Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kebahagiaan Melihat Wajah Allah Ta’ala di Akhirat

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
20 Mei 2017
di Akidah
melihat wajah Allah di surga

melihat wajah Allah di surga

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Orang-orang yang beriman akan melihat wajah Allah di surga
    • Dalil dari Al-Qur’an
    • Dalil dari As-Sunnah

Orang-orang yang beriman akan melihat wajah Allah di surga

Melihat wajah Allah Ta’ala di surga adalah kenikmatan terbesar yang akan diperoleh seorang mukmin. Orang-orang yang beriman akan melihat wajah Allah Ta’ala di akhirat, melihat secara langsung dengan mata kepala mereka, sebagaimana mereka melihat bulan purnama atau melihat matahari di siang hari yang cerah tanpa tertutup awan.

Aqidah ini berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an, hadits-hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga merupakan ijma’ para ulama ahlus sunnah. Yang mengingkari dan tidak meyakini hal ini hanyalah sekte-sekte yang menyimpang dari aqidah ahlus sunnah wal jama’ah.

Dalil dari Al-Qur’an

Allah Ta’ala telah menyatakan,

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ (22) إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ (23)

“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhan-nyalah mereka melihat.” (QS. Al-Qiyamah [75]: 22-23)

Maksudnya, wajah orang beriman akan tampak cemerlang, cerah atau berseri-seri karena melihat wajah Allah Ta’ala secara langsung. Hal ini karena dalam bahasa Arab, kata نظر  jika digandengkan dengan إلي sebagaimana ayat di atas, maksudnya berarti “melihat dengan mata kepala sendiri”.

Hal ini juga sebagaimana firman Allah Ta’ala,

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ (17) وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ (18)

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?” (QS. Al-Ghasyiyah [88]: 17-18)

Artinya, tidakkah mereka melihat secara langsung makhluk-makhluk yang menakjubkan ini, yang menunjukkan kekuasaan Allah Ta’ala? Di dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala beriman,

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” (QS. Yunus [10]: 26)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan  الحسني (pahala terbaik) adalah surga. Sedangkan yang dimaksud dengan الزيادة (tambahan pahala) adalah melihat wajah Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman,

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

“Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada sisi kami ada tambahannya.” (QS. Qaaf [50]: 35)

Yang dimaksud dengan مزيد (tambahan) dalam ayat ini adalah melihat wajah Allah Ta’ala.

Dalil dari As-Sunnah

Adapun dalil dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jumlahnya sangat banyak, sehingga mencapai derajat mutawatir. Di antaranya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ، كَمَا تَرَوْنَ هَذَا القَمَرَ، لاَ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ

“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian (pada hari kiamat), sebagaimana kalian melihat bulan ini (purnama). Kalian tidak berdesak-desakan ketika melihat-Nya.” (HR. Bukhari no. 554, 573, 4851, 7434 dan Muslim no. 633)

“Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan melihat wajah Allah Ta’ala itu sebagaimana kita melihat matahari yang jernih dan terang tanpa tertutup awan.” (HR. Bukhari no. 806, 6573, 7437 dan Muslim no. 182)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyatakan dengan tegas,

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ عِيَانًا

“Kalian akan melihat Rabb kalian secara langsung (dengan mata kepala).” (HR. Bukhari no. 7435)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ketika melihat wajah Allah Ta’ala, orang-orang yang beriman tidak perlu antri berdesak-desakan. Karena setiap orang bisa memandang wajah Allah Ta’ala di tempatnya masing-masing tanpa berdesakan, sebagaimana ketika mereka memandang matahari dan bulan. Kita bisa saksikan sendiri jika kita melihat sesuatu yang tinggi semacam matahari dan bulan, maka kita tidak perlu berdesak-desakan.

Perlu mendapatkan catatan adalah bahwa dalam hadits tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menyerupakan Allah Ta’ala dengan makhluk-Nya (matahari dan bulan). Yang Rasulullah samakan adalah “kaifiyyah”, yaitu bagaimana “cara memandang” Allah Ta’ala di hari kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menyamakan “objek yang dilihat” dalam hal ini adalah Allah Ta’ala dengan matahari dan bulan. Hal ini karena Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Maha besar, yang tidak serupa dan tidak semisal dengan satu pun makhluk-Nya.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan jalan kita ke surga dan mendapatkan nikmat untuk memandang wajah-Nya.

***

Diselesaikan menjelang maghrib, Rotterdam NL, 22 Sya’ban 1438/18 Mei 2017

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

Disarikan dari kitab At-Ta’liqat Al-Mukhtasharah ‘ala Matni Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, hal. 72-76; karya Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafidzahullahu Ta’ala.

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
Hanya allah yang berhak disembah

Hanya Allah yang Berhak Disembah (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah