bahwa yang menentukan turunnya hujan tersebut adalah Allah Ta’ala, akan tetapi dia mengaitkan antara turunnya hujan tersebut dengan bintang-bintang tertentu. Maka hal ini merupakan syirik ashghar (syirik kecil), karena dia telah menisbatkan (mengkaitkan) sesuatu yang merupakan takdir Allah Ta’ala kepada makhluk-Nya yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. (Fathul Majiid, 2: 539-540)

Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

هَلْ تَدرُوْنَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟  قَالُوْا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: قَالَ: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِيْ مُؤْمِنٌ بِيْ وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِيْ كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَ كَافِرٌ بِيْ مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

“Tahukah kamu, apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau pun bersabda, “Dia berfirman, ‘Pagi ini di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang mengatakan, ‘Hujan turun kepada kita berkat karunia Allah dan rahmat-Nya, maka dia beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang, sedangkan orang-orang yang mengatakan, ‘Hujan turun kepada kita karena bintang ini atau bintang itu, maka dia kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang’.” (HR. Bukhari no. 1038)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah berkata ketika menjelaskan hadits tersebut,

”Jika dia meyakini bahwa bintang memiliki pengaruh dalam turunnya hujan, maka ini adalah kekafiran, karena keyakinan seperti itu adalah syirik dalam rububiyyah-Nya. Seorang musyrik statusnya adalah kafir. Namun jika dia tidak meyakini yang demikian, maka hal itu termasuk syirik ashghar, karena termasuk menisbatkan (mengaitkan) nikmat Allah kepada selain-Nya. Padahal Allah Ta’ala tidaklah menjadikan bintang sebagai sebab turunnya hujan. Turunnya hujan hanyalah karena anugerah dari Allah dan rahmat-Nya. Bisa saja Allah menahan hujan itu apabila Dia menghendaki dan menurunkan hujan itu apabila Dia menghendaki.” (Fathul Majiid, 2: 543)

Dari penjelasan beliau rahimahullah di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa menjadikan sesuatu sebagai sebab, padahal Allah Ta’ala tidaklah menjadikan sesuatu tersebut sebagai sebab, merupakan perbuatan syirik ashghar. Dalam kasus ini, masyarakat jahiliyyah memiliki keyakinan bahwa bintang merupakan sebab turunnya hujan. Padahal anggapan itu hanyalah khayalan belaka, karena pada hakikatnya, bintang bukanlah sebab turunnya hujan, baik secara syar’i (dalil syariat) maupun qadari (fakta atau penelitian ilmiah).

***

Selesai disempurnakan di sore hari, Rotterdam NL, 1 Muharram 1438/21 September 2017

Yang senantiasa membutuhkan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Karakter Jahiliyah: Percaya kepada Jimat

Komentar 2

  1. Syarif says:
    7 tahun yang lalu

    Bismillah

    Ustadz apakah boleh kita mengatakan ” kayaknya malam ini mau hujan ni, soalnya nggak ada bintang sama sekali” karna biasanya kalau nggak ada bintang maka hujan ?

    Syukron

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      InsyaAllah tidak mengapa

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah